Warmadewa University

Universitas Warmadewa
Not a member yet
    2000 research outputs found

    PENGARUH JARAK TANAM DAN KETEBALAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG KEDELAI EDAMAME (Glycine max L. Merrill)

    Get PDF
    Penelitian ini yang berjudul” Pengaruh Jarak Tanam dan Ketebalan Mulsa Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Kedelai Edamame (Glycine max L. Merrill)”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan jarak tanam dan ketebalan mulsa jerami padi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai edamame (Glycine max L. Merrill)”. Penelitian in dilaksanakan pada lokasi pengembangan dan pembelajaran hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar di jalan Matahari Terbit, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, dengan ketinggian tempat + 10 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini berlangsung dari tanggal 19 mei 2015 sampai dengan 22 Juli 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor yang disusun secara faktorial. Faktor pertama jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu 40 cm x 40 cm, 20 cm x 40 cm, 20 cm x 30 cm. Sedangkan faktor kedua adalah penggunaan mulsa jerami padi yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pemberian mulsa (M0), ketebalan mulsa 6 cm (M1), ketebalan mulsa 4 cm (M2), ketebalan mulsa 2 cm (M3). Hasil penelitian pengaruh jarak tanam dan penggunaan mulsa menunjukan interaksi yang tidak nyata terhadap sebagian besar komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang diamati dalam percobaan ini kecuali parameter indeks luas daun, jumlah polong berisi per tanaman, berat basah polong berisi per tanaman, berat basah daun per tanaman dan berat basah batang per tanaman (Tabel 2). Terhadap parameter hasil yaitu jumlah polong berisi per tanaman didapatkan pengaruh interaksi yang nyata (P<0,05) dan hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan jarak tanam yang lebih renggang yaitu jarak tanam 40 cm x 40 cm (J1M0) sebesar 26,833 gram meningkat sebesar 56,03% dari hasil terendah yang diperoleh pada jarak tanam 20 cm x 30 cm (J3) dan pemberian mulsa jerami (M1) sebesar 14,000 gram yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya (Tabel 8). Demikian juga hasil parameter pertumbuhan tanaman diperoleh pada perlakuan jarak tanam dan pemberian mulsa yang sama. Tingginya komponen hasil seperti jumlah polong berisi per tanaman pada perlakuan jarak tanam (J1M0) didukung oleh komponen-komponen pertumbuhan seperti (J1M0) indeks luas daun sebesar 72,72 gram, berat basah daun sebesar 49,000 gram dan berat basah batang sebesar 46,167 gram. Hal ini sesuai dengan pendapat Moniruzzaman (2006) dan Pambayon (2008) bahwa pada jarak tanam yang renggang persaingan antar tanaman tidak terjadi hal ini dapat meningkatkan bobot panen pertanaman

    LINGKUNGAN KEPARIWISATAAN YANG TERINTEGRASI BERBASIS BUDAYA

    Get PDF
    Pariwisata adalah suatu perjalanan dari satu ke tempat lain dengan tujuan untuk menikmati suatu kenyamanan dalam dimensi social, budaya, dan ilmu pengetahuan. Menurut Miller sifat hakiki manusia adalah mengadakan perjalanan, berkembang dan berinteraksi social. Sedangkan kepariwisataan adalah segala sesuatu yang mendukung pariwisata seperti: sumber daya alam, social-budaya, ekonomi, keamanan, pengetahuan, akomodasi, jasa, geofisik wilayah, bioekosistem, kebijakan, hukum, sanitasi lingkungan, estetika lingkungan dan lainnya. Lingkungan dilihat dari konsep ekologi adalah suatu hubungan timbal balik dan intraksi antara manusia dengan alam sekitarnya serta dampak yang terjadi dari interaksi tersebut. Lingkungan tidak selalu statis akan tetapi selalu mengalami perubahan secara dinamis baik dilakukan oleh prilaku manusia maupun alam itu sendiri. Salah satu keunggulan Bali pada umumnya adalah mempunyai suatu wilayah yang di huni oleh sebagian besar masyarakatnya memeluk agama hindu (sosio-religus teritorial system) yang terkenal dengan julukan pulau seribu pura, didalamnya mempunyai keunikan dalam keterikatan adat istiadat, interaksi social, organisasi adat, filosofi dan pandangan hidup yang sampai sekarang masih bertahan

    KONSEP PENATAAN AREA WISATA DESA TEGALLALANG, GIANYAR SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BARU BERNUANSA ALAM, BUDAYA, DAN SPIRITUAL

    Get PDF
    Desa Tegallalang merupakan salah satu desa dalam wilayah Kabupaten Gianyar yang memiliki banyak daya tarik wisata potensial yang akan dikembangkan sebagai suatu destinasi wisata baru. Desa ini memiliki sebaran objek-objek wisata lain yang berlokasi tidak jauh dari objek wisata Ceking Terrace yang sudah sangat terkenal itu. Daya tarik wisata baru di Desa Tegallalang tersebut antara lain berupa bangunan suci, hamparan sawah, mata air, puri, dan daya wisata tinggalan arkeologis. Hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada umumnya daya-daya tarik wisata potensial ini sesungguhnya sangat menarik dan berpeluang dijadikan sebagai daya-daya tarik wisata baru di wilayah desa ini. Hanya saja mengingat daya-daya tarik wisata yang masih tidur itu belum tertata dengan baik, maka sangat perlu kiranya dilakukan kajian tentang konsep penataan daya-daya tarik wisata potensial itu agar dapat menjadi rangkaian daya tarik wisata baru di wilayah Desa Tegallalang ini. Makalah ini memuat tentang gambaran konsep penataan area daya-daya tarik wisata baru Desa Tegallalang yang mengedepankan karakter alam, budaya, dan spiritual wilayah itu untuk dapat dipasarkan kepada para wisatawan. Hasil akhir kajian memperlihat beberapa gambaran konsep desain daya-daya tarik wisata yang dirumuskan sebagai jawaban terhadap permasalahan dan potensi yang termuat di dalamnnya

    Desa Pinggan Kintamani Bangli sebagai Desa Binaan Universitas Warmadewa

    Get PDF
    Universitas Warmadewa mempunyai tugas yang mulia dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya Dharma ketiga Pengabdian Kepada Masyarakat

    Indeks Ancaman Gerakan Tanah dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Penataan Infrastruktur Kepariwisataan di Kawasan Geopark Gunung Batur, Kabupaten Bangli

    Get PDF
    Mount Batur Geopark is a popular destination for Geotourism in Bangli District. This caldera of Mount Batur having slopes with high potential of landslide disaster. This study aims to assess and map the landslide hazards to be used in determining the disaster risk reduction strategy. Considering the results of this study, a guideline for landslide prevention and mitigation could be established and promoted as a government policy and regulation for managing tourism infrastructures. The study took place in the Kintamani Sub-district of Bangli District which is an area of Mount Batur Geotourism. Ground movement hazard index was compiled using Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The criteria included 7 indicators for the arrangement of landslide prone areas published in Public Works Ministerial Decree No. 22/PRT/M/2007. According to the decree, the region of Mount Batur Geopark is classified as the typology B with 500 - 2000 mdpl, with the percentage of high and very high potential of landslide hazard is 11% and 9%, respectively. The area with extremely high level of hazard is about 4216 ha located on the summit of Mount Batur. Meanwhile, the peak and slope of Mount Abang has a potential debris flow exposure directed to Trunyan, Abang Batudinding and Buahan villages. The impact area with high hazard potential is 5232 ha on the slopes of Mount Batur, with the dominant type of movement is rock fall or avalanche of roc

    PENANGANAN LIMBAH CAIR

    Get PDF
    Air adalah salah satu dari sekian banyak sumber daya alam yang sangat di butuhkan bagi kehidupan mahkluk hidup. Air membantu aktivitas kehidupan bagi semua mahluk hidup terutama manusia. Tidak hanya manusia saja yang membutuhkan air tetapi dari unsur tumbuhan, hewan maupun tanah itu sangat membutuhkan air dalam kehidupannya. Misalnya tumbuhan memerlukan air untuk tetap tumbuh, seperti halnya manusia, hewan pun memerlukan air untuk tetap tumbuh. Air merupakan suatu senyawa kimia H2O yang sangat istimewa, yang dalam kandungannya terdiri dari senyawa Hidrogen (H2), dan senyawa Oksigen (O2)

    ILMU LINGKUNGAN

    Get PDF
    Bumi terbentuk dari awan dan debu diperkirakan 4.500 tahun juta tahun yang lalu. Baru 3000 juta tahun yang lalu terdapat air di permukaan bumi dan mulailah terbentuk kehidupan yang sederhana. Ada beberapa teori yang bisa menjelaskan pembentukan planit bumi seperti teori “Kuiper”(1949-1951) mengataakan kurang lebih 5- 109 tahun yang lalu terbentuk proto matahari sebagai akibat konsentrasi gas dan debu kosmis berbentuk cakram, lambat laun cakram debu dan gas itu terpecah dan berkonsentrasi dibeberapa tempat dan melahirkan protoplanit-protoplanit, dimana protoplanit terbesar adalah bumi yang 500 kali lebih besar masa materinya

    GROUND PENETRATING RADAR AND 2-D GEOELECTRICITY APPLICATION FOR DETECTING LANDSLIDE IN ABANG DISTRICT, KARANGASEM REGENCY, BALI

    Get PDF
    The potential of landslide in some area in Abang district, Karangasem Regency, Bali, has been identified by using ground penetrating radar and geoelectricity with dipole – dipole configuration. The Research has been conducted in 6 sites. The interpretations of GPR and Geoelectricity revealed the presence of clay (8.52 cm/ns and 11.8 – 18.6 m), saturated sand (12.11 cm/ns and 216 m) and water penetration (3.23 – 4.27 cm/ns and 7.5 – 60 m) at 2 – 5 meter below the subsurface. The slip surface is detected at 5 – 8 m depth. The result of sample laboratory test show high plasticity limit (27.13 – 24.51) and liquid limit (34.50 - 30.00) which leads to landslide phenomenon

    PERTUMBUHAN RUMPUT GAJAH KATE YANG DITANAM BERSAMA LEGUMINOSA DENGAN JENIS PUPUK BERBEDA

    Get PDF
    Dalam usaha peternakan, pakan ternak merupakan faktor yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu peternakan, hal ini dikarenakan 60-80 % biaya produksi didalam usaha peternakan tertanam pada sektor makanan (Nitis, 1983). Pada usaha ternak ruminansia dan hewan herbivora lainnya komposisi hijauan di ransum dapat mencapai 90%. Biaya produksi hijauan yang murah akan menjamin keberhasilan usaha. Namun usaha penurunan biaya produksi ini mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah keterbatasan lahan dan biaya pemupukan. Mengingat hal tersebut di atas, maka pola tanam tumpang sari rumput dan leguminosa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi hijauan pakan sekaligus menurunkan pemupukan nitrogen. Untuk menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan hijauan yang baik maka perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan yang dapat dilakukan oleh petani tanpa mengeluarkan biaya tambahan adalah pemberian pupuk organik kompos dan biourine. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November sampai dengan Februari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok Pola Faktorial 3 x 2, dengan 3 faktor jenis tanaman : Pennisetum purpureum cv.Mott tanpa leguminosa (Rt); ditanam bersama centro (Rs) dan ditanam bersama dengan calopo (Rk): dan 2 jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos (K) dan pupuk biourine (B). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata (P0.05). Pengaruh yang nyata (P<0.05) juga diberikan jenis tanaman terhadap berat segar Pennisetum purpureum cv.Mott dan komposisi botani leguminosa. Dapat disimpulkan bahwa pertanaman campuran Pennisetum purpureum cv.Mott dengan leguminosa mampu meningkatkan pertumbuhan hijauan

    1,934

    full texts

    2,000

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇