2000 research outputs found
Sort by
PANDUAN UNGGAH MANDIRI KARYA ILMIAH REPOSITORI UNIVERSITAS WARMADEWA
Panduan ini disusun sebagai petunjuk bagi mahasiswa yang akan menyimpan karya ilmiahnya di
sistem repositori Universitas Warmadewa (selanjutnya disingkat Unwar). Penyimpanan karya ilmiah ini
dapat dilakukan dengan mudah, kapan saja dan dimana saja selama 7/24 jam secara online. Dalam proses
unggah mandiri ada 2 tahap utama yang harus dilakukan yaitu, (1) tahap persiapan (2) dan tahap
pengunggahan
SOSIALISASI DAN PELATIHAN REPOSITORI INSTITUSI UNIVERSITAS WARMADEWA
Repositori Universitas Warmadewa adalah tempat untuk menyimpan dan menyebarluaskan karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika Universitas Warmadewa dalam format digital. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka Perpustakaan Pusat Universitas Warmadewa mengadakan pelatihan bagi para dosen, staf pimpinan, dan perwakilan BEM Universitas Warmadewa. Presentasi ini merupakan materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MALINJAK KECAMATAN KATIKUTANA SELATAN KABUPATEN SUMBA TENGAH
Puskesmas adalah unit terkecil dari instansi pemerintah yang menangani
tentang masalah kesehatan, dengan krisis ekonomi yang sedang kita alami saat ini
Puskesmas sangat membantu didalam menangani kesehatan untuk masyarakat
menengah kebawah. Namun adanya isu bahwa pelayanan yang diberikan kadang
kurang memuaskan, kurangnya perhatian petugas dalam memberikan pelayanan dan tingkat kehadiran petugas yang tidak maksimal menyebabkan Puskesmas Malinjak mendapatkan pandangan yang buruk.
Dengan demikian maka perlu ditelusuri lebih lanjut apa yang menjadi permasalahan dalam proses pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas tersebut. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan, sarana dan prasarana dan proses pelayanan di Puskesmas Malinjak.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menggali
data-data dari lapangan, yaitu melalui metode pengisian kuesioner yang di berikan kepada responden. Untuk menguji validitas data digunakan metode yang sudah ditentukan yaitu mencari skor rata-dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden. Pengambilan sampel penelitian ini adalah melalui purposive sampling yaitu pemilihan secara sengaja dengan maksud menemukan apa yang sesuai dengan tujuan penelitian dan jumlah sampel yaitu tiga puluh satu orang responden masing masing satu orang dari setiap dusun yang ada di kecamatan Katikutana Selatan sebagai wilayah pelayanan Puskesmas Malinjak.
Dari serangkaian data yang diperoleh di lapangan maka diambil sebuah kesimpulan bahwa Puskesmas Malinjak belum memberikan pelayanan yang baik
baik kepada pasien, sarana dan prasaranan yang ada dan yang diberikan belumlah
memuaskan, dan dalam proses memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien belum maksimal, dan kurang cepat dalam bertindak dan belum sesuai prosedur yang ada. Hal ini tergambarkan dari hasil skor tertinggi pilihan jawaban responden dalam dimensi-dimensi yang telah ditetapkan sebagai tolak ukur dalam penelitian ini yaitu dimensi kepercayaan (baik), dimensi daya tanggap (sedang), dimensi kemampuan petugas dalam meyakinkan konsumen (sedang), dimensi bukti fisik dan fasilitas pendukung (rendah) dan Dimensi empati (sedang).
Hal tersebut belumlah sesuai dengan apa yang diharapakan oleh pasien. Persepsi yang timbul dari masyarakat pun sesuai dengan apa yang telah diberikan puskesmas. Para pasien kurang puas dengan apa yang telah diberikan puskesmas.Adapun persepsi masyarakat secara keseluruhan adalah 40,58 % dan termasuk dalam kategori sedangPasien yang setiap bulan terus bertambah belum diimbangi dengan peningkatan kualitas dari segi pelayanan dan peningkatan sarana dan prasaranayang ada, fasilitas yang ada pun termasuk biasa-biasa saja, peralatanyang digunakan juga belum cukup lengkap
PENGARUH PENANGANAN BAHAN BAKU LOIN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS TUNA STEAK BEKU DI PT. HATINDO MAKMUR BENOA BALI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas Tuna steak beku menggunakan bahan baku loin beku dibandingkan dengan menggunakan bahan baku loin segar serta dengan menerapkan GMP dan SSOP. untuk mendapatkan informasi/data tentang kualitas mutu secara obyektif dan subyektif dari Tuna steak beku, maka dilakukan Penelitian di PT. Hatindo Makmur Benoa Bali. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 1 Desember sampai 31 Desember 2015.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan metode pengambilan data secara observasi. Dengan sampel Tuna steak beku dari bahan baku ikan blue fin tuna / tuna sirip biru. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian obyektif yang meliputi pengujian Kimia yaitu Histamin pengujian Mikrobiologi yaitu TPC (total plate count) atau jumlah bakteri keseluruhan, Escericia Coli, Salmonella dan pengujian subyektif yaitu uji organoleptik / sensori. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 14 kali ulangan. Pengujian dilakukan di laboratorium PT. Hatindo Makmur.
Dari hasil penelitian tersebut ternyata ada perbedaan kualitas antara Tuna steak beku berbahan baku loin beku dengan Tuna steak beku berbahan baku loin segar dengan penerapan GMP dan SSOP terhadap hasil uji obyektif dan uji subyektif. Dari dua sampel yang dilakukan uji obyektif dan subyektif menghasilkan Tuna steak beku berbahan baku loin beku (Perlakuan A) memiliki kualitas yang lebih baik yaitu dengan hasil uji obyektif sebagai berikut: Rata-rata jumlah Histamin 4.0929 ppm, Rata-rata jumlah bakteri keseluruhan / TPC 2.7429 koloni/gram Jumlah E. Coli <3, Jumlah Salmonella negatif, dan Rata-rata nilai Organoleptik / Sensori yaitu Bau 7,8 Tekstur 7,9 dan Kenampakan 8,5
Estimated Stature Based on Long Bone Age 17-22 Years
The estimation of stature is very important in forensic anthropology for identification of bodies, but there is no standard model for the purpose. This study aimed to develop a model estimated height, using a predictor of long bones. A total of 96 samples of randomly selected students from a total of 199 students, aged 17-22 years. Height was measured using ZT-120 Health Scale and the length of the humerus, radius, ulna, femur, tibia and fibula was measured by using a spreading caliper. Height estimation model using multiple linear regression model with long bone length as a predictor. to estimate the height of men there are three bones as predictors, the left tibia, right humerus and a right radius, with a regression coefficient of 0.94 (±0.3), 0.82 (±0.3), and 0.79 (±0.4) sequentially. Predictors for the high women are left fibula, left ulna and left humerus, with regression koefsien 1.13 (±0.3), 1.20 (±0.4), and 0.85 (±0.4) sequentially. From this study it can be concluded that the left tibia, right humerus and right radius can be used estimate the height of men, and left fibula, left ulna and left humerus can be used estimate the height of women
MINIMNYA PENERAPAN MATERIAL DAN BENTUK LOKAL SEBAGAI IDENTITAS ARSITEKTUR SETEMPAT YANG MEMUDAR DI KUTA
Karakter visual setempat yang kuat merupakan salah satu pembentuk identitas lokal. Identitas lokal suatu tempat salah satunya tampilan elemen-elemen fisik yaitu tampilan wajah bangunan secara parsial maupun keseluruhan yang mencirikan karakter lokal merupakan suatu upaya dalam menciptakan karakter pembangunan yang berkelanjutan. Pembanguan yang berkelanjutan dalam konteks ini adalah mempertahankan karakter lokal pada ranah modernisasi. Unsur-unsur lokal dalam ranah modernisasi dapat dilihat pada pembangunan fasilitas akomodasi wisata (hotel dan pusat perbelanjaan) di daerah Kuta tepatnya sepanjang Jalan Kartika Plaza dan Jalan Pantai Kuta yang perkembangannya sangat pesat. Pembangunan hotel-hotel dan pusat perbelanjaan di daerah tersebut kecenderungannya bervariasi pada aspek tampilan bangunannya. Masing-masing bangunan memiliki gaya arsitektur yang berbeda-beda baik bentuk maupun material yang digunakan, sedangkan unsur lokal cenderung dikesampingkan dalam memenuhi identitasnya. Akibatnya lahirlah arsitektur baru yang secara langsung mengubah identitas setempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan material dan bentuk lokal pada bangunan hotel dan pusat perbelanjaan di daerah Kuta dengan menggunakan metode penelitian rasionalistik kualitatif. Identifikasi dilakukan dengan merumuskan suatu konsep material dan bentuk lokal dari arsitektur Bali dan selanjutnya digunakan untuk menganalisis kasus-kasus yang telah ditentukan berupa tampilan bangunan hotel dan pusat perbelanjaan di daerah Kuta. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas akomodasi wisata berupa hotel dan pusat perbelanjaan tidak mencirikan karakter lokal. Penggunaan material dan bentuk lokal sangat minim sekali dan bahkan sama sekali tidak terdapat unsur-unsur tersebut
Marketing Systems of Calf Bali
Maintenance calf breeders Bali less profitable for farmers may even affect revenues and increase production costs so that the habit of selling livestock farmers owned calf after the age of 6-8 months with relatively low prices because there is the determinant of the price of the middleman (broker). This can happen because the knowledge of the marketing of livestock products, especially on the price of calf Bali is not known with certainty and easily by livestock farmers. Knowing the purpose of this study is the cause farmers to sell, as well as the motivation of farmers to produce and market a calf Bali. Analyze marketing channels, as well as the impact on the income of farmers. Finding the calf Bali marketing system that is able to increase the income of farmers. Problems in this study are why farmers tend to sell calves? How marketing channels, income, motivation, as well as the government's role in helping farmers to increase their income from the sale calf? This research is explorative through surveys designed as a research explanations (explanatory research design) As well as this study is a combination of qualitative and quantitative with the main approaches used in solving the problem in this research is the quantitative approach, the complex is formulated as a quantitative model that is formulated in mathematics. This research was conducted on the calf Bali marketing system and market and Orion spread across two districts in the island namely: Badung and Buleleng. Locations were selected intentionally (purposive sampling) based on the population of Bali that most cows. Instrument or a measuring tool that is used as a research interview guide to help obtain answers from respondents is structured questionnaires and covered equipped open question. Data used in the form of quantitative and qualitative data. Qualitative data includes the characteristics of respondents, channel and marketing functions performed by any individual or institution related marketing, and analyzed descriptively. Quantitative data includes the margin and marketing costs as well as the farmer's share were analyzed to measure the efficiency of marketing. The collected data is then analyzed by means of simplified tabulation for easy counting. The results showed that farmers sell calf because there is an urgent need that must be met as school children (70%), 20 % because there are no cages and 10 % for not more than one calf want to look after. Marketing channels and Orion involving breeders and animal markets . There are four channels are formed from marketing agencies , namely : marketing channel I ( farmers - livestock market 10 % ) , marketing channels II ( Breeders - Orion - Animal Market 75 % ) , Channel III ( Breeders - groups of 5 % ) . And channels to IV (breeder to another breeder to breeder maintained in accordance purposes 10 %
ANALISIS HASIL PROSES TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SECARA BIOLOGI UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKU PUPUK CAIR
Biomedis adalah senyawa kompleks yang terdiri dari komponen organik mineral, asam amino, hormon, mikroorganisme yang berasal dari kegiatan sisa rumah sakit medis dan non medis seperti: operasi ruang. laboratorium, farmasi, kantin, laundry dan fasilitas umum. Pembentukan senyawa kompleks hasil dari proses dekomposisi, fermentasi dan mineralisasi air limbah yang mengandung bahan organik dalam bentuk karbohidrat dan protein. Melalui tahapan proses dan pengolahan air limbah teknologi yang terdiri dari perlakuan fisik, kimia, biologi, seperti filtrasi, Flotasi, sidementasi, clorinasi, koagulasi dan mengatur kondisi lingkungan seperti penambahan 6-9 jam oksigen, 35% resirkulasi, penambahan gizi 0,24 g / g BOD / hari / g MLSS, umur lumpur dari 8,2 hari, akan menghasilkan kualitas limbah cocok untuk standar kualitas pertanian dengan tingkat BOD efsiensi 88%, efisiensi 17% total padatan, efisiensi 78% dari padatan tersuspensi dan parameter BOD, COD, TSS, Amonium, Nitrat, Nitirt cenderung menurun. Seluruh proses teknologi ini akan menghasilkan kuantitas dan kualitas bahan baku pupuk dalam bentuk padatan tersuspensi dalam limbah sekitar 640 kg / hari nitrogen unsur yang mengandung 375 kg / hari fosfor unsur dan 75 kg / hari. Hasil tes dari tanaman sawi (Brassica juncea. L) dengan metode hidroponik menunjukkan limbah mentah diproses teknologi biodetox dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik cair
ERGONOMIC INTERVENTION BY VENTILATION AND WINDOWS REMODELING INCREASES COMFORT OF OCCUPANTS OF HOUSES TYPE 36/120 IN NUANSA KORI HOUSING SADING MENGWI BADUNG
Development of the housing sector has now spread to the suburban areas of Denpasar; even some rural areas in Bali have become targets of housing developers. Designing and arranging of houses through ergonomic intervention comprises one of several efforts for improving the houses’ quality in terms of their natural comfort. The ergonomic intervention should meet such criteria as to be technically applicable, less costly, energy saving especially that of electricity, socio-culturally convenience, and environment friendly. This experimental study being reported applied a treatment by subject design, in which eight houses were selected as sample, located in the housing complex of Perumahan Nuansa Kori Sading Mengwi Badung. Of the eight sampled houses, each two houses faced north, south, east and west, respectively. Twenty six occupants of the eight sampled houses were interviewed using a questionnaire. All samples were selected by stratified random sampling. The ergonomic intervention comprised remodeling of ventilation and windows of all the sampled houses. Data collecting of objective comfort was carried out before and after intervention i.e. at 8 am, 10 am, 12 pm, 2 pm, 4 pm and 8 pm, by measuring temperature, humidity, light intensity, and airflow. Data of subjective comfort were collected by questionnaire, which had been tested earlier for its validity and reliability. The results showed that (1) before intervention the average of wet temperature was 23.66 ± 1.36 ºC, after intervention was 23.09 ± 1.20 ºC; (2) before intervention the average of dry temperature was 28.76 ± 1.07 ºC, after intervention was 27.88 ± 0.73 ºC; (3) relative humidity before intervention was 73.44 ± 4.37 %, after intervention was 72.63 ± 2.73 %; (4) natural light intensity before intervention was 134.94 ± 71.69 lux, after intervention was 229.69 ± 114.53 lux; and (5) the average of airflow before intervention was 0.10 ± 0.04 m/sc, after intervention was 0.31 ± 0.08 m/sc. The conclusions could be arawn are that ergonomic intervention by remodeling ventilation and windows of houses type 36/120 could improve objective comfort by 12.4% (p<0.05), along with increase of subjective comfort of the occupants of the houses facing all directions. This study suggests that ergonomic intervention should be applied since early in the construction of houses in order to make them cheaper, healthier, and more comfortable
PENGARUH PEMBERDAYAAN ORGANISASI KELURAHAN TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI KELURAHAN SUMERTA KECAMATAN DENPASAR TIMUR
Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa diharapkan saling berhubungan baik
terhadap sesamanya, memiliki rasa kebersamaan, hidup tolong menolong, saling bekerja sama,
serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Begitu pula halnya dalam
melaksanakan kehidupan dan pembangunan bangsanya manusia dituntut untuk selalu
berpartisipasi.
Kegiatan pembangunan ini lebih menekankan pada pembangunan dan pemberdayaan
secara ekonomi, dengan lebih banyak menciptakan lapangan kerja baru dan mengajarkan
keterampilan pada masyarakat, juga melaksanakan pembangunan infrastruktur (pembangunan
fisik). Secara umum bidang fisik mencakup upaya pembuatan dan perbaikan kondisi sarana
prasarana dasar lingkungan.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu orientasi dalam kegiatan usaha memajukan
bangsa tanpa akhir, selain itu pembangunan ekonomi merupakan proses pewujudan cita - cita
negara untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera secara merata diseluruh
wilayah Indonesia.
Kaitannya dengan pembangunan ekonomi dan peran partisipasi masyarakat sangatlah
penting dalam pembangunan ekonomi, mengingat masyarakat setempatlah yang lebih
mengetahui berbagai permasalahan dan potensi sumberdaya yang ada sehingga memudahkan
dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ekonomi itu sendiri, dengan adanya
peran pertisipasi masyarakat maka hasil dari pembangunan ekonomi yang dilakukan nantinya
diharapkan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat.
Kelurahan sebagai lembaga pemerintahan di daerah yang memiliki tugas dan tanggung
jawab untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi, sudah selayaknya berkualitas dan
memiliki pengaruh yang sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
pembangunan ekonomi itu sendiri.
Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas maka perumusan masalahnya adalah
“Bagaimanakah pengaruh pemberdayaan organisasi kelurahan terhadap partisipasi masyarakat
dalam pembangunan ekonomi di Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur?”
Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh
pemberdayaan organisasi kelurahan terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan
ekonomi pada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengambilan pemanfaatan dan tahap
evaluasi dalam pembangunan infrastruktur di Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur.
Untuk dapat memecahkan masalah tersebut maka diperlukan landasan teori. Dari landasan
teori tersebut kemudian diajukan hipotesis sebagai berikut “Terdapat pengaruh yang signifikan
antara pemberdayaan organisasi kelurahan terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan
ekonomi di Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur”
ii
Bedasarkan hasil perhitungan, diperoleh simpulan : hasil uji korelasi product moment
nilai rxy adalah 0,978. Hasil uji korelasi ini menunjukkan bahwa hubungan pemberdayaan
organisasi kelurahan terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi berada pada
korelasi sangat kuat (sangat tinggi) karena berada diantara koefisien 0,800 – 1,000. Dan
berdasarkan hasil uji signifikansi, setelah rxy atau t-hitung dikonfirmasikan dengan tabel kritik
korelasi product moment atau r-tabel pada N= 95 dan taraf kesalahan atau α = 5%, hasil yang
diperoleh untuk rxy ternyata nilai t-hitung lebih besar dari nilai r-tabel, yaitu 0,978 > 0,202.
Dari hasil perhitungan analisis determinasi dapat dikatakan bahwa koefisien determinasi
variabel pengaruh pemberdayaan organisasi kelurahan (X) terhadap partisipasi masyarakat dalam
pembangunan ekonomi (Y) sebesar 95,64 %. Dan berdasarkan perhitungan daftar bantu korelasi
product moment pada lampiran, hasil uji regresi linear dapat ditentukan persamaannya yakni Y =
0,12 + 0,98X.
Dengan demikian hasil pengujian hipotesis dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
pengaruh pemberdayaan organisasi kelurahan terhadap partisipasi masyarakat dalam
pembangunan ekonomi di Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur dapat diterima