2000 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL YANG MENGGUNAKAN COUNTDOWN TIMER DENGAN METODE TIME SLICE DAN MKJI PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN RAYA PADANG LUWIH – DALUNG PERMAI
Salah satu kebijakan manajemen lalu lintas adalah dengan pemasangan
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau yang lebih dikenal traffic light
pada persimpangan yang memiliki angka pergerakan yang cukup tinggi. Pada
Simpang Bersinyal juga pemasangan countdown timer sebagai alat bantu yang
menampilkan lamanya waktu merah dan hijau, pada simpang dengan arus lalu-
lintas tinggi. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui
besarnya nilai arus jenuh pada simpang yang menggunakan countdown timer.
Analisis pengaruh countdown timer menggunakan metode timeslice.
Metode ini dipergunakan untuk memperoleh besar nilai arus jenuh serta perilaku
pengguna jalan pada simpang yang menggunakan countdown timer. Nilai arus
jenuh pada simpang bersinyal Padang Luwih - Dalung Permai Arah Barat adalah
1650 smp pada slice 0-3 detik dengan nilai arus jenuh dasar simpang pada MKJI
600 x we dengan we = 3,5 m maka arus jenuh dasarnya adalah 2100 smp. Nilai
arus jenuh pada simpang bersinyal Padang Luwih - Dalung Permai Arah Utara
adalah 1800 smp pada slice 6-9 detik dengan nilai arus jenuh ideal simpang pada
MKJI adalah 600 x we dengan we = 3 m maka arus jenuh dasarnya adalah 1800
smp. Nilai arus jenuh pada simpang bersinyal Padang Luwih - Dalung Permai
Arah Selatan yang mendekati nilai arus jenuh ideal simpang pada MKJI adalah
1938 smp pada slice 36-39 detik dengan nilai arus jenuh ideal simpang pada
MKJI adalah 600 x we dengan we = 3 m maka arus jenuh dasarnya adalah 1800
smp
PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN METODE SRI (The System of Rice Intensification)
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang di lakukan di Subak
Penamparan Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar.
Dengan ketinggian tempat 500 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini
berlangsung mulai 20 Februari sampai 10 Juni 2015. Penelitian ini merupakan
percobaan tersarang (Nested Experiment) dengan rancangan dasar Rancangan Acak
Kelompok (RAK) pola tersarang, dimana faktor dosis tersarang pada masing-masing
jenis pupuk.
Hasil penelitian perlakuan jenis pupuk (J) memberikan pengaruh tidak nyata
(P>0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Perlakuan dosis petroganik (J1)
memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun maksimum per
rumpun, jumlah gabah berisi per rumpun dan sangat nyata (P<0,01) terhadap
jumlah malai produktif per rumpun, sedangkan terhadap variabel lainya
memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan dosis pupuk J19/Unud/2010
(J2) memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap sebagian besar variabel
yang diamati, kecuali pada jumlah anakan maksimum per rumpun, jumlah daun
maksimum per rumpun, dan jumlah malai produktif per rumpun, yaitu memberikan
pengaruh sangat nyata (P<0,01). Perlakun jenis pupuk J19/Unud/2010 pada berat
kering oven gabah per hektar yaitu 6,75 ton cenderung meningkat 2,43 % bila
dibandingkan dengan jenis pupuk petroganik yaitu 6,59 ton.
Berat kering oven gabah per hektar tertinggi didapat pada dosis 450 kg/ha
(J1D3) cenderung memberikan berat kering oven gabah per hektar yaitu 6,73 ton
atau meningkat 6,82 % bila dibandingkan dengan kontrol (D0) 6,30 ton. Jumlah
malai produktif per rumpun tertinggi didapat pada dosis 450 kg/ha (J1D3) yaitu
28,73 batang atau meningkat 10,76 % dibandingkan dengan kontrol (D0) 25,93
batang. Jumlah gabah berisi per rumpun tertinggi didapat pada dosis 300 kg/ha
(J1D2) yaitu 2325,07 bulir atau meningkat 68,17% dengan perlakuan kontrol (D0)
2003,73 bulir. Berat kering oven gabah per hektar tertinggi didapat pada dosis 200
kg/ha (J2D1) cenderung memberikan berat kering oven gabah per hektar yaitu 7,07
ton atau meningkat 12,22 % bila dibandingkan dengan kontrol (D0) 6,30 ton.
Jumlah malai produktif per rumpun tertinggi didapat pada dosis 200 kg/ha (J2D1)
pupuk J19/Unud/2010 yaitu 30,13 batang atau meningkat 16,19 % dibandingkan
dengan kontrol 25,93 batang
Evaluasi Kinerja Operational Bus Trans SARBAGITA Koridor I Trayek Kota – GWK
Trans SARBAGITA is public transport in the route. Public transport Trans
SARBAGITA, organized in order to provide a choice of movement for people, as the first
step in reducing the number of vehicles on the road and general road traffic order. This
study was conducted to determine the performance of Trans SARBAGITA in terms of
standard of the Department of Transportation. Method of this research is to perform data
collection on relevant agencies and a survey of field conditions.
From the results of the performance evaluation Trans SARBAGITA
Corridor I by comparing various indicators include travel time, Jeouney speed,
headway and the load factor of some four indicators were obtained two indicators
of qualified and two of them are not eligible ie the headway it and load factor.
From the analysis carried out repairs to make adjustments bus departure
schedule, increasing the number of stops, limiting the number of private vehicle
ownership and to maximize performance, especially in terms of time between the
bus Trans Sarbagita expected to have a special line
PENANGANAN IKAN TONGKOL (Auxis thazard) SEGAR TERHADAP PERUBAHAN MUTU MIKROBIOLOGIS DAN TOTAL VOLATIL BASES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penanganan ikan tongkol (Auxis thazard) segar terhadap perubahan mutu mikrobiologis yang terdiri dari total bakteri dan total coliform dan untuk mengetahui cara penanganan ikan tongkol (Auxis thazard) segar terhadap perubahan mutu total volatil bases (TVB).
Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan faktorial (4 x 6) dengan 6 kali ulangan sehingga diperoleh 24 kombinasi. Perlakuan A penanganan pada suhu kamar 300C (control), perlakuan B penanganan dengan hancuran es =1:4 (25% bb) dengan suhu ± 180C, perlakuan C penanganan dengan garam rakyat 10% bb, perlakuan D, campuran hancuran es 12,5% bb dan garam rakyat 5% bb dengan lama penanganan 4 jam.
Penanganan ikan tongkol (Auxis thazard) segar mendapat mutu mikrobiologis yang berbeda. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan dari empat perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan (F hitung > F tabel). Total bakteri paling rendah terdapat pada perlakuan dengan hancuran es =1:4 (25% bb) dengan suhu ± 180C yaitu 13 x 101 koloni/gram dengan total coliform 0 atau negatif, penanganan ikan tongkol (Auxis thazard) segar mendapat mutu total volatil bases (TVB) yang berbeda. Hasil analisa sidik ragam yang digunakan menunjukkan dari empat perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan (F hitung > F tabel) . Mutu total volatil bases (TVB) paling rendah terdapat pada perlakuan dengan hancuran es =1:4 (25% bb) dengan suhu ± 180C yaitu 20,19 mgN/100 gr kemudian secara berturut-turut diikuti oleh penanganan dengan campuran hancuran es 12,5% bb dan garam rakyat 5% bb, perlakuan dengan garam rakyat 10% bb dan yang terakhir perlakuan pada suhu kamar 300C (control).
Penanganan ikan tongkol segar sebaiknya menggunakan hancuran es = 1:4 (25% bb), perlu penelitian lebih lanjut terkait analisis ekonomi untuk dapat sebagai acuan bagi nelayan dan pengolah ikan tradisional mengenai penanganan yang lebih efektif dan efisien, perlu penelitian lebih lanjut tentang penanganan dengan menggunakan ikan jenis lain, dengan bahan pengawet lain, serta pemerintah dapat memberikan penyuluhan tentang penanganan yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI)
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN HOTEL HOLIDAY INN EXPRESS TUBAN – BALI DENGAN MENGGUNAKAN BAJA KOMPOSIT
The technology is currently growing rapidly, it is not immune from the
world of co
n
struction is also progressing in the filed of
design. So far,
mater
ials
used in the building co
nstruct
ion filed in particular is still an average use
m
a
terials of wood
and concrete. However,
with develop
ment time and mat
er
ials
science began using steel. With used
ed
steel
material can reduce constructi
on
waste which has been problem for the environment. Of the development of
knowledge in the construction
field it creates various methods in designing the
structure of one of them is a system of composite structure consisting of a
combination of steel with
concrete.
In this thesis discusses the analysis
of composite structures in the Super
Structure.
Upper structure used steel profile and Sub structure used
reinforces
concrete
. This building consists of 7 floors where this dimensions
68,25x46,2 m
2
,
the
building is analyse in field whit medium soil conditions.
For analysis structure
of this theses used assistances program SAP 2000 V14, whereas in analysing
element structure done manually with the LRFD method guided by SNI 03
-
1729
-
2002. Calculate of the st
ructure assumed by using the concept of Strong C
ol
um
n
Weak Beam (SCWB).
From the calculation that has been done,
found that buildings analysed
are qualified LRFD and SCWB are guided by SNI 03
-
1729
-
200
KAJIAN PEMANFAATAN DAERAH SEMPADAN SUNGAI DI TUKAD MATI
Daerah sempadan sungai merupakan suatu kawasan yang mempunyai manfaat untuk mempertahankan kegiatan perlindungan, penggunaan dan pengendalian atas sumber daya yang ada pada sungai guna menjaga keseimbangan ekosistem yang berada di dalam wilayah tersebut. Tukad Mati merupakan sungai yang difungsikan sebagai saluran drainase perkotaan, dan sumber air persawahan. Untuk mengetahui lebar minimal daerah sempadan sungai di Tukad Mati dilakukan analisa terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan sempadan sungai. Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai dilakukan dengan penelusuran alur sungai Tukad Mati dari hilir menuju hulu sejauh 10 km dengan menggunakan GPS dan melakukan analisa citra satelit google earth. Hasil menunjukkan bahwa lebar minimum sempadan sungai di Tukad Mati adalah 15 meter. Pemanfaatan lahan pada daerah sempadan sungai Tukad Mati adalah permukiman sebanyak 50%, ruko sebanyak 20%, hotel sebanyak 15%, sawah sebanyak 8%, tegalan/tanah kosong sebanyak 5% dan fasiltias umum (tempat ibadah/pura) sebanyak 2%
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PROFESIONALISME KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi Kasus di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar)
Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai yang diperoleh dan
dikembangkan oleh organisasi dan pola kebiasaan dan falsafah dasar pendirinya,
yang terbentuk menjadi aturan yang digunakan sebagai pedoman dalam berfikir
dan bertindak dalam mencapai tujuan organisasi.
Profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan
fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah
profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang pegawai negeri sipil.
Profesionalisme kerja pegawai negeri sipil ditentukan oleh keberhasilan
budaya organisasi instansi atau lembaga yang dimilikinya. Keberhasilan
mengelola organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh keberhasilan prinsip-prinsip
organisasi seperti planning, organizing, actuating, controlling; akan tetapi ada
faktor lain yang lebih menentukan keberhasilan instansi/organisasi mencapai
tujuannya. Faktor tersebut adalah budaya organisasi instansi atau lembaga
tersebut. Budaya organisasi secara realistis mempengaruhi profesionalisme kerja
pegawai negeri sipil.
Berpijak pada latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka
penulis merumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Pengaruh Budaya
Organisasi Terhadap Profesionalisme Kerja Pegawai negeri sipil di Dinas
Pendidikan, pemuda dan olahraga kota Denpasar?”.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah Pengaruh
Budaya Organisasi Terhadap Profesionalisme Kerja Pegawai negeri sipil di Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, sedangkan kegunaannya dapat
bermanfaat bagi mahasiswa/peneliti, universitas dan instansi yang terkait.
Untuk dapat memecahkan masalah dalam penelitian ini, maka peneliti
menggunakan beberapa teori yang dibutuhkan antara lain : tentang budaya
organisasi dan profesionalisme kerja pegawai negeri sipil.
Untuk dapat menjawab permasalahan tersebut, maka peneliti mengambil
kesimpulan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya atau bisa disebut
dengan hipotesis. Hipotesis dari penelitian ini adalah : “Budaya organisasi
berpengaruh positif terhadap profesionalisme kerja pegawai negeri sipil di Dinas
Pendidikan dan Olahraga Kota Denpasar”.
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
skunder, sedangkan teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik
observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi.
Setelah data terkumpul, kemudian data tersebut dianalisis dengan
mempergunakan beberapa metode analisis yaitu analisis variabel dan analisis
kuantitatif (analisis korelasi, analis determinasi dan analisis regresi linear
sederhana).
Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota
Denpasar dengan jumlah populasi 71 orang pegawai negeri sipil negeri sipil dan
yang dijadikan sampel sebanyak 59 pegawai negeri sipil negeri sipil. Dari
jawaban responden di lapangan terhadap pertanyaan yang peneliti ajukan melalui
kuisioner kemudian di analisis, maka hipotesis dari penelitian yang diajukan pada
Bab I “Budaya organisasi berpengaruh positif terhadap profesionalisme kerja
pegawai negeri sipil di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Denpasar” dan
melalui hasil analisis data secara keseluruhan maka disimpulkan bahwa hipotesis
dari penelitian ini benar dan dapat diterima, karena sesuai dengan kenyataan
dilapangan
THE ROLE OF STEM BACTERIA (METHANOBACTERIUM FORMICIUM) IN TECHNOLOGY PROCESS ON BIO GAS PRODUCTION
Object of this research is the role of microbes by using technology systems bulk (bulk), produce bio gas. The subject of this research is the forest conservation area in the village of Marga Tabanan, Bali Province. The analysis showed the averaghe composition of bio-gas CH4 50-75, 27-40 CO2, H2 1-10, N20,5-3, -1 H2S, CO 0.1 and O2, NH3. This study began 20 February 2016 to august 28, 2016. The biological treatment is given at each stage starting from the technological process (decomposition, Fermentation, mineralization) ie C/N ratio of 20-30 nutrient standarts desired by microbes to produce methane gas, The residence time (retention time) as the raw mwterial of 10-15 days, temperatures 30-500C growing standard thermophilic bacteria, organic substrates Award Speed (loading rate) 8kg/m3/day, 6-7 pH, water content in the ratio 1:1 (raw materials and water). The technological process can be produced products include: dry matter 18%, 6kg of bio-gas per day, and dry fertilizers amounted to 8kg per day. The study also produced per kg of organic materials (residual tananman), 0,8-2 m3 of bio-gas fuel value bio gas is 500-800 BTU/ft 3 or 5.7 -7.2 KKL/liter. The findings of this research is the bacteria producing methane gas is dominated such as Methanobacterium formicum rod, Methanobecterium Propionicum, Methanobacterium sohngenil, Methanobacterium subboxidans. Bacteria berspora Methanobacillus omelianskil. Bacteria form spherical Methanoccocous Mazel, Methanoccocous vanniellii, Methanosarcina barkerii, Methanosarcinamethanica
KARANG AWAK: Mencintai Tanah kelahiran
Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digagas Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, saat ini (2016) telah memasuki usianya yang ke 38. Ide awal dari PKB dilaksanakan di Art Center (Taman Budaya) bertujuan untuk menggali, mengembangkan, membina, dan melestarikan kebudayaan Bali. Dengan demikian, bentuk-bentuk kegiatan yang mengisi selama sebulan penuh berkaitan masa liburan anak-anak sekolah pada bulan juni/ juli, diangkat dari unsur-unsur budaya lokal. Walaupun dilaksanakan sebualan penuh, pada pagi, siang, sore dan malam hari, ternyata belum mampu mengadopsi secara maksimal budaya daerah yang dimiliki kabupaten/ kota untuk dipagelarkan di PKB. Yang menarik adalah, bahwa hampir 80 an persen kegiatannya didominasi oleh kesenian, baik seni pertunjukan tari maupun tabuh. Sehingga kesan dari PKB tersebut lebih cenderung sebagai ajang kegiatan kesenian. Sebagai implikasinya, PKB menjadi lebih populer sebagai Pesta Kesenian Bali dibanding Pesta Kebudayaan Bali. Hal itu wajar terjadi, karena unsur-unsur kesenian yang lebih banyak dipertontonkan dan sekaligus menjadikan seni sebagai ikon PKB. Bentuk-bentuk kesenian yang diangkat meliputi kesenian tradisi, kesenian kreasi, dan ada pula yang berbau kontemporer dengan tetap berakar kepada seni tradisi tanpa mengabaikan kegiatan unsur-unsur budaya lainnya. Karena keberagaman seni budaya yang ditampilkan dalam PKB, dapat membuat masyarakat merasa kehausan dan selalu menunggu hajatan seni terbesar di Pulau dewata ini. Keberadaannya tidak hanya menarik masyarakat lokal, namun juga masyarakat nusantara dan asing. Hal itu sekaligus menjadi seni sebagai daya tarik wisata utama dalam pengembangan pariwisata Bali
HUBUNGAN ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN PADA PERWUJUDAN RUMAH TINGGAL TRADISIONAL DI DESA PENGOTAN BANGLI
Desa pengotan merupakan salah satu desa tradisional pengunungan di Bali yang perwujudan arsitekturnya masih terpelihara dengan baik sampai saat ini. Masyarakat Desa Pengotan memiliki dua pekarangan rumah yaitu rumah adat dan rumah kebun. Rumah adat dipergunakan sebagai tempat kegiatan upacara adat sedangkan rumah kebun sebagai tempat untuk bermukim selama masyarakat tersebut menggarap lahan pertaniannya. Sebagai salah satu desa tradisional, arsitektur rumah tinggal Pengotan (rumah adat) baik itu sistem pembangunan, tata ruang dan tata perwujudan bangunannya tentunya memperhatikan aspek lingkungan dan budaya setempat. Perwujudan masa bangunan di Desa Pengotan memiliki tampilan yang sederhana dan karakteristik yang menonjol adalah penggunaan material bambu untuk penutup atap dan dinding bangunan serta lantai menggunakan tanah polpolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah hubungan antara arsitektur rumah tinggal di Desa pengotan dengan alam lingkungan sekitarnya pada aspek tata ruang dan tata bangunan. Metode yang digunakan dalam mengkaji hubungan arsitektur dan lingkungan di Desa Pengotan yaitu rasionalistik kualitatif dengan pendekatan lingkungan dan konsep lokal. Hasil akhir penelitian ini dapat menjadi dasar atau pertimbangan dalam perencanaan dan perancangan bangunan yang mempertimbangkan konteks lingkungan dan budaya pada ranah modern