2000 research outputs found
Sort by
KUALITAS AIR SUNGAI BADUNG DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PARIWISATA AIR DITINJAU DARI SIFAT FISIK PERAIRAN
Penelitian ini dilakukan disepanjang sungai Badung Propinsi Bali, dimana sungai ini akan dikembangkan menjadi bagian program pariwisata perkotaan (city tour) dengan memanfaatkan perairan sebagai tempat rekreasi memancing dan rafting Permenkes RI No. 616/MENKES/PER/IX/1990 . Hasil uji laboratorium kualitas air ditinjau dari sifat fisik perairan menunjukkan kualitas air sungai Badung termasuk golongan D untuk perikanan. Data yang di analisis dilaboratorium adalah parameter Suhu , warna , bau, kecerahan,kekeruhan dan padatan tersuspensi. Metode analisis yang digunakan untuk parameter suhu, kecerahan, kekeruhan dan muatan padatan tersuspensi menggunakan metode meteran,piring secchi,Potensiometrik, spektofotometrik, Sedangkan warna ,bau,suhu menggunakan metode Merckoquant,manual, thermometer Hg. Tingkat pencemaran masih ambang batas baku mutu untuk bisa dimanfaatkan untuk wisata air, Akan tetapi bau warna pendangkalan masih ditemukan pada lokasi B ( 0,7 m) merupakan lokasi paling dangkal.yang diakibatkan oleh endapan sampah organik yang berasal dari pemukiman penduduk dan endapan dari limbah industri. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pemrakarsa. Tingginya nilai kekeruhan antara 4,67-10,36 NTU dengan rataan 7,89 NTU. pada lokasi C di akibatkan oleh menumpuknya bahan organik yang berasal dari aktivitas perumahan dan industri disekitar pinggir sungai. Kecerahan cendrung semakin hilir sungai semakin meningkat, diduga disebabkan berhubungan dengan nilai kekeruhan dan padatan tersuspensi dibarengi dengan bau yang sangat menyengat akibat dari adanya penguraian bahan organik oleh mikroorganisme yang berasal dari limbah domestic dan limbah industri pangan. Tingginya bahan organik menunjukkan adanya jenis mikroorganisme sehingga proses biologi bisa berangsung. Berlangsungnya proses biologi menunjukkan keseimbangan ekosistem masih terjadi
Model of urban poverty alleviation through the development of entrepreneurial spirit and business competence
The rapid increased of urban population can not be controlled by the city government. This will have an impact on the emergence of new poverty in urban areas, due to inadequate of the job opportunities and skills. Government programs for poverty alleviation can reduce some rural poverty, but have not been able to overcome poverty in urban areas. The diversity of urban issues and needs is greater than in rural areas. Therefore, it is necessary to conduct the research with the aim to build urban poverty reduction model through the development of entrepreneurship spirit and business competence. This research was conducted by investigation method, and questionnaire. Questionnaires are arranged with rating scale measurements. The validity and reliability of the questionnaire were tested by factor analysis. Model construction is constructed from various informant analyzes and descriptive statistical analysis. The results show that poverty alleviation model is very effective done by developing spirit of entrepreneurship and business competenc
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMERINTAH PROVINSI BALI
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) diterapkan
karena pemerintah merasa perlu adanya penyelenggaraan dan pemeliharaan
informasi kepegawaian. Untuk mendukung kebijaksanaan tersebut, Sistem
Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) mulai dikembangkan di
lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah beberapa
tahun terakhir ini. Hal ini menjadi sangat penting dalam rangka mendukung
pelaksanaan otonomi daerah dan pemberdayaan aparatur pemerintah baik di
Pusat maupun Daerah sesuai esensinya. Yang menjadi persoalan dalam
penelitian ini adalah adanya Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
(SIMPEG) diterapkan untuk dapat membantu kinerja aparat dalam
melakukan manajemen data kepegawaian yang berarti juga memperlancar
pelayanan kepegawaian. Secara umum Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan
penyediaan informasi yang akurat dan efisien, sehingga pengambilan
keputusan dapat secara obyektif dilakukan. Secara strategis aplikasi Sistem
Informasi Manajemen Kepegawaian merupakan salah satu sistem yang
bergerak dibidang kepegawaian dan mampu menumbuhkan pengetahuan,
memelihara, memperkaya dan menyediakan pengetahuan di bidang
kepegawaian kepada pihak-pihak yang membutuhkan sebagai basis
pengambilan keputusan yang akurat pada saat yang tepat. Sistem informasi
manajemen kepegawaian yang diselenggarakan secara cepat, tepat dan
akurat ditujukan untuk mendukung kebijaksanaan manajemen Pegawai
Negeri Sipil, terutama di dalam mendukung kebijakan pembinaan Pegawai
Negeri Sipil. Kondisi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
(SIMPEG) saat ini pada umumnya belum memiliki sistem informasi yang
integratif, sistematis, up to date, dan mudah serta cepat dalam mendapatkan
data pegawai yang sewaktu-waktu diperlukan dalam pembinaan yang
berkaitan dengan usaha meningkatkan kualitas pegawai, selain lambat juga
tidak dapat mencakup secara merata. Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian dimaksudkan untuk mengefisienkan dan mengoptimalkan
manajemen PNS di lingkungan Pemerintah Daerah melalui sistem basis
data kepegawaian yang terintegrasi, tertib, teratur, transparan, dan aman,
yang juga dapat memberikan masukan bagi proses perencanaan,
pengembangan, mutasi/pengangkatan, kesejahteraan, pengendalian, hingga
kebijakan terkait mengenai PNS di lingkungan Pemerintah Daerah. Sistem
Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) memberikan sarana
pengumpulan, pengolahan data yang berhubungan erat dengan manajemen
kepegawaian dan perencanaan pegawai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti
bermaksud untuk mendeskripsikan secara rinci tentang kinerja Sistem
Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dalam mendukung
pelayanan kepegawaian di Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah
Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, tipe
penelitian deskriptif dan penentuan informan secara purposive. Untuk
mendapatkan kerincian dan kedalaman data yang lebih baik. Pengumpulan
data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan
mereduksi data untuk kemudian diambil kesimpulan. Sistem informasi
manajemen kepegawaian di Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah
Provinsi Bali pada pekerjaan pegawai sudah cukup baik karena dengan
adanya kinerja sistem yang baik dapat menghindari tingkat kesalahan
dalam penyeleseian suatu pekerjaan serta produktivitas kerja yang
dihasilkan dapat bermanfaat bagi kemajuan Badan Pendidikan dan
Pelatihan Pemerintah Provinsi Bali, dan waktu yang digunakan dalam
menyelesaikan tugas pegawai dapat berjalan dengan baik dan penyelesaian
tugas dapat selesai tepat pada waktunya
Perencanaan Gedung Rumah Sakit Nyitdah-Tabanan Menggunakan Struktur Baja dengan Sistem Rangka Breising dan Tanpa Breising
Gedung Rumah Sakit Nyitdah – Tabanan direncanakan menggunakan struktur baja dengan memanfaatkan sistem rangka breising dan tanpa breising. Perencanaan ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan dimensi yang terjadi bila suatu Struktur Baja di tambahkan rangka breising. Struktur baja Rumah Sakit ini didasarkan pada SNI 1729 – 2015 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Metode yang digunakan dalam perencanaan ini menggunakan metode Load Resistence Factor Design (LRFD). Metode LRFD adalah metode perencanaan dengan cara kapasitas nominal untuk mengantisipasi ketidak pastian dalam material yang digunakan, sementara dengan faktor tahanan untuk mengantisipasi ketidak pastian didalam variasi beban yang bekerja. Beban-beban yang bekerja pada struktur Gedung Rumah Sakit, dihitung dan dianalisa maka diperoleh hasil bahwa Struktur baja tanpa bresing mengalami gaya geser yang besar. Gaya geser tersebut terjadi paling besar pada balok dengan perbandingan 89.7% dari gaya geser yang diijinkan. Setelah ditambahkan rangka breising, yaitu breising tipe X dan V terbalik diperoleh penurunan gaya geser. Untuk breising tipe X gaya geser yang dapat ditahan sampai 30.65% dari gaya geser struktur tanpa breising. Dan untuk breising V terbalik dapat menahan sampai 21.33%, lebih baik 9.32% dari breising tipe X. Tetapi gaya yang terjadi tidak hanya geser saja, pada balok terjadi momen dan pada kolom terjadi tekan. Dalam kasus ini breising tipe X dapat menahan dengan baik gaya momen pada balok dan gaya tekan pada kolom, sedangkan breising tipe V terbalik, momen yang terjadi pada balok menjadi besar. Breising Tipe X dipilih untuk redesain Gedung Rumah Sakit Nyitdah – Tabanan dengan mempertimbangkan dimensi yang dipakai bias lebih kecil dibandingkan struktur tanpa breising. Gaya geser, momen dan tekan yang terjadi pada struktur sudah dapat ditahan oleh rangka struktur utama dan juga tambahan rangka breising tipe X
COASTLINE CHANGES ANALYSIS IN BULELENG REGENCY BY USING SATELLITE DATA
The study of monitoring and analysis of coastline changes has been widely used satellite imagery. Satellite data that is often used in monitoring studies and analysis of coastline changes are Landsat, Quickbird, Allos dan IKONOS. The aim of study is to determine an average of coastline change in Buleleng regency by using two kind satellite are SPOT 5 in 2009 has a spatial resolution of 10 m (multispectral) and SPOT 6/7 in 2015 has a spatial resolution 1.5 m. This research contributes to local government and central government as a database in decision making for coastal area management. The result of analysis shows the average of coastline change in Buleleng Regency is 8.64 m
MAKNA TANDA PERTUNJUKAN PASOLA DI DESA WAIHURA KECAMATAN WANOKAKA KABUPATEN SUMBA BARAT KEJIAN SEMIOTIK
Sumba merupakan salah satu pulau besar yang berada dalam wilayah provinsi
Nusa Tenggara Timur, tepatnya pada posisi 92º22º-10º20ºLS, 118º55º-120º23ºBT.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa pulau ini muncul kepermukaan dari
kedalaman laut jutaan tahun silam dan terletak diluar jalur gunung berapi yang
membentang sepanjang kepulauan nusantara
PROCESSING WASTE MANAGEMENT EFFORTS IN THE VILLAGE OF KUSAMBA PINDANG DAWAN SUBDISTRICT KLUNGKUNG BALI ENVIRONMENT FRIENDLY
Pindang processing centers in Village Kusamba leaving by product waste in the form of liquid wastes such as blood and from the washing process and boiling fish. This waste is discharged into the sewer line to the pool in the form of disposal. This often creates pollution and the smell of sea water. Various techniques of waste handling and processing has been done. Each type of waste requires special handling, differ between the types of waste to one another. However, generally speaking, waste handling and processing techniques can be divided into handling technigues and processing waste treatment physical, chemical, and biological. Altough there are sanction improsed when not doing waste treatment is not carried out properly, as it reguires additional financing.
The processing is physically performed on each sewer installation iron wire sieve, so that the solid material, as well as large ingredients can be separated. Further processing is done by the chemical deposition as well as the addition of a chemical liquid that is clorin. The next stage tank flowed into the final form of biological treatment with aeration additions. Thus it would be a waste water that is ready to be distributed for watering plants or discharged into public waters
Tiga Dasa Warsa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Denpasar
Berbicara tentang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Denpasar, tidak dapat dilepaskan satu sama lain dengan keberadaan Desa Sanur. Bahkan nama SMA N 6 menjadi populer karena berada di Sanur. Hal itu dapat terjadi, karena Sanur merupakan desa tua dan memiliki arti penting dalam pembicaraan sejarah Bali. Dikatakan demikian, karena Bali memasuki jaman sejarahnya, menjadikan Prasasti Blanjong sebagai awal dimulainya sejarah Bali abad 10 Masehi. Bahkan sebelum Hindu masuk di Bali, Sanur sudah dipilih sebagai tempat pemukiman jaman pra Hindu (prasejarah) tepatnya pada jaman Megalitik yang berlangsung menjelang memasuki awal abad masehi. Dengan demikian, kehadiran SMA N di Sanur adalah sangat tepat. Selain mengemban misi pendidikan nasional, juga sebagai ajang untuk mempelajari sejarah lokal (Bali), baik dari jaman pra Hindu (Prasejarah) maupun jaman Hindu (Sejarah). Berkat nilai-nilai penting tentang sejarah bangsa khususnya sejarah lokal yang dmiliki Sanur, membuat desa tersebut diburu oleh para peneliti asing yang mencintai dunia arkeologi. Kemudian, ketika Bali dijadikan tujuan wisata dunia, Sanur menjadi pilihan bagi parawisatawan nusantara dan asing, baik untuk berlibur maupun untuk tinggal lembih lama dalam menghabiskan masa liburan di Bali
Goitre as Predisposing Factor of Thyroid Carcinomas
Goitre is an enlargement of thyroid gland which can be associated with primary thyroid disorders or
stimulation of the gland by hormones and other factors. In Indonesia and especially in Bali, increase of
Thyroid Carcinoma cases had been associated with either endemic or non endemic goiter. Goitre increases
2.5 fold risk of thyroid carcinoma. Goitre may cause diffuse and nodular hyperplasia (either single or multiple
nodules). Clonal analysis has been discovered that hyperplasia is considered to be polyclonal proliferation.
Monoclonal alterations had also been found in a subset of thyroid nodules that were previously considered
hyperplastic. Alterations of polyclonal to monoclonal pattern was considered as interaction between past
history of hyperplastic lesion and genetic predisposition which furthermore forming mutagenic environment
such as increases of cell proliferation and also free radicals induce- somatic mutation. Iodine supplementation
on endemic goiter related with radioactive iodine content which damaging DNA sequences in the form of RETTRK
rearrangement
Correlation of Plasma Angiopoietin-2 and Inflammation Marker with Insulin Resistence in Patients with Central Obesity
Abdominal obesity (Ab-Ob) is a central component of insulin resistance (IR) and it is suggested that IR is a driving factor in the development of type 2 diabetes mellitus (T2DM). Plasma Ang-2 levels have been reported to increase in the Ab-Ob and it has been hypothesized that Ang-2 plays important role in the occurrence of IR. We assessed the relationship between plasma Ang-2 levels, Inflammation and IR in Ab-Ob. A cross-sectional analytic study on 81 abdominally obese subjects was performed. The concentrations of TNF-α, sTNFR1 and Ang-2 plasma were measured using ELISA method. IR was measured using HOMA-IR. Analysis of variance (ANOVA) was used to test the equality of continuous variables. Multivariate analyses were performed to examine the influence of TNF-α, s-TNFR-1, and Ang-2 on IR. Path analysis models were performed to assess the influence of risk factors on occurrence of IR. Plasma of TNF-α was not correlated with HOMA-IR (r=160; p=0.154) whereasTNFR-1 and Ang-2 were significantly positive correlated with HOMA-IR (r=0.323, p = 0.003 and r = 0.641, p=<0.001, respectively). The multivariate analysis showed Ang-2 was independently associated with HOMA-IR (p <0.001). It was found that high Ang-2 level was a dominant risk factor (64.1%, p=<0.001) for influencing IR in the abdominally obese subjects. It is concluded that plasma Ang-2 level is correlated with occurrence of IR and inflammation in abdominally obese subject