2000 research outputs found
Sort by
LEKSIKON METAFORIS DALAM TEKS MAENA PERNIKAHAN DI NIAS: KAJIAN EKOLINGUISTIK
This research is based on the phenomena in Nias language about “Metaphorical Lexicon in Wedding Maena Text in Nias: Ecolinguistics Study”. The objectives of this research are to describe about (1) grammatical category of metaphorical lexicon that used in wedding Maena text in Nias, and (2) dimensionality of the social praxis that used in wedding Maena text in Nias. The data of this research are obtained from wedding Maena video in Nias language that is transcribed in written form by the researcher. The data that have been obtained are metaphorical lexicon that consists of biotic and abiotic lexicon. In collecting this data used the observation technique and taking note technique.The data that has been collected are analyzed by using dialectical eco-linguistics by Bang dan Døør. The results of analysis were presented by using formal and informal method. Based on the analysis that was conducted, there are two findings found they are (1) grammatical category of metaphorical lexicon that used in wedding Maena text in Nias are noun that consists of biotic category such as: mbala (papaya), gae (banana) and abiotic category such as: te’u (mouse), mao(cat). And (2) dimensionality of the social praxis that used in wedding Maena text in Nias are consists of: biological dimension is showed by the usage of natural lexicon in Maena text, ideological dimension is showed from the concept formed by the true meaning in Maena text, and sociological dimension is known from the usage of the concept by the Maena text
Anthropometry and Ergonomic of Bale Sakenem (Case Study: Central Singapadu Village, Gianyar)
The Bale Sakenem is one of the buildings located within the Balinese traditional house setting. The development and transformation of the Sakenem bale house are influenced by many factors including high demand, lack of qualified labor, time and work management system resulting in high intervention of Balinese builders (Undagi) on the implementation of the Bale Sakenem development. This research is an observational research using cross-sectional design. The study measures a sample of "Sakenem" house bale that measures in accordance with anthropometry from homeowners. The sample of the people in this study were Owners/home users who owned the Bale "Sakenem" House that met the inclusion criteria. Samples were randomly selected using cluster random sampling method. The results of this second-year study showed that 55% of the sample of people were comfortable with the high suitability of their own "sakenem" bale house structure while 81% of the sample people felt better comfort against the bale-bale of bale "sakenem" intervention house. The convenience of high listplank also known that as many as 66% comfort felt from the high listplank house bale "sakenem" intervention. And as many as 52% chose comfort and suitability of high sakenem "sakenem" saka house height which only slightly comparison with high saka bale "sakenem" control i.e. 48%. The height of the bale "sakenem" intervention is 76 cm and the average height from waist to toe of the user of bale "sakenem" house in the village of Singapadu Tengah Gianyar is 75.75 cm which means that the height of the rod indicates the height which is not ideal and cause inconvenience. The height of bale-bale from bale house "sakenem" is 67 cm and the average height from waist to tip of user heel bale "sakenem" in the village of Singapadu Tengah Gianyar is 75.75 cm which can be analyzed that the user can easily rise to the top of bale- bale and create comfort and security. High saka in bale house "sakenem" that is 195 cm and the average height of bale house owner "sakenem" measured from the tip of the head to the tip of the heel is 165.45 cm which means that the height of saka is still included in the criteria of comfort
“BIOGRAFI” Menapak Jejak Perjalanan Hidup “IDA SRI BAGAWAN SOMA PUTRA PEMAYUN” Puri Agung Somanegara Pejeng (1928--2107)
Puja dan puji syukur dipersembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), berkat pelimpahan anugrah yang diberikan, buku “Biografi” Menapak Jejak Perjalanan Hidup “Ida Sri Bagawan Soma Putra Pemayun”, Puri Agung Somanegara Pejeng, dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Buku biografi ini diterbitkan dalam rangka pelaksanaan“Upacara Palebon” beliau “Sri Bagawan”, yang akan diselenggarakan pada, Jumat, 14 April 2017. Kesediaan ruang terbatas dan waktu yang amat singkat, tentu merupakan tantangan cukup berat bagi penulis dalam mengerjakan buku ini. Tetapi dengan didukung semangat dan ketekunan dalam memanfaatkan ruang dan waktu di tengah-tengah kusuknya melaksanakan upacara “Yadnya Panyepian”, buku kecil ini berhasil diwujudkan. Penulis yakin, bahwa hasilnya jauh dari ukuran sempurna. Hal itu patut dimaklumi, mengingat keterbatasan pikiran dan usaha penulis, sehingga hasilnyapun juga tidak sempurna. Sekecil apapun manfaat yang dapat di ambil dari isi buku ini, bila direnungkan secara mendalam, tentu ada makna tersendiri yang dapat diambil atas penerbitan buku biografi ini. Karena di dalam buku
vii
telah tersurat secara sistematis dan representatif untuk menggambarkan perjalan hidup beliau “Sri Bagawan” dari masa kecil; masa sekolah; masa pengabdian; masa pensiun; dan masa melakoni dunia “biksuka”, yakni mengemban tugas dan kewajiban kependetaan (bagawan). Artinya, buku ini sangat penting sebagai sebuah catatan sejarah “Ida Sri Bagawan”, terutama bagi keluarga besar yang ditinggal; selanjutnya bagi para kerabat kerja semasa perjuangan, baik dalam pengabdian Beliau di masyarakat Desa Pejeng; di Pemerintah Kabupaten Gianyar; di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tk. II Kabupaten Gianyar; maupun yang lainnya. “Tiada gading yang tak retak”, ini adalah sebuah ungkapan pepatah yang sangat tepat dialamatkan kepada buku ini. Tentu banyak kesalahan dan kekeliriuan yang diperbuat, baik sengaja maupun tidak disengaja, dan mohon untuk dimaafkan. Suatu hal yang tidak terlupakan, bahwa melalui kesempatan ini dimohon kritik dan sarannya demi kesempurnaan dalam penulisan lainnya. Sebagai ungkapan terakhir, penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya, kepada yang terhomat Bp. Cokorda Rai Widiarsa P, atas kepercayaan yang diberikan menyusun buku ini; salam hormat disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dari awal penelitian sampai dengan penerbitan buku ini; utamanya Percetakan Pustaka
viii
Larasan Denpasar, yang dalam waktu sangat singkat (tiga hari), telah berhasil menerbitkan buku ini
STRATEGI PEMASARAN HUBUNGAN MASYARAKAT (MARKETING PUBLIC RELATION) DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PELANGGAN (CUSTOMERS) AQUA DI KECAMATAN KUTA KABUPATEN BADUNG
Marketing public relations merupakan sebuah proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program yang mendorong pembelian dan kepuasan pelanggan melalui komunikasi informasi dan impresi yang kredibel. Seperti halnya iklan, hubungan masyarakat (public relations) juga menjadi kiat pemasaran penting. Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok dan penyalur, namun juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan masyarakat besar. Banyak perusahaan kini membentuk Divisi Marketing Public Relations untuk mempromosikan dan menjaga citra perusahaan atau produknya.
Berdasarkan uraian diatas akhirnya dapat penulis merumuskan suatu masalah sebagai berikut : “Bagaimanakah strategi pemasaran hubungan masyarakat (marketing public relations) dalam meningkatkan daya tarik pelanggan (customers) AQUA di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung?”.
Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan adanya landasan teori yaitu strategi marketing public relation dan daya tarik customer AQUA yang dimana variabel-variabel diberikan batasan-batasan teori. Dengan berpedoman pada teori tersebut penulis merumuskan suatu hipotesis sebagai berikut : “Semakin meningkat penggunaan strategi pemasaran hubungan masyarakat (marketing public relation) maka semakin meningkat pula daya tarik pelanggan (customer) AQUA pada Kecamatan Kuta Kabupaten Badung”.
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, digunakan metode interview, observasi, dokumentasi dan kuisioner serta metode pengolahan data yang digunakan adalah statistic/metode kualitatif dengan mendeskripsikan variabel x dan y dan metode kuantitatif dengan analisis koefisien korelasi product moment, analisis regresi linear dan koefisien determinasi.
Dari hasil penelitian dengan analisis korelasi product moment di dapat hasil koefisien korelasi sebesar 0,81 ini termasuk sangat tinggi karena terletak diantara 0,70 - 0,90 dan setelah diuji dengan F-test diperoleh hasil F-test > F-tabel yaitu 75,10 > 3,05, yang berarti variabel strategi marketing public relation dan daya tarik customers AQUA adalah signifikan.
Dari hasil analisis regresi linear diperoleh hasil Y = -120,54 + 28,70 X dan setelah diuji dengan T-hit diperoleh hasil T-hit lebih besar dari T-tabel yaitu 28,70 > 3,05 dan ini berarti persamaan regresi linear Y= -120,54 + 28,70 X adalah signifikan.
Dari analisis koefisien determinasi diperoleh hasil 0,66 x 100% atau 66%. Dari analysis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel strategi marketing public relation memengaruhi daya tarik customers AQUA sebesar 66% dan 34% dipengaruhi oleh variabel lain.
Dari hasil analisis kecepatan prediksi, setelah diuji dengan membandingkan antara Sy dengan SEest maka diperoleh hasil Sy > SEest yaitu 0,22 > 0,20 yang berarti prediksi ini adalah cermat.
Secara keseluruhan dari hipotesis yang penulis ajukan, yaitu Semakin meningkat penggunaan strategi pemasaran hubungan masyarakat (marketing public relation) maka semakin meningkat pula daya tarik pelanggan (customer) AQUA pada Kecamatan Kuta Kabupaten Badung terbukti kebenarannya
ASOSIASI RUMPUT DENGAN LEGUM PADA PEMUPUKAN BERBEDA TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH KATE (Pennisetum purpureum cv. Mott)
Dalam dunia peternakan pakan ternak merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha peternakan. Hijauan Makanan Ternak (HMT) merupakan sumber makanan utama yang sangat dibutuhkan bagi ternak ruminansia agar dapat bertahan hidup, berkembang biak dan bereproduksi. Semakin banyak jumlah populasi ternak maka kebutuhan hijauan semakin meningkat, oleh karena itu ketersediaan pakan khususnya pakan hijauan harus diperhatikan baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya. Untuk mencapai hal tersebut telah dikembangkan beberapa hijauan makanan ternak yang berkualitas serta produksinya tinggi yaitu rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott), sentro (Centrosema pubescens) dan kalopo (Calopogonium mucunoides). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi rumput gajah kate yang ditanam bersama legum (Centrosema pubescens dan Calopogonium mucunoides) di beri pupuk yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial 3 × 2, dimana 3 perlakuan jenis tanaman (Faktor A) dan 2 perlakuan jenis pupuk (Faktor B) yang terdiri dari 6 perlakuan yakni : RtK (Rumput gajah kate + Pupuk Kandang), RtB (Rumput gajah kate + Pupuk Biourine), RsK ( Rumput gajah kate + Sentro + Pupuk Kandang), RsB ( Rumput gajah kate + Sentro + Pupuk Biourine), RkK (Rumput gajah kate + Kalopo + Pupuk Kandang), RkB (Rumput gajah kate + Kalopo + Pupuk Biourine). Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis tanaman (Faktor A) berpengaruh nyata (P0.05). Jenis pupuk (Faktor B) untuk semua perlakuan tidak terdapat interaksi antara jenis tanaman dan jenis pupuk. Kemudian didapatkan bahwa pemberian pupuk kandang dan biourin tidak memberikan berpengaruh nyata terhadap semua perlakuan baik itu produksi maupun kualitas nutrisi (P>0,05). Tidak ada interaksi antara tanaman dan jenis pupuk. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh pertamanan campuran dan jenis pupuk terhadap produksi dan kualitas rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott)
PENGARUH PEMBERIAN UREA DAN KCl PADA TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium)
Pertumbuhan dan kualitas tanaman krisan sangat dipengaruhi oleh kadar
nutrisi yang tersedia dalam media tanam yang dapat diserap oleh tanaman.
Kekurangan unsur hara akan menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan dan
gejala-gejala lain yang dapat mengganggu kualitas pertumbuhan tanaman dan
pada akhirnya menurunkan penampilan dan kualitas bunga yang dihasilkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
Urea dan pupuk serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman
krisan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 perlakuan yaitu pupuk Urea
(U) terdiri dari 3 level, yakni : U0 = 0 kg/ha ; U1 = 100 kg/ha ; dan U2 = 200
kg/ha dan pupuk KCl (K) terdiri dari 4 level, yakni : K0 = 0 kg/ha ; K1 = 100
kg/ha ; K2 = 200 kg/ha ; K3 = 300 kg/ha.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan
pemberian pupuk urea dan pupuk KCl (UxK) berpengaruh sangat nyata (P<0,01)
pada variabel panjang tangkai bunga. Pemberian pupuk urea dengan dosis 200
kg/ha dan pupuk KCl dengan dosis 300 kg/ha memberikan pengaruh terhadap
panjang tangkai bunga tertinggi yaitu 129 cm
RANCANGAN TEKNOLOGI PENANGANAN LIMBAH DENGAN SISTEM TRICKING FILTER
Pertumbuhan yang terfiksasi dari suatu sistem biologis terjadi bila kontak antara air limbah dengan populasi mikkrobia berlangsung pada permukaan media pengganggu. Dalam hal itu air limbah disemprotkan pada permukaan masa dari pencahan batu, dan unit tersebut dikenal sebagai trickling filter. Namun penamaan tersebut sebenarnya kurang tepat karena pada kenyataan sebenarnya bukanlah proses penyaringan, melainkan ekstraksi polutan dalam air limbah olehmikroba yang melekat pada masa pecahan batu tersebut. Dengan adanya pengembangan proses dengan dikemukakan adanya media sintetik pengganti batuan, ada sebutan Biological Tower yang tingginya 6 meter juga merupakan perkembangan trickling filter yang umumnya hanya setebal 1,8 m dengan media masa pecahan batu. Pengembangan lain berupaa Biological Disk dimana piringan bulat yang dilekati mikrobia berputar kedalam air limbah, dalam perputaran tersebut mikrobamengekstraksi limbah organik. Dari beberapa alternatif tersebut semuanya berdasar pada sistem "fixed growth" yang mikrobanya dilekatkan pada suatu bahan pengganggu
ECOTOURISM BUSINESS COMPETENCE IN CREATING COMMUNITY INCOME
The economic development of a region is determined by the increase of contribution of economic sector activity. The tourism sector is one of the economic sectors that has an important role in and is able to grow the regional economy. Sustainability of the tourism sector of the economy can not be separated from the role of environmental resources as tourism attractions (objects). This study is to analyze ecotourism business competence in creating income of community. The study is designed in a descriptive-quantitative way. The collection of data used is observation and interview. The data used is descriptive-quantitative in order to determine and analyze the ecotourism business competence and its impact on improving income of community. The results show that the strategy to achieve an income community must be supported by having business competence based on ecotourism. Business competence is dominated by social competence in creating people’s income in the tourism sector, yet less attention to other competencies. Ecotourism development is done by building the overall business competence and network of cooperation between the parties concerned