Warmadewa University

Universitas Warmadewa
Not a member yet
    2000 research outputs found

    [Peer Review] Legal Consequences of Divorce in Mixed Marriage

    Get PDF

    PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DAERAH

    Get PDF
    Secara teoritis Suzane B. Bailly, dkk meletakan Perimbangan Keuangan Pusat Dan Daerah, dalam teori “vertical division of power” (teori pembagian kekuasaan secara vertikal) modifikasi dari separation of power (pemisahan kekuasaan) menurut teori Trias Politika ajaran Baron de Montequieu yang bersifat pemisahan kekuasaan horizontal yakni pemisahan antara legislative power, executive power, dan judicial power bertujuan melindungi right of liberty (kebebasan warga negara) atas kesewenang-wenangan negara. Dalam filsafat barat melahirkan paham liberalisme dengan doktrin “setiap orang dilahirkan bebas untuk mengejar kebahagiaan” (every body is born free to pursuit its happiness)

    Diarrhea Among International Travelers in BaliIndonesia: Clinical and Microbiological Finding

    Get PDF
    Introduction: Diarrhea is a common illness among travelers to developing countries. Located in a tropical region, Bali has a potentially high prevalence of travelers diarrhea. This hospital-based cross-sectional study was carried out to assess the clinical and microbiological profiles of diarrhea among travelers admitted to Kasih Ibu hospital, Denpasar-Bali. Methods: This study enrolled a total of 71 patients at Kasih Ibu hospital between April 2015 and August 2016. All patients completed an epidemiologic questionnaire; their clinical histories were taken, and physical examinations were performed. Stool samples were collected for bacterial and parasitologic studies and susceptibility testing. Results: Most patients were female (70.4%), and the nationality of most patients was Dutch (15.5%). Secretory diarrhea was the most frequently found diarrheal type (88.7%), with only 5.6% of cases having severe dehydration which developed into acute kidney injury. A high percentage of Entamoeba spp. was also seen in this study (54.9%). Of the 37 stool samples available for microbiological testing, 62.2% showed growth; Escherichia coli was the most commonly isolated bacteria (54.1%). Patients not infected by Entamoeba spp. were found more likely to experience nausea and vomiting (P < 0.005). Conclusion: Secretory diarrhea was the most prevalent type of diarrhea among travelers admitted to Kasih Ibu hospital, Bali. The most frequently found pathogens were Entamoeba spp. and E. coli. Although most patients had only mild dehydration as a complication, acute kidney injury did occur in some cases

    LAW POLITICS OF TRADITIONAL VILLAGE IN BALI AND LOCAL GENIUS VALUE IN ELECTING HEAD OF TRADITIONAL VILLAGE (BENDESA ADAT KUTA)

    Get PDF
    This research was concerned with the political law of desa adat (customary village) in Bali and and the local genius value in electing the chief of the Desa Adat Kuta. It focused on three problems, namely: (a) how was the implementation of national political law in the Orde Baru (New Era) in the customary village; (b) how is the construction of political law in Bali in the Era Reformasi (Reformation Era) in relation to implementing the election of the chief of the customary village; and (c) what is the impact and meaning of national political law politics in relation to the local genius value in electing the chief of the customary village of Kuta. A qualitative method was used based on data collected through in-depth interviews, participant observation, and documents. Analysis reveals that the implementation of national political law hegemonizes customary village in Bali as it is produced by the nation to manage, transform and reconstruct society for the assurance of justice and welfare. In electing the chief of the customary village of Kuta, it is implemented base on local genius values and meaningfull social law

    PENAMPILAN ITIK BALI JANTAN UMUR 2-9 MINGGU YANG DIBERI RANSUM CAMPURAN TEPUNG AMPAS BAWANG PUTIH (Allium sativum L)

    Get PDF
    Komoditi ternak unggas yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah itik Bali yang mempunyai daya tahan hidup yang sangat tinggi dan dapat menyediakan protein yang berkualitas. Dalam suatu usaha peternakan dipengaruhi oleh faktor bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan yang baik. Faktor pakan memegang peranan yang sangat penting karena dalam usaha peternakan,biaya produksi tertinggi adalah biaya makanan yang mencapai 60 – 70%. Alternatif untuk menekan biaya pakan yaitu dengan memanfaatkan limbah pertanian dalam ransum ternak salah satunya limbah ampas bawang putih yang kemudian diolah dijadikan tepung.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P0 Sebagai kontrol, pakan basal tanpa tepung ampas bawang putih, P1 Pakan basal dengan 3% tepung ampas bawang putih, P2 Pakan basal dengan 6% tepung ampas bawang putih, P3 Pakan basal dengan 9% tepung ampas bawang putih dan P4 Pakan basal dengan12% tepung ampas bawang putih . Terdapat 15 petak kandang dan masing-masing unit petak terdiri dari tiga ekor itik umur 2 minggu. sehingga ternak yang digunakan sebanyak 45 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan berat badan akhir dan pertambahan berat badan tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 yaitu 1379,30 g dan 1066,06 g kemudian diikuti oleh perlakuan P2, P3, P4 dan P0 secara statistik memberikan pengaruh yang nyata (P0,05), perlakuan tertinggi diperoleh pada P1 yaitu 5197.42 g yang kemudian diikuti oleh perlakuan P0 P2, P3, dan P4. Perlakuan penambahan tepung ampas bawang putih (Allium sativum L.) pada ransum itik Bali secara statistik memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai FCR, perlakuanyang lebih efisien diperoleh pada P1 yaitu 4,88 kemudian diikuti oleh perlakuan P4, P3, P2 dan P0.Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung ampas bawang putih (Allium sativum L.) dalam ransum dapat meningkatkan penampilam itik Bali umur 2-9 minggu. Pemberian tepung ampas bawang putih (Allium sativum L.) dengan level 3% dapat meningkatkan berat badan akhir, dan pertambahan berat badan

    PARAMETER KARKAS AYAM PETELUR JANTAN YANG DIBERI TEPUNG KULIT ARI KACANG TANAH

    Get PDF
    Salah satu usaha pemenuhan gizi masyarakat yang berasal dari protein hewani adalah dengan mengelola usaha peternakan ayam petelur jantan. Agar ayam petelur jantan dapat mencapai produktifitas yang optimal, maka perlu dilakukan pemberian ransum yang tepat, kualitas maupun kuantitasnya harus terpenuhi. Dewasa ini yang menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas ransum adalah biaya penyusunan ransum yang cukup besar. Perlu dilakukan upaya melalui penelitian dengan memanfaatkan bahan pakan berupa limbah yang mampu memenuhi kebutuhan nutrien ayam petelur jantan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah kulit ari kacang tanah. Penelitian ini menggunakan ayam petelur jantan sebanyak 60 ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan yang diberikan adalah ransum dengan tanpa penambahan tepung kulit ari kacang tanah (R0), ransum dengan penambahan 5% tepung kulit ari kacan tanah (R1), ransum dengan penambahan 10% tepung kulit ari kacang tanah (R2), ransum dengan penambahan 15% tepung kulit ari kacang tanah (R3), ransum dengan penambahan 20% tepung kulit ari kacang tanah (R4). Variabel yang di amati pada penelitian ini adalah berat potong, berat dan persentase karkas, berat dan persentase non karkas. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit ari kacang tanah 10% pada ransum memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) sampai sangat nyata (P<0,01) terhadap rataan berat potong, berat karkas, berat non kartkas dan belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap rataan persentase karkas dan persentase non karkas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi dunia akademik dan bagi peternak tentang pemberian kulit ari kacang tanah pada ransum ayam petelur jantan

    PENAMPILAN AYAM PETELUR JANTAN UMUR 2-8 MINGGU YANG DIBERI TEPUNG KULIT ARI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

    Get PDF
    Saat ini, industri perunggasan bisa dikatakan memegang peranan sangat penting dalam mendorong perekonomian di Indonesia. Dalam dunia peternakan, pakan ternak merupakan faktor yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu usaha peternakan. Hal ini dikarenakan 60-80% biaya produksi di dalam usaha peternakan pada sektor makanan (Nitis, 1980). Untuk itu perlu dicarikan alternatif agar pakna menjadi lebih murah. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kulit ari kacang tanah. Kulit ari kacang tanah merupakan limbah pembuatan kacang bawang mempunyai kualitas yang baik (CP 26,77%, ME 2000 kkal/g, SK 8,96%) ketersediannya cukup banyak dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mekaji pengaruh tepung kulit ari kacang tanah terhadap penampilan ayam petelur jantan umur 2-8 minggu. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan tepung kulit ari kacang tanah dengan level 0% (R0), 5% (R1), 10% (R2), 15% (R3), dan 20% (R4) pada ransum basal yang dilakukan di kandang ayam Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa mulai dari tanggal 01 Maret sampai 31 Mei 2016 Selama 92 hari. Variabel yang diamati adalah berat badan awal, pertambahan berat badan, berat badan akhir, konsumsi ransum dan konversi ransum. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ransum basal yang ditambahkan kulit ari kacang tanah berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum berpengaruh nyata (P<0,05) pada ayam petelur jantan umur 2-8 minggu. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum basal yang ditambahkan tepung kulit ari kacang tanah sebanyak 10% mampu meningkatkan pertambahan berat badan dan berat badan akhir ayam petelur jantan umur 2-8 minggu

    PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL BEST WESTERN KUTA BEACH

    Get PDF
    Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam perencanaan. Hotel Best Western Kuta Beach sebagai salah satu hotel chain internasional yang bergerak di industri pariwisata memiliki tujuan yang harus dicapai seperti target revenue yang sudah ditetapkan oleh owner, standarisasi hotel Best Western international yang harus dijaga dan untuk menjadi salah satu leading hotel di area Kuta, Legian dan Seminyak di tengah tinggingya persaingan. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu faktor diperlukan sebagai penentu keberhasilan adalah kinerja karyawan yang baik. Pemberian kompensasi yang baik diyakini dapat meningkatkan kinerja karyawan. Kompensasi merupakan imbalan atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan baik itu finansial maupun non finansial atas segala kerja keras yang telah diberikan dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikrian untuk tercapaianya tujuan perusahaan. Kinerja merupakan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan yang diukur dengan sebuah standar kerja yang sudah ditentukan sebelumnya oleh perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Best Western Kuta Beach”. Masalah yang diangkat adalah “Bagaimanakah Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Best Western Kuta Beach?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan hotel Best Western Kuta Beach. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “ada pengaruh antara kompensasi dengan kinerja karyawan di hotel Best Western Kuta Beach” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan hotel Best Western Kuta Beach sebanyak 75 orang. Jumlah sampel sebanyak 62 orang yang ditentukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling dengan tingkat kesalahan 5% yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment, determinasi, regresi linier sederhana dan pengujian hipotesis dengan uji T (Ttest). Hasil analisis rata-rata skor jawaban responden terhadap variabel kompensasi (X) yaitu diperoleh nilai sebesar 2,66 yang berarti baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompensasi (X) yang diberikan oleh hotel Best Western Kuta Beach sudah termasuk dalam kategori baik. Hasil rata-rata skor jawaban responden terhadap variabel kinerja (Y) yaitu diperoleh nilai sebesar 2,88 yang berarti baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan (Y) pada hotel Best Western Kuta Beach termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis koefisien korelasi diperoleh R = 0,555 yang berarti terdapat korelasi positif sedang antara kompensasi (X) dengan kinerja karyawan (Y). Hasil uji t menunjukan bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel yaitu thitung = 5,164 > nilai ttabel = 1,6. Dengan demikian kompensasi (X) berpengaruh signifikan atau nyata terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = 21,297 + 0,357X. b = 0,357 berarti apabila kompensasi (X) dinaikkan satu ix satuan (1) maka kinerja (Y) naik sebesar 0,357 satuan. Artinya setiap peningkatan kompensasi dapat meningkatkan kinerja karyawan pada hotel Best Western Kuta Beach. Hasil analisis determinasi diperoleh D = 30,8 persen. Ini berarti pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada hotel Best Western Kuta Beach sebesar 30,8 persen dan 69,2 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang berbunyi “ada pengaruh antara kompensasi dengan kinerja karyawan di hotel Best Western Kuta Beach” terbukti kebenarannya

    1,934

    full texts

    2,000

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇