2000 research outputs found
Sort by
PENELUSURAN PERUBAHAN BAHASA INDONESIA MELALUI BACK-TRANSLATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan-perubahan (language change) yang terjadi padabahasa Indonesia dengan memanfaatkan metode backtranslation. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik catat yang didahului dengan mengadakan back-translation terhadap hasil terjemahan dalam bahasa Inggris darinovel-novel yang menggunakanbahasa Indonesia lama. Proses back-translationmenghasilkan variasi bahasa Indonesia dalam versi kini. Analisis dilakukan dengan metode padan translasional, yaitu dengan cara membandingkan variasi bahasa Indonesia dalam versi lama dengan variasi bahasa dalam versi kini dan dianalisis dari segi leksikon, sintaksis, morfologi, dan semantik dengan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perkembangannyabahasa Indonesia mengalami perubahan pada tataran leksikon, sintaksis, morfologi, dan semantik.Pada bidang leksikon, beberapa leksikon sudah tidak lagi dipakai pada masa kini dan beberapa leksikon masih tetap ada, namun mengalami perubahan makna.Beberapa proses afiksasi terhadap beberapa jenis verba mengalami perubahan, demikian pula halnya dengan adanya perubahan struktur sintaksis untuk pemakaian beberapa jenis verba tertentu. Perubahan-perubahan itu terjadi melalui proses analogy, borrowing, dan semanticchange. Dan pada tataran semantik, beberapa leksikon bahasa Indonesia versi lama telah mengalami penyempitan makna
IMPLIKASI PEMBERDAYAAN WARISAN "NEKARA PEJENG" GIANYAR, BALI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA
Bali rnemiliki beraneka rag am warisan budaya dengan keunikan masing-masing. Hal itu menyebabkan Bali menjadikan warisan budaya sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan bagi wisatawan mancanegara. Di balik peluang besar merebut pasar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bahwa terpaan arus budaya global menghadang upaya pelestarian nilai kearifan lokal. Sebab, berbeda halnya dengan di tempat lain di nusantara, yang memandang bahwa warisan budaya tidak lebih dari benda biasa (profan). Sedangkan di Bali, disakralkan dan difungsikan sebagai media pemujaan oleh masyarakat lokal. Karen a terobsesi uang, dapat menggoyahkan sikap dan perilaku penguasa lokal. Pura dan warisan budaya yang dikeramatkan, diberdayakan sebagai daya tarik wisata. Fenomena seperti itu tampak terjadi di Pura Penataran Sasih Pejeng, Gianyar, Bali. Karena dijadikan komoditi, para wisatawan secara leluasa masuk ke ruang suci tanpa mempermasalahkan kesucian pura (tempat ibadah), hanya dengan membayar donasi. Adapun tujuan penelitian ini, untuk mengetahui dampak dijadikannya warisan "Nekara Pejeng" sebagai komoditas daya tarik wisata, baik di bidang sosial ekonomi maupun sosial religius. Metode yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dan studi pustaka, dengan pendekatan kualitatif kritis. Dalam pemecahan permasalahannya digunakan teori komodifikasi dan teori kekuasaan
MICROBIAL CONTAMINATION IN TRADITIONAL FOOD PROCESSING PEDETAN
This study aims to determine the microbial contamination in the processing of the traditional food sardine fish (Sardinella longiceps) pedetan in Jembrana Bali. The sampling was conducted on the three groups of the producer of pedetan. The analysis of the Total Plate Count and the Escherichia coli were carried out by the swab at the washing place, the process of seasoning and drying and the sampling of water used for manufacturing the products. The analysis of the Salmonella, the Vibrio cholerae and the Staphylococcus aureus were performed on the fresh fish and the dried fish. The laboratory analysis showed that the average Total Plate Count was 1.56 x 107 (cfu/ml), Escherichia coli was 0 (cfu/ml), Salmonella was negative (per 25 g), Vibrio cholerae was negative (per 25 g), Staphylococcus aureus was negative (colony/g). The results showed that the sanitation and hygiene in the processing of traditional food pedetan are good enough and for the microbial contamination in the dried fish products is in good agreement with the requirements of the SNI 2721:1: 2009, except for the TPC that was not in accordance with the SNI requirements which is 1.0 x 105 (cfu/ml
FINANCIAL MANAGEMENT MODEL ON HOUSEHOLDER BASED ON GENDER IN IMPLEMENTING YAJNA
Financial management effectively and efficiently determine the welfare and happiness of individual households. Policies that allow the 60% financial aid for village ceremonies can be used to indicate the gender roles are very important in the implementation of yajna. Gender roles are regarded as determining the effectiveness and efficiency of financial management in implementing yajna. Yajna implementation is not only determined by the amount of money in rupiah size (material) used in yajna, but also influenced by gender roles in using money in doing yajna. The purpose of this research was to determine and analyze the model of financial management of individual households based on gender in executing of yajna.This methods study used a descriptive approach. Data was collected by survey of the number of households in the area of Bali. Data analyze technique was used comparative test. Research shows effective financial management model and efficient evidenced by the gender roles in implementing yajna. Implementing of yajna not only determined by the amount of money used in it’s executed, but also gender roles in managing finances effectively and efficiently
ERRORS IN COMPOSITIONS OF THE STUDENTS OF SMKN 2 TEGALLALANG
The title of this paper is Errors in Compositions of The Students of SMKN 2 Tegallalang. The objective of this paper is to explore the grammatical errors made by the students of SMKN 2 Tegallalang in practicing their English.
The theory applied for this paper is Error Analysis, Perspectives on Second Language Acquisition (1974) edited by Jack C. Richards. The data of the analysis of this paper are taken from the compositions by the students of SMKN 2 Tegallalang. Then the errors were collected and classified based on the types of errors according to the theory applied.
The finding shows that they made some errors when they made a sentence. Actually they seem to be clever to use English in writing grammatically, however they are lack of knowledge as seen in the errors encountered in their statement. The error found can be classified into error of using singular-plural, error of using word form, error of using word choice, error of using verb tense, error of using add word, error of omit word, error of using word order, error of spelling, error of using punctuation, error of using article, error of meaning not clear, error of run on sentence
FIGURATIVE LANGUAGES IN KATY PERRY’S SONGS FROM THE ALBUM OF PRISM
The title of this paper is “Figurative Languages in Katy Perry’s songs from the album of Prism”. The data in this paper are taken from the song lyrics of Katy Perry from her album entitled “Prism”. This paper discussed about the types of figurative languages and the meaning carried by those figurative languages.
The main theory applied for the data analysis is taken from Sound and Sense an Introduction of Poetry by Laurence Perrine published in 1987. It is supported by theory of Lakoff and Mark Jonhson in their book entitled Metaphor We Live By published in 1970. Some other supporting sources that are relevant to the topic are taken from internet. The collected data is analyzed through qualitative/descriptive method base on theoretical concepts. The data is classified into each category than the data is presented in narrative-descriptive way by giving information in non-formal technique.
Based on the result of the analysis, it is found that there are ten types of figurative languages are used in thirteen songs from the album of “Prism”. The figurative languages that are used are Metaphor, Simile, Personification, Apostrophe, Synecdoche, Symbol, Allegory, Paradox, Hyperbole/overstatement, Understatement, and Idiom. Every song in this album contains lot of figurative languages. Because of those figurative languages, every song lyrics can make the song lyrics itself more interesting to be listened by people
IDENTIFIKASI PLANKTON JENIS DIATOM PADA HABITAT KERANG ABALONE DI PANTAI TANAH LOT TABANAN
Pantai Tanah Lot merupakan salah satu wilayah pesisir yang kondisinya masih relatif baik
di perairan Indonesia. Di bagian timur wilayah pantai merupakan habitat dari kerang abalone,
karena didukung oleh lingkungan yang sesuai untuk hidup dan berkembangnya kerang abalone.
Hal yang terpenting adalah ketersediaan makanan bagi kerang abalone tersebut salah satunya
yaitu fitoplankton dari jenis diatom. Sebagai biota mikroskopis perairan, fitoplankton sangat
berperan sebagai produsen primer dan sekunder. Fitoplankton juga sering digunakan sebagai
tolak ukur kesuburan perairan, dengan melihat dominansi jenis-jenis atau berkurangnya suatu
jenis karena adanya gangguan terhadap ekosistem perairan, seperti adanya pencemaran. Oleh
sebab itu fitoplankton perlu dianalisis keanekaragaman jenisnya.
Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Tanah Lot Tabanan pada tanggal 18 Februari 2016
sampai 18 Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
eksploratif yaitu dengan mengadakan serangkaian kegiatan pengambilan sampel air untuk
dianalisis parameter biologisnya berupa phytoplankton dari jenis diatom, sebagai objek yang
diteliti dalam hal ini keragaman jenis dan kepadatan diatom. Dari data yang diperolah selanjutnya
dilakukan analisa secara diskriptif.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada sebelas jenis diatom yang tersebar di perairan
pantai Tanah lot khususnya pada daerah habitat kerang abalone. Pada stasiun I merupakan daerah
yang tingkat kepadatan rata-rata diatomnya paling tinggi, sedangkan tingkat kepadatan terendah
pada stasiun III.
Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai informasi bahwa kerang abalone berpotensi di
wilayah perairan pantai Tanah Lot. Sedangkan bagi pemerintah sebagai bahan pertimbangan
dalam hal pentingnya wilayah tersebut sebagai habitat kerang abalone yang memiliki nilai
ekonomis tinggi, sehingga perlu antisipasi dan langkah-langkah untuk melindunginya
ERRORS IN COMPOSITIONS OF THE STUDENTS OF SMKN 2 TEGALLALANG
The title of this paper is Errors in Compositions of The Students of SMKN 2 Tegallalang. The objective of this paper is to explore the grammatical errors made by the students of SMKN 2 Tegallalang in practicing their English.
The theory applied for this paper is Error Analysis, Perspectives on Second Language Acquisition (1974) edited by Jack C. Richards. The data of the analysis of this paper are taken from the compositions by the students of SMKN 2 Tegallalang. Then the errors were collected and classified based on the types of errors according to the theory applied.
The finding shows that they made some errors when they made a sentence. Actually they seem to be clever to use English in writing grammatically, however they are lack of knowledge as seen in the errors encountered in their statement. The error found can be classified into error of using singular-plural, error of using word form, error of using word choice, error of using verb tense, error of using add word, error of omit word, error of using word order, error of spelling, error of using punctuation, error of using article, error of meaning not clear, error of run on sentence
ANALISIS KINERJA PELAYANAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah mencakup
pelayanan masyarakat dan pelayanan administrasi. Kedua hal tersebut beriringan
dalam mewujudkan kinerja pelayanan yang baik (good performance) dalam
pemerintahan. Tujuan pelayanan publik didukung dengan diberlakukannya
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.
Penyelenggaraan pemerintahan dalam konteks otonomi daerah diharapkan untuk
lebih mengutamakan kepentingan masyarakat terutama dalam penyediaan fasilitas
publik dan administrasi publik.
Permasalahan penelitian adalah bagaimanakah Kinerja Pelayanan Pegawai
Negeri Sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumba Barat
Daya Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kinerja
Pelayanan Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif yang terdiri dari 3 (tiga) alur yaitu reduksi data,
penyajian data dan verifikasi. Dengan harapan dapat menggali dan
mengumpulkan data secara mendalam guna memperoleh data utama, dilakukan
dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan analisis data dinyatakan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh
Pegawai Negeri Sipil kepada masyarakat sudah cukup baik. Ini dapat dilihat dari
indikator kinerja pelayanan yaitu responsif, tanggung jawab, kecakapan,
hubungan, keamanan dan pemahaman. Beberapa saran yang bisa diusulkan yang
nantinya diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan kinerja pelayanan PNS
yang baik yaitu, Pegawai Negeri Sipil perlu lebih cepat dalam melakukan
pelayanan kepada masyarakat agar tercapai tujuan yang diinginkan, yakni
kepuasan masyarakat. Disamping itu, pegawai perlu meningkatkan sikap positif
yang ditunjukkan kepada masyarakat yang mengurus KTP, Akta Lahir dan KK
dengan melakukan budaya 5S yakni senyum, salam, sapa, sopan dan santun
METAPHORS FOUND IN THE NOVEL “REMEMBER ME”
The title of this paper is “Metaphors Found in The Novel of “Remember
Me”. The data in this paper are taken from the novel entitled “Remember Me” by
William Fetters. This paper is discussing about the types of metaphor found in the
novel and also their literal and connotative meaning. The theories applied to
support the paper are Metaphor We Live By written by Lakoff and Johnsen (2003).
Based on the result of the analysis, it is found that there are five types of
metaphors found in novel “Remember Me”, they are dead metaphor, live
metaphor, orientational metaphor, ontological metaphor, and structural metaphor.
Furthermore, metaphors not only have a literal meaning but it also conveyed
much wider meaning than that, which is connotative meaning. We have to pay
attention a little deeper, in order to understand the meaning of it. When we only
translate it literally, it may cause misinterpretation