2000 research outputs found
Sort by
MEDITATION FOR A BETTER LIFE AS A POTENTIAL WELLNESS TOURISM IN BALI
Meditasi merupakan teknik latihan konsentrasi yang digunakan untuk dapat meningkatkan taraf kesadaran, yang selanjutnya dapat membawa proses-proses mental dapat lebih terkontrol secara safar. Saat orang melakukan meditasi, frekuensi getaran gelombang otak turun, nafas akan melambat, dan oksigen yang terpakai menjadi hemat. Gelombang otak tersebut akan mencapai alam bawah sadar dan gelombang otak akan mendatar dan berada pada keadaan alpha keadaan ini dinamakan keadaan homeostatis atau seimbang, sehingga otak akan mengeluarkan hormon endorphin dan terjadilah self healing. Meditasi selain bisa digunakan untuk mengurangi stres dan hipertensi tentunya bisa sebagai perkembangan wellness tourism. Wellness tourism saat ini perlahan sudah mulai muncul dan menjadi trend di masyarakat salah satunya yang dilakukan di Thailand dengan walking meditation. Wellness tourism adalah sebuah produk berupa jasa pariwisata yang dapat dikembangkan atau dikreasikan ragamnya sesuai dengan kondisi sebuah destinasi baik dari sisi sosial maupun lingkungan. Wellness tourism memiliki banyak cabang diantaranya spa, yoga, dan meditasi. Banyak negara yang mulai mengembangkan wellness tourism salah satunya di Thailand dan di Bali. Thailand dan Bali memiliki keunggulannya masing-masing. Meditasi di Thailand dimasukkan ke dalam paket tour sehingga wisatawan yang belum pernah mencoba meditasi sebelumnya bisa mencoba hal tersebut. Berbeda dengan di Bali meditasi biasanya jarang dimasukkan ke dalam paket tour sehingga tempat meditasi di Bali membutuhkan pemasaran yang lebih baik. Selain itu untuk masalah akses informasi mengenai meditasi di Bali sendiri masih kurang baik dibandingkan Thailand sehingga perlu ditingkatkan untuk akses informasi sehingga wisatawan akan lebih mudah mengetahui informasi. Harga meditasi di Bali juga cenderung lebih mahal dibandingkan Thailand
SAPI BALI DAN PEMASARANNYA
Buku Sapi Bali dan Pemasarannya Bali ini dibuat dengan harapan dapat membantu kelancaran pelaksanaan bahan ajar tentang sapi Bali dan pemasarannya. Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan belajar tentang sapi Bali diharapkan akan lebih mudah dalam menguasai materi dan metode yang akan dilaksanakan
Flavor of Urutan, a Traditional Chicken-based food from Bali
Research has been carried out to get a proper formulation in the production of Urutan, in order to get a product with good characteristics that is well-received by consumers. The research was performed in August-November 2017 at Faculty of Agriculture, Warmadewa University, whle protein analysis was performed at Food Analysis Laboratory, Udayana University. The chicken was obtained from Ketapian market, East Denpasar district, while the synthetic casing was collected from UD Dwi Boga Utama at 89 Buana Raya Street, Padangsambian, West Denpasar. The research used completely Randomized Block Design, with 2 x 4 factorial and 2 replications. The first independent factor was addition of fat (0, 10, 20, and 30 %) and the second factor was treatment (with fermentation and without fermentation); thus, there were a total of 16 treatments. Parameters observed were objective parameters (moisture content, ash content, pH, fat content, and protein content) and subjective parameters with sensory analysis on color, texture, taste, aroma, and overall acceptance from panelists on the product. The results showed that treatment/formulation that could produce the Urutan chicken with good characteristics (based on the standard SNI 01-3820-1995) and well-accepted by panelists was the treatment with 10 % addition of fat with no fermentation process. The product resulted had moisture content 51.010 % (w/w), fat content 15.10 % (w/w), protein content 33.06 % (w/w) and pH 6.20. In sensory evaluation, the product was rated 5.31 (slightly like – like) for color, 5.69 for taste (slightly like-like), 4.81 for aroma (neutral – slightly like), 5.56 for texture (slightly like-like), and 5.50 for overall acceptance (slightly like-like)
KEPASTIAN HUKUM ATAS VISA BAGI ORANG ASING UNTUK BEKERJA DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran tentang kepastian hukum atas visa bagi orang asing untuk bekerja di Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, pengumpulan data dengan studi pustaka dan studi dokumen. Sedangkan pengolahan data melalui tahap pemeriksaan data, penandaan data, rekonstruksi data, dan sistematisasi data. Data yang sudah diolah kemudian disajikan dalam bentuk uraian, lalu diintrepretasikan atau ditafsirkan untuk dilakukan pembahasan dan dianalisis secara kualitatif, kemudian untuk selanjutnya ditarik suatu kesimpulan. Isu hukum dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimana kepastian hukum bagi orang asing yang menggunakan visa untuk tujuan bekerja di Indonesia dan (2) bagaimana kewenangan pemerintah terhadap pengaturan pemberian visa kepada orang asing untuk bekerja di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepastian hukum mengenai visa yang dapat digunakan untuk bekerja di Indonesia belum dapat diwujudkan karena masih terdapat perbedaan pengaturannya dimana visa yang dapat digunakan untuk bekerja di Indonesia adalah visa tinggal terbatas, namun di sisi lain masih terdapat ketentuan bahwa visa kunjungan juga memungkinkan dapat digunakan untuk bekerja di Indonesia; (2) Pemerintah berwenang dalam pemberian visa asing. Untuk pemberian visa diplomatik dan visa dinas, kewenangan itu diberikan kepada Kementerian Luar Negeri, sedangkan kewenangan pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas diberikan kepada Kementerian Hukum dan HAM yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dirjen Imigrasi. Visa tinggal terbatas inilah yang dapat digunakan untuk bekerja di Indonesi
[Peer Review] WATER MANAGEMENT OF RIVER ESTUARY FOR THE PREPARATION OF ECOTOURISM IN COASTAL AREA OF BALI PROVINCE
Water Distribution System of Petanu River Estuary for Coastal Area in Bali-Indonesia
Quantity and quality of water is needed along with the increase of population, the increasing change of agricultural land function and tourism development in Bali. This means that the need for domestic and non-domestic water will also increase, thus research on water quality in river estuary, water resources for water and land conservation in Gianyar regency of Bali province is indispensable for sustainability of water supply in terms of water quantity and quality, river area, and water management and land allotment in accordance with existing watershed conditions in Gianyar regency of Bali province in order to reduce land conversion change (Gianyar in figures 2010-2015) and village nomography. Raw Water Distribution (SPAB) in the downstream of Petanu river with SWOT analysis beginning to be managed by indigenous society and based environment. Research method used is quantitative research. This research used primary data in the form of water quality and water quantity data in downstream of Petanu River, population in coastal area of Gianyar Regency, topography data, bathymetry in coastal area of Gianyar Regency, and environmental condition of downstream of Petanu river. The downstream water potential streaming is designed using WATERNET software which is then applied to the Raw Water Flow System in the downstream area of the Petanu river which will be managed by indigenous villagers. The results of this study resulted in water quality at the mouth of the river for odor, color, taste, temperature, turbidity, pH and detergent meet quality standards, while salinity, BOD and COD as well as total coliform does not meet the quality standard, class I. The simulation result from WATERNET shows that the discharge of the river amounted to 20 million m3/year can be utilized for industrial water (hotel) 1,636 rooms, for domestic water 98,181 inhabitant, for 2.33 ha pool water managed by indigenous villagers for the coastal society of Saba Gianyar Regency
PROBLEMS AND CHALLENGES EMPOWERING HUMAN RESOURCES (HR) IN COMPANY ORGANIZATION IN GLOBALISATION ERA
Existence of Human resources (HR) as a worker is very important in the company because in addition as wrong one element in a company organization that helps business activities as well as an input element or input along with other elements in the process production either in the form of services or goods through the management process in the form output or output. Without any human resources or workers within the company, it is impossible that the company can move and run in producing goods and services in an effort to achieve company goals. There are several problems and challenges for HR workers in companies in the global era where the problems encountered can include: the competence of workers in global competition, population growth and unemployment widened the diversity of the world of work that requires creative innovation and organizational management issues and professionalism, labor protection, social and environmental responsibility. The company's future challenges can be internal challenges in the form of financial, sales, service, production and industrial relations of workers and as external challenges of technological advancement, global political economy and socio-cultural
PEMANFAATAN CITRA SATELIT SPOT DALAM ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN JEMBRANA
Citra satelit merupakan salah satu alternative terbaik dalam monitoring, mendeteksi dan menganalisis perubahan garis pantai dan laju erosi pantai. Citra satelit yang sering digunakan adalah IRS, Landsat, IKONOS, Quickbird, Worldview2, Geoeye-1 dan SPOT. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap perubahan garis pantai dan laju erosi pantai dengan dengan menggunakan 2 (dua) buah citra satelit yaitu data citra satelit SPOT 5 pada tahun 2009 dengan resolusi spasial 10 m dan SPOT 6/SPOT 7 pada tahun 2015 dengan resolusi hingga 1.5 m untuk kawasan pantai di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini nantinya akan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai data dasar (data base) dalam pengambilan keputusan untuk penanganan kawasan pantai. Hasil menunjukkan bahwa di Kabupaten Jembrana terjadi perubahan garis pantai dan erosi, dimana rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Jembrana adalah sebesar 11.72 m, sedangkan rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Jembrana adalah 1.67 m/tahun