Warmadewa University

Universitas Warmadewa
Not a member yet
    2000 research outputs found

    MODEL DAN IMPLEMENTASI PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ADAT UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN

    No full text
    Jika dilihat dari perspektif hukum nasional, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sudah mengakui bahwa tanah memiliki fungsi sosial. Namun, dalam praktiknya, fungsi sosial tersebut sering dikalahkan oleh logika kepemilikan individual. Sertifikat tanah dianggap sebagai bukti sah yang mengikat, meskipun di atas tanah tersebut masih berlaku hak ulayat masyarakat adat. Hal inilah yang membuat sengketa tanah adat sulit diselesaikan melalui jalur hukum semata, karena perbedaan paradigma antara hukum adat dan hukum negara. Selain itu, nilai tanah sebagai aset ekonomi sering kali tidak dinikmati secara adil oleh masyarakat adat. Dalam banyak kasus, masyarakat hanya memperoleh keuntungan sesaat dari penjualan atau penyewaan tanah, sementara nilai tanah terus meningkat seiring berkembangnya kawasan wisata. Kondisi ini menciptakan ketidaksetaraan antara masyarakat adat dengan investor yang memiliki akses modal dan jaringan politik. Alih-alih meningkatkan kesejahteraan, masyarakat justru kehilangan ruang hidupnya sendiri. Dengan demikian, tanah di Bali bukan hanya aset ekonomi atau sosial, melainkan titik temu berbagai kepentingan yang saling bertabrakan. Sengketa tanah adat merupakan manifestasi dari kegagalan mengharmoniskan nilai ekonomi dengan nilai komunal. Penyelesaiannya menuntut pendekatan yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga sosial, budaya, dan spiritual. Tanpa itu, konflik akan terus berulang, dan masyarakat adat berisiko kehilangan identitas serta kedaulatannya atas tanah leluhur

    Bamboo Brilliance: Sustainable Architecture in Bali

    No full text
    Welcome to “Bamboo Brilliance: Sustainable Architecture in Bali,” a comprehensive exploration of the innovative and environmentally-friendly bamboo architecture that has become synonymous with the island of Bali. This book is intended for a wide audience, including architects, lecturers, researchers, Balinese locals, bamboo contractors, green experts, bamboo designers, bamboo consultants, hospitality professionals, and villagers interested in sustainable solutions for a greener future

    Mengurai Kompleksitas Sosial Panduan Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Sosial dan Politik

    No full text
    Urgensi penulisan buku ini terletak pada kebutuhan akan panduan yang tidak hanya memaparkan konsep-konsep dasar penelitian kualitatif, tetapi juga menyediakan langkah-langkah praktis yang relevan untuk konteks penelitian ilmu sosial dan politik. Buku ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dengan menyediakan strategi penelitian, iii contoh-contoh nyata, dan tip aplikatif yang dapat diimplemen tasikan oleh peneliti di lapangan. Dengan demikian, buku ini diharapkan menjadi rujukan yang dapat diandalkan oleh akade misi, mahasiswa, dan praktisi yang terlibat dalam penelitian sosial dan politik. Selain itu, buku ini juga memberikan penekanan khusus pada pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan berbagai me tode analisis untuk memahami isu-isu kompleks dalam ilmu sosial. Pendekatan ini diperlukan untuk menghasilkan temuan penelitian yang lebih kaya, relevan, dan berdampak pada pengam bilan keputusan di tingkat kebijakan maupun praksis sosial

    The Irregular Response of Flat Plate Structures to Horizontal Deformation for Engineering Decisions

    Full text link
    This study examines the structural response of a seven-story reinforced concrete building with a dual system, focusing on shear forces, stiffness, and inter-story variations. Designed in accordance with SNI 1726-2019 for Jakarta, the study considers dead loads, live loads, wind loads, rain loads, and earthquake loads. Analysis on the second floor (6.2 m above the foundation) indicates that the inter-story deflections meet the permissible limits, with a maximum deviation of 64.615 kN at the roof and 49.23 kN from floors 2 to 6. Static shear forces reached 41,826.62 kN (X) and 4,182.62 kN (Y), while dynamic shear forces reached 4,697.28 kN (X) and 5,057.97 kN (Y), meeting the static force requirement of 100%. Overall, the shear forces, stiffness, and inter-story deviations of Building B demonstrate an effective structural response to earthquake activity. Engineers are expected to master the behavior of irregularities in structural elements due to earthquake loads so that they can make informed decisions in construction planning and its implementation in the field

    HOTEL, HUNIAN, DAN HUKUM Jalan Menuju Investasi Pariwisata Berkelanjutan

    No full text
    Salah satu solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan perumahan di tengah keterbatasan lahan perkotaan adalah pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun (rusun). Pasal 1 angka 1 UU Rusun mendefinisikan rumah susun sebagai bangunan gedung bertingkat yang terstruktur secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal, yang masing masing bagiannya dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, khususnya sebagai tempat hunian yang dilengkapi dengan fasilitas bersama, benda bersama, dan tanah bersama. Penye lenggaraan rumah susun, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 2 UU Rusun, mencakup kegiatan perencanaan, pem bangunan, pengelolaan, pemeliharaan, pengendalian, penda naan, dan peran serta masyarakat yang dilaksanakan secara sistematis, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Kondotel, atau kondominium hotel, merupakan bangunan bersama seperti apartemen dengan fungsi ganda, yaitu sebagai hunian bagi pemiliknya dan sebagai hotel yang dikomersialkan melalui pihak ketiga atau operator hotel. Hunian yang sehat dan nyaman dalam lingkup kondominium menjadi daya tarik bagi masyarakat yang membutuhkan hunian berkualitas di tengah padatnya kehidupan perkotaan. Dalam perkembangannya, pemanfaatan rumah susun tidak hanya terbatas pada fungsi hunian, tetapi juga sebagai objek investasi yang menjanjikan keuntungan. Banyak bangunan rumah susun, terutama rumah susun komersial, yang diubah peruntukannya menjadi kondotel

    Produk Olahan Hasil Perikanan (Zero Waste)

    Full text link
    Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi limbah industri termasuk olahan hasil perikanan juga dituntut untuk lebih ramah lingkungan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengembangkan produk olahan hasil perikanan yang berbasis zero waste. Produk olahan hasil perikanan zero waste adalah produk yang dihasilkan dari bahan baku ikan dan hasil perikanan lainnya dengan meminimalkan limbah dan mengoptimalkan penggunaan bahan baku. Dengan demikian, produk ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri olahan perikanan

    MENUJU HARMONI DI TANAH ADAT JALAN DAMAI SENGKETA ADAT PEMBANGUNAN PARIWISATA

    No full text
    Tanah adat di Bali bukan hanya sekadar aset ekonomi, melainkan juga memiliki dimensi spiritual dan budaya yang mendalam. Dalam konteks pariwisata, tanah adat seringkali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan keindahan alam dan keunikan tradisi Bali. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian tanah adat, agar tidak terjadi keru sakan lingkungan dan hilangnya identitas budaya masyarakat Bali. Pengelolaan tanah adat harus dilakukan dengan bijaksana, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, serta menghormati nilai-nilai spiritual dan budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu, tanah adat juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting bagi masyarakat Bali. Tanah adat menjadi tempat untuk membangun rumah, bercocok tanam, dan melak sanakan kegiatan adat dan keagamaan. Tanah adat juga menjadi simbol identitas dan solidaritas sosial masyarakat Bali, yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, penge lolaan tanah adat harus mempertimbangkan kepentingan seluruh anggota masyarakat Bali, bukan hanya segelintir orang atau kelompok tertentu. Pembangunan pariwisata harus mem berikan manfaat ekonomi yang adil bagi seluruh masyarakat Bali, serta tidak merusak tatanan sosial dan budaya yang telah ada. Untuk memperdalam pemahaman tentang makna tanah adat, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai sistem kepercayaan dan praktik-praktik ritual yang terkait dengan tanah. Penelitian ini dapat mengungkap bagaimana masyarakat Bali memaknai tanah secara spiritual dan bagaimana mereka menjaganya sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Selain itu, perlu juga dilakukan studi komparatif mengenai pengelolaan tanah adat di berbagai daerah di Indonesia, untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga tanah adat di tengah arus modernisasi

    laporan PKM Desa Heritage Gelgel 2024

    No full text
    Desa Gelgel dalam sejarah kebudayaan merupakan pusat kerajaan Bali pada abad XIV- XVI Masehi dengan nama Swecapura. Sebagai pusat keraton Gelgel memiliki Warisan budaya yang kaya dan beragam baik dari masa prasejarah hingga klasik hindu. Warisan budaya yang ada sebagian besar berupa living monument yang masih dikeramatkan untuk sarana persembahyangan umat hindu di Bali. Tantangan yang dihadapi oleh Masyarakat Gelgel adalah sering mengalami kesulitan memberikan informasi keberadaan pura maupun sejarah Gelgel. Masyarakat menyadari keberadaan Gelgel sebagai pusat kerajaan Bali dan pusat orientasi klen seluruh Bali, namun kurang mempunyai sumber data untuk menjelaskan warisan budaya yang ada. Untuk itu, kelompok masyarakat ini mengharapkan pengalihaksaraan dan penerjemahan prasasti lontar agar diketahui isinya, didokumentasi secara digital pada media online. Tokoh- tokoh desa adat juga berkeinginan membentuk ‘wadah’ yakni kelompok pencinta warisan budaya dan memiliki aturan perlindungan warisan budaya di tingkat desa guna mencegah renovasi pura yang tidak mempertimbangkan prinsip-prinsip pelestarian. Memperhatikan fenomena tersebut, tim PKM Universitas Warmadewa memandang perlu melakukan PKM dengan tujuan membentuk Gelgel sebagai Desa Warisan Budaya “Desa Heritage Gelgel”. Kekayaan, keragaman, dan sebaran warisan budaya di Desa Gelgel merupakan modal dasar mewujudkan Gelgel sebagai Desa Heritage. Aksi pelestarian warisan budaya dan pemberdayaan masyarakat dalam membentuk Desa Heritage Gelgel digunakan metode pendampingan, pelatihan, FGD, penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat. Tahapan kegiatannya meliputi: (1) pembacaan dan dokumentasi secara digital prasasti arya belog, prasasti arya dauh, dua lembar pariagem, dan sejumlah lontar milik jero Mangku Dasar Buana Gelgel, (2) inventarisasi dan pemetaan warisan budaya di Desa Gelgel yang didokumentasikan pada website warisanbudayabali.com, (3) metode FGD & penyuluhan teknik pelestarian benda/bangunan warisan budaya, (4) pembentukan lembaga kelompok sosial peduli pelestarian warisan budaya, (5) pendampingan penyusunan draf aturan tentang perlindungan warisan budaya, dan (6) pengadaan papan informasi (Baliho) “Desa Heritage Gelgel”. Target luaran terkait bidang pelestarian warisan budaya terdiri atas: digitalisasi terhadap 2 cakep prasasti Arya dauh dan arya belog, serta 2 lembar pariagem perak dan tembaga, data inventori dan sebaran warisan budaya Gelgel pada website warisanbudayabali.com yang bisa diakses oleh Masyarakat. Sedangkan target luaran di bidang pemberdayaan Masyarakat dalam membentuk Desa Heritage Gelgel mencakup: (1) meningkatkan pengetahuan Masyarakat dalam pelestarian warisan budaya, (2) terbentuknya kelompok pelestari warisan budaya, (3) Tersusunnya draf aturan perlindungan warisan budaya di tingkat desa, dan (4) Terpasangnya sebuah baliho dengan tulisan “Desa Heritage Gelgel” dari bahan stenliss. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan PKM dalam pemberdayaan Masyarakat menuju Desa Heritage Gelgel adalah website warisanbudayabali.com yang berisi dokumen digital 14 prasasti dan lontar, inventori 3 pura sebagai warisan budaya yang bersifat living monument, terbentuknya Kelompok pelestari Warisan Budaya (Poktarisadaya), tersusunnya draf aturan perlindungan Warisan Budaya di Tingkat Desa, dan terwujudnya papan nama/letters Desa Heritage Gelgel

    PEMILU 2024: TRANSISI PRAKTIK DEMOKRASI PROSEDURAL MENUJU DEMOKRASI SUBSTANTIF

    Full text link
    Dalam negara demokrasi, penyelenggaraan pemilu dianggap sebagai salah satu unsur terpenting. Hasil pemilu menjadi sesuatu yang dipersyaratkan dan diasumsikan dapat merepresentasikan tingkat partisipasi politik rakyat dan menjadi jadi tonggak menuju demokrasi substantif. Namun, bagaimana bila konsep demokrasi dikaitkan dengan partsipasi politik rakyat dalam formulasi kebijakan publik? Pelaksanaan pemilu adalah merupakan cerminan dianutnya paham demokrasi dalam sistem pemerintahan negara. Sebuah kehidupan bangsa yang demokratis senantiasa dilandasi prinsip bahwa rakyat tetap berhak terlibat dalam aktivitas politik, walau telah disadari bahwa partisipasi rakyat secara penuh dalam seluruh proses politik pada jaman sekarang tidak lebih hanya sebuah mitos. Oleh karena itu muncul asumsi bahwa jika pemerintah saat ini telah memberikan rakyat peranan memilih pemerintahan baru lewat sebuah pemilu, sebagai cerminan demokrasi prosedural, maka pemerintah telah dianggap bertindak demokratis. Dalam kenyataannya asumsi dan cara pemahaman demikian masih mengandung kelemahan

    REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAHAN, QUO VADIS?

    Full text link
    Suasana kehidupan politik di Indonesia menjelang pelaksanaan perhelatan politik yang besar, pemilu nasional pemilihan presiden, DPR, DPD, DPRD, dan juga Pilkada serentak tahun 2024 ini kian menghangat. Ada harapan pada kontestasi pemilu kali ini bisa berlangsung kampanye yang semakin berkualitas dan menyehatkan demokrasi. Bukan kampanye yang saling mem-bully yang bisa merusak tatanan kehidupan bangsa, tetapi kampanye berintegritas yang menolak penggunaan politik SARA dan politik identitas serta lebih mengutamakan adu ide dan gagasan

    1,934

    full texts

    2,000

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇