3183 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MEDIA KUN ANTA (HUKUM NUN MATI DAN TANWIN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MUATAN LOKAL BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) ALANG-ALANG CARUBAN 1 JOGOROTO JOMBANG
Kemampuan membaca dan menulis al-qura’an harus dikuasai oleh umat muslim sesuai
dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi setiap
muslim. Tujuan Penelitian Mengetahui hasil belajar siswa sebelum diterapkan media
Kun Anta. Mendeskripsikan penerapan media Kun Anta dalam meningkatkan hasil
belajar siswa. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 mata pelajaran muatan
lokal BTQ materi hukum nun mati dan tanwin setelah diterapkan media Kun Anta.
Jenis Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus sesuai model Kurt
Lewwin. Hasil penelitian tahap pra siklus, 2 siswa tuntas dengan rata-rata 51 dan
persentase ketuntasan 10%. Pada tahap siklus 1 hasil belajar siswa mengalami
peningkatan dengan nilai rata-rata sebesar 60,75 dengan persentase ketuntasan sebesar
40%. Pada siklus 2 meningkat dengan persentase ketuntasan sebesar 90% dengan nilai
rata-rata sebesar 80. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan
media Kun Anta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Alang-Alang
Caruban 1 Jogoroto Jombang.
Kata Kunci : Media Kun Anta, Hasil Belajar, BT
IMPLEMENTASI METODE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS XI A DI MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM COROGO TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar siswa belajar secara
efektif dan efesien, serta mencapai tujuan yang diharapkan. Salahsatu faktor yang
mempengaruhi ketercapaian proses belajar adalah penggunaan metode pembelajaran.
Metode snowball throwing dapat membantu siswa memahami alur proses belajar
mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang menggunakan metode
snowball throwing. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan tahapan (1) perencanaan,
(2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
Peningkatan prestasi hasil belajar siswa dari hasil prasiklus didapatkan 5 siswa yang
tuntas dari 28 siswa, siklus 1 mengalami peningkatan yang mencapai KKM sebanyak 15
dari 28 siswa. (2) Peningkatan siklus 1 mendapat 81,46, siklus 2 menjadi 87. Peningkatan
siklus 1 ke siklus 2 dapat dilihat pada prosentase ketuntasan belajar sebesar 39,42%.
(3)Disimpulkan metode snowball throwing dapat meningkatkan prestasi hasil belajar
siswa mata pelajaran akidah akhlak.
Kata kunci: metode snowball throwing, hasil belaja
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN AKHLAK SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TARBIYATUNNASYIIN DIWEK JOMBANG
Pemahaman materi Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu kemampuan kognitif
seseorang dalam mengambil inti dari materi pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Sedangkan akhlak merupakan kemampuan yang termasuk ke dalam ranah afektif, dimana
akhlak seseorang tercipta apabila melakukan seseuatu secara berulang-ulang tanpa
adanya pemikiran, pertimbangan, dan diteliti terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui seberapa jauh hubungan antara pemahaman materi Pendidikan
Agama Islam dengan akhlak siswa di sekolah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian
kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan
yakni melalui observasi, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian melalui
uji korelasi product moment dengan pearson, diperleh hasil koefisien korelasi pearson (r)
sebesar 0,476 dengan taraf signifikansi sebesar 0.001 (5%). Dengan demikian,
pemahaman materi Pendidikan Agama Islam dengan akhlak siswa memiliki
hubungan pada tingkat sedang dan memiliki bentuk hubungan yang positif.
Kata kunci: Pemahaman Materi, Pendidikan Agama Islam, Akhlak Siswa
UPAYA TENAGA PENDIDIK DALAM BIMBINGAN KEAGAMAAN BAGI SISWA (Studi kasus di Sekolah Menengah Pertama Al-Furqon Wedoroanom Driyorejo Gresik)
Pendidikan diyakini mampu membangun peradaban dan mengoptimalkan potensi
anak-anak bangsa untuk menciptakan generasi orang yang mampu memajukan
negara. Segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan membantu
orang lain yang mengalami kesulitan rohani di lingkungannya agar orang
tersebut dapat mengatasinya sendiri untuk menerima Kesadaran dan penyerahan
diri pada kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga dalam penelitian yang
penulis lakukan di SMP Al-Furqon Wedoranom Kecamatan Driyorejo Kabupaten
Gresik. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Alasan Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam judul
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau menggambar peristiwa betapa
pentingnya upaya tenaga pendidik untuk meningkatkan layanan bimbingan
keagamaan. Hasil dari penenelitian ini bahwasanya tenaga pendidik sudah efektif
dalam melakukan bimbingan keagamaan hanya saja beberapa peserta didik yang
masih belum memenuhi target dikarenakan banyak peserta didik yang tinggal di
kawasan pondok pesantren yang memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan
oleh peserta didik.
Kata kunci: Upaya, Tenaga Pendidik, Bimbingan Keagamaan
FAMILY COMPLIANCE IN IMPLEMENTING HEALTH PROTOCOLS: FACTOR ANALYSIS OF KNOWLEDGE, VALUES AND BELIEFS INFECTING COVID-19
Families are the main concern in efforts to handle thePandemic Coronavirus Disease 19 (COVID-19). Knowledge, values and beliefs of contracting COVID-19 are very important in efforts to comply with the COVID-19 protocol. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and values and the application of health protocols in Jombang Regency. The research method uses descriptive analytic with a cross sectional approach. The population in this study were heads of families from 7 sub-districts in Jombang Regency, the sampling technique used was cluster sampling and the research sample consisted of 80 families. The results of the knowledge factor research with compliance show the results of P Value 0.649 > 0.05 which means there is no relationship between community knowledge and family compliance in carrying out the protocol health preventive COVID-19. The relationship between the belief value of being infected with family compliance in carrying out the health protocol prevention COVID-19 shows a P Value of 0.045 <0.05, which means there is a relationship. The conclusion of this study is that the values and beliefs of families infected with COVID-19 have more influence on family compliance in implementing the COVID-19 prevention health protocol
THE USE OF SOCIAL MEDIA IN TEACHING ENGLISH AT ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL 1 JOMBANG
This paper evaluates social media for teaching english and the teachers reason used those social media for teaching english. It focuses on the extent to which social media are mostly utilised by teachers for teaching english including: Facebook, Whatsapp, Youtube, Tiktok and Instagram, as suggested by Chapelle (2003), including L2 input exposure, interaction and linguistic production. The evaluation results indicate that Whatsapp and Youtube are the most utilise social media for teaching english. Whasapp and Youtube are social media that affordable for use as an online teaching. More importantly, it corresponds to the three principle of online learning, thus making it a potential aid for activities used in teaching english. researchers made Islamic Senior High School 1 Jombang as the object of research because most of the students are more interested in internet connections than settling down to read their books and even find it very difficult to do their homework.
Keyword: Social media, Online Learning, Teaching Englis
TEACHER‟S ROLES IN CREATING AN-ACTIVE LEARNING ENVIRONMENT IN THE QUEEN’S CLASSROOM SERIES
The role of a teacher is very important because it is very
influential in the development of students‟ learning. The
teacher's role indeed has great influence on students‟ learning
outcomes, although some teachers do not realize that they have
an important role in developing student learning. In addition,
teacher‟s roles are very important because they can help
teachers know students' understanding, help improve learning,
and can motivate students in teaching and learning activities.
The purpose of the study was to identify the types of teacher‟s
roles, to describe how the types are applied by the teacher, and
to describe an active learning environment as the effect of the
applied roles in The Queen‟s Classroom series. This study used
a qualitative descriptive method. The data were collected
through observation sheets in the form of classifications. After
data analysis, it can be known that there were 3 types of
teacher‟s roles found: teacher as controller, teacher as
organizer, and teacher as assessor. In learning process teacher
can guide the students to express student‟s think. Teacher can
help student to active discussion and make interaction with
other students.
Keywords : Teacher Roles, Active Learning, The
Queen‟sClassroom series
ASUHAN KEBIDANAN MULAI KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB PADA “NY. S” DI TPMB. YUNI WIDARYANTI, S.Tr. Keb. Bd. DESA SUMBERMULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG
Setiap wanita normal pasti akan mengalami proses kehamilan, persalinan dan
nifas. Hal tersebut merupakan proses fisiologis. Selama menjalani proses tersebut
kemungkinan terjadi masalah kesehatan yang dapat membahayakan kesehatan ibu
dan bayinya. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mencegah masalah tersebut.
Metode yang digunakan adalah asuhan kebidanan secara Continuity of Care
dimulai dari kehamilan Trimester III, bersalin, nifas, neonatus dan keluarga
berencana dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Studi kasus yang
dilaksanakan di TPMB Yuni Widaryanti, S.Tr.Keb. pada “Ny.S” dilakukan sebanyak
13 kali.
Hasil asuhan kebidanan yang telah dilakukan pada Ny.”F”yaitu pada masa
hamil Trimester III adalah normal dengan melakukan kunjungan hamil sebanyak 3
kali, persalinan 60 langkah berjalan dengan normal, nifas berjalan sampai minggu ke
6 dengan normal, asuhan neonatus sampai usia ≥28 hari dengan normal,
menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan.
Setelah melakukan asuhan Continuity of Care maka dapat disimpulkan bahwa
Asuhan kebidanan mulai kehamilan Trimester III sampai dengan Nifas dan Keluarga
Berencana berlangsung normal dan tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta.
Kata Kunci : Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Keluarga Berencana (KB
MOTIVASI IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI KELAS IBU HAMIL GROUP A POLINDES DESA NGUMPUL
Motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi ibu hamil Trimester III dalam melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) di kelas ibu hamil group A polindes desa Ngumpul.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan survey yang dilakukan pada bulan Nopember 2022 dengan jumlah populasi 25 orang dengan sampel sejumlah 10 orang dengan tekhnik purposive sampling. Pengumpulan data berdasarkan kuesioner kemudian data dianalisa secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa motivasi ibu hamil TM IIII dalam pemeriksaan antenatal care (ANC) di Polindes desa Ngumpul yaitu tinggi 100% yang dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan sumber informasi.Kesimpulan dari penelitian di atas adalah bahwa motivasi ibu hamil TM III dalam pemeriksaan antenatal care (ANC) seluruhnya dalam kategori tinggi. Oleh karena itu masih perlu adanya peningkatan motivasi pada ibu hamil TM III dalam melakukan pemeriksaan antenatal care seperti kelas ibu hamil dan perlunya peran bidan sebagai motivato
PERAN KUA DALAM MENJALANKAN PASAL 7 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN DI KECAMATAN JOGOROTO
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita
sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan
kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Agar tujuan itu tercapai maka
pemerintah membuat undang-undang nomor 16 tahun 2019 perubahan dari
undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang usia perkawinan. Oleh karena itu
agar undang-undang ini terlaksana dengan baik, maka diperlukannya tindakan
sosialisasi ke masyarakat melalui Kantor Urusan Agama. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan
langsung dari lapangan, yakni mengumpulkan data dengan metode wawancara
secara tatap muka dan juga virtual dengan narasumber dan juga informan yang
mengalaminya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran Kantor Urusan
Agama Kecamatan Jogoroto berhasil dalam menjalankan perannya sebagai
lembaga perwakilan dari Kementrian Agama. Dalam menjalankan perannya
Kantor Urusan Agama Kecamatan Jogoroto mempunyai tahapan-tahapan sendiri
dalam mensosialisasikan undang-undang nomor 16 tahun 2019.
Kata Kunci: Peran, Undang-undang, Kantor Urusan Agama