Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Unipdu Jombang
Not a member yet
    3183 research outputs found

    Manajemen Keselematan Pasien dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pasien

    Get PDF

    PENGARUH EKUITAS MEREK, HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SERAGAM SEKOLAH PURNAMA LANVIN

    Get PDF
    Dengan latar belakang ingin mengetahui pengaruh ekuitas merek pada UD. Lanvin Jombang ini salah satu hal yang terpenting untuk memilih merek dalam bisnis. Merek adalah simbol yang dimaksud konsumen untuk mengidentifikasi barang maupun jasa dari perusahaan untuk membedakannya dari pesaing. Penerapan harga yang dilakukan UD. Lanvin relatif lebih murah dari pesaing lainnya karena pesaing lainnya mengambil produk dari UD. Lanvin dan kualitas produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang berbeda berdasarkan ketebalan produk tersebut, sehigga hal tersebut menjadi faktor pertimbangan untuk keputusan pembelian seragam sekolah Purnama Lanvin. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembelian pada UD. Lanvin Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, untuk variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekuitas merek (X1), harga (X2) dan kualitas produk (X3) dan variabel terikat keputusan pembelian (Y). Populasi yang digunakan dalam dalam penelitian ini keputusan pembelian searagam pada UD. Lanvin Collection Kabupaten Jombang yang juga digunakan sebagai sampel sebanyak 97. Penelitian ini melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Pengukuran uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian pada variabel ekuitas merek (3,700 < 1,984) Tolak Ho, variabel harga (-757 > 1,984) Gagal tolak Ho, variabel kualitas produk (3,931 < 1,984) Tolak Ho. Kata kunci: Ekuitas merek, Harga dan Kualitas Produk

    AN ANALYSIS OF WARMING-UP ACTIVITY IN ENGLISH TEXTBOOK FOR YEAR TEN

    Get PDF
    This study investigated on the types and functions of WUA, and language skills embedded in the WUA outlined in the handbook provided by MOEC 2017 edition. Qualitative research was used in this study, and the data were obtained by observation guides. This handbook applied six out of thirteen types of WUA based on Jun (2000) and Mauerova’s (2015) theory. The types that promoted were Guessing, Collecting, Searching, Roleplay, Picture, and Story. Meanwhile, the language skills embedded in the WUAs were writing, listening, reading, and speaking. Each WUA developed at least two language skills. Six functions of WUA found in this handbook were: recall previous learning and relate to the following material, attract and focus students’ attention, create a positive classroom atmosphere, motivate students to begin learning, invite students to actively participate, and create a good relationship between teacher and students. WUAs in this handbook promoted various types of activities for teachers to attract their students’ attention, and ensure that they were ready to do the learning process. The various activities which were provided for starting the lesson can reduce students' boredom, anxiety, and nervousness. It also can make them feel comfortable and have a positive learning mood. Keywords: Warming-Up, activities, English language skills, teacher’s and student’s handboo

    PESANTREN STUDENTS’ IDEAL SELVES AND MOTIVATION TO LEARN ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE

    Get PDF
    Anecdotal evidence suggests that some students from pesantren (Islamic boarding school) show a negative view on English. They seem to study English because it is an obligation and to meet the passing grade. This paper aims to find out how motivated students are to learn English, and to reveal whether their ideal selves affect their motivation in learning English. Using a theoretical framework proposed by (Dörnyei & Ushioda, 2009), and by adopting a questionnaire from previous research by (Farid & Lamb, 2020), this study seeks to find how pesantren school students’ motivation to learn English is connected to their ideal selves. Data from the questionnaire that was administered to 103 participants were analyzed using Spearman Correlation in SPSS. The results show that there is a good correlation between motivation and ideal selves. This finding is also supported by students’ responses to open-ended questions that were designed to reveal participants’ plans after graduating. This research also revealed that pesantren students’ motivation is quite low, and their ideal selves affect their motivation in learning English. Keywords: Pesantren Students;Ideal Selves;Motivatio

    PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN VISUALISASI SPASIAL SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII

    Get PDF
    Kemampuan visualisasi spasial adalah kemampuan memahami, memproses, dan berpikir dalam bentuk visualisasi. Kemudahan dalam memfasilitasi siswa pada proses pembelajaran untuk mengimajinasikan bangun ruang sisi datar yang melibatkan kemampuan spasial siswa menjadi salah satu dambaan tersendiri. Didukung berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi GeoGebra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pembelajaran matematika berbantuan aplikasi GeoGebra terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa, (2) besar pengaruh pembelajaran matematika berbantuan aplikasi GeoGebra terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental designs (Nondesign) yang berupa one group pretest - posttest desing. Pengumpulan data dilakukan melalui (1) instrumen pelaksanaan pembelajaran berupa RPP, (2) instrumen pengumpulan data berupa lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan soal pre – Test dan post – Test kemampuan visualisasi spasial siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII – 1 SMP Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan yang vi berjumlah 31 siswa sebagai kelas replikasi 1 dan siswa kelas VIII – 3 SMP Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas replikasi 2. Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh pembelajaran matematika berbantuan aplikasi GeoGebra terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa, (2) besar pengaruh pembelajaran matematika berbantuan aplikasi GeoGebra terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa di kelas replikasi 1 (VIII – 1) sebesar 77,9% dan besar pengaruh di kelas replikasi 2 (VIII – 3) sebesar 79,4%. Kata kunci : Pembelajaran Matematika Berbantuan Aplikasi GeoGebra, Kemampuan Visualisasi Spasia

    ASUHAN KEBIDANAN MULAI KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB PADA “Ny.K” DI TPMB. ASTUTI UMI UMAROH, S.Tr. Keb DESA NGUMPUL KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

    Get PDF
    Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir adalah suatu proses yang fisiologis, namun kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Proses tersebut dapat menimbulkan masalah yang dapat menyebabkan meningkatnya Angka kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Di Provinsi Jombang, AKI pada tahun 2020 berjumlah 20 orang, 4 diantaranya COVID-19 dan AKB mencapai 185 orang (Dinkes Jombang,2020). Faktor penyebab tingginya AKI adalah perdarahan, anemia, dan infeksi, diabetes, penyakit jantung. sedangkan pada bayi baru lahir adalah kelahiran prematur, infeksi berat, dan komplikasi selama kelahiran. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana dengan mengunakan manajemenkebidanan.Asuhan Continuity Of Care yang dilakukan oleh penulis dimulai dari masa ibu hamil Trimester III, bersalin, masa Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana yang berkelanjutan dengan mengunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan di TPMB Astutik umi umaroh dimulai dari tanggal 01 April 2022 sampai 10 Juni 2022. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di rumah ibu dan di TPMB dengan kunjungan hamil sebanyak 3 kali, bersalin 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 3 kali dan KB 2 kali. Hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan pada Ny. "K" saat Hamil, Bersalin, Masa Nifas, Bayi Baru Lahir, dan Keluarga Berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batasan normal, pada saat Persalinan ibu lahir secara SC dirumah sakit Pelengkap jombang dirujuk dengan indikasi kala II memanjang dan pada masa Nifas selama 6-8 minggu ibu dalam keadaan normal dan fisiologis, masa Neonatus selama 8-28 hari tidak ada komplikasi apapun dan dalam keadaan normal, pada saat KB ibu menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan Ibu dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap sehat serta mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian. Kata Kunci : Continuity of care, kehamilan, Persalianan, Nifas, Neonatus, Keluarga Berencana

    ASUHAN KEBIDANAN MULAI KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB DI PONKESDES DESA KEPLAKSARI KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG

    Get PDF
    Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir adalah suatu proses yang fisiologis. Akan tetapi terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dari proses tersebut dapat menyebabkan AKI dan AKB yang cukup tinggi. Faktor penyebab tingginya AKI yaitu karena terjadinya perdarahan, preekslamsi, dan infeksi.Pada AKB yaitu karena faktor asfiksia, BBLR, dan infeksi neonatorum. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan. Asuhan Continuity Of Care yang dilakukan oleh penulis dimulai dari ibu hamil Trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang berkelanjutan dengan menggunakan standart asuhan kebidanan. Asuhan yang diberikan mulai dari tanggal 15 Maret 2022 sampai dengan 10 Juni 2022. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di rumah ibu desa keplaksari dengan kunjungan hamil 3 kali selama kunjungan, bersalin 1 kali kunjungan, masa nifas 4 kali kunjungan, bayi baru lahir 3 kali kunjungan dan KB 2 kali kunjungan. Hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan pada Ny.M saat Hamil, Bersalin, Masa Nifas, Bayi Baru Lahir, dan Keluarga Berencana didapatkan hasil pemeriksaan dengan batas normal. Akan tetapi pada asuhan neonatus terdapat penyulit yaitu bayi dengan ikterus fisiologis. Dari hasil yang dilakukan Diharapkan ibu dapat menerapkan konseling yang telah diberikan oleh pelaksana asuhan selama asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap sehat serta mencegah adanya komplikasi hingga kematian. Kata kunci : Asuhan Kebidanan Hamil, Bersalin, Masa Nifas, dan Keluarga Berencana (KB)

    ASUHAN KEBIDANAN MULAI KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB PADA NY.”F” DI TPMB YUNI WIDARYANTI, S.Tr.Keb,Bd DESA SUMBERMULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

    Get PDF
    Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir adalah suatu proses yang fisiologis, dan setiap wanita normal pasti akan mengalaminya. Namun sebuah kehamilan dapat dikatakan normal bila tidak termasuk dalam kategori resiko tinggi, yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Baik selama hamil, saat melahirkan, atau bahkan usai melahirkan. Tujuan penelitian laporan tugas akhir ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara Continuity of Care mulai dari Kehamilan Trimester III, Bersalin, masa Nifas, Neonatus dan Keluarga Berencana pada Ny.”F” di TPMB Yuni Widaryanti, S.Tr.Keb,Bd Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Metode asuhan yang digunakan yaitu asuhan kebidanan secara Continuity of Care mulai dari Kehamilan Trimester III, Bersalin, masa Nifas, Neonatus dan Keluarga Berencana dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Menggunakan metode observasi, anamnesa, hasil pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan kebidanan langsung kepada klien, dengan asuhan yang dilakukan sebanyak 13 kali. Hasil asuhan kebidanan Continuity Of Care yang telah dilakukan pada Ny.”F” mulai dari kehamilan Trimester III tidak ada penyulit, Bersalin secara normal, masa Nifas tidak ada penyulit, Neonatus tidak ada penyulit, dan Keluarga Berencana ibu memilih menggunakan KB metode sederhana (kondom). Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara Continuity Of Care melalui studi kasus pada Ny.”F” dari hamil sampai keluarga berencana adalah pentingnya melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif sebagai deteksi dini untuk mengurangi faktor resiko yang dapat terjadi. Kata kunci: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Keluarga Berencana (KB)

    THE MYTH OF “EASY” IN CARRIER PERCEPTION OF CHILDREN WITH DIARRHEA IN THE CENTRAL ICU PICU ROOM JOMBANG REGENCY HOSPITAL

    Get PDF
    There are many myths about disease among the people that are believed to be true for generations. One of myth in children with diarrhea is a “ enteng entengi” myth. “Enteng-Entengi” is myth from java that believes that diarrhea in children is a sign of increasing growth and development skills. This myth has an impact on delays in making decisions to bring children with diarrhea to health service facilities. The purpose of this study was to understand caregivers' perceptions of the "enteng-entengi" myth in children with diarrhea in the Central ICU (PICU) RSUD Jombang Regency. This study uses a qualitative approach to the type of instrumental case study research. According to the study criteria, there were 4 participant caregivers who accompanied the care of children with diarrhea in the central ICU PICU room. The research instrument uses structured interview guide and observation method by taking notes. The data analysis technique in this study uses Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The results of this study identified three themes. (1) The caregiver's knowledge of the “Enteng-Entengi” myth: all participants know that diarrhea in children is “enteng-entengi” myth. It is a sign that the child will have progress in growth and development such as teeth growing, learning to crawl, wanting to walk and being prone. (2) Caregiver's knowledge about diarrhea : Some participants said they had never received information about how to deal with diarrhea. (3) Caregivers' belief in the “enteng-entengi” myth: all participants believe that the cause of diarrhea in their children is because they take “enteng-entengi”. This myth is obtained from parents, grandmothers and neighbors. Health education is needed with quite intense so that this "enteng-entengi" myth can be reduced so that delays in bringing children to health services do not occur

    1,047

    full texts

    3,183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unipdu Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇