3183 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM UPAYA MENANAMKAN KONSEP MODERASI BERAGAMA PADA SISWA SMK PRESTASI AL FATAH DAWARBLANDONG MOJOKERTO
Bermacam permasalahan dan konflik keagamaan yang terjadi di Indonesia didasari rasa
ingin menang dari kelompok yang lain dengan tidak dilandasi dengan sikap toleransi yang
baik. Maka dari itu sekolah yang merupakan lembaga yang bertujuan mencetak generasi
bangsa yang berkualitas dan berkarakter, perlu menyupayakan pembentukan karakter
selcara maksimal untuk meminimalisir cara pandang yang salah dalam kehidupan dan
beragama.SMK Prestasi Al Fatah Dawarblandong Mojokerto turut andil dalam
mengupayakan pembentukan karakter siswa di sekolahnya.Penelitian ini bertujuan untuk
memahami manajemen pendidikan karakter dalam upaya menanamkan konsep moderasi
beragama pada siswa di SMK Prestasi Al Fatah Dawarblandong Mojokerto. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi.
Teknik analisis meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan
karakter dalam upaya menanamkan konsep moderasi beragama pada siswa sudah relevan
dengan prinsip dasar manajemen. Perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran,
tujuan dan standar karakter siswa. Pelaksanaan dilakukan dengan mengintegrasikan tiga
kegiatan yaitu proses pembelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan. Pengawasan
dilakukan oleh pihak internal yang melibatkan semua warga sekolah dan eksternal sekolah
yang melibatkan keluarga atau orang tua dan pengawas sekolah.
Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan Karakter, Moderasi Beragam
GAMBARAN KUALITAS HIDUP KLIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DUKUH KLOPO
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh hasil tuberkel
dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik dan
tuberkulosis juga masih menjadi masalah dalam kesehatan global. Tuberkulosis di
wilayah kerja Puskesmas Dukuh Klopo dapat dikatakan kualitas hidup klien
tuberkulosis buruk, karena kondisi lingkungan tempat tinggal mereka yang terlihat
kotor dan dalam proses pengobatan pasien tuberkulosis terbilang sulit diatur
karena setiap petugas atau perawat berkunjung ke rumah pasien tuberkulosis
untuk mengingatkan agar melanjutkan pengobatan sesuai anjuran tetapi mereka
tidak menghiraukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
gambaran kualitas hidup klien Tuberkulosis di puskesmas dukuh klopo. Desain
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan
media kuisioner whoqol. Hasil penelitian ini menggambarkan kondisi kualitas
hidup dari segi kesehatan fisik tergolong baik, kesehatan psikologis tergolong
baik, dari segi hubungan sosial baik, dan dari segi hubungan dengan lingkungan
tergolong baik.
Kata Kunci: Tuberkulosis, kualitas hidup, Paru – par
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI MOJOSARI, MOJOKERTO
Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi yaitu penggunaan kontrasepsi
hormonal. Kontrasepsi hormonal yang berisiko hipertensi salah satunya KB
suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor yang
mempengaruhi hipertensi pada akseptor KB suntik. Penelitian ini merupakan
desain kuantitatif observasional analitik dengan rancangan case control dan
menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian mencakup
umur, lama penggunaan KB, jenis KB suntik, dan kenaikan berat badan. Peneliti
mengambil data sekunder rekam medis menggunakan lembar observasi dan di
analisis menggunakan chi square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan
p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap
hipertensi pada akseptor KB suntik adalah usia (p<0,05) dan lama penggunaan
KB (p0,05)
dan kenaikan berat badan (p>0,05). Dalam penelitian ini faktor yang dominan
terhadap kejadian hipertensi adalah faktor usia (p <0,05 ; OR 8,953). Penggunaan
KB hormonal pada usia lebih dari 35 tahun lebih berisiko terjadinya hipertensi.
Hendaknya pada usia 35 tahun, pengguna KB menggunakan KB non hormonal
seperti IUD.
Kata kunci: hipertensi, kontrasepsi hormonal, usia, lama penggunan KB, jenis
KB suntik, kenaikan berat bada
KOMPRES HANGAT JAHE MERAH DALAM PENATALAKSANAAN NYERI GOUT ARTHRITIS PADA LANJUT USIA (LANSIA) (STUDI KASUS DILAKSANAKAN DI DESA MAYANGAN KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG)
Gout Arthritis merupakan manifestasi dari metabolisme zat purin yang
terbentuk seperti, Kristal – kristal yang menyerang persendian – persendian
tubuh. Gout Artritis umumnya menyerang sendi jari tangan, tumit, jari kaki,
siku, lutut, dan pergelangan tangan jika kadar gout artritis dalam darah
berlebihan maka dapat menjadi indikator adanya suatu penyakit. Penumpukan
gout arthritis biasanya terjadi jika kadar gout arthritis mencapai 9 - 10mg/dl.
Kristal gout arthritis dapat menimbulkan peradangan, pembengkakan,
kemerahan, dan rasa nyeri.
Tujuan penelitian ini yaitu memberikan kompres hangat jahe merah dalam
penatalaksanaan nyeri gout arthritis pada lanjut usia (lansia) (di Desa
Mayangan Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.
Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 2 klien dengan Gout
Arthritis dengan masalah keperawatan prioritas nyeri yang bertempat di desa
Mayangan.
Hasil penelitian dari kedua klien gout arthritis dengan masalah
keperawatan prioritas nyeri kronis, dengan menajemen nyeri intervensi utama
yang dilakukan adalah memberikan kompres hangat jahe merah yang
dikompres pada bagian yang mengalami nyeri selama 10-15 menit, kemudian
diulangi 3 kali/sehari hingga mengalami penurunan skala nyeri. Didapatkan
kedua klien mengalami penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 2.
Pemberian kompres hangat jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri
pada pasien gout arthritis, dikarenakan terdapat jahe merah yang mengandung
Olerasin atau Zingerol yang dapat menghambat sistesis prostaglandin,
sehingga nyeri reda atau radang berkurang. Prostaglandin itu sendiri adalah
suatu senyawa dalam tubuh yang merupakan mediator nyeri dari radang atau
inflamasi.
Kata kunci : Kompres Hangat Jahe Merah, Gout Arthritis
HUBUNGAN FAKTOR PENGALAMAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KESIAPAN IBU HAMIL DALAM PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
Kesiapan ibu dalam perawatan bayi baru lahir merupakan kondisi dalam
menanggapi dan mempraktekkan suatu kegiatan perawatan yang mana sikap
tersebut memuat fisik, mental, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki dan
dipersiapkan selama melakukan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan faktor pengalaman dan dukungan suami dengan kesiapan
ibu hamil dalam merawat bayi baru lahir. Jenis penelitian ini adalah kuanatitatif
menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional,
Populasi 30 dengan besar sampel 23 responden dengan teknik simple random
sampling. Pengalaman dan dukungan suami sebagai variabel indipendent dan
kesiapan ibu hamil sebagai variabel dependent. Uji statistik dengan Fisher Exact
Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa ρ=0,000 (ρ < 0, 05) yang berarti ada
hubungan antara pengalaman dengan kesiapan ibu hamil terhadap perawatan bayi
baru lahir. Sedangkan faktor dukungan suami menunjukkan bahwa ρ=0,007 (ρ
<0,05) yang berarti ada hubungan dukungan suami dengan kesiapan ibu hamil
terhadap perawatan bayi baru lahir. Dalam penelitian ini kesiapan ibu dalam
melakukan perawatan bayi salah satunya faktor pengalam dan dukungan suami.
Ibu dapat melakukan perawatan bayi baru lahir dengan baik dan lebih siap karena
adanya dukungan suami dari ornga terdekat.
Kata Kunci: dukungan suami, kesiapan, pengalaman, perawatan bayi baru lahi
PENGARUH PEMBERIAN POLIHERBAL TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE PADA TIKUS YANG DIBERI OBAT ANTI TUBERKULOSIS
Obat anti tuberkulosis berpotensi menurunkan kadar SOD apabila melebihi dosis yang
ditentukan atau putus pengobatan. Antioksidan eksogen dapat membantu melindungi
hepar akibat toksik obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian poliherbal terhadap kadar SOD pada tikus yang diberi OAT. Jenis
penelitian ini ialah True Eksperimental dengan pendekatan post-test only control
group. Populasinya 30 ekor tikus yang mendapat perlakuan dilaboratorium FAAL
FKUB Malang, Jawa Timur. Sampel yang digunakan 25 ekor tikus putih (Wistar Rat
jantan) diambil dengan metode Random Sampling. Variabel independennya ekstrak
poliherbal kelor, teh hijau, temulawak dan secang dengan dosis (Kelor;200mg/kg,
400mg/kg, 600mg/kg, Teh hijau; 200mg/kg, 400mg/kg, 600mg/kg, Temulawak;
100mg/kg, 200mg/kg, 300mg/kg, Secang; 50mg/kg, 100mg/kg,150mg/kg) yang
diberikan melalui sonde oral selama 28 hari. Variabel dependen merupakan kadar SOD
yang diperiksa dengan kolorimetrik. Uji Hipotesis menggunakan uji Statistik One Way
Anova dan Post Hoc Test dengan tingkat kemaknaan p-value ≤ 0,05. Pemberian
ekstrak poliherbal dengan dosis yang digunakan pada penelitian ini efektif
meningkatkan kadar SOD dengan tingkat kemaknaan p-value 0,00 < 0,05. Ada
pengaruh pemberian ekstrak poliherbal terhadap kadar SOD pada tikus yang diberi
OAT. Semua dosis yang digunakan pada penelitian ini berpengaruh meningkatkan
kadar SOD. Namun, pada kelompok perlakuan kedua dengan dosis Kelor 400mg/kg,
Teh hijau 400mg/kg, Temulawak 200mg/kg dan Secang 100mg/kg efektif
meningkatkan kadar SOD. Dosis yang digunakan pada penelitian ini dapat
direkomendasikan untuk penderita TB guna meningkatkan kadar SOD.
Kata kunci: Hepatoprotektif, Herbal, ROS, SOD, Tuberkulosi
Teachers’ Non-Verbal Communication in Teaching English to Young Learners
The ability to communicate nonverbally is a skill that prospective teachers must master. This current study was to explore the the usage of non-verbal communication by teachers in the highly popular YouTube video titled "How to teach Kids | from a Prague kindergarten, part 2 | English for Children. Based on the non-verbal communication classification by Marcinowicz et al. (2010), which includes Eye contact, Facial expressions, Touch, Interpersonal distance, Gesture, Posture, Tone of voice, and Dress, this study adopts a qualitative approach to analyze the teacher's communication strategies. The results showed that, overall, using nonverbal communication strategies such as eye contact, facial expressions, gestures, tone of voice, and dress by the teachers in the video can enhance the quality of learning and build a good relationship between teachers and students. These strategies can create a fun learning atmosphere, motivate students, and strengthen their understanding of the learning material
STUDENTS’ MOTIVATION IN LEARNING ENGLISH AND THEIR WILLINGNESS TO COMMUNICATE
This study primarily investigates students' learning
motivations and examine their willingness to communicate in
English at schools X, Y, and Z used quantitative method. In
this study a sample size of 148 students from three different
schools were involved, ensuring a diverse representation. The
data gathered using a questionnaire were analysed statistically
using SPSS. The findings of the research indicate that students'
motivation to learn English was moderate, based on the
students‘ responses to the Likert scale questionnaire.
Furthermore, the Spearman rank correlation test reveals a
strong correlation between students' motivation and their
willingness to communicate, ranging from 0.51 to 0.75. In
other words, students' motivation plays a substantial role in
shaping their willingness to communicate effectively in the
English language. Understanding students' learning motivation
and its influence on willingness to communicate has practical
implications for language teachers, curriculum developers and
policy makers. By considering and addressing student
motivation in English language teaching, stakeholders can
create an environment that leading to improved language
learning outcomes. By doing so, Regulation No. 5 Article 9
paragraph 3c of 2022, which outlines the competency
xvi
standards expected of graduates in Indonesia can be realized.
Keywords : Students’ Motivation, Willingness to Communicate
and Speaking Skill
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF BERBANTUAN PEAR DECK PADA MATERI SPLDV UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF PADA SISWA
Kemampuan untuk berpikir kreatif dalam konteks
matematika mengacu pada kemampuan untuk menghasilkan
gagasan-gagasan inovatif dalam bidang matematika. Namun,
karena matematika sering dianggap sebagai subjek yang
kompleks, banyak siswa cenderung memiliki keterbatasan
dalam berpikir kreatif ketika dihadapkan pada permasalahan
matematika. Faktanya, sebagian besar siswa cenderung
mengandalkan rumus-rumus yang diajarkan oleh guru saat
menjawab soal matematika, yang dapat menghambat
kemampuan mereka untuk berpikir kreatif. Penelitian ini adalah
jenis penelitian pengembangan yang bertujuan untuk (1)
mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran
powerpoint interaktif berbantuan pear deck pada materi SPLDV
untuk meningkatkan berpikir kreatif pada siswa yang valid,
praktis, dan efektif (2) menghasilkan Pengembangan media
pembelajaran powerpoint interaktif berbantuan pear deck pada
materi SPLDV untuk meningkatkan berpikir kreatif pada siswa
yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangan ini
menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE
merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development,
Implementation, and Evaluations yang melalui lima tahapan
yaitu : (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4)
implementasi, dan (5) evaluasi. Pengembangan media
pembelajaran powerpoint interaktif berbantuan pear deck pada
materi SPLDV untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kreatif siswa ini telah melibatkan dua tahap uji coba, yaitu uji
coba terbatas di MTs Darul Hikmah Beji Jogoroto Jombang,
vii
yang melibatkan 9 siswa kelas VIII, sedangkan tahap kedua
adalah uji coba lapangan yang melibatkan 24 siswa kelas VIII.
Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi media
pembelajaran, lembar angket respon siswa, lembar angket
respon guru, soal pretes dan soal postes.
Secara keseluruhan, temuan hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint interaktif
berbantuan pear deck pada materi SPLDV mampu
meningkatkan berpikir kreatif pada siswa, hal ini terbukti telah
memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi
menunjukkan bahwa produk ini dianggap valid oleh validator
sebesar 78,3%. Hasil keefektifan media pembelajaran ini yang
dilihat dari perbandingan skor pretes dan postes siswa yaitu
sebesar 0,39 (
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR DI SMPN 2 BANGIL
Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi
seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran
Example Non Example pada pemahaman konsep matematis
siswa dalam materi bangun datar di SMPN 2 Bangil. Penelitian
ini dilakukan karena terdapat permasalahan rendahnya daya
serap dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika, serta
kesusahan siswa dalam menuntaskan soal matematika. Model
pembelajaran Example Non Example dipilih sebagai model
yang relevan untuk meningkatkan pemahaman konsep karena
model ini menggunakan contoh-contoh dan media gambar
sebagai sarana pembelajaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi
eksperimen dengan menggunakan soal Pre-test dan Post-test.
Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen
yang menerapkan model pembelajaran Example Non Example
dan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran
konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah tes pemahaman konsep matematis. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji mann-whitney untuk
vi
membandingkan skor N-Gain antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Ditambah juga penggunaan angket respon
siswa sebagai instrumen tambahan untuk dapat mengetahui
umpan balik dari sudut pandang siswa mengenai penerapan
model pembelajaran Example Non Example.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model
pembelajaran Example Non Example memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Siswa
yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Example Non Example menunjukkan
peningkatan yang lebih baik dalam pemahaman konsep
matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini dapat menjadi
acuan bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang
efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis
siswa.
Kata kunci: Modell pelmbellajaran Example l l Non Example l l,
Pemahaman konse l p mate l lmatis, Bangun datar