3183 research outputs found
Sort by
Antioxidant and antibacterial activities of rhizomes extracts
Curcuma aeruginosa Curcuma zedoaria, recognized as Temu Hitam and Temu Putih, is widely used as traditional herbal in Indonesia. Many biological activities and secondary metabolites of C. aeruginosa C. zedoaria had been reported. This research was aimed at the antioxidant and antibacterial activities of C. aeruginosa C. zedoaria rhizomes extracts using ethanol activities by using 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH) method. The ethanol extract of C. aeruginosa presented antioxidant activity with IC50 of 0,67 ppm compared to gallic acid as a standard. Meanwhile, the antibacterial activity has been determined by using colorimetric resazurin microtiter assay (REMA) method. The C. zedoaria extract showed the highest antibacterial activity against B. subtilis, S. aureus, P. acnes, P. aeruginosa and S. typhi with MIC of mg/mL, respectively compared to ampicillin as a standard. Furthermore, the extracts have been assayed their antibacterial activities against both gram-positive and negative bacteria. This research showed that Curcuma aeruginosa and Curcuma zedoaria rhizomes extracts have potency as antioxidant.
Topics
Chemical compounds, Free radicals, Bacteria, Antibiotics, Bioactivit
TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DENGAN KELULUSAN OSCE
Pendahuluan: Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi dalam kehidupan, namun kecemasan dapat menjadi abnormal apabila respons terhadap stimulus berlebihan. Pada mahasiswa, kecemasan berpengaruh terhadap proses pendidikan. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu bagian dari ujian komprehensif yang menguji keterampilan mahasiswa yang akan memasuki praktik klinik. Ujian ini hampir sama dengan ujian praktikum laboratorium, tetapi materi ujian lebih banyak dan pengaturan ujian juga berbeda sehingga situasi tersebut menimbulkan kecemasan pada mahasiswa menjelang OSCE. Tujuan: mengetahui hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa D3 Keperawatan FIK Unipdu Jombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 31 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) selanjutnya dianalisis melalui uji korelasi Spearmen Rank. Hasil: Didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,253 dan nilai signifikansi p<0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa prosdi D3 Keperawatan
The Relationship Between Self Confidence and Compliance Medication in Pulmonary Tuberculosis Patients
Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Long treatment times cause sufferers to often be threatened with dropping out of treatment and feeling less productive because they suffer from pulmonary TB which will result in individuals having a low level of self-confidence within themselves. The aim of this research is to determine the relationship between self-confidence and adherence to taking medication in pulmonary TB sufferers at the Mojowarno Jombang Community Health Center. The method used in this research is Observational Analytical, with a Cross-Sectional approach. Amount 27 rospondents obtain using purposive sampling. The independent variable is self-confidence and the dependent variable is compliance with taking tuberculosis medication. The instruments used in this research were the TBSES-21 (Tuberculosis Self-Efficacy Scale) questionnaire and MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) compliance with chi square test data analysis. The results of this study showed that the majority of respondents had moderate confidence and were compliant in taking tuberculosis medication. After testing the research results, there was a relationship between belief and compliance with taking tuberculosis medication. Increase knowledge and foster motivation to carry out treatment as recommended by Health officials.
Keywords: Compliance, Self-confidence, Tuberculosi
PENGARUH PEER EDUCATION METHODS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SANTRI PUTRA ASRAMA IBNU SIENA PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM JOMBANG
Personal hygiene adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seseorang,
baik fisik maupun psikis, kebersihan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang
sangat penting dan harus diperhatikan agar terhindar dari berbagai jenis penyakit.
Pengetahuan yang kurang tentang perilaku personal hygiene dapat menimbulkan
dampak yang negatif terhadap remaja santri yang hidup dan tinggal bersama di
pesantren. Peer education adalah metode pedidikan kesehatan remaja sebaya yang
efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan remaja. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer education methods terhadap
peningkatan pengetahuan tentang perilaku personal hygiene pada santri. Penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment pre-test -
post-test control group design dengan pengambilan teknik sampling proportional
random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis uji statistik
menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney dengan tingkat kemaknaan (p
value < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum dan
sesudah diberikan intervensi adalah 0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh peer
education terhadap peningkatan perilaku personal hygene pada santri, dan pada
hasil ini menunjukkan perubahan terhadap peningkatan pengetahuan yang
signifikan dengan hasil 0,001 (p<0,05), dan peer education memiliki pengaruh 5,5
kali lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan perilaku personal hygiene pada
santri. Hasil diatas menunjukkan bahwa dengan metode peer education santri dapat
berdiskusi dengan rasa nyaman, aman dan dapat berpikir secara terbuka, karena
yang menjadi fasilitator yaitu trman sebayanya, sehingga santri memahami perilaku
persnal hygiene dengan baik, peer education diterapkan secara terus menerus maka
metode peer education secara signifikan dapat meningkatan pengetahuan tentang
perilaku personal hygiene pada remaja santri.
Kata Kunci : peer education, pengetahuan, personal hygien
UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN DENGAN AMALAN OLEH K.H. AHMAD MASDUQI ABDURRAHMAN (Studi Kasus Jama’ah Majlis Ta’lim Tafsir Al Ibriz Di Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an Desa Perak Kecamatan Perak Kabupaten Jombang)
Menjaga hubungan keharmonisan adalah kewajiban bagi setiap pasangan
dengan pengupayaan yang berbeda-beda oleh setiap pasangan. Ikatan
pernikahan yang suci harus dijaga kuat oleh setiap pasangan hingga maut yang
memisahkan dengan berlandaskan pada nilai dan moral kemanusiaan. Dalam
Masyarakat Islam khususnya pesantren banyak pihak yang meyakini dan mencari
solusi kepada tokoh / pemuka agama (kiai) untuk dapat diminta pendapat, saran
atau nasihat terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan
langsung dari lapangan, yakni mengumpulkan data dengan metode wawancara
secara tatap muka dengan narasumber dan juga informan yang mengalaminya.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam upaya pencegahan perceraian oleh
K.H. Ahmad Masduqi Abdurohman mempunyai metode dalam sesuai tingkatan
permasalahan.
Kata Kunci : Pencegahan, Cerai, Kia
Pengembangan Media Ular Tangga Multifungsi (ULTRASI) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatunasyiin II Paculgowang
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengukur keefektivitasan media ular tangga
multifungsi (ULTRASI) dalam meningkatkan minat belajar matematika kelas IV.
Metode dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan melakukan
pengembangan media dan uji validitas pada para ahli. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh peneliti secara keseluruhan, menghasilkan respon sebesar 89,4%
menandakan bahwa media Ular Tangga Multifungsi sangat baik dalam konteks
pendidikan dan memiliki dampak positif yang signifikan. Skor ini menunjukkan
bahwa media ini adalah alat yang berhasil dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Media Ular Tangga Multifungsi adalah alat pembelajaran interaktif
yang menggabungkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan
pemahaman siswa MI. Dirancang untuk memenuhi karakteristik siswa yang aktif
dan suka belajar berkelompok, media ini mencakup papan permainan berukuran
2,5m x 2,5m, boneka dadu, dan buku panduan bagi pengajar. Validasi menunjukkan
skor rata-rata 4,75. Dalam uji coba, media ini terbukti efektif merangsang aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, meningkatkan motivasi dan pemahaman
materi secara menyenangkan.
Kata Kunci: media pembelajaram, Ular Tangga Multifungsi, minat belajar sisw
PENGARUH PENERAPAN TA’ZIR TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN SANTRI PUTRI ASRAMA III NUSANTARA PONDOK PESANTREN DARUL‘ULUM PETERONGAN JOMBANG
Di asrama putri III Nusantara terlihat penerapan ta’zir untuk tindakan pendisiplinan
santri sudah dilaksanakan namun belum efektif, hal ini dibuktikan dengan banyaknya
santri yang masih melakukan pelanggaran aturan asrama dan dikenakan ta’zir. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan ta’zir terhadap disiplin
santri asrama putri III Nusantara Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan metode pengumpulan data
observasi, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, pada variabel
penerapan ta’zir terdapat hasil perhitungan persentase sebesar 79%, Sedangkan pada
variabel kedisiplinan santri terdapat hasil perhitungan prosentase sebesar 89%. Adapun
hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikansi
antara Penerapan Ta’zir terhadap Kedisiplinan Santri di Asrama Putri III Nusantara
Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Peterongan Jombang. Hal ini terbukti berdasarkan hasil
uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai sig. (p-value) sebesar 0,006 < 0,05.
Karena sig. (p-value) < 0,05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan Ho ditolak.
Kata Kunci: Ta’zir, Kedisiplinan, Santr
ANXIETY IN LEARNING ENGLISH EXPERIENCED BY 10th -GRADE STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH BALONGREJO SUMOBITO SCHOOL
The anxiety of the students forms a high barrier to English language
learning as a second language, thus reducing participation and causing poor
performance. It can be observed in various forms, from fear of making mistakes to
compulsion to perform. Therefore, it becomes very important to understand these
anxieties to develop supportive educational strategies. This present study is
motivated by experiences at MA Balongrejo, conducted with the aim of
discovering certain types of anxiety in learning English that must be reduced in
order to make students reduce their anxiety and acquire language more
effectively. Accordingly, this thesis seeks to identify the types and forms of
anxiety experienced by students during the learning process of the English
language. This quantitative descriptive research was conducted to explore and
classify students' anxiety while learning the English language. Quantitative
descriptive research summarizes clear events and is, therefore, appropriate for
explaining phenomena. The types and forms of anxiety felt by the students were
identified and grouped based on the answers to the questionnaires. The results of
the questionnaire analysis of MA Balongrejo's 10th-grade students show
considerable anxiety when speaking and learning English. The main points
brought out include 85.7% feeling nervous speaking English, 100% fearing
misunderstandings, and 78% worrying about academic results. The pressure of
performing well, the fear of making errors, and anxiety about assessment
components significantly affect their confidence and focus. In addition to that,
69% of students reported concentration difficulties during exams, and 56% were
feeling stressed at the time of exam preparation. Vocabulary and speed difficulty
exacerbate the problem of anxiety to understand native speakers; it was noted that
56% of students face such a problem. The necessity of treating students with full
support in eliminating the anxiety in the learning process of English is proven by these results. The data collected from the students of MA Balongrejo grade 10
students showed that a high percentage of the students experience communication
anxiety in English because they manifest communicative activities with 85.7% of
nervousness, 64.3% of concern with the mistakes, and 100% of fear of
misunderstandings. For this purpose, schools should be devoted to conducting
skill-enhancing programs, training school teachers in using supportive methods,
creating a non-assessed atmosphere in schools during learning, and offering
psychological support to students. This will also be furthered by use of technology
and more flexible assessments. The rewarding of improvement and participation
will further reduce anxiety and boost the confidence of students in English
communication.
Keywords : Anxiety, Types of Anxiety, Forms of Anxiet
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN TRIMESTER III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB PADA NY. ”A” DI TPMB SITI ROFIATUN SST DESA SAMBERIJO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG
Sebagian besar wanita dalam hidupnya menjalani rangkaian proses
fisiologis mulai kehamilan, persalinan dan nifas. diperlukan suatu tindakan
pencegahan agar proses fisiologis tidak menjadi patologis.
Metode yang digunakan adalah asuhan kebidanan secara berkelanjutan
salah satunya adalah asuhan berkelanjutan (Continuity of Care) mulai kehamilan
trimester III, bersalin, nifas, neonatus dan Keluarga Berencana (KB) sesuai standar
asuhan kebidanan yang bertujuan sebagai upaya untuk Membantu memantau dan
mendeteksi adanya kemungkinan timbul komplikasi mengetahui hasil penerapan
asuhan kebidanan yang menerima asuhan kebidanan secara komprhensif dan
berkasinambungan dari kehamilan Trimester III, persalinan, nifas dan KB ,Studi
kasus dilaksanakan di TPMB Siti Rofiatun., SST. pada Ny. “A” sebanyak 13 kali.
Asuhan yang diberikan di TPMB Siti Rofiatun SST mulai dari tanggal 18
januari 2024 sampai 15-05-2024 Ny. “A” yaitu pada masa hamil trimester III
adalah normal dengan melakukan kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan
normal 60 langkah berjalan dengan normal, nifas berjalan sampai minggu ke-6
dengan normal berlangsung secara fisiologis, asuhan neonatus dari pertumbuhan
dan perkembangan bayi sampai usia ≤28 hari dengan normal dan KB 2x ibu
menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan.
Setelah melakukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa asuhan kebidanan mulai kehamilan trimester III,
persalinan ibu lahir secara spontan di PMB siti Rofiatun SST, sampai dengan nifas
selama 6-8 mg ibu dalam batas normal dan fisiologis, neonatus selama <28 hari
tidak ada komplikasi apapun dan KB ibu memutuskan memakai KB suntik 3 Bulan
berlangsung normal dan sesuai dengan teori dan diharapkan ibu dapat menerapkan
koseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan Kebidanan sehingga ibu
dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi
Kata kunci : kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, K
KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA 2-60 BULAN DILIHAT DARI TES DAYA DENGAR ( DI DAY CARE TPA SAHABAT BUNDA KEBOAN NGUSIKAN JOMBANG )
Kemampuan bicara merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak,
yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemampuan mendengar. Tes daya dengar
digunakan untuk mengukur sejauh mana anak mampu mendeteksi dan mengenali suara, yang
kemudian berkontribusi pada perkembangan bicara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kemampuan bicara anak dengan hasil tes daya dengar Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian Deskriptif Observasional. Subjek
penelitian terdiri dari 30 anak usia 2-60 Bulan. yang berpartisipasi dalam tes daya dengar dan
penilaian kemampuan bicara. Data dianalisis dengan memberikan presentase untuk menentukan
variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ekspresif (10%), Kemampuan
reseptif (10%), Kemampuan visual (10%), dan hasil tes daya dengar dengan kemampuan bicara
anak (23,4%). Anak-anak dengan hasil tes daya dengar yang sebagian kecil cenderung memiliki
menyimpang dalam kemampuan bicara. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan
mendengar yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan kemampuan
bicara anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kemampuan mendengar
dapat berkontribusi pada perkembangan kemampuan bicara anak. Penelitian lebih lanjut
disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi daya dengar dan
kemampuan bicara anak.
Kata Kunci : Anak, Kemampuan Bicara, Tes Daya Denga