Andalas University

Andalas University Repository
Not a member yet
    532 research outputs found

    DAMPAK EKONOMIS CALVING INTERVAL PADA USAHA PETERNAKAN SAPI BALI (Studi Kasus Kelompok Tani Ternak Sakinah Sapi Bali Di Kecamatan Linggo Sari Baganti Di Kabupaten Pesisir Selatan)

    Get PDF
    i Dampak Ekonomis Calving Interval Pada Usaha Peternakan Sapi Bali (Studi Kasus Kelompok Tani Ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan) JEKI RINALDO, dibawah bimbingan Dr,Ir,Hj, Dwi Yuzaria,SE dan Mohammad Ikhsan Rias, SE,M.Si Bagian Pembangunan dan Bisnis Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, 2014 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan dari 23 Desember 2013 sampai dengan 22 Januari 2014. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik dan dampak ekonomis Calving Interval (CI) pada usaha peternakan sapi bali pada kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Responden pada penelitian ini adalah 20 peternak pada kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Variabel yang diamati yaitu karakteristik dan dampak ekonomis calving interval. Berdasarkan karakteristik peternak pada kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti peternak berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, pengalaman beternak lebih dari 5 tahun dengan pekerjaan utama adalah sebagai petani. Angka rata-rata calving interval (CI) pembibitan sapi bali yang didapatkan pada kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti adalah sebesar 1,33 tahun yang mennjukkan bahwa terjadi kelebihan 4 bulan masa calving interval (CI) yang seharusnya 1 tahun. Pendapatan kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti sebelum dikurang kelebihan biaya calving interval (CI) adalah sebesar Rp 74.255.703,30/Tahun, biaya untuk 4 bulan kelebihan calving interval (CI) adalah sebesar Rp 67.495.773,90/tahun. Pendapatan kelompok tani ternak Sakinah di Kecamatan Linggo Sari Baganti setelah di kurang biaya calving interval (CI) adalah sebesar Rp 6.759.929,40/Tahun, dengan demikian menunjukkan bahwa semakin lama calving interval (CI) maka semakin besar biaya yang di keluarkan oleh peternak untuk membiayai usaha peternakan tersebut dan semakin rendah pula keuntungan yang di peroleh peternak. Kata Kunci : Dampak Ekonomi, Calving Interval, Sapi Bal

    HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUTUSAN MEMILIH BEROBAT DI POLIKLINIK AMBUN PAGI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012

    Get PDF
    Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Dalam dunia rumah sakit, terdapat 5 elemen bauran pemasaran yang dikenal dengan istilah 5P, yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi), dan People (Orang). RSUP DR. M. Djamil Padang telah melakukan kegiatan pemasaran. Namun, selama tahun 2009 sampai tahun 2011 terjadi ketidakstabilan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Poliklinik Ambun Pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan keputusan memilih berobat di Poliklinik Ambun Pagi RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari sampai September 2012 dengan jumlah populasi infinite dan besarnya sampel 108 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara Systematic Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 52,80% responden menyatakan produk baik, 54,63% responden menyatakan harga terjangkau, 52,78% responden menyatakan tempat baik, 57,41% responden menyatakan promosi baik, dan 55,56% responden menyatakan orang baik. Sementara itu, 61,11% responden memutuskan memilih berobat ke RS. Terdapat hubungan yang signifikan antara produk, tempat, dan promosi dengan keputusan memilih berobat (nilai p0,05). Dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan pasien untuk berobat ke RS, pihak RS harus lebih terbuka lagi dalam menanggapi keluhan pasien dan meningkatkan kondisi lingkungan internal RS demi keselamatan pasiennya. Untuk menciptakan image RS yang baik di mata masyarakat, perlu adanya komunikasi yang lancar dengan masyarakat dan perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas karyawan dan petugas medis RS. Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Keputusan Memilih Beroba

    STRATEGI PEMASARAN KOPI BUBUK CAP TIGA SENDOK DI KOTA PADANG

    Get PDF
    STRATEGI PEMASARAN KOPI BUBUK CAP TIGA SENDOK DI KOTA PADANG ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2012. Jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study) dengan pengumpulan data primer diperoleh dari pimpinan usaha dan data sekunder diperoleh dari Disperindagtamben Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran kopi bubuk Cap Tiga Sendok dan merumuskan strategi pemasaran usaha kopi bubuk Cap Tiga Sendok untuk meningkatkan volume penjualan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemasaran kopi bubuk Cap Tiga Sendok, yaitu: rasa kopi enak, produk kopi bubuk memiliki izin, namun belum memiliki label halal, mutu produk baik, adanya potongan harga, namun lebih rendah dari pesaing, distribusi produk lancar, namun kurang diketahui oleh konsumen akhir karena lokasi usaha tidak strategis, peralatan masih sederhana, bentuk kemasan plastik sama dengan pesaing dan kemasan kertas membuat produk tidak tahan lama. Faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu: adanya pasar potensial yang belum dimasuki, adanya lembaga penyedia modal pinjaman bagi UKM, trend kebiasaan meminum kopi di masyarakat, adanya teknologi baru yang bisa dimanfaatkan. Terdapat tujuh alternatif strategi berdasarkan matrik SWOT yang dapat digunakan untuk meningkatkan volume penjualan kopi bubuk, yaitu: menambah jenis ukuran kemasan, melengkapi atribut kemasan, mempertahankan dan meningkatkan mutu produk, pemberian potongan harga, menambah pangsa pasar di pasar saat ini, melakukan promosi, mengajukan pinjaman dana pada lembaga keuangan. Untuk itu, strategi yang bisa diterapkan diharapkan segera bisa direalisasikan demi meningkatkan volume penjualan kopi bubuk Cap Tiga Sendok. Kata kunci: faktor internal dan eksternal, strategi MARKETING STRATEGY OF COFFEE POWDER 3 SENDOK IN PADANG CITY ABSTRACT The research was conducted from June-July 2012 using a descriptive method. Data were collected from primary and secondary sources. Primary data were obtained from business leader and the secondary data were obtained from government institution in Padang. This study aimed to describe internal and external factors that influence the marketing of coffee powder 3 sendok and to formulate marketing strategies in order to increase sales volume. The results showed that internal factors that influence marketing of coffee powder 3 sendok are the coffee taste is good; the coffee have a permit; but do not have a halal label yet, the quality of the product is good; the discounted price is lower than competitors; business location is not in strategic location, the equipment is simple, paper packaging makes the product is not durable. The external factors are; potential market has not been entered, financial support for small business, life style in drink coffee and a new technology that can be used. There are seven alternative strategies based on SWOT matrix that can be used to increase coffee sales. They are increasing the type size of product packaging, completing packaging attributes, maintaining and improving the quality of the product, giving discounts, increasing market share, promoting the product and applying for a loan to financial institutions. It is suggested that the strategis can be implemented by the enterprice to increase sales volume. Keyword: Internal and external factor, strateg

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG BABUNGO KABUPATEN SOLOK TAHUN 2012

    Get PDF
    Di Sumatera Barat tahun 2007 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mencapai 82,87 % dan tahun 2010 menjadi 92,69%. Di Kabupaten Solok tahun 2007 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 75,11 % dan tahun 2010 menjadi 90,78%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, dilaporkan 11 orang kematian maternal (0.17 %). Dari 18 Puskesmas di Kabupaten Solok, Puskesmas Talang Babungo memiliki cakupan K4 dan persalinan oleh tenaga kesehatan terendah. Pada tahun 2010 cakupan K4 sebesar 44,02 % sedangkan targetnya 95 %. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan hanya sebesar 61,85 % sedangkan targetnya 90 %. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan oleh Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok Tahun 2012. Desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini meliputi seluruh ibu bersalin dalam kurun waktu satu tahun (Januari-Desember 2011) yang berjumlah 289 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling. Besar sampel didapat 73 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari empat variabel yang diteliti terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan yaitu : 1) tingkat pengetahuan (p= 0,022), 2). sikap (p= 0,009), 3). budaya (p=0,00. Sedangkan variabel akses ke pelayanan kesehatan tidak berpengaruh (p= 0,459). Disimpulkan masih ada persalinan dengan dukun bayi, pengetahuan rendah, sikap negatif dan masih ada budaya negatif. Diharapkan kepada Kepala Puskesmas Talang Babungo Kabupaten Solok melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Solok untuk menjalankan Memorandum of Understanding (MoU) tertanggal 27 November 2011 tentang kemitran bidan dengan dukun untuk meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan

    Bahan Ajar Machdawati

    No full text

    Pola Adaptasi Orang Rimba di Pemukiman Baru Melalui Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (Studi Kasus: Taman Nasional Bukit Duabelas, Air Hitam, Sorolangun, Jambi

    Get PDF
    ABSTRAK Departemen Sosial RI telah menyelenggarakan program pemberdayaan terhadap KAT (Komunitas Adat Terpencil) atau yang lebih dikenal dengan PKAT (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) yang secara nasional dituangkan dalalm suatu Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 1999 tentang pembinaan kesejahteraan sosial Komunitas Adat Terpencil. Orang Rimba yang hidup tersebar di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi merupakan salahsatu dari KAT (Komunitas Adat Terpencil). Pihak pemerintah membangun pemukiman Orang Rimba melalui program PKAT, pemerintah menggangap bahwa dengan cara mengeluarkan Orang Rimba dari hutan dan memukimkan Orang Rimba serta mengajarkan Orang Rimba pertanian menetap dan memilih salah satu agama besar yang diakui Negara Indonesia akan membuat mereka menjadi sejahtera, akan tetapi Orang Rimba tidak dipandang berdasarkan kebudayaan. Pemukiman yang di bangun pemerintah bersebelahan dengan pemukiman orang transmigran sehingga Orang Rimba harus melakukan adaptasi terhadap lingkungan baru dan terhadap perubahan-perubahan yang mungkin sangat tabu bagi Orang Rimba. Sementara peneliti berusaha mengkaji bagaimana kondisi kehidupan Orang Rimba setelah tinggal di pemukiman PKAT dan bagaimana pola Orang Rimba beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang baru di pemukiman PKAT. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang bagaimana kondisi kehidupan Orang Rimba yang telah tinggal menetap di pemukiman PKAT, dan dapat diketahui bagaimana pola adaptasi Orang Rimba terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal yang baru di pemukiman PKAT. Orang Rimba melakukan adaptasi terhadap lingkungan baru, dahulunya Orang Rimba tinggal di dalam hutan dengan kearifan lokal yang mereka miliki dan kini setelah mereka keluar dari hutan dan tinggal di pemukiman membut mereka harus melakukan penyesuaian sehingga mereka dapat diterima dengan baik oleh lingkungan. Orang Rimba beradaptasi di pemukiman PKAT melalui Mata pencaharian, agama dan bahasa, sehingga Orang Rimba dapat berbaur dan diterima oleh masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini berupa gambaran tentang pola adaptasi Orang Rimba di pemukiman PKAT, melalui membandingkan kondisi kehidupan Orang Rimba dahulu ketika masih di dalam hutan dengan kondisi kehidupan Orang Rimba setelah di pemukiman PKAT, sehingga tampak pola adaptasi Orang Rimba di pemukiman PKAT. Orang Rimba beradaptasi melalui mata pencaharian, Orang Rimba ketika masih di dalam hutan menggantungkan hidupnya kepada hutan dan kini setelah tinggal di pemukiman PKAT, mereka sudah bekerja sebagai buruh lepas di perkebunan sawit, berladang karet dan sawit serta mereka juga ada yang bekerja sebagai buruh sawit dan karet milik orang dusun maupun orang transmigran. Orang Rimba juga beradaptasi melalui agama, setelah Orang Rimba tinggal di pemukiman PKAT mereka harus memilih salah satu agama besar yang diakui Negara Indonesia dan mayoritas mereka memilih agama Islam dan Kristen Katolik. Setelah memeluk agama mereka benar-benar meninggalkan sistem kepercayaan yang lama dan menjalankan ajaran agama yang mereka peluk. Orang Rimba beradaptasi melalui bahasa, Orang Rimba ketika masih di dalam hutan mereka menggunakan bahasa rimba sebagai bahasa sehari-hari, kini setelah tinggal di pemukiman PKAT mereka menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan orang dusun maupun orang transmigran, namun mereka masih tetap menggunakan bahasa rimba sebagai bahasa sehari-hari. Melalui adaptasi yang dilakukan oleh Orang Rimba sehingga Orang Rimba dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar. Pemerintah seharusnya memberikan lahan usaha Orang Rimba dan memberikan pendamping agar Orang Rimba tidak gagap akan perubahan terhadap lingkungan baru dan terhadap perubahan yang dianggap tabu oleh Orang Rimba

    UKT Permen Tahun 2014 nomor 73 dan Lampiran

    Get PDF

    495

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Andalas University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇