532 research outputs found
Sort by
ANALISIS SEBARAN NILAI TAMBAH DALAM RANTAI PASOKAN KERUPUK UBI KAYU DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Teknologi tidak hanya diartikan sebagai penggunaan mesin atau alat pertanian, tetapi juga terkait dengan metode atau teknik budidaya ubi kayu. Teknik budidaya yang diterapkan akan sangat mempengaruhi hasil dan kualitas ubi kayu. Kualitas ubi kayu terkait dengan penanganan dari mulai budidaya hingga pasca panen. Petani yang ada dalam rantai pasokan kerupuk ubi kayu belum bisa memaksimalkan potensi sumberdaya alam untuk menghasilkan ubi kayu yang berkualitas dan berproduktivitas tinggi.
Rantai pasokan kerupuk ubi kayu di Kabupaten Lima Puluh Kota juga belum bisa memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin, bahkan ada kerupuk yang belum sama sekali menggunakan teknologi maju seperti Rubik dan Kerupuk Matahari. Sarana teknologi informasi juga belum diperhatikan soleh pelaku rantai pasokan Kerupuk Ubi Kayu. Belum tersedianya teknologi informasi yang dpat dimanfaatkan untuk mengetahui harga dipasar serta informasi permintaan konsume
PENENTUAN Cu DAN Zn PADA BUAH APEL (Malus Sylvestris Mill) DAN BUAH MELON (Cucumis melo L) DENGAN METODA VOLTAMMETRI STRIPPING ADSORPTIF (AdSV)
ABSTRACT
Determination of Cu And Zn in Apple (Malus Sylvestris Mill) and Melon (Cucumis Melo L) by Adsorptive Stripping voltammetry (AdSV)
By:
Nur Afriyanti (0910412028)
Umiati Loekman, M.Si *, Yefrida, M.Si **
* Advisor I **Advisor II
Research about determination of Cu, Zn in apple (Malus Sylvestris Mill) and melon (Cucumis Melo L) by Adsorptive Stripping voltammetry method have been conducted. Studied accumulation potential and accumulation time as the optimum parameters used in this method. The results were obtained optimum conditions 0,3V accumulation potential and accumulation time of 120 seconds. At the optimum conditions obtained relative standard deviation of Cu 1,0228% and Zn 4,4298%. Limit of detection (LoD) of Cu and Zn is equal to 0,179 µg/L and 0,1591 µg/L while quantitation limit (LoQ) for Cu and Zn is 0,596 µg/L and 0,5304 µg/L. This method was applied to the determination of Cu and Zn on apple fruit and melon fruit. After the measurements of the two samples, found in apple 0,0089 ug/g Cu and 0,0160 ug/g Zn, the melon fruit is 0,0107 ug/g Cu and 0,0087 ug/g Zn.
Keywords: copper, zinc, adsorptive stripping voltammetry
PEMBUATAN POLA TINGKAT PEMBAKARAN MELALUI DETEKSI EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN KARBURATOR SISTEM 4-TAK MENGGUNAKAN SENSOR GAS DENGAN METODE FAST FOURIER TRANSFORM (FFT)
ABSTRAK
PEMBUATAN POLA TINGKAT PEMBAKARAN MELALUI DETEKSI EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN KARBURATOR SISTEM 4-TAK MENGGUNAKAN SENSOR GAS DENGAN METODE FAST FOURIER TRPANSFORM (FFT)
Oleh
Loli Olivia Ersan
0910453060
Penelitian ini bertujuan untuk membuat pola tingkat pembakaran melalui deteksi emisi gas buang yang dapat digunakan sebagai input untuk pengambilan keputusan tingkat pembakaran dengan klasifikasi pola tingkat pembakaran sempurna dan pola tingkat pembakaran tidak sempurna. Sistem ini dirancang dengan menggunakan sensor gas KE-50 dan MG-811 yang berfungsi untuk mendeteksi kadar gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) yang terkandung pada emisi gas buang kendaraan. Dimana sensor ini memiliki respon yang berbeda ketika mendeteksi adanya gas CO2 dan O2. Gas CO2 dan O2 menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Semakin tinggi nilai CO2 maka semakin baik pembakaran yang terjadi. Sedangkan jika O2 terlalu banyak keluar dari sisa gas buang menandakan proses pembakaran di mesin tidak optimal. Untuk pembuatan pola tingkat pembakaran digunakan metode FFT (Fast Fourier Transform) sehingga sinyal analog yang didapat dari sensor bisa terpolakan. Hasil akhir yang didapat dari 10 kali pengujian adalah dari 1 mobil karburator dengan tingkat pembakaran sempurna dan 10 sampel acak dari mobil karburator yang belum diketahui tingkat pembakarannya. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat diketahui pola tingkat pembakaran mobil karburator sistem 4-tak yang berbahan bakar bensin dan dapat dijadikan sebagai input pengambilan keputusan tingkat pembakaran.
Kata kunci : Mesin bensin karburator, Emisi gas buang, Sensor Gas, FFT (Fast Fourier Transform), Pola tingkat pembakaran, Sempurna, Tidak sempurn
PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA BAHAN DALAM BERBAGAI MACAM RANSUM TERHADAP UKURAN-UKURAN TUBUH (LINGKAR DADA, PANJANG BADAN, TINGGI PUNDAK) DAN BOBOT HIDUP SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS ANDALAS
Pengaruh Suplementasi Beberapa Bahan Dalam Berbagai Macam Ransum Terhadap Ukuran-Ukuran Tubuh (Lingkar Dada, Panjang Badan, Tinggi Pundak) Dan Bobot Hidup Sapi Peranakan Ongole (PO) di UPT Fakultas Peternakan Universitas Andalas
Yoki Erman dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Hj. Arnim, MS dan Dr. Ir. Khasrad, Msi, Program Studi Produksi Ternak, Jurusan Produksi Ternak Universitas Andalas, 2012
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi beberapa bahan dalam berbagai macam ransum terhadap ukuran – ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak) dan bobot hidup ternak sapi Peranakan Ongole (PO) ternak yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 ekor sapi PO dalam masa pertumbuhan (umur ± 1,5 tahun), di UPT Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL). Perlakuan yag diberikan terdiri dari Ransum A = 50% Hijauan + 50% konsentrat (A), Ransum B = 50% Jerami Padi Amoniasi + 50% Konsentrat(B), Ransum C = 50% Jerami Padi Amoniasi + 50% Konsentrat + Yeast (0.5% BK) (C), Ransum D = 50% Jerami Padi Amoniasi + 50% Konsentrat + Lamtoro(15%BK) + Yeast (0.5%BK) (D). Peubah yang diamati adalah lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak dan bobot hidup.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh suplementasi beberapa bahan dalam berbagai macam ransum dapat meningkatkan ukuran-ukuran tubuh sapi Peranakan Ongole (Lingkar Dada, Panjang Badan, Tinggi Pundak) dan Bobot Hidup. Pemberian ransum D (50% amoniasi jerami padi, 50% konsentrat, 0,5% Saccaromyces cerevisiae dan lamtoro) dapat memberikan pertambahan ukuran –ukuran tubuh tertinggi yaitu lingkar dada (0140 cm), panjang badan (0.119 cm), tinggi pundak (0.115 cm) dan bobot Hidup (0.8586kg).
Kata kunci : Jerami padi, Konsentrat, Yeast, Lamtoro, Sapi P
MENENTUKAN KEMATANGAN BUAH MANGGIS MENGGUNAKAN METODE SUMMARY SQUARED ERROR (SSE) YANG DIAPLIKASIKAN PADA BELT CONVEYOR PEMISAH BUAH
ABSTRAK
Menentukan Kematangan Buah Manggis Menggunakan Metode Summary Squared Error (SSE) Yang Diaplikasikan Pada Belt Conveyor Pemisah Buah
Oleh
HARI SAPUTRA RISANTI
0810452007
Dalam perkembangan agroindustri saat ini, tanaman buah manggis merupakan tanaman yang hampir seluruh bagian tanamanya dapat di manfaatkan, agar dapat menentukan buah manggis yang berkualitas diperlukan suatu penyortiran buah secara otomatis dengan belt conveyor manggis berdasarkan warna dan ukuran menggunakan webcam.
Untuk dapat menentukan kematangan buah manggis dari warna digunakan metode sum squared error (SSE) dengan mencari nilai error dengan membandingkan dari masing-masing nilai total RGB citra dari hasil region of interest (ROI) citra warna yang tersimpan dalam database dengan citra manggis yang di-capture. Dengan hasil perbandingan nilai citra RGB dari citra ROI tersebut maka dicari nilai SSE minimum sebagai perbandingan untuk mengenali warna buah manggis. Sedangkan untuk ukuran dengan mencari jari-jari dari hasil ROI.
Pada sistem ini didapat nilai SSE citra warna dari buah manggis tersebut cocok atau tidaknya. Tingkat identifikasi warna dari kematangan buah manggis didapatkan total persentase keberhasilan 86%, sedangkan untuk ukuran buah manggis dengan posisi berdiri, didapatkan persentase keberhasilan sebesar 40% dan untuk buah manggis terbalik didapatkan nilai persentase error sebesar 5,12%. Sistem yang menggunakan untuk mengenali warna dengan metode SSE dan ukuran ini bisa bekerja dengan baik sangat dipengaruhi pada posisi pengambilan data dan citra warna dari ROI yang ada dalam database dengan citra warna dari pengambilan sebenarnya yang relatif sama.
Kata Kunci : Manggis, Belt conveyor, SSE, RO
IDENTIFIKASI JENIS GOLONGAN DARAH MENGGUNAKAN LDR DAN SISTEM JST METODE ALGORITMA BAKCPROPAGATION BERBASIS MIKROKONTROLER MBED LPC1768 (CORTEX-M3)
IDENTIFIKASI JENIS GOLONGAN DARAH MENGGUNAKAN LDR DAN SISTEM JST METODE ALGORITMA BACKPROPAGATION BERBASIS MIKROKONTROLLER MBED LPC1768 ( CORTEX-M3 )
ABSTRAK
LDR (Light Dependent Resistor) adalah salah satu jenis resistor yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh cahaya yang diterimanya. Besarnya nilai hambatan pada LDR tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR. Yang mana biasanya LDR ini pada penerapannya sehari-hari banyak digunakan seperti untuk penerangan lampu taman dan lampu di jalan raya yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Pola cahaya dan perubahan resistansi pada LDR memungkinkan dapat digunakan untuk membangun pola sistem identifikasi jenis golongan darah. Nantinya alat identifikasi jenis golongan darah ini dirancang dengan menggunakan sebuah mikrokontroller mbed LPC1768 (Cortex-m3), LDR dan LED (Light Emitting Dioda) serta menggunakan sistem JST metode algoritma Backpropagation, sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah Matlab dan Bahasa C. Adapun tingkat keberhasilan alat ini adalah golongan A 100%, golongan B 75%, golongan AB 50% dan golongan O 100%.
Kata Kunci : Sensor LDR (Light Dependent Resistor), Golongan Darah, Backpropagation, Mikrokontroler Mbed LPC1768 (Cortex-m3)
UJI IMUNOMODULATOR BEBERAPA SUBFRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT MENIRAN (Phyllanthus niruri [L]) PADA MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN METODA CARBON CLEARANCE
Meniran has scientific name Phyllanthus niruri L..It uses to increase imun system of human body. Nonspecific of Imun system is first defendent to protect human body from microorganism, because it gives direct respon to antigen then it will destroy bacteria with phagocytosis process. Meniran extract is known can obstruct xanthin oksidase invitro, protect hepatocyte cell of liver from carbon tetrachloride and cytotoxity that induction with galaktosamin. To determined imunomodulator activity of some ethyl acetat extract subfraction of meniran (Phyllanthus niruri [L.]). Some ethyl acetat extract subfraction of meniran (Phyllanthus niruri [L.]) administered orally with single dose 100 mg/kg BB for eight group of subfraction and Tween 80 1% as control for 6 days. After 6 days subfractions have been conducted in white male mice with carbon clearance method. A value of Index Phagocytosis (IF) 1 has imunostimulant activity. The increasing of phagositosis index with carbon clearance method showed the effect from each group of subfraction with control was unsignificant (P>0,05). The incerasing of leucocyte cell component especially for limfosit cell, eusinofil, and segmen neutrofil was significant for each group of subfraction (P0,05). The increasing of spleen limfosit cell showed optimal effect in subfraction number three (P<0,05). The third ethyl acetat extract subfraction of meniran was the best of imunostimulant than other subfractions.
Keywords: Phyllanthus niruri L., Imunostimulant Effect, Ethyl Acetat, Carbon Clearance metho