532 research outputs found
Sort by
FOREIGN DIRECT INVESTMENT AND ECONOMIC GROWTH: EMPIRICAL EVIDENCE FROM INDONESIA
The paper investigates the impact of foreign direct investment (FDI) on economic growth using detailed sectoral data for FDI inflows to Indonesia over the period 1997-2006. In the aggregate level, FDI is observed to have a positive effect on economic growth. However, when accounting for the different average growth performance across sectors, the beneficial impact of FDI is no longer apparent. When examining different impacts across sectors, estimation results show that the composition of FDI matters for its effect on economic growth with very few sectors showing positive impact of FDI and one sector even showing a robust negative impact of FDI inflows (mining and quarrying). The sectors examined are: farm food crops, livestock product, forestry, fishery, mining and quarrying, non-oil and gas industry, electricity, gas and water, construction, retail and wholesale trade, hotels and restaurant, transport and communications, and other private and services sectors
PEMBERIAN BEBERAPA SUMBER BAHAN ORGANIK UNTUK MENGURANGI PEMAKAIAN PUPUK BUATAN BAGI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA ANDISOL YANG DIKAPUR
Berdasarkan hasil penelitian pemberian beberapa sumber bahan organik untuk mengurangi pemakaian pupuk buatan bagi tanaman jagung (Zea mays) pada andisol yang dikapur, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Pemanfaatan kapur, titonia, jerami jagung dan pupuk kandang ayam mampu meningkatkan kesuburan Andisol berupa rata-rata peningkatan pH 0,55 satuan; C-organik 0,56 %; N- total 0,06 %;P-tersedia 9,32 ppm; K-dd 0,42 me/100g; Mg-dd 0,03 me/100g; Ca-dd 0,17 me/100 g dan penurunan Al-dd 0,77 me/100g. 2. Pemanfaatan titonia sebagai bahan organik mampu mengurangi 50% NK pupuk buatan dengan hasil 11,50 ton/ha, penggunaan jerami jagung ditambah pupuk kandang ayam mampu mengurangi 75% NK pupuk buatan dengan hasil 11,40 ton/ha, tetapi penggunaan kapur ditambah 100% pupuk buatan masih merupakan perlakuan terbaik dengan hasil 12,73 ton/ha
KAJIAN KEGIATAN SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM GUNUNG JANTAN DI NAGARI PULUIK-PULUIK KECAMATAN BAYANG UTARA KABUPATEN PESISIR SELATAN
KAJIAN KEGIATAN SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM GUNUNG JANTAN DI NAGARI PULUIK-PULUIK KECAMATAN BAYANG UTARA KABUPATEN PESISIR SELATAN ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2013 di Nagari Puluik-Puluik Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan profil Koperasi Simpan Pinjam Gunung Jantan dan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan simpan pinjam pada Koperasi Simpan Pinjam Gunung Jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Untuk mendapatkan gambaran sosial ekonomi bagi anggota koperasi yang berprofesi sebagai petani dilakukan sesuai dengan jumlah sampel yaitu 20 orang anggota yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam Gunung Jantan terbentuk atas dasar keinginan masyarakat Nagari Puluik-Puluik untuk mengatasi masalah permodalan terutama di bidang agribisnis dan masyarakat yang tinggal di dataran tinggi yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Untuk pelaksanaan kegiatan simpan pinjam bahwa kegiatan simpan pinjam tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. Prosedur dan persyaratan simpanan dan pinjaman, berbeda dengan ketentuan yang telah disepakati yang mana peminjam diwajibkan memberikan jaminan berupa surat tanah dan BPKB. Pada pembayaran simpanan wajib tidak berjalan dengan lancar. Pada tahap penggunaan dana, tidak semua anggota menggunakan dana tersebut sesuai dengan jenis usaha yang telah diajukan sebelumnya. Pada pengembalian pinjaman, terjadi penunggakan yaitu sebesar 25% pada tahun 2012, hal ini diakibatkan oleh dana yang tidak tersalurkan ke usaha dan anggota yang menganggap bahwa dan tersebut hanya bersifat hibah sehingga tidak wajib untuk dikembalikan. Saran kepada pengurus Koperasi Simpan Pinjam Gunung Jantan agar dapat melakukan pengawasan yang aktif untuk menghindari penyalahgunaan pinjaman dan mencapai hasil yang optimal dilakukan dengan memantau pelunasan angsuran, melakukan kunjungan rutin ke lokasi anggota untuk memantau langsung operasional dan perkembangan usaha serta diharapkan para pengurus menambah karyawan dalam kepengurusan kelapangan terhadap kegiatan usaha anggota
EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA St. 37 DALAM MEDIUM ASAM KLORIDA
ABSTRACT
MENGKUDU LEAVES EXTRACT (Morinda citrifolia L.) AS CORROSION
INHIBITOR OF St.37 STEEL IN HYDROCHLORIC ACID MEDIUM
BY :
ANNISA NURUL FADHILLA (BP : 1010412024)
Prof. Dr. Emriadi, MS and Yeni Stiadi, MS
Extract of mengkudu leaves (Morinda citrifolia L.) was investigated as a
corrosion inhibitor of St.37 steel in hydrochloric acid medium using weight loss
measurement and potentiodynamic polarization studies. The result showed that
inhibition efficiency was 93,719% by weight loss measurement at optimum
extract concentration and 89,873% by potentiodynamic polarization
measurement. Inhibition efficiency increase with increase in concentration of
the extract and decreases with increase in temperature. The inhibitive effect
due to adsorption of the extract on steel surface obeyed the Langmuir
adsorption isotherm. Potentiodynamic polarization method showed corrosion
current decrease with increase in concentration of the extract and increasing
efficiency inhibition. FT-IR and surface morphology confirmed there was
interaction between steel surface and mengkudu leaves leading to the formation
of protective layer on the steel surface.
Keywords : Morinda citrifolia L., corrosion inhibition, Langmuir adsorption
isotherm, potentiodynamic polarization
JENIS-JENIS CACING TANAH (OLIGOCHAETA) YANG TERDAPAT DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH ANAI SUMATERA BARAT
ABSTRACT
A study on the earthworms species (Oligochaeta) found in Lembah Anai Nature Reserve, West Sumatera has been conducted from 11 February until May 30, 2013. The purpose of this study was to know the earthworms species in Lembah Anai Nature Reserve of West Sumatera. The collection of the earthworms used hand sorting method. Identification of samples was done at Animal Taxonomy Laboratory of Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences of Andalas University. In this study, three species of earthwoms were found, those are Pontoscolex corethrurus (Glossoscolecidae), Pheretima posthuma and Megascolex kempi (Megascolecidae) belonging to one sub order (Neooligochaeta). All species of earthworms were found on 400-850 m above sea level.
Keywords: Earthworm (Oligochaeta), Hand sorting, Lembah Ana
Perbandingan subordo, famili dan jenis capung yang ditemukan di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau dan penelitian sebelumnya
ABSTRAK
Penelitian tentang jenis-jenis capung (Odonata) telah dilakukan dari bulan Juli sampai November 2011 di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Kerumutan, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau dan dilanjutkan Laboratorium Taksonomi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan survey dengan koleksi langsung menggunakan jala serangga. Dari penelitian ini ditemukan 18 jenis capung yang terdiri dari dua subordo, 14 genera dengan empat famili yaitu famili Gomphidae (satu jenis dengan satu genus), famili Libellulidae (15 jenis dengan 12 genera), famili Coenagrionidae (satu jenis dengan satu genus) dan Platycnemididae (satu jenis dengan satu genus)
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING IN THE NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING
IN THE NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMN
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT, HEMATOKRIT, DAN HEMOGLOBIN DENGAN DERAJAT KLINIK DEMAMBERDARAH DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RSUP.M. DJAMIL PADANG
BSTRAK
Hubungan Jumlah Trombosit, Hematokrit, dan Hemoglobin dengan
Derajat Klinik Demam Berdarah Dengue Pada Pasien Dewasa di RSUP.
M. Djamil Padang
Oleh
Yobi Syumarta
Diagnosis yang tepat terhadap stadium dan kondisi penderita DBD penting
untuk menentukan prognosisnya. Pemeriksaan trombosit, hematokrit, dan
hemoglobin untuk setiap derajat klinik DBD diharapkan membantu dalam
mengelompokkan dan mengelola pasien berdasarkan derajat kliniknya. Penelitan
ini bertujuan untuk melihat hubungan hasil pemeriksaan trombosit, hematokrit,
dan hemoglobin dengan derajat klinik DBD berdasarkan kriteria WHO.
Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap 84 sampel dari rekam
medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam di RSUP. M. Djamil Padang dari januari
2011 sampai 30 April 2013. Data yang diambil adalah usia, jenis kelamin, derajat
klinik DBD, trombosit, yang diperiksaan menggunakan metode Rees Ecker,
hematokrit dengan metode langsung cara mikro, dan hemoglobin menggunakan
metode Sahli. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan uji hipotesis
nonparametrik Kendal’s Tau dengan software SPSS.
Hasil penelitian ditemukan rerata umur 25.49±10.09 tahun. Laki-laki 46
orang (54.8%) lebih banyak dari wanita 38 orang (45.2%). Rerata trombosit
derajat 1,2,dan 3 adalah 62.64, 31.14, 36.17 ribu/mm3. Hasil analisis didapatkan
trombosit berhubungan dengan derajat klinik DBD, semakin rendah trombosit
semakin berat derajat kliniknya (p < 0.001, r = − 0.336). Rerata hematokrit
derajat1, 2, dan3 adalah 44.22, 46.90, 38.47 %. Hematokrit tidak berhubungan
dengan derajat klinik DBD (p= 0.505, r = 0.059). Rerata hemoglobin derajat 1, 2,
dan 3 adalah 14.88, 15.14, 12.96 gr/mm3. Hemoglobin tidak berhubungan dengan
derajat klinik DBD (p= 0.681, r = - 0.036).
Semakin rendah jumlah trombosit semakin berat derajat klinik DBD,
hematokrit dan hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD.
Kata kunci : jumlah trombosit, nilai hematokrit, kadar hemoglobin, derajat klini