Andalas University

Andalas University Repository
Not a member yet
    532 research outputs found

    PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1981 TENTANG HUKUM ACARA PIDANA

    Get PDF
    PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1981 TENTANG HUKUM ACARA PIDANA (Studi Kasus di Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Barat) Soni Hermon. 05140158. Fakultas Hukum Universitas Andalas, PK V (system Peradilan Pidana). 76 Halaman. Tahun 2012 ABSTRAK Sedemikian pentingnya uang menyebabkan sebagian orang berusaha untuk memiliki uang sebanyak-banyaknya, walaupun dengan cara yang melawan hukum, salah satunya tindakan pemalsuan mata uang. Kejahatan pemalsuan uang memerlukan modal besar karena menggunakan teknologi untuk melakukannya Pelaku pemalsuan uang seringkali orang yang memiliki modal, berpendidikan dan berstatus sosial yang baik serta dari tingkat pergaulan yang layak. Diperlukannya teknologi yang rumit dalam melakukan kejahatan pemalsuan uang membuat kejahatan ini biasanya tidak dilakukan seorang diri. Oleh karena itu, kejahatan pemalsuan uang dapat digolongkan kedalam kejahatan kerah putih (white collar crime) dan kejahatan yang yang dilakukan secara terorganisir (organized crime). Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya hambatan tersendiri dalam proses penyidikan yang juga berpengaruh pada proses penegakan hukum. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : a). Apakah proses penyidikan tindak pidana pemalsuan uang oleh penyidik Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Barat telah sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1981, b). Bagaimanakah tindakan penyidik Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan penyidikan tindak pidana pemalsuan uang, c). Bagaimanakah penegakan hukum oleh penyidik Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan penyidikan tindak pidana pemalsuan uang. Metode yang digunakan dalam penulisan skripisi ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan pendekatan efektifitas dan bersifat deskriptif. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses penyidikan tindak pidana pemalsuan uang yang dilakukan oleh penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Barat secara umum telah sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1981. Pemeriksaan LABFOR yang lama menjadi suatu hambatan dalam proses penyidikan tindak pidana pemalsuan uangdi POLDA SUMBAR. Dalam mendapatkan informasi dari tersangka, penyidik tidak dapat memaksa tersangka dan harus tetap bertindak sesuai kewenangannya. Penegakan hukum oleh penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam melakukan penyidikan tindak pidana pemalsuan uang belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik. Diharapkan adanya pembenahan dari pihak terkait mengenai lambatnya proses pemeriksaan di LABFOR. Dalam usaha mendapatkan informasi dari tersangka hendaknya penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Barat dapat memiliki teknik dan taktik yang lebih baik sehingga dapat mengungkap jaringan pemalsuan uang, dan mengurangi peredaran uang palsu di Sumatera Barat, dan berusaha untuk memenuhi semua ketentuan hukum dalam pelaksanaan tugasnya, dan juga lebih konsisten dalam penegakan hukum dalam melakukan proses penyidikan tindak pidana pemalsuan uang

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM INSTALASI RAWAT JALAN RSUP DR.M.DJAMIL PADANG TAHUN 2012

    Get PDF
    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM INSTALASI RAWAT JALAN RSUP DR.M.DJAMIL PADANG TAHUN 2012 Viii + 70 halaman, 2 gambar, 6 diagram, 5 tabel, 10 lampiran ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang disebabkan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Prevalensi kejadian Diabetes Mellitus di Indonesia 1,1%. Jumlah penderita Diabetes Mellitus akan terus meningkat, apabila tidak dilakukan pencegahan serta tidak dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan komplikasi. Perilaku pasien dalam mengontrol penyakitnya sangat diperlukan untuk keberhasilan dalam mencegah terjadinya komplikasi Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah diketahuniya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan komplikasi Dibates Mellitus pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan RSUP.DR.Djamil Padang tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang datang berobat ke Poliklinik Khusus Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan RSUP.DR.Djamil Padang dengan jumlah 147 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematic random sampling dengan besar sampel 65 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dan disajikan dalam bentuk diagram, tabel dan narasi. Dari hasil penelitian didapatkan 55,4% responden berpengetahuan rendah, 7,7% responden bersikap negatif dalam pencegahan komplikasi Diabetes Mellitus, 43,1% keluarga responden tidak berperan dalam pencegahan komplikasi Diabetes Mellitus, dan 16,9% responden berperilaku tidak baik dalam pencegahan komplikasi Diabetes Mellitus. Setelah dilakukan uji statistik diperoleh hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan peran keluarga dengan pencegahan komplikasi Diabetes Mellitus. Disarankan kepada pasien Diabetes Mellitus yang datang berobat ke RSUP DR.Djamil Padang agar selalu mengendalikan penyakitnya agar tidak sampai komplikasi, dengan cara menjaga pola makan dan melakukan olahraga, selain itu diharapkan kepada petugas RSUP.DR.Djamil Padang memberikan penyuluhan kepada pasien Diabetes Mellitus tentang apa itu penyakit Diabetes Mellitus, penyebabnya, dan bagaimana pencegahannya agar tidak terjadi komplikasi. Daftar Pustaka : 31 (2003-2012) Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Perilaku Pencegahan Komplikasi FACULTY OF PUBLIC HEALTH EPIDEMIOLOGY SPEZIALITATION ANDALAS UNIVERSITY Thesis, 26 July 2012 FANNI DESVITA, No.BP.0810333102 FACTORS ASSOCIATED TO THE BEHAVIOR OF PREVENTION DIABETES MELLITUS OF COMPLICATIONS OF DIABETES MELLITUS PATIENTS IN POLYCLINIC OF INTERNE MEDICINE M.DJAMIL HOSPITAL PUBLIC GOVERNMENT PADANG IN 2012 Viii + 70 pages, 2 picture, 6 diagrams, 5 tables, 10 appendix ABSTRACT Diabetes Mellitus is a disease caused by elevated levels of sugar (glucose) levels due to insulin deficiency, in which the body does not produce enough insulin. Prevalence Diabetes Mellitus in Indonesia 1,1%. Number of this Diabetes Mellitus patient would continuously grow, if it is not prevention and is not managed well, hence Diabetes Mellitus can generate various complication. The purpose of this study is to know the factors which associated with behavior Diabates Mellitus prevention of complications in patients with Diabetes Mellitus M.Djamil hospital public government Padang in 2012. This study use cross-sectional design. The population is taken from all patients comemedicinizeing in Polyclinic of Interne Medicine of DR.M.Djamil which amount 147 people. The sampel of this study is patient who medicinize in M.Djamil hospital public government Padang which amount to 65 people.the sampling technique used is systematic random sampling. Data colecting by interview which use kuisioner. Analizing data with univariat and bivariat by using chi-square test which present on table, diagram and narasi. Result of research showed that 55,4% responder with low knowledge, 7,7% responder with negative attitude on preventive the Diabetes Mellitus complication, 43,1% responder family don’t share on preventive the Diabetes Mellitus complications and 16,9% responder with not good behaviour on preventive the Diabetes Mellitus complications. Variables in this study that knowledge have a significant relationship, behaviour and the role of family have a significant relationship with preventive Diabetes Mellitus. Expected to Diabetes Mellitus patients who come for treatment to M.Djamil hospital public government Padang to keep control of the disease so as not to complicationsand for M.Djamil hospital public government Padang is expected to providing information to patients about what is Diabetes Mellitus, Diabetes Mellitus cause, and how to prevent it in order to avoid complications. References : 31 (2003-2012) Keyword : Diabetes Mellitus, Behavioral Prevention of Complication

    KEMAMPUAN KOLONISASI BERBAGAI FORMULA BAKTERI ENDOFIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI ( Xanthomonas axonopodis pv. allii)

    Get PDF
    KEMAMPUAN KOLONISASI BERBAGAI FORMULA BAKTERI ENDOFIT PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI ( Xanthomonas axonopodis pv. allii) ABSTRAK Penelitian kemampuan kolonisasi berbagai formula bakteri endofit pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Dalam pengendalian penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas axonopodis pv. Allii ) telah dilaksanakan di rumah kawat Fakultas Pertanian dan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang pada bulan Februari – Juli 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula dan lama penyimpanan rizobakteria endofit yang mampu mengkolonisasi akar tanaman bawang merah dan mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 petak, yaitu petak utama dan anak petak. Petak utama adalah lama penyimpanan formula isolat bakteri endofit (0,1,2,4, 8 minggu) dan anak petak adalah benih bawang merah yang diintroduksi dengan beberapa formula isolat bakteri endofit (tanah gambut,tepung talk,tepung tapioka, air kelapa tambah minyak tumbuhan (minyak kelapa sawit), air kelapa tambah molase, tanpa formula).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan kolonisasi bakeri endofit pada akar bawang relatif stabil dengan Formula minyak nabati 2 minggu, 4 minggu 8 minggu terbaik dalam menekan penykit HDB dan meningkatkan hasil bawang merah. The Ability Of Colonization Various Bacterium Endophytic Formula on Onion ( Allium ascalonicum L.) to control Leaf Blight Disease of Bacterium ( Xanthomonas axonopodis pv. allii) ABSTRACT Reseach about The Ability Of Colonization by various Endophytic Bacteria Formula on Onion ( Allium ascalonicum L.) to control Leaf Blight Disease of Bacteria ( Xanthomonas axonopodis pv. allii) has been implemented in a wire house in Agricultre faculty and Microbiology laboratory of Departement Plant Pest and Diseases of Agriculture faculty, Andalas University on February-July 2010.The aims the research was gotten of long stored and formula endophytic rhizobactery has been colonization capable on onion rhizosphere dan controled Leaf Blight Disease of Bacterium. The research was carried out using Split-Plot Design in Randomized block design which consists of two plots, main plot and subplot. The main plot is the old formula storage Endophytic bacterial isolates (0,1,2,4, 8 weeks) and the subplot is the onion seed is being introduced by some formula Endophytic bacterial isolates (peat, talc powder, tapioca flour, coconut oil added plants (palm oil), coconut water added molasses and without formula).The result of research was showed progressing of colonization endophytic bacteria on onion roots relative stabilize. Formula stored 2, 4 and 8 weeks was the best in controled Bacteral Leaf Blight Disease and improving result of onion

    RISK ASSESSMENT DAN PERUMUSAN STRATEGI MITIGASI RISIKO PADA SISTEM DISTRIBUSI PT SEMEN PADANG

    Get PDF
    Abstrak Distribusi merupakan aktivitas yang vital dalam manajemen rantai pasok. Aktivitas tersebut tidak lepas dari kemungkinan adanya risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Saat ini, sistem distribusi semen PT Semen Padang masih menghadapi gangguan yang menjadi penghambat kelancaran distribusi semen. Karena itu, perlu dilakukan risk assessment terhadap sistem distribusi semen agar risiko yang terjadi di sepanjang aliran aktivitas distribusi semen PT Semen Padang dapat diminimumkan kemunculannya. Penelitian ini mengkaji pengelolaan risiko pada sistem distribusi PT Semen Padang dengan menggunakan pendekatan ISO 31000 yang terdiri dari tiga elemen pokok yaitu penentuan konteks, penilaian risiko, dan perlakuan risiko. Tahap penentuan konteks dilakukan untuk mendapatkan risiko yang diprioritaskan untuk perumusan tindakan pengendalian risiko. Penentuan konteks risiko dimulai dari identifikasi risiko pada aktivitas pendistribusian semen PT Semen Padang hingga diperoleh risiko yang diprioritaskan. Selanjutnya, dilakukan penilaian terhadap risiko yang diprioritaskan tersebut untuk merumuskan strategi mitigasi dalam upaya merespon risiko tersebut. Berdasarkan hasil risk assessment yang dilakukan diperoleh 22 risiko yang dapat terjadi pada aktivitas pendistribusian semen PT Semen Padang, namun 16 risiko yang dilakukab pengkajian pada penelitian yaitu risiko pada aktivitas pendistribusian semen melalui jalur darat. Diantara 16 risiko tersebut, risiko yang memiliki tingkat tinggi dan diprioritaskan untuk ditindaklanjuti adalah risiko gangguan pada packer group, kantong semen pecah, dan re-bag semen di gudang penyangga. Strategi mitigasi yang direkomendasikan untuk event kritis risiko gangguan pada packer group adalah peningkatan perawatan mesin/peralatan packer group, peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM) termasuk pengendalian dan pengawasan SDM, peningkatan pengendalian proses pengantongan semen hingga pemuatan ke truk, pengembangan dan pelatihan SDM, serta peningkatan kualitas jaringan dan server untuk aplikasi SAP. Strategi mitigasi yang direkomendasikan untuk event kritis risiko kantong semen pecah adalah peningkatan kualitas kantong semen, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan keamanan peralatan packer group. Untuk event kritis risiko re-bag semen di gudang penyangga, strategi mitigasi yang direkomendasikan adalah peningkatan kualitas SDM dan peningkatan sistem manajemen gudang penyangga. Kata Kunci : Risk assessment, distribusi, ISO 31000, mitigas

    DINAMIKA POPULASI KERBAU DI KENAGARIAN PADANG LAWAS SELATAN KECAMATAN KOTO TUJUH KABUPATEN SIJUNJUNG

    Get PDF
    DINAMIKA POPULASI KERBAU DI KENAGARIAN PADANG LAWAS SELATAN KECAMATAN KOTO TUJUH KABUPATEN SIJUNJUNG Irwan Nofri, dibawah bimbingan Dr. Ir. Khasrad, Msi. dan Rusdimansyah. Spt. Msi Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, 2013 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dinamika populasi kerbau di Nagari Padang Lawas Selatan Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjung. dan menjelaskan penyebab jumlah populasi kerbau yang cenderung bertahan, serta bagaimana nilai guna yang dihasilkan dari upaya pemeliharaan kerbau di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dilakukan pada tanggal 8-22 septembaer 2013 di Kenagarian Padang Lawas Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara, pemilihan responden sebagai sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 62 peternak. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa populasi ternak kerbau dilokasi penelitian mengalami peningkatan sebanyak 16 ekor ( 4,07 % dari jumlah keseluruhan populasi kerbau responden. jumlah populasi kerbau yang cenderung bertahan dilokasi penelitian di sebabkan oleh jumlah faktor input populasi sebanyak 43 ekor (10,5%), dimana jumlah tersebut lebih besar dibanding jumlah faktor out put sebanyak 27 ekor (6%). Kemudian faktor lain yang paling berpengaruh terhadap jumlah populasi kerbau dilokasi penelitian adalah model atau status kepemilikan ternak kerbau yang dimiliki bersama menjadi faktor pendukung ketahanan jumlah populasi kerbau di Kenagarian Padang Lawas selatan. Peternak di lokasi penelitian belum memperhatikan nilai guna dari upaya pemeliharaan kerbau secara optimal. Kata kunci: Kerbau, Dinamika Populasi, Kenagarian Padang Lawas Selatan

    IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENCIRI TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN BOOTSTRAP AGGREGATING MULTIVARIATE ADAPTIVE REGRESSION SPLINE (BAGGING MARS) (Kasus Rumah Tangga di Kabupaten Padang Pariaman)

    Get PDF
    Tingkat kesejahteraan suatu rumah tangga dapat diduga berdasarkan faktor-faktor pencirinya. Pada penelitian ini akan diidentifikasi faktor-faktor tersebut dengan membuat suatu model klasifikasi berdasarkan faktor-faktor yang diduga menggunakan metode Bagging MARS (Bootstrap Agregating Multivariate Adaptive Regression Splines). Tingkat kesejahteraan rumah tangga dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan garis kemiskinan, yaitu miskin dan tidak miskin. Kemudian dibuat model tingkat kesejahteraan berdasarkan 15 variabel yang mewakili aspek kependudukan, pendidikan, perumahan, ketenagakerjaan, sosial ekonomi rumah tangga, dan teknologi informasi dan komunikasi. Data yang digunakan adalah data Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2011 di Padang Pariaman. Didapatkan 12 variabel yang berkontribusi pada model. Lima diantaranya yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi berturut-turut adalah jumlah anggota rumah tangga (X5), adanya anggota rumah tangga dapat menggunakan telepon genggam (X14), umur kepala rumah tangga (X2), ijazah tertinggi yang dimiliki kepala rumah tangga (X4), dan pengalaman rumah tangga membeli beras raskin (X13). Kata kunci : Penciri Tingkat Kesejahteraan, Kemiskinan, Bagging MAR

    PENARIKAN ZAT WARNA METIL MERAH DALAM LARUTAN DENGAN BIJI BUAH RAMBUTAN (Neplhelium lappaceum)

    Get PDF
    ABSTRACT REMOVAL OF METHYL RED FROM AQUEOUS SOLUTION BY RAMBUTAN (Neplhelium lappaceum) SEED by: Ayu Widya Astuti (BP : 1010412038) Prof. Dr. Rahmiana Zein, Ph.D*, Prof. Dr. Edison Munaf, M.Eng* *Advisor ABSTRACT Removal of methyl red by rambutan (Neplhelium lappaceum) seed as biosorbent has been studied. Biosorption is done with batch method, the data was used to studied adsorption kinetics of Langmuir and Freundlich. Biosorbent was activated using HNO3 0.1 N. Removal of methyl red were optimum in pH 3, initial concentration is 690 mg/L, biosorbent dose 0.1 g, stirring speed of 50 rpm, contact time of 20 minutes and the heating biosorbent temperature of 30oC. The biosorption capacity for biosorbent with optimum conditions is 62.6645 mg/g and % removal is 90.815 %. R2 value of the Freundlich isoterm higher than the Langmuir isoterm are 0.236 and 0.914 respectively. Freundlich isoterm indicates that adsorption is a physical process. Keywords : Biosorption, methyl red, Neplhelium lappaceum

    PERANAN PENYIDIK POLRI DALAM MENEMUKAN TERSANGKA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAAN (Studi Kasus di Polres Padang Panjang)

    Get PDF
    4 PERANAN PENYIDIK POLRI DALAM MENEMUKAN TERSANGKA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAAN (STUDI KASUS DI POLRES PADANG PANJANG) (Linda Wati, 1010113210, 80+v halaman, Fak.Hukum Universitas Andalas, 2014) ABSTRAK Tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Kota Padang Panjang selama tahun 2012 terdapat 6 laporan namun 2 diantaranya yang dapat dilanjutkan ketingkat penuntutan. Polisi sebagai aparat penegak hukum yang mempunyai peran penting dalam menjalankan penegakan hukum pidana harus berusaha menciptakan ketertiban dan keamanan di masyarakat baik dalam hal pencegahan, pemberantasan, maupun penindakan tindak pidana. Pelaksanaan tugas kepolisian terdapat dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sedangkan wewenang selaku penyidik diatur dalam Pasal 15 dan Pasal 16 Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Adapun yang menjadi permasalahan penulisan yaitu: (a) Bagaimana Peranan Penyidik Polri dalam Melakukan Penyidikan terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan di Polresta Padang Panjang?, (b) Apa saja Kendala yang Dihadapi Penyidik Polri dalam Menemukan Tersangka Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan pada Polresta Padang Panjang?. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengunakan metode penelitian hukum yaitu yuridis sosiologis yang mana penelitian melihat perundang-undangan yang ada dan menggunakan bahan kepustakaan atau data-data sekunder sebagai data awalnya kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. Adapun hasil dari penelitian menyatakan bahwa peranan penyidik polri dalam menemukan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasanadalah melakukan tindakan pertama dengan menuju TKP untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan penyidik melakukan pencegahan dengan meminta masyarakat membantu kinerja penyidik menemukan tersangka dan penindakan yang dilakakukan penyidik dengan cara upaya paksa untuk menangkap tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Hambatan yang dihadapi penyidik polri dalam menemukan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan yaitu terlambatnya laporan dari korban maupun saksi, tidak kooperatifnya pihak keluarga tersangka, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan lingkungan sekitar serta kurangnya sarana dan prasarana di Polres Padang Panjang

    DEKOMPOSISI PRA A*-ALJABAR

    Get PDF
    Suatu sistem matematika (A, ∧, ∨, (•)∼) dinamakan Pra A*-Aljabar, bila anggota-anggotanya memenuhi sifat-sifat tertentu. Untuk selanjutnya, sistem (A, ∧, ∨, (•)∼) ditulis A yang menyatakan Pra A*-Aljabar. Misal didefinisikan sebuah relasi ” ≤ ” pada Pra A*-Aljabar dengan x ≤ y jika dan hanya jika y ∧ x = x ∧ y = x. Selanjutnya misalkan terdapat suatu sistem matematika (Mx, ∧, ∨, ∗) dengan Mx = {s ∈ A|s ≤ x}. Misalkan terdapat himpunan B(A) = {x ∈ A|x ∨ x∼ = 1} yang disebut senter (centre) dari A, dan didefinisikan Ma = {s ∈ B(A)|s ≤ a} dan Ma∼ = {t ∈ B(A)|t ≤ a∼}. Pada skripsi ini dikaji sifat-sifat dari Mx, yaitu: suatu sistem (Mx, ∧, ∨, ∗) adalah Pra A*-Aljabar dengan unsur identitas 1, Mx = {x ∧ s|s ∈ A}, Mx = My jika dan hanya jika x = y, Mx ∩ My = Mx∧y, (Mx)x∧y = Mx∧y, dan pemetaan αx : A → Mx adalah sebuah homomorfisma pada. Kemudian juga dikaji bahwa A monomorfik dengan Ma × Ma∼ dan B(A) ∼ Ma × Ma∼. Kata Kunci: Aljabar Boolean, Pra A*-Aljabar, Pra A*-Homomorfisma, Dekom- posisi Pra A*-Aljabar

    PENGARUH PENGGUNAAN ZPT ROOT-UP TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR DAN ANAKAN PADA BERBAGAI BAGIAN SETEK CACAH DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria gracilis)

    Get PDF
    Percobaan tentang pengaruh penggunaan ZPT Root-up terhadap pertumbuhan akar dan anakan pada berbagai bagian setek cacah daun lidah mertua (sansevieria gracilis) telah dilaksanakan di Screen House Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan Juli sampai dengan bulan November 2011. Percobaan ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) yaitu faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mendapatkan interaksi antara penggunaan beberapa kosentrasi Root-up dan penggunaan ujung, tengah, pangkal pada setek cacah daun lidah mertua Sansevieria gracilis, 2). Mendapatkan kosentrasi Root-Up yang terbaik untuk pertumbuhan akar dan anakan pada setek cacah daun lidah mertua (Sansevieria gracilis) dan 3). Mendapatkan bagian daun yang terbaik dari bagian ujung, tengah, atau pangkal pada setek cacah daun lidah mertua (Sansevieria gracilis). Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji F atau sidik ragam, dan jika F hitung berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5 %. Sebagai perlakuan faktor pertama adalah kosentrasi Root-up yang digunakan adalah 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm sedangkan yang menjadi faktor kedua adalah bagian daun tanaman sansevieria yang akan disetek yaitu bagian ujung, bagian tengah, dan bagian pangkal. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa terjadi interaksi antara beberapa kosentrasi ZPT Root-up dan bagian setek cacah daun Sansevieria graclis terutama pada variabel pengamatan waktu muncul anakan dan jumlah anakan, Konsentrasi ZPT Root-up yang terbaik untuk pertumbuhan akar adalah tanpa perlakuan (0 ppm) sedangkan untuk pertumbuhan anakan adalah 1500 ppm, Bagian daun yang terbaik pada setek cacah daun untuk pertumbuhan anakan adalah bagian ujung sedangkan untuk pertumbuhan akar adalah bagian pangkal. ABSTRACT Research on “examination effect of plant growth regulator root – up on root growth and bud growth for part of cutting chopped leaf mother-in law tongue (Sansevieria gracilis)” has been implemented in Screen House of Experimental Farm Faculty of Agriculture, University of Andalas from July until November 2011. These purposes in the experiment are 1). To getting interaction between Root-up and part of cutting chopped leaf, 2). To obtain the best concentration of Root-up to stimulate root growth and bud growth from cutting chopped leaf 3). To getting best part from leaf by cutting chopped leaf. A two way factorial in a completely randomized design with the replicates was set up. The first factor is plant growth regulator that is root-up with four levels: 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm and 1500 ppm. The second factor is part of the leaf for cutting chopped leaf with three part: tip, middle and base. Data were analyzed using “F test”, and if it is distinctively different it will be continued with Duncan New Multiple Range Test on the level of 5 %. The result showed getting interaction between root-up and part of leaf, best concentration for root growth is 1500 ppm and best concentration for bud growth is 0 ppm, then best part of leaf for cutting chopped leaf is tip part and base part

    495

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Andalas University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇