532 research outputs found
Sort by
DETERMINASI BAHAN ORGANIK PARTIKULAT PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI BUKIT PINANG-PINANG PADANG
Program Studi Agroekoteknologi
Universitas
Andalas
DETERMINASI BAHAN ORGANIK PARTIKULAT
PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN
DI BUKIT PINANG-PINANG PADANG
Skripsi S1 oleh: Ruri Mandasari
Pembimbing: 1. Dr. Ir. Yulnafatmawita, MSc
2. Dr. Ir. Gusnidar, MP
Abstrak: Penelitian tentang determinasi kandungan bahan organik partikulat (BOP)
pada tiga macam penggunaan lahan di kawasan Bukit Pinang-Pinang Kota Padang
telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 sampai bulan Desember 2013.
Pengambilan contoh tanah dilakukan pada tiga penggunaan pada dua kedalaman
yaitu kedalaman 0-20 cm dan kedalaman 20-40 cm. Tujuan penelitian ini adalah
untuk melihat jumlah kandungan BOP pada tiga penggunaan lahan (lahan hutan,
kebun campuran dan semak) di kawasan Bukit Pinang-Pinang Kota Padang.
Parameter yang dianalisis adalah BOT, BOP, BV, TRP dan KA tanah. Data dari hasil
penelitian secara umum dapat diperoleh bahwa nilai BV tanah umumnya sedang
pada kedua lapisan masing-masing penggunaan lahan kecuali pada lahan hutan
lapisan 20 – 40 cm yang mempunya BV tinggi (1,17 g/cm³). Sedangkan TRP tanah
pada kedua lapisan termasuk rendah (55,76% dan 54,60% untuk lapisan 0-20 cm
dan 20-40 cm pada lahan hutan) sampai sedang (antara 61-71% pada kedua lapisan
kebun campuran dan semak). Kandungan BOP pada lapisan 0-20 cm lebih besar
dari lapisa 20-40 cm. Alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi kebun campuran
tidak menurunkan kandungan BOP tanah. Kandungan BOP pada kebun campuran
(11,04%) > hutan (8,35%) > semak (5,49%). Namun pada lapisan 20-40 cm hutan
(3,18%) > semak (3,14%) > kebun campuran (2,96%).
Kata Kunci : determinasi, bahan organik partikulat, penggunaan laha
ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH BANK SYARIAH
Analisis Preferensi Masyarakat dalam Memilih Bank Syariah
Skripsi S1 Oleh: Afri Endra Pembimbing: Zulkifli N., S. E., M. Si
ABSTRAK
Skripsi ini mencoba menguji pengaruh variabel popularitas atau ketenaran bank syariah (pop), persepsi masyarakat tentang haramnya bunga bank (i), kemudahan untuk mengakses produk atau layanan bank syariah (aks) terhadap preferensi masyarakat dalam memilih bank syariah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Metode Logit. Dari hasil analisis secara simultan atau bersama-sama variabel independent (pop, i dan aks) mempengaruhi variabel dependen (analisis preferensi masyarakat dalam memilih bank syariah).
Secara parsial atau individu, hanya variabel popularitas atau ketenaran bank syariah yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk memilih bank syariah, sedangkan untuk variabel persepsi masyarakat terhadap bunga bank dan kemudahan mengakses produk atau layanan bank syariah tidak mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih bank syariah.
Keyword : Popularitas, Bunga dan Akses Produk atau Layanan Bank Syariah
Skripsi ini telah dipertahankan di depan Seminar Hasil Skripsi dan dinyatakan lulus pada 03 November 2011. Abstrak telah disetujui oleh pembimbing dan penguji :
Tanda Tangan 1. 2. 3.
Nama Terang Zulkifli N., S. E., M. Si
Pembimbing Dra. Wahyuni Eloisa Marinda, M.E
Penguji I Neng Kamarni, S.E, M.Si
Penguji II
Mengetahui :
Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi : Prof.Dr.H.Firwan Tan.SE.M.Ec.DEA.Ing
NIP. 130812952 Tanda Tangan
Alumnus telah mendaftar ke Fakultas/Universitas Andalas dan mendapat nomor Alumnus:
Petugas Fakultas / Universitas Andalas
No. Alumni Fakultas: Nama: Tanda Tangan:
No. Alumni Universitas: Nama: Tanda Tangan
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKUMAKAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 10 PADANG TAHUN 2013
The Factors of Associated with Eating Behavior the Adolescent Girl in Senior
High School 10 in Padang 2013
ABSTRACT
The eating habits of a teenager who is often not concerned with the
nutritional content of food , make a teen more likely to consume fast food , so eat
well lead to changes in behavior leading to healthy eating behaviors or likely to
lead to unhealthy eating behaviors . The impact that will result from having
unhealthy eating behavior is the onset of obesity and thinness . This study aims to
determine the factors - factors related to eating behavior in adolescent girls in
SMA Negeri 10 Padang . This study was conducted from October 5 to 15 , 2013.
This research is a descriptive analytic cross sectional design with a sample of 84
students . Sampling was conducted with nonprobability sampling techniques -
simple random sampling . The instrument used in this study was a questionnaire .
The data were processed and analyzed with a frequency distribution table and
then tested using the chi square test . The results showed a relationship between
psychological factors ( p = 0.029 ) , and factor the media or advertising ( p-value
= 0.016 ) with feeding behavior . There was no relationship between physical
factors ( p-value = 0.65 ) , cultural factors ( p = 0.563 ) , economic factors ( p =
0.537 ) , social norm factor ( p = 1.000 ) , and knowledge factors ( p-value =
0.563 ) with feeding behavior . With the persistence of students who have
unhealthy eating behaviors , recommended to the school that the need for control
in the provision of healthy food snacks available through the canteen and the
educational institutions in collaboration with health care agencies that conduct
health education about healthy eating behaviors .
Keyword : eating habit, eating behavior, the factors of eating behavior
Reference : 58 (1982 – 2011
ANALYSIS OF AFFIXATION ON BUGISNESE LANGUAGE IN THE BOOK 'FAPPEJEPPU' BY K.H. HAMZAH MANGULUANG
ANALYSIS OF AFFIXATION ON BUGISNESE LANGUAGE IN THE
BOOK 'FAPPEJEPPU' BY K.H. HAMZAH MANGULUANG
By: Haeran
(Supervisor I. Prof. Dr. Hj. Nadra, M.S.; II. Dr. Ike Revita, M.Hum.)
ABSTRACT
The problems in this study are how the form and morphophonemic
process, types, function and meaning of affixes in Bugisnese language in the book
'Fappejeppu' by K.H. Hamzah Manguluang. The purpose of this study is to
analyze the process of morphophonemic, type, function and meaning of affixes in
Bugisnese language in the book 'Fappejeppu' by K.H. Hamzah Manguluang.
This research is the descriptive study. The data are taken from the text
book 'Fappejeppu' by K.H. Hamzah Manguluang. The data are collected by
observational method. The data are analyzed by distributional method. The
presenting of the result of analysis is formal and informal method.
The results of the study are: (1) the forms and morphophonemic processes
of Bugisnese language in the book Fappejeppu by K.H. Hamzah Manguluang
consist of three, namely deletion of phonemes, change of phonemes and addition
of phonemes, (2) type of affixes are: (a) the prefixes consists of eight prefixes,
namely {a-}, {ma-}, {-makka-}, {mappa-}, {pappa-}, {pa-}, {si-} and {ripa-}; (b)
suffixes consists of three suffixes, namely {-i}, {-əŋ} and {-e}; (c) confixes consist
of ten confixes, namely {a-....-əŋ}, {si-...- əŋ}, {assi-...-ŋ}, {ma-...-i}, {ma- ...-si},
{ma- ...-ŋəppi}, {aŋ-...-əŋ }, {ar-...-əŋ}, {m-...-e} and {pa- ...-i}, (3) Affixes in
Bugisnese language has six functions, they are as forming verbs, nouns,
adjectives, numbers, adverbs, and pronouns; and (4) In terms of meaning,
affixation in Bugisnese language produced are twenty different meanings, namely
the meaning of active form to carry out such basic words, doing something with
tools, wearing something that is mentioned in the basic form, stating the meaning
of the active causative (cause and effect), the act of making something, the act of
giving, the cause of the basic words, stating the tools to take action, stating the
subject, declaring the meaning of each action (bilateral/ reciprocal), stating 'one
(single)', passive meaning (benefactive), expressing the imperative meaning,
stating the place (locative), stating something relating to the root, action is being
carried out as the basic of the word, stating the sequence numbers stated
essentially, the same thing or situation as essentially, expressing situation,
repetitive actions and stating comparative such as in root.
Key Words: affixation, morphophonemic process, prefix, suffix, confix
ANALISIS AFIKSASI BAHASA BUGIS DALAM BUKU ‟FAPPEJEPPU‟
KARANGAN K.H. HAMZAH MANGULUANG
Oleh: Haeran
(Pembimbing I. Prof. Dr. Hj. Nadra, M.S.; II. Dr. Ike Revita, M.Hum.)
ABSTRAK
Permasalahan penelitian ini bagaimanakah bentuk dan proses
morfofonemik, jenis afiks, fungsi afiks bahasa Bugis serta makna afiks bahasa
Bugis yang terdapat dalam buku „Fappejeppu’ karangan K.H. Hamzah
Manguluang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses
morfofonemik, jenis afiks, fungsi afiks serta makna afiks bahasa Bugis yang
terdapat dalam buku Fappejeppu karangan K.H. Hamzah Manguluang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian ini adalah sumber tulis, yaitu berupa teks yang terdapat pada buku
Fappejeppu karangan K.H. Hamzah Manguluang. Metode penyediaan data yang
digunakan adalah metode simak. Metode simak dilanjutkan dengan penyadapan.
Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih. Adapun metode
penyajian hasil analisis data yaitu metode formal dan informal.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) bentuk dan proses morfofonemik
bahasa Bugis terdiri atas tiga, yaitu pelesapan fonem, perubahan fonem serta
penambahan fonem; (2) Jenis afiks meliputi: (a) prefiks terdiri atas delapan
prefiks, yaitu prefiks {a–}, prefiks {ma–}, prefiks {makka–}, prefiks {mappa–},
prefiks {pappa–}, prefiks {pa–}, prefiks {si–} serta prefiks {ripa–}; (b) sufiks
terdiri atas tiga sufiks, yaitu sufiks {–i}, sufiks {–əŋ} serta sufiks {–e}; (c) konfiks
terdiri atas sepuluh konfiks, yaitu konfiks {a–….–əŋ}, konfiks {si–…–əŋ}, konfiks
{assi–…–əŋ}, konfiks {ma–…–i}, konfiks {ma–…–si}, konfiks {ma–…–ŋəppi},
konfiks {aŋ–…–əŋ}, konfiks {ar–…–əŋ}, konfiks {ma–…–e} serta konfiks {pa–
…–i}; (3) Afiks bahasa Bugis memiliki enam fungsi, yaitu fungsi sebagai
pembentuk verba, nomina, ajektiva, numeralia, adverbia serta pronomina; dan (4)
Dilihat dari segi makna, afiksasi bahasa Bugis menghasilkan dua puluh makna
yang berbeda, yaitu makna aktif berupa tindakan melakukan seperti pada kata
dasar, melakukan perbuatan dengan alat, memakai sesuatu yang disebutkan dalam
bentuk dasar, menyatakan makna aktif kausatif (sebab akibat), tindakan membuat
jadi, tindakan memberi, penyebab terjadinya hal yang tersebut pada kata dasar,
menyatakan alat untuk melakukan tindakan sehubungan dengan dasarnya,
menyatakan pelaku tindakan sehubungan dengan kata dasarnya, menyatakan
makna tindakan saling (dwipihak/resiprokal), menyatakan „bilangan satu
(tunggal)‟, makna pasif penerima (benefaktif), menyatakan makna imperatif,
menyatakan tempat (lokatif), menyatakan hal yang berhubungan dengan dasarnya,
melakukan tindakan sedang dilakukan seperti pada kata dasar, menyatakan
bilangan urutan sesuai dengan dasarnya, keadaan sesuatu sama atau seperti pada
dasarnya, menyatakan dalam keadaan, tindakan berulang-ulang sehubungan
dengan dasarnya serta menyatakan sangat/lebih sehubungan dengan dasarnya.
Kata kunci: afiksasi, proses morfofonemik, prefiks, sufiks, konfik
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), SIZE, DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI)
JENIS-JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS LIMAU MANIS PADANG
ABSTRAK
Penelitian mengenai jenis-jenis semut (Hymenoptera: Formicidae) di bangunan kampus Universitas Andalas Limau Manis Padang telah dilakukan pada bulan September 2012 sampai dengan April 2013. Metoda Baited traps dan Direct colection digunakan untuk pengambilan sampel yang dilakukan pada 12 gedung. Ditemukan sebanyak 11 jenis semut yang tergolong kedalam empat subfamili, enam tribe, dan 11 genus dengan total sampel 859 individu. Jumlah jenis yang paling banyak ditemukan pada subfamili Myrmicinae (empat jenis), sedangkan jumlah jenis yang paling sedikit pada subfamili Formicinaae dan Ponerinae (dua jenis). Sebanyak enam jenis semut yang ditemukan merupakan semut hama.
Keywords: Semut Hama (Hymenoptera: Formicidae) dan Semut Hama di Gedun
KAJIAN PENERAPAN KONSEP PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS
Kajian konsep pengolahan sampah terpadu di lingkungan kampus Universitas Andalas (Unand) perlu dilakukan untuk menggantikan sistem pengelolaan sampah kumpulangkut-buang yang digunakan saat ini. Kajian meliputi aspek teknis operasional, aspek finansial dan aspek kelembagaan. Kajian aspek teknis operasional dilakukan dengan perhitungan material balance sampah yang didasarkan pada data timbulan, komposisi, potensi daur ulang dan karakteristik sampah. Dari hasil kajian teknis operasional, perlu diterapkan pemisahan sampah mulai dari pewadahan, pengumpulan hingga pengangkutan sampah ke lokasi Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST) Unand. Pemisahan sampah dikelompokkan atas sampah basah, sampah kertas, sampah plastik dan sampah lain-lain. Selanjutnya dilakukan pengolahan sampah di PPST Unand meliputi pengomposan sampah basah layak kompos (33,64%), pembelian dan penjualan sampah kering layak jual dengan penerapan bank sampah (46,28%) dan pembakaran sampah sisa (residu) dengan proses insinerasi (20,08%). Hasil analisis finansial dengan telaahan kelayakan ekonomi menghasilkan nilai IRR = 24% dan nilai rasio B/C = 1,317 sehingga kegiatan PPST Unand layak secara ekonomi. Dari analisis kelembagaan diharapkan PPST Unand nantinya dalam bentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang akan mendatangkan penghasilan bagi universitas. Dalam upaya keberlanjutan kegiatan ini dibutuhkan komitmen pimpinan universitas dan peran aktif keterlibatan warga kampus
PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF DAN GRAF
Pelabelan total sisi-ajaib (edge-magic total labelings) pada suatu graf dengan orde dan ukuran adalah fungsi bijektif sedemikian sehingga untuk sebarang sisi di berlaku untuk suatu konstanta . Selanjutnya disebut konstanta ajaib pada graf . Pelabelan total sisi-ajaib yang memetakan himpunan titik suatu graf ke himpunan disebut pelabelan sisi-ajaib super (super edge-magic labeling). Dalam tugas akhir ini, akan ditunjukkan bahwa graf dan graf adalah graf dengan pelabelan total sisi-ajaib, super dengan mengkonstruksi pelabelan titik dan sisinya, sehingga didapatkan suatu konstanta ajaib .
Kata kunci : graf lintasan, konstanta ajaib, pelabelan total sisi-ajaib, pelabelan total sisi-ajaib super
Analisis Efektivitas Penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Serta Kontribusinya terhadap Pendapatan asli Daerah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lahirnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah yang mengakibatkan terjadinya pengalihan kewenangan pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Kabupaten/Kota). Dalam UU tersebut, pemerintah kabupaten/kota diberikan kewenangan melaksanakan pengelolaan BPHTB mulai tahun 2011. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang Efektivitas Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini berupa studi kasus yang dilaksanakan di Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penerimaan BPHTB, dan seberapa besar kontribusi BPHTB terhadap Pendapatan Asli Daerah kota Solok. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, antara lain data Realisasi PAD Kota Solok Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2011, data Realisasi PAD Kota Solok Per Inner Tahun 2011, dan data Realisasi penerimaan BPHTB kota Solok tahun 2011. Analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas penerimaan BPHTB adalah Analisis Efektivitas yang didasarkan pada perbandingan antara realisasi penerimaan BPHTB tahun 2011 dengan target BPHTB tahun 2011. Sedangkan analisis yang digunakan untuk mengetahui berapa besar kontribusi BPHTB terhadap PAD adalah Analisis Kontribusi, yaitu dengan membandingkan realisasi penerimaan BPHTB tahun 2011 dengan realisasi PAD tahun 2011.
Hasil perhitungan efektivitas penerimaan BPHTB Kota Solok Tahun 2011 menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penerimaan BPHTB di Kota Solok Kurang Efektif. Sedangkan kontribusi BPHTB terhadap PAD Kota Solok Sangat Kurang. Hal ini terjadi karena pemungutan dan pengelolaan BPHTB di Kota Solok pada tahun 2011 belum optimal.
Kata Kunci : Efektivitas, Kontribusi, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD
PENJERNIHAN MINYAK NILAM DENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM TESIS
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan :
1. Bentonit teraktivasi asam dapatmeningkatkankejernihan (%transmitan),
kandungan patchoulialkohol, danmenurunkan kandungan logambesi
(Fe)minyak nilamsetelah penjernihan.
2. Bentonit teraktivasi asam dengan jumlah pemberian bentonit
berpengaruh terhadap %transmitan serta sifat fisik lainnya(bobot jenis,
indeks bias, putaran optik), sifat kimia (kelarutan dalam etanol,
bilangan asam, bilangan ester, alpha copaene dan patchouli alkohol)
serta kandungan logambesi (Fe)minyak nilam setelah penjernihan.
3. Bentonit teraktivasiH2SO4 dengan jumlah pemberian 2%memberikan
hasil terbaik dengan% transmitantertinggi yaitu 81,550, kandungan
logam besi (Fe) terendah yaitu 5,864 mg/kg. Sifat fisik dan kimia
lainnya umumnya memenuhi SNI 06-2385-2006, kecuali patchouli
alcohol. Patchouli ini naik 1,28% dari sebelum penjernihanmenjadi
25,02%. Standar SNI mensyaratkan patchouli alcohol minimum 30%.
53
5.2.Saran
Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan dapat disarankan :
1. Perlu dikaji lagi konsentrasi asam yang digunakan pada aktivasi bentonit
untuk mendapatkan absorbsiyang lebih baik.
2. Perlu diteliti lagi waktu kontak antarabentonit dengan minyak nilam selama
proses penjernihan agar didapatkan hasil penjernihan yang lebih sempurna.
3. Proses pencucian asam setelah aktivasi bentonit sebaiknya dilakukan
dengan menggunakan daya hisap yang lebih tinggi agar penetralan asam
daribentonit lebih sempurna dan cepat