762 research outputs found
Sort by
Perancangan WEB-GIS Penyebaran Wabah Penyakit\ud Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria\ud di Kota Bandar Lampung
Dengue Fever (DBD) and Malaria are kinds of diseases that often caused an extraordinary occurrence in\ud
Indonesia. Both diseases can spread rapidly and cause death in short time. The prediction of occurrence of\ud
Dengue Fever (DBD) and Malaria diseases in Bandar Lampung, still processed manually and presented in\ud
form of tables and graphs. In this research, Web-based Geographic Information System (WEB-GIS) was\ud
developed to provide information of the spreading of Dengue Fever (DBD) and Malaria diseases in the\ud
City of Bandar Lampung. Data was obtained from the Department of Health of the City government. The\ud
WEB-GIS was implemented using Arcview, MapServer, MySQL database, and PHPMapscript\ud
programming language. The result shows that WEB-GIS could provide information of spreading area of\ud
Dengue Fever (DBD) and Malaria diseases in Bandar Lampung until village level
Studi Numerik dan Eksperimental karakteristik Dinamik Model Sistim Suspensi
Karakteristik dinamik suatu struktur mesin sangat penting untuk diketahui untuk menghindari getaran yang berlebihan pada struktur tersebut. Karakteristik dinamik tersebut ditentukan oleh frekuensi pribadi, amplitudo, dan modus getar. Getaran pada suatu struktur mesin dapat terjadi karena adanya eksitasi baik yang berasal dari dalam maupun luar sistim. Jika frekuensi eksitasi berada disekitar frekuensi pribadi sistim maka dapat terjadi fenomena resonansi yang akan mengakibatkan amplitudo getaran yang tinggi. Amplitudo yang tinggi yang ekivalen dengan defleksi dapat mengakibatkan kegagalan pada suatu sistim mesin ataupun struktur. Tulisan ini melaporkan hasil kajian secara numerik dan eksperimental terhadap karakteristik dinamik suatu model sistim suspensi. Sistim suspensi dimodelkan dan dianalisis secara numerik menggunakan metode elemen hingga dan diuji secara eksperimental menggunakan perangkat Universal Vibration System (UVS) untuk memperoleh karakteristik dinamik yang meliputi frekuensi pribadi dan amplitudo getaran. Hasil studi menunjukkan bahwa amplitudo makin besar pada nodal atau posisi yang makin jauh dari tumpuan pegas
ANALISIS SENSITIFITAS KOEFISIEN MANNING UNTUK ALIRAN\ud TUNAK 1-D MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS
Aim of this study is to analyze the sensitivity of the Manning coefficient (n-value) of one\ud
dimension steady flow model using HEC-RAS program. The sensitivity is used to approach\ud
measured water surface elevations from the field with calculated water surface elevations\ud
using the HEC-RAS program. To analyze the Manning coefficient (n), a simple rectangle\ud
cross section is used to model a steady flow. This is intended to simplify a sample problem\ud
in predicting an more accurate Manning coefficient. This is as a procedure to get the best\ud
flow model. The Manning coefficient produced using calibrating procedure can be used to\ud
get the best steady flow model. From the results indicate that calibration procedure can\ud
provide a better Manning coefficient rather than without applying the calibration procedure.\ud
Keywords: calibration, Manning coefficient, steady flow, HEC-RAS
PERKUATAN STRUKTUR BETON AKIBAT ALIH FUNGSI BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN BAJA STRIP
Alih fungsi bangunan membawa dampak secara struktural pada bangunan apabila beban yang harus dipikul\ud
lebih besar daripada beban rencana semula. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan usaha\ud
perkuatan (strengthening) struktur. Ada beberapa cara yang dilakukan, diantaranya dengan penambahan\ud
tulangan dan penyelubungan (jacketing) beton, pemasangan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer)\ud
Composite dan pemasangan pelat baja eksternal. Untuk mengetahui dampak perkuatan struktur terhadap\ud
penambahan kapasitas momen, dilakukan penelitian mengenai perkuatan pada balok beton bertulang dengan\ud
menggunakan pelat baja strip. Penggunaan pelat baja strip dapat menjadi solusi pengganti CFRP karena\ud
harga yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh. Benda uji pada penelitian ini berupa empat buah balok\ud
beton bertulang dengan dimensi 120 mm x 250 mm x 1500 mm. Baja tulangan 12 untuk tulangan utama\ud
dan 8 untuk tulangan sengkang. Pelat baja strip berdimensi 4 mm x 40 mm x 1040 mm. Sikadur 31 CF\ud
sebagai bahan perekat antara beton dengan pelat baja strip. Satu buah benda uji balok beton bertulang tanpa\ud
perkuatan dan tiga buah benda uji balok beton bertulang dengan perkuatan pelat baja strip. Dilakukan\ud
pengujian kuat lentur dengan beban statis pada keempat benda uji tersebut. Hasil yang diperoleh dari\ud
pengujian, kapasitas momen pada balok beton bertulang dengan perkuatan pelat baja strip mengalami\ud
peningkatan dibandingkan dengan balok beton bertulang tanpa perkuatan, berturut-turut sebesar 50,50 %;\ud
43,70 % dan 15,80 %. Momen maksimum hasil pengujian lebih kecil daripada hasil analisis berdasarkan\ud
ACI-440. Hal tersebut terjadi karena peristiwa terlepasnya lekatan ujung-ujung pelat baja strip dari balok\ud
betonnya. Terlepasnya ujung-ujung pelat baja strip menyebabkan daerah lentur balok tidak lagi ditahan oleh\ud
pelat baja strip tersebut, sehingga beban maksimum tercapai pada saat balok beton mengalami kegagalan.\ud
\ud
Kata kunci : balok beton bertulang, perkuatan, pelat baja strip, kapasitas mome
Surat Edaran Direktur Diktendik Nomor 64/E4.3/2012 Tanggal 11 Januari 2012 Tentang Penilaian Angka Kredit Kenaikan Pangkat/Jabatan Akademik Dosen
PENGARUH PELEBARAN RUAS JALAN TERHADAP\ud PENGURANGAN KEMACETAN DI JALAN TEUKU\ud UMAR KOTA BANDAR LAMPUNG
Abstract\ud
This study be hold to find out how effective the road widening to reduces traffic congestion and increases\ud
the road performance. Traffic flow data obtained by traffic counting on Tuesday and Thursday at peak\ud
hours. Width the Teuku Umar streets obtained by direct measurement. The data was analyzed based on\ud
MKJI 1997. Furthermore, to determine the level of service (LOS) refers to the Decision of Ministry of\ud
Transportation Area Number 16 in 2006. Before widening, Teuku Umar streets Tanjung KarangRajabasa direction had a level of service (LOS) C and the opposite direction had a level of service (LOS)\ud
C. After widening of 1,2 m, Teuku Umar streets the Tanjung Karang-Rajabasa still had a level of service\ud
(LOS) C and the opposite direction had a level of service (LOS) decreased to level D. This indicated that\ud
changes geometric form ofthe road isn’t too increasing the level ofservice (LOS) significantly
STUDI KELAYAKAN TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR (TPA)SAMPAH REGIONAL KOTA BANDAR LAMPUNG
Mengamati permasalahan penanganan sampah di lapangan seperti menumpuknya sampah di pinggir jalan (karena keterlambatan pengangkutan atau tidak terangkut ke TPA), rute dan jadwal pengangkutan yang tidak pasti, makin banyaknya TPA liar dan pembuangan sampah ke sungai karena tidak adanya pelayanan yang memadai, kondisi lokasi TPA yang tidak memenuhi persyaratan serta fasilitas yang minim dan operasi tpa yang open dumping sehingga cenderung mencemari lingkungan, mencerminkan masih rendahnya kinerja pelayanan sektor persampahan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan TPA di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya diperlukan Studi Kelayakan dalam rangka penyiapan TPA Regional yang diharapkan dapat mengurangi resiko pencemaran terhadap lingkungan, baik yang disebabkan oleh air lindi, gas maupun vektor penyakit.\ud
Studi kelayakan meliputi prediksi produksi sampah daerah lingkup pelayanan dan beban TPA, pemilihan likasi TPA berdasarkan standar nasional indonesia tentang cara penentuan lokasi TPA, pemilihan teknologi pemrosesan akhir sampah, serta sistem operasional dan menajemen TPA.\ud
Hasil studi memperlihatkan bahwa dalam aspek regionalitas, selain Kota Bandar Lampung, maka Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan dapat dijadikan sebagai daerah lingkup pelayan TPA Regional yang akan berlokasi di Desa Lumbi Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Dengan total produksi sampah sekitar 22.808.992,88 m3 dalam kurun waktu 2013 – 2030 dari 4 kabupaten/kota, maka diperlukan 30 ha lahan sebagai tempat pengolahan akhir. Utnuk memperpanjang umur TPA, penggunaan teknologi Galfac Process di TPA lebih di rekomendasikan. Menajemen pengelolaan yang independen terhadap kepentingan dari setiap kabupaten/kota akan dapat memberikan daya tarik bagi investor dalam mendapatkan nilai tambah dari pengelolaan sampah yang baik, benar, dan efisien.\u
Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 498/E/T/2011 Tanggal 13 April 2011 Tentang Kualifikasi D-IV setara dengan S1
ANALYSIS OF CHANGES IN ECONOMIC STRUCTURE CENTRAL LAMPUNG DISTRICT OF YEAR 1998-2007
Sejak diberlakukannya pelaksanaan otonomi daerah yang terhitung pada 1 januari 2001 menempatkan setiap pemerintah daerah menjadi pemegang kunci dalam rangka keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan ekonomi regional. Dalam proses pembangunan ekonomi biasanya akan diikuti oleh proses perubahan struktur ekonomi. Selama ini sektor pertanian masih dianggap mampu menjadi sektor andalan dalam kontribusinya terhadap pendapatan baik di tingkat nasional maupun regional. Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi yang mendukung kemajuan sektor pertanian. Namun seiring berjalannya waktu peranan sektor pertanian semakin menurun yang mencerminkan suatu proses transformasi struktural. Menurunnya peranan sektor pertanian ini salah satunya disebabkan oleh terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian. \ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi Kabupaten Lampung Tengah selama periode 1998 hingga 2007 serta mengetahui bagaimana kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah Kabupaten Lampung Tengah. Dalam analisis data dan pembahasan digunakan analisis shift share untuk melihat perubahan/pergeseran struktur ekonomi, Location quotient (LQ) untuk melihat sektor basis dan non-basis serta kontribusi sektor pertanian. \u