Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    ANALYSIS THE EFFECT OF INTERNAL PERSONAL CONFLICT TOWARD WOMAN LECTURER’S PRODUCTIVITY \ud OF LAMPUNG UNIVERSITY\ud (study on woman lecturer of having double role as housewife)\ud \ud

    No full text
    Proses globalisasi yang setidak-tidaknya menawarkan tiga iklim: perdagangan bebas, hadirnya teknologi komunikasi yang mahadahsyat, dan keterbukaan gelombang informasi, memang tidak mungkin lagi memasung kaum ibu dalam lingkup rumah tangga. Mereka juga dituntut untuk memberdayakan potensi dirinya, mewujudkan kebutuhan akan prestasi (need of achievement), dan mengaktualisasikan motivasi intelektualnya. Dalam keadaan demikian, kaum ibu idealnya menjadi sosok androgini; bisa tampil maskulin di ranah publik dengan capaian prestasi yang seimbang dengan kaum pria, sekaligus tidak menanggalkan sifat femininnya di ranah domestik yang tetap menjaga kelembutan, sikap keibuan, dan ketulusan kasih sayang terhadap suami dan anak-anak. \ud \ud Sosok androgini ini memungkinkan kaum ibu tetap akan mampu memaksimalkan perannya sebagai pencerah peradaban; peran luhur dan mulia yang sudah teruji lewat sejarah peradaban yang panjang, walaupun sang ibu sibuk meniti karier di panggung publik.\u

    GROWTH PERFORMANCE OF REGION ORIGINAL INCOME (PAD) DISTRICT LAMPUNG TENGAH BUDGET YEAR 2003-2008

    No full text
    Broad autonomy and financial balance more equitable, proportionate and transparent inter-governmental level to be one area and community demands. Under Law No. 33 of 2004 on Fiscal Balance between Central and Regional Government stated that in order for the household itself can be best then to have to be given enough financial sources, but remember that not all sources of financing can be given to areas with the head region required to dig up all their own financial resources based on legislation and regulations. \ud The problems in this research is the contribution of local taxes and levies on PAD Lampung Tengah District is still relatively small, and the average contribution of PAD Lampung Tengah District ranks third smallest of the 10 districts in Lampung province after Tulang Bawang district. The purpose of this study is to determine the performance of each of the sources of original income (PAD) Lampung Tengah District budget year 2003-2008.\u

    GROWTH PERFORMANCE OF REGION ORIGINAL INCOME (PAD) DISTRICT LAMPUNG TENGAH BUDGET YEAR 2003-2008\ud

    No full text
    A. Latar Belakang\ud \ud Otonomi daerah pada prinsipnya lebih berorientasi kepada pembangunan dengan berdasarkan pertimbangan kemampuan daerah. Tujuannya adalah memungkinkan daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, sehingga dapat lebih meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Pemberian otonomi kepada Daerah adalah penyerahan sebagian urusan pemerintahan kepada Daerah. Penyerahan urusan pemerintahan kepada Daerah tersebut menurut ketentuan Undang-Undang yang berlaku dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan Daerah yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena pada kenyataannya pelaksanaan otonomi daerah masih banyak menghadapi berbagai kendala, diantaranya adalah faktor sumber pembiayaan.\ud \ud Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah dinyatakan bahwa agar daerah dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan sebaik-baiknya maka kepadanya perlu diberikan sumber pembiayaan yang cukup, tetapi mengingat tidak semua sumber pembiayaan dapat diberikan kepada daerah maka kepala daerah diwajibkan untu

    Analysis of foreign exchange rates with the Box-Jenkins approach (Arima), the\ud Exponential Smoothing, The Winters, The Add-Winters and the Stepar Method\ud \ud

    No full text
    Globalization is increasingly widespread in all sectors pushing higher and higher rate of growth. The rate at which growing economic sector, especially in the field of trade between countries can not be dammed again, this is seen from free trade that has been on the run in 2010. Competition is so tight in the field of trade to economic selection between countries that compete in global markets. The exchange rates have an important role in economic globalization is a highlight authors to see whether economic variables that have a close relationship with the exchange rate so vulnerable affected by economic variables as well as non-economic variables and predicting exchange rates so volatile a few periods ahead.\ud \ud The purpose of this study is to determine how the influence of the difference of M2, the difference in GDP, difference interest rates, foreign inflation and balance of payments is the difference between Indonesia and Singapore to exchange Rp/S $. Economic models and econometric models used in this study is the model of Frenkel-Bilson, Hooper- Morton model and the Dornbusch-Frenkel model. The data used is data processed in the form of monthly data by using the procedure expand the period 2003.01-2008.12.. In this study, all data were tested with the unit root test and classical assumption. Models estimated using OLS (Ordinary Least Square). The method of forecasting using Box- Jenkins (Arima), the Exponential Smoothing, The Winters, The Add-Winters and the Stepar Method.\u

    \ud Analysis of foreign exchange rates with the Box-Jenkins approach (Arima), the\ud Exponential Smoothing, The Winters, The Add-Winters and the Stepar Method\ud

    No full text
    Globalisasi yang makin meluas disegala sektor mendorong laju perkembangan yang semakin tinggi. Laju di sektor ekonomi yang semakin berkembang terutama dibidang perdagangan antar negara tidak dapat dibendung lagi, hal ini terlihat dari perdagangan bebas yang telah di jalankan di tahun 2010. Persaingan yang begitu ketat di bidang perdagangan menjadi seleksi ekonomi antar negara yang bersaing di pasar global. Kurs yang memegang peranan penting dalam globalisasi ekonomi ini menjadi sorotan penulis untuk melihat variabel ekonomi apakah yang memiliki keterkaitan erat dengan kurs yang begitu rentan terpengaruh oleh variabel ekonomi maupun variabel non ekonomi dan meramalkan nilai kurs yang begitu berfluktuatif beberapa periode kedepan.\ud Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh selisih M2, selisih GDP, selisish tingkat suku bunga, selisih inflasi dan selisih neraca pembayaran antara Indonesia dan Singapura terhadap kurs Rp/S$. Model ekonomi dan model ekonometrika yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Frenkel-Bilson, model Hooper-Morton dan model Dornbusch-Frenkel. Data yang digunakan ialah data yang diolah dalam bentuk data bulanan dengan menggunakan prosedur expand periode 2003.01-2008.12. Dalam penelitian ini semua data diuji dengan uji unit root dan uji asumsi klasik. Model estimasi dengan menggunakan OLS (Ordinary least Square). Metode peramalan dengan menggunakan Box-Jenkins(Arima), the Exponential Smoothing, The winters, The Add-Winters dan the Stepar Method.\u

    Analysis of foreign exchange rates with the Box-Jenkins approach (Arima), the\ud Exponential Smoothing, The Winters, The Add-Winters and the Stepar Method\ud

    No full text
    Globalisasi yang makin meluas disegala sektor mendorong laju perkembangan yang semakin tinggi. Laju di sektor ekonomi yang semakin berkembang terutama dibidang perdagangan antar negara tidak dapat dibendung lagi, hal ini terlihat dari perdagangan bebas yang telah di jalankan di tahun 2010. Persaingan yang begitu ketat di bidang perdagangan menjadi seleksi ekonomi antar negara yang bersaing di pasar global. Kurs yang memegang peranan penting dalam globalisasi ekonomi ini menjadi sorotan penulis untuk melihat variabel ekonomi apakah yang memiliki keterkaitan erat dengan kurs yang begitu rentan terpengaruh oleh variabel ekonomi maupun variabel non ekonomi dan meramalkan nilai kurs yang begitu berfluktuatif beberapa periode kedepan.\ud Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh selisih M2, selisih GDP, selisish tingkat suku bunga, selisih inflasi dan selisih neraca pembayaran antara Indonesia dan Singapura terhadap kurs Rp/S$. Model ekonomi dan model ekonometrika yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Frenkel-Bilson, model Hooper-Morton dan model Dornbusch-Frenkel. Data yang digunakan ialah data yang diolah dalam bentuk data bulanan dengan menggunakan prosedur expand periode 2003.01-2008.12. Dalam penelitian ini semua data diuji dengan uji unit root dan uji asumsi klasik. Model estimasi dengan menggunakan OLS (Ordinary least Square). Metode peramalan dengan menggunakan Box-Jenkins(Arima), the Exponential Smoothing, The winters, The Add-Winters dan the Stepar Method.\u

    ANALYSIS OF THE MARKET POTENTIAL FOR THE THREE STAR BREAD BAKERY PRODUCTS IN SOUTH SOUTH LAMPUNG- NATAR \ud \ud

    No full text
    Perusahaan Roti Bintang Tiga Bakery didirikan pada tahun 2001, dalam menjalankan usahanya perusahaan Roti Bintang Tiga Bakery dapat menganalisis seberapa besar potensi pasar dari perusahaan Bintang Tiga Bakery. \ud Masalah perusahaan yaitu pangsa pasar di tahun akhir mengalami penurunan dari 31,24 menjadi 15,93 dan tidak tercapainya target penjualan yang diharapkan oleh perusahaan.\ud Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu Apakah Potensi Pasar Produk Roti Bintang Tiga Bakery di Natar Lampung Selatan pada tahun-tahun mendatang masih tersedia?\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pasar roti Bintang Tiga Bakery pada tahun-tahun mendatang dalam penjualan roti berdasarkan Indeks Daya Beli serta sebagai sumbangan pemikiran bagi perusahaan roti Bintang Tiga Bakery dalam mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasarnya.\u

    THE EFFECT ANALYSIS OF MOTIVATION AND CUSTOMER’S BEHAVIOR ON DECISION OF BUYING SUZUKI MOTORCYCLE IN BANDAR LAMPUNG\ud \ud

    No full text
    Semakin majunya tingkat kehidupan masyarakat, menyebabkan kebutuhan manusia semakin kompleks terutama pada pemenuhan kendaraan bermotor berupa sepeda motor. Selain itu, meningkatnya jumlah penduduk dan semakin bervariasinya tingkat pendapatan masyarakat, maka produsen dituntut untuk lebih memperhatikan motivasi dan sikap konsumen dalam rangka mempertahankan kesinambungan perusahaan.\ud \ud Penjualan sepeda motor Suzuki baik secara absolute maupun secara persentase menunjukkan fluktuasi selama tahun 2006 - 2009. Motivasi dan Sikap Konsumen dapat dilihat perusahaan melalui volume penjualan perusahaan. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat sesuai dengan fungsi pemasaran yang merupakan salah satu fungsi pokok yang harus dulakukan oleh perusahaan untuk dapat berkembang dan mendapatkan laba yang maksimal. Permasalahannya adalah apakah motivasi dan sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor Suzuki di Kota Bandar Lampung?\ud Hipotesis yang dirumuskan adalah Motivasi dan sikap mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor Suzuki di kota Bandar lampung. \u

    THE EFFECT ANALYSIS OF MOTIVATION AND CUSTOMER’S BEHAVIOR ON DECISION OF BUYING SUZUKI MOTORCYCLE IN BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    1. Latar Belakang Masalah\ud Ketatnya persaingan antar perusahaan membuat produsen harus berfikir lebih keras untuk mmepertahankan pangsa pasarnya. Dalam persaingan yang semakin kompetitif ini, konsumen relatif lebih mudah berpindah ke perusahaan pesaing. Perpindahan ke perusahaan pesaing erat hubungannya dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu sendiri. Karna sekarang konsumen semakin pintar dalam memilih barang yang akan dia beli, para konsumen akan membeli barang yang memilki kualitas bagus dengan harga yang bersaing.\ud \ud Pengambialan keputusan pembelian sangat bervariasi. Ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks (Hawkins et al,. 1992 dan Engel et al,. 1990) membagi pengambilan keputusan kedalam tiga jenis , yaitu : Pengambilan keputusan yang luas (extended decision making), pengambilan keputusan yang terbatas (limited decision making), dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan (habitual decision making).\u

    \ud ANALYSIS OF ROAD LIGHTING TAX AND THE CONTRIBUTIONS AGAINT THE ORIGINAL DISTRICT INCOMES IN SOUTH LAMPUNG REGENCY\ud

    No full text
    Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan memberikan kontribusi yang cukup besar dibandingkan penerimaan pajak-pajak yang lain. Pajak Penerangan Jalan Kabupaten Lampung Selatan diatur dalam Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2002 dimana dalam pelaksanaan pemungutannya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Selatan sebagai pengelola bekerjasama dengan Perusahan Listrik Negara (PLN) Wilayah Lampung Cabang Ranting Kalianda.\ud \ud Dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah dibutuhkan sumber-sumber pembiayaan yang berasal dari daerah yang bersangkutan. Salah satu sumber pembiayaan pelaksanaan desentralisasi adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumber PAD adalah sumber keuangan daerah yang digali dari dalam wilayah daerah. Salah satunya adalah Pajak Daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan untuk kepentingan bersama. Permasalahan dalam penulisan ini adalah “ Seberapa besar potensi Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Lampung Selatan “.\u

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇