Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    THE INFLUENCE OF AUDIT STRUCTURE, ROLE CONFLICT, UNCLARITY ROLE, AND TASK COMPLEXITY TOWARD AUDITOR PERFORMANCE\ud \ud \ud

    No full text
    \ud Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh audit struktur, konflik peran, ketidakjelasan peran, dan kompleksitas tugas terhadap kinerja auditor. Penelitian ini dilakukan di daerah Sumatera bagian selatan dengan responden auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik yang dikeluarkan oleh IAI pada tahun 2009. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified random sampling proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disampaikan secara langsung dan melalui surat (mail survey). Jumlah kuesioner yang disebarkan adalah 110 salinan, tetapi hanya 46 kuesioner yang dikembalikan. Analisis data untuk penguji hipotesis dilakukan dengan Analysis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran dan ketidakjelasan peran berpengaruh terhadap kinerja auditor sedangkan struktur audit dan kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor\ud \ud Kata kunci: Struktur Audit, Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran, Kompleksitas \ud Tugas, Kinerja Auditor.\ud \ud \u

    THE INFLUENCE OF AUDIT STRUCTURE, ROLE CONFLICT, UNCLARITY ROLE, AND TASK COMPLEXITY TOWARD AUDITOR PERFORMANCE\ud \ud

    Get PDF
    A. Simpulan \ud Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur audit, konflik peran, ketidakjelasan peran dan kompleksitas tugas terhadap kinerja auditor. Studi ini dilakukan di wilayah sumatera bagian selatan pada auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik sesuai dengan Directory Kantor Akuntan Publik yang dikeluarkan oleh IAI pada tahun 2009. Berdasarkan hasil pengujian data yang telah dilakukan dapat disusun suatu kesimpulan inti mengenai hasil uji hipotesis: \ud 1. Struktur audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan struktur audit belum tentu dapat membantu auditor dalam melaksanakan tugasnya menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja auditor. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Stuart (2001) dalam Fanani dkk (2007) tetapi mendiskonfirmasikan Bamber,et al (1989) Fanani dkk (2007).\u

    ANALYSIS OF THE MARKET POTENTIAL FOR THE THREE STAR BREAD BAKERY PRODUCTS IN SOUTH SOUTH LAMPUNG- NATAR \ud \ud

    No full text
    Perusahaan Roti Bintang Tiga Bakery didirikan pada tahun 2001, dalam menjalankan usahanya perusahaan Roti Bintang Tiga Bakery dapat menganalisis seberapa besar potensi pasar dari perusahaan Bintang Tiga Bakery. \ud Masalah perusahaan yaitu pangsa pasar di tahun akhir mengalami penurunan dari 31,24 menjadi 15,93 dan tidak tercapainya target penjualan yang diharapkan oleh perusahaan.\ud Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu Apakah Potensi Pasar Produk Roti Bintang Tiga Bakery di Natar Lampung Selatan pada tahun-tahun mendatang masih tersedia?\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pasar roti Bintang Tiga Bakery pada tahun-tahun mendatang dalam penjualan roti berdasarkan Indeks Daya Beli serta sebagai sumbangan pemikiran bagi perusahaan roti Bintang Tiga Bakery dalam mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasarnya.\u

    THE EFFECT ANALYSIS OF MOTIVATION AND CUSTOMER’S BEHAVIOR ON DECISION OF BUYING SUZUKI MOTORCYCLE IN BANDAR LAMPUNG

    No full text
    1. Latar Belakang Masalah\ud Ketatnya persaingan antar perusahaan membuat produsen harus berfikir lebih keras untuk mmepertahankan pangsa pasarnya. Dalam persaingan yang semakin kompetitif ini, konsumen relatif lebih mudah berpindah ke perusahaan pesaing. Perpindahan ke perusahaan pesaing erat hubungannya dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu sendiri. Karna sekarang konsumen semakin pintar dalam memilih barang yang akan dia beli, para konsumen akan membeli barang yang memilki kualitas bagus dengan harga yang bersaing.\ud \ud Pengambialan keputusan pembelian sangat bervariasi. Ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks (Hawkins et al,. 1992 dan Engel et al,. 1990) membagi pengambilan keputusan kedalam tiga jenis , yaitu : Pengambilan keputusan yang luas (extended decision making), pengambilan keputusan yang terbatas (limited decision making), dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan (habitual decision making).\u

    THE EFFECT ANALYSIS OF MOTIVATION AND CUSTOMER’S BEHAVIOR ON DECISION OF BUYING SUZUKI MOTORCYCLE IN BANDAR LAMPUNG

    No full text
    1. Latar Belakang Masalah\ud Ketatnya persaingan antar perusahaan membuat produsen harus berfikir lebih keras untuk mmepertahankan pangsa pasarnya. Dalam persaingan yang semakin kompetitif ini, konsumen relatif lebih mudah berpindah ke perusahaan pesaing. Perpindahan ke perusahaan pesaing erat hubungannya dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu sendiri. Karna sekarang konsumen semakin pintar dalam memilih barang yang akan dia beli, para konsumen akan membeli barang yang memilki kualitas bagus dengan harga yang bersaing.\ud \ud Pengambialan keputusan pembelian sangat bervariasi. Ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks (Hawkins et al,. 1992 dan Engel et al,. 1990) membagi pengambilan keputusan kedalam tiga jenis , yaitu : Pengambilan keputusan yang luas (extended decision making), pengambilan keputusan yang terbatas (limited decision making), dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan (habitual decision making).\u

    INTERPERSONAL COMMUNICATION AND RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH THE PERFORMANCE OF EMPLOYEESPT FEDERAL INTERNATIONAL \ud FINANCE BRANCH KALIANDA\ud \ud

    No full text
    Interpersonal communication will balance the internal working climate. The condition in FIF Branch of Kalianda about intimacy between 2006-2007 has decreased. Employees of PT FIF Kalianda branch have poor emotional intelligence based on the ESQ training. Level of performance is have not reach the target yet during the year 2008 have fluctuated. Problem of research is the relationship between interpersonal communication and emotional intelligence and performance of employees of PT Federal International Finance Branch of Kalianda?. \ud \ud This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and emotional intelligence and employee performance of PT FIF Branch of Kalianda. The hypothesis of the research is a positive relationship between interpersonal communication and emotional intelligence with the performance of employees at PT FIF Branch of Kalianda. The analysis used product moment correlation formula. To test the hypothesis is used t test and F test. \u

    \ud \ud INTERPERSONAL COMMUNICATION AND RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH THE PERFORMANCE OF EMPLOYEESPT FEDERAL INTERNATIONAL \ud FINANCE BRANCH KALIANDA\ud \ud

    No full text
    Komunikasi interpersonal dapat menyeimbangkan iklim kerja perusahaan secara internal. Kondisi yang ada di PT FIF Cabang Kalianda adalah kegiatan yang dapat mempererat keakraban sepanjang tahun 2006-2007 mengalami penurunan frekuensi pelaksanaan. Karyawan PT FIF Cab. Kalianda sebagian besar memiliki kecerdasan emosional yang kurang berdasarkan hasil training ESQ yang diadakan perusahaan pada Tahun 2008. Kinerja yang dilihat dari tingkat pencapaian target selama tahun 2008 berfluktuasi tetapi mengalami kecenderungan yang menurun.Rumusan masalah dalam penelitian adalah: Adakah hubungan antara komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional dengan kinerja karyawan PT Federal International Finance Cabang Kalianda?

    \ud \ud INTERPERSONAL COMMUNICATION AND RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH THE PERFORMANCE OF EMPLOYEESPT FEDERAL INTERNATIONAL \ud FINANCE BRANCH KALIANDA\ud

    Get PDF
    5.1 Kesimpulan\ud \ud 1. Komunikasi interpersonal (X1) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori tinggi (r=0,628). Hasil uji hipoteis menyimpulkan hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh nilai thitung (8,647> nilai ttabel (1,679). \ud 2. Kecerdasan emosional (X2) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori sedang atau cukup (r=0,592). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh nilai thitung (6,181)>t tabel (1,679).\ud 3. Komunikasi interpersonal (X1), dan kecerdasan emosional (X2) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori tinggi (R=0,646). Terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional dengan kinerja kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh Fhitung (15,39) > Ftabel (3,23) \ud \u

    \ud \ud INTERPERSONAL COMMUNICATION AND RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH THE PERFORMANCE OF EMPLOYEESPT FEDERAL INTERNATIONAL \ud FINANCE BRANCH KALIANDA\ud

    No full text
    1.1 Latar Belakang Masalah\ud \ud Perkembangan industri dan organisasi bisnis yang semakin maju membuat iklim persaingan bisnis semakin ketat. Untuk terus bertumpu mempertahankan kelangsungan usaha maka perusahaan harus memiliki kemampuan menjaga dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk. Hal itu sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang berperan sebagai motor penggerak dari seluruh sarana dan prasarana yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa. \ud \ud Perusahaan yang menyadari bahwa sumber daya manusia adalah asset utama dalam perusahaannya tentunya akan memikirkan langkah–langkah dan tindakan-tindakan yang dapat mendorong pengembangan sumber daya manusia untuk produktif, kreatif, dan berprestasi dalam menghadapi persaingan di dunia usaha saat ini. Oleh karena itu perusahaan perlu memperhatikan kondisi pegawai atau karyawan agar dapat bekerja dengan baik dengan menerapkan konsep manajemen yang baik dan terarah. Output yang diharapkan dari pegawai adalah kinerja yang banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah komunikasi interpersonal dan keserdasan emosional. \u

    DEVELOPMENT EXPENDITURE ANALYSIS, VALUE OF INVESTMENT AND MANPOWER TO SMALL INDUSTRIAL SECTOR INDUSTRIAL SECTOR GROWTH IN DISTRICT \ud ITS MIDDLE YEARS 2004-2008 \ud \ud

    No full text
    Otonomi daerah bertujuan untuk mewujudkan kemandirian daerah sehingga daerah bebas untuk mengatur dirinya tanpa ada campur tangan pemerintah pusat. Untuk menunjang pembangunan ekonomi suatu daerah selain unsur penerimaan terdapat unsur penting lain di dalam APBD yaitu pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah terbagi atas pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Pengeluaran rutin lebih bersifat pengeluaran yang konsumtif, sedangkan pengeluaran pembangunan bersifat produktif. Inilah yang menyebabkan pengeluaran pembangunan lebih dikenal sebagai investasi pemerintah, karena digunakan untuk membiayai sektor-sektor produktif yang ada di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perkembangan pengeluaran pembangunan sektor industri, (2) perkembangan nilai investasi sektor industri kecil, (3) perkembangan tenaga kerja sektor industri kecil di Kabupaten Lampung Tengah, dan (4) pertumbuhan sektor industri

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇