Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    \ud ANALYSIS OF ROAD LIGHTING TAX AND THE CONTRIBUTIONS AGAINT THE ORIGINAL DISTRICT INCOMES IN SOUTH LAMPUNG REGENCY\ud \ud

    No full text
    Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan memberikan kontribusi yang cukup besar dibandingkan penerimaan pajak-pajak yang lain. Pajak Penerangan Jalan Kabupaten Lampung Selatan diatur dalam Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2002 dimana dalam pelaksanaan pemungutannya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Selatan sebagai pengelola bekerjasama dengan Perusahan Listrik Negara (PLN) Wilayah Lampung Cabang Ranting Kalianda.\ud \ud Dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah dibutuhkan sumber-sumber pembiayaan yang berasal dari daerah yang bersangkutan. Salah satu sumber pembiayaan pelaksanaan desentralisasi adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumber PAD adalah sumber keuangan daerah yang digali dari dalam wilayah daerah. Salah satunya adalah Pajak Daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan untuk kepentingan bersama. Permasalahan dalam penulisan ini adalah “ Seberapa besar potensi Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Lampung Selatan “.\u

    \ud ANALYSIS OF ROAD LIGHTING TAX AND THE CONTRIBUTIONS AGAINT THE ORIGINAL DISTRICT INCOMES IN SOUTH LAMPUNG REGENCY\ud \ud

    No full text
    Berdasarkan Hasil pembahasan mengenai kontribusi dan potensi pajak penerangan jalan dan sistem pengelolaan pajak penerangan jalan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut :\ud \ud A. Simpulan \ud \ud \ud 1. Realisasi pajak penerangan jalan di Kabupaten Lampung selatan dari tahun 2004 sampai 2008 mengalami peningkatan tapu jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki sangat jauh berbeda. Potensi yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan sangat tinggi dalam realisasinya masih jauh. Potensi yang paling tinggi mengalami penyimpangan terjadi pada tahun 2005 sebesar 30,03 persen. Sedangkan penyimpangan yang paling rendah terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 10,42 persen lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi.\ud 2. Kontribusi yang diberikan oleh pajak penerangan jalan di Kabupaten Lampung Selatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata sebesar 28,97 persen pertahun, yang berdasarkan persentase tingkat kontribusi dinyatakan ke dalam kriteria kontrbusi sedang. Sedangan kontribusi yang diberikan pajak penerangan jalan terhadap realisasi penerimaan pajak daerah kabupaten Lampung Selatan rata-rata sebesar 86,96 persen pertahun, sehingga berdasarkan kriteria kontribusi yang digunakan maka kontribusi penerimaa

    ANALYSIS OF FACTORS WHICH INFLUENTING DIVIDEND PER SHARE ON MANUFACTURE COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE IN THE PERIOD 2004-2008 \ud \ud

    Get PDF
    Kebijakan dividen merupakan keputusan untuk menentukan besarnya bagian pendapatan (earning) yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan bagian yang akan ditahan di perusahaan. Para investor umumnya menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil karena dengan stabilitas dividen dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan sehingga mengurangi ketidakpastian investor dalam menanamkan dananya ke dalam perusahaan. Perusahaan yang akan membagikan dividen juga harus mempertimbangkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan manajemen yang tepat dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen

    THE INFLUENCE OF AUDIT STRUCTURE, ROLE CONFLICT, UNCLARITY ROLE, AND TASK COMPLEXITY TOWARD AUDITOR PERFORMANCE

    Get PDF
    \ud Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh audit struktur, konflik peran, ketidakjelasan peran, dan kompleksitas tugas terhadap kinerja auditor. Penelitian ini dilakukan di daerah Sumatera bagian selatan dengan responden auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik yang dikeluarkan oleh IAI pada tahun 2009. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified random sampling proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disampaikan secara langsung dan melalui surat (mail survey). Jumlah kuesioner yang disebarkan adalah 110 salinan, tetapi hanya 46 kuesioner yang dikembalikan. Analisis data untuk penguji hipotesis dilakukan dengan Analysis of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran dan ketidakjelasan peran berpengaruh terhadap kinerja auditor sedangkan struktur audit dan kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor\ud \ud Kata kunci: Struktur Audit, Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran, Kompleksitas \ud Tugas, Kinerja Auditor.\ud \ud \u

    ANALYSIS OF THE MARKET POTENTIAL FOR THE THREE STAR BREAD BAKERY PRODUCTS IN SOUTH SOUTH LAMPUNG- NATAR

    Get PDF
    Kesimpulan\ud Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa potensi pasar Roti Bintang Tiga Bakery masih cukup baik pada tahun-tahun mendatang diterima dengan alasan :\ud 1. Analisis potensi pasar menunjukkan bahwa indeks daya beli atau BPI terbesar untuk masing-masing lima kelurahan dalam mengonsumsi roti Bintang Tiga Bakery terdapat pada lima kelurahan yang mempunyai jumlah penduduk tertinggi meliputi Merak Batin, Natar Pusat, Hajimena, Tanjung Sari dan Negara Ratu 60,558%, Ini berarti potensi pasar pada lima kelurahan tersebut masih cukup tersedia dari pada daerah lain dan indeks daya beli terkecil terdapat pada lima kelurahan yang mempunyai jumlah penduduk terendah meliputi Krawangsari, Bandar Rejo, Sidoasari, Purwosari dan Pancasila sebesar 13,237 %.Hal ini berarti lima kelurahan tersebut kurang tersedia dari pada daerah lain. Sedangkan Performance index penjualan berada pada lima kelurahan yang mempunyai jumlah penduduk tertnggi meliputi Merak Batin, Natar Pusat, Hajimena, Tanjung Sari dan Negara Ratu tersedia sebesar 121,04% dan yang kurang tersedia pada lima kelurahan yang mempunyai jumlah penduduk terendah meliputi Krawangsari, Bandar Rejo, Sidoasari, Purwosari dan Pancasila sebesar 45,95%.\u

    THE EFFECT ANALYSIS OF MOTIVATION AND CUSTOMER’S BEHAVIOR ON DECISION OF BUYING SUZUKI MOTORCYCLE IN BANDAR LAMPUNG\ud \ud \ud

    No full text
    \ud The higher standar of living of the society, the more complicated what people need in their life especially on transportation need that in this case is motorcylcle. Besides, the higher of population and variation of income level of society will cause to the producer manufacturer industries to pay more attention to the motivation and behavior of their consumers in order to maintain continuity of the company.\ud \ud Sales on Suzuki motorcycle both in absolute and percentage shows the fluctuation during 2006 – 2009. A firm can monitor the motivation and customer’s behavior using its sale volume. In this kind of economics’ condition, a marketing activity has a great role appropriate with marketing function, which is one of main function in companies, so that it can develop well and increasing their maximum profit. Therefore, the main question is “Do motivation and customer’s behavior effect the decision of buying Suzuki motorcycle in Bandar Lampung?”\ud Formulized hypothesis in this research motivation and customer’s behavior positively effect the decision of buying Suzuki motorcycle in Bandar Lampung.\u

    \ud \ud INTERPERSONAL COMMUNICATION AND RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH THE PERFORMANCE OF EMPLOYEESPT FEDERAL INTERNATIONAL \ud FINANCE BRANCH KALIANDA\ud

    No full text
    5.1 Kesimpulan\ud \ud 1. Komunikasi interpersonal (X1) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori tinggi (r=0,628). Hasil uji hipoteis menyimpulkan hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh nilai thitung (8,647> nilai ttabel (1,679). \ud 2. Kecerdasan emosional (X2) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori sedang atau cukup (r=0,592). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh nilai thitung (6,181)>t tabel (1,679).\ud 3. Komunikasi interpersonal (X1), dan kecerdasan emosional (X2) mempunyai hubungan dengan kinerja dengan tingkat keeratan dalam kategori tinggi (R=0,646). Terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal dan kecerdasan emosional dengan kinerja kinerja karyawan PT FIF Cabang Kalianda karena diperoleh Fhitung (15,39) > Ftabel (3,23) \ud \u

    DEVELOPMENT EXPENDITURE ANALYSIS, VALUE OF INVESTMENT AND MANPOWER TO SMALL INDUSTRIAL SECTOR INDUSTRIAL SECTOR GROWTH IN DISTRICT \ud ITS MIDDLE YEARS 2004-2008 \ud

    No full text
    Aims to achieve regional autonomy so that local independence-free areas to organize themselves without any central government interference. To support the economic development of a region other than receiving elements are another important element in the budgets of government spending. Government expenditure is divided into routine expenditure and development expenditure. Routine expenditure is more consumer spending, while development expenditure is productive. This is the cause of development expenditure, better known as government investment, because it is used to finance the productive sectors in an area. This study aims to determine: (1) the development of industrial sector development expenditure, (2) development of small industrial sector, investment value, (3) development of small industrial sector workers in Central Lampung District, and (4) growth in the industrial sector

    DEVELOPMENT EXPENDITURE ANALYSIS, VALUE OF INVESTMENT AND MANPOWER TO SMALL INDUSTRIAL SECTOR INDUSTRIAL SECTOR GROWTH IN DISTRICT \ud ITS MIDDLE YEARS 2004-2008 \ud

    Get PDF
    Aims to achieve regional autonomy so that local independence-free areas to organize themselves without any central government interference. To support the economic development of a region other than receiving elements are another important element in the budgets of government spending. Government expenditure is divided into routine expenditure and development expenditure. Routine expenditure is more consumer spending, while development expenditure is productive. This is the cause of development expenditure, better known as government investment, because it is used to finance the productive sectors in an area. This study aims to determine: (1) the development of industrial sector development expenditure, (2) development of small industrial sector, investment value, (3) development of small industrial sector workers in Central Lampung District, and (4) growth in the industrial sector. \ud \u

    DEVELOPMENT EXPENDITURE ANALYSIS, VALUE OF INVESTMENT AND MANPOWER TO SMALL INDUSTRIAL SECTOR INDUSTRIAL SECTOR GROWTH IN DISTRICT \ud ITS MIDDLE YEARS 2004-2008 \ud \ud

    No full text
    5.1 Simpulan\ud \ud Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diketahui terjadi peningkatan PDRB sektor industri selama tahun 2004-2008, rata-rata sebesar Rp.726.856.400.000 pertahun dengan pertumbuhan rata rata sebesar 5,68 % pertahun, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 6,74 %. Hal ini dibarengi dengan :\ud 1) Perkembangan pengeluaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah selama tahun 2004-2008 mengalami peningkatan rata-rata sebesar Rp.1.054.949.912, dengan rata-rata pertumbuhan 28,26 % pertahun tertinggi pada tahun 2007 sebesar 100,12%.\ud 2) Perkembangan Investasi sektor industri kecil di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2004-2008 adalah rata-rata sebesar Rp.119.077 juta, dengan rata-rata pertumbuhan 7,57 % pertahun, tertinggi pada tahun 2007 sebesar 13,98%.\ud 3) Perkembangan tenaga kerja yang terserap di sektor industri kecil Kabupaten Lampung Tengah tahun 2004-2008 rata-rata sebesar 20.359 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 5,39 % pertahun, tertinggi pada tahun 2007 sebesar 8,22%.\u

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇