762 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF CHANGES IN ECONOMIC STRUCTURE CENTRAL LAMPUNG DISTRICT OF YEAR 1998-2007
Otonomi daerah yang diberlakukan di Indonesia diatur dalam UU No.33 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah memberikan kewenangan kepada setiap daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan rumah tangganya sendiri. Otonomi ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pemerintah daerah dalam mengelola potensi sumber daya yang dimiliki sehingga pembangunan daerah dapat bersaing sehat dengan daerah lainnya demi kemajuan bersama. \ud
\ud
Pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut maka masyarakat dan pemerintah daerahnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah \ud
(Arsyad:109).\u
PRODUCTION UNIT ANALYSISOF INFLUENCE ONREALWAGES AND LABOR ABSORPTIONININDUSTRIALOFTAPIS\ud InBandarLampung\ud
Thebasic problem is tomaximize economicdevelopment in aproductivejob creation is sustainable.Inan effort to placeof employment provision as a starting pointin attemptinghumansIndonesia became themain forceof development.In Indonesia, therateofpopulation growth is not matched with the equitable distribution and lack of labor market.\ud
\ud
Problem of expansion of employment opportunities isoneof themain problems oftoday,but basicallythereis a wayto expand employment opportunity,namely through the developmentof labor-intensive industries (LaborIntensive)which absorbs relativelymorelaborin their production process. Relation to the economy, small industries, especiallyindustrial ofTapis can improvethe economy, especiallydeveloping countries likeIndonesia, which hasaworkforce that quitealot.\ud
\ud
This studyaims to determinethe effect of variableunits of production andreal wages to laborabsorption in the industrial of Tapis in BandarLampungperiod\ud
2004.1 -2008.4. The analytical method used is ordinaryleast square, followed by hypothesis testing and simultaneous partiallythrough t test and f. Theresults in the period 2004 - 2008 byData quarter we concluded that, based on the calculations and discussion, conclusions that canbegiven bythe authors is that the results of calculations and statistical testsas awhole (Ftest) at thelevelof\ud
confidenceof 95percent,indicatingthat the valueofR ²=0.763820 whichmeans that the variable unit of production and real wages haveareal impact for 76.3820 percent of industrial labor absorption of Tapis inBandarLampung.Whilethe remaining23.618 percent is influenced byotherfactors beyond the model of this research. Meanwhile, accordingto ttest independent variables that turned out production units havepositive and real wagevariables negativelyaffect the employment screeningindustryinBandarLampung.Incalculatingthe independent variable is the elasticityof production units and real wages can be concluded\u
THE INFLUENCE OF INVESTMENT OPPORTUNITY SET, DEBT POLICY, AND DIVIDEND POLICY TO THE STOCK PRICE\ud (AT MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK \ud
\ud
\ud
The research purposes to empirically test the the influence of investment opportunity set, debt policy, and dividend policy to the stock price (CAR) and also to obtain empirical evidence about the variance of market responses (CAR), dividend policy, and debt policy at the firm’s growth level (Level IOS)\ud
\ud
\ud
\ud
The sample is obtained by purposive judgment sampling from Indonesia Stock Exchange (IDX). Based on the criteria, there are only 50 companies used as the sample. Afterwards, we commit factor analysis to clasify the firm’s growth into grow firm and non grow firm. The factor analysis results 15 grow firms and 15 non grow firms. The hypothesis testing is conducted by using General Linear Model.\ud
\ud
\ud
\ud
The result shows that investment opportunity set, debt policy, and dividend policy all together influence the stock price (CAR) and there’s a variance of market responses (CAR), dividend policy, and debt policy at the firm’s growth level (Level IOS). Based on the result, it can be concluded that lower debt to equity ratio in high growth firm and higher dividend policy ratio in high growth firm reflect management optimism for the firm’s future income. Thus, it’s such a good announcement for the investors in order they can response positively on the stock price.\u
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 052/P/2011 Tanggal 25 Maret 2011 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 126/P/2010 Tentang Penetapan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru bagi Guru dalam Jabatan
ANALYSIS OF ACCOUNTING MANIPULATION FOR HEDGING ON FOREIGN EXCHANGE TRANSACTION IN THE RELATION WITH IMPLEMENTATION OF PSAK No. 55\ud (Case study on PT. Unilever Tbk)\ud
The objectives of this research is to know does the accounting manipulation for hedging or accounting for value protection, have been implemented in right and good or not by PT. Unilever tbk. This research is a qualitative research, because researcher just wanted to see does the accounting manipulation have been implemented in right and good or not. The research method used in this research is simple descriptive, because researcher only focus on the implementation, without comparing or to know the frequency of each manipulation.\ud
\ud
From the research that have been done, researcher could conclude that the accounting manipulation for hedging in foreign exchange is already implemented in right and good by PT. Unilever in accordance with PSAK No. 55. It is showed in the audited financial report, that PT. Unilever write down every transaction in foreign exchange on the companies note of financial report, and in the end of the period, PT. Unilever count the companies gain/lose for the foreign exchange transaction that have been done in the period of financial report.\u
ANALYSIS OF ACCOUNTING MANIPULATION FOR HEDGING ON FOREIGN EXCHANGE TRANSACTION IN THE RELATION WITH IMPLEMENTATION OF PSAK No. 55\ud (Case study on PT. Unilever Tbk)\ud
Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi untuk hedging atau akuntansi lindung nilai, sudah diterapkan dengan baik dan benar atau belum oleh PT. Unilever tbk. Penelitian ini bersifat kualitatif, karena peneliti hanya ingin melihat apakah perlakuan akuntansi untuk hedging sudah diterapkan dengan baik dan benar atau belum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana, karena peneliti hanya ingin melihat sudah diterapkan atau belum perlakuan akuntansi lindung nilai, tanpa membandingkan atau untuk mengetahui frekuensi penerapan yang satu dengan yang lainnya.\ud
\ud
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa perlakuan akuntansi untuk akuntansi lindung nilai dalam valuta asing sudah diterapkan dengan baik dan benar oleh PT. Unilever sesuai dengan PSAK No. 55. Hal ini tampak pada laporan keuangan yang telah diaudit, bahwa PT. Unilever mencatat transaksi yang dilakukan dalam valuta asing pada catatan atas laporan keuangan perusahaan, dan pada akhir periode, PT. Unilever melakukan perhitungan selisih rugi/laba perusahaan atas transaksi dalam valuta asing yang dilakukan selama periode laporan keuangan berjalan.\u
\ud LABOR ABSORPTIONININDUSTRIALOFTAPIS PRODUCTION UNIT ANALYSISOF INFLUENCE ONREALWAGES AND \ud InBandarLampung\ud \ud
\ud
A. Latar Belakang\ud
Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan bahwa dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional, tenaga kerja memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur yang merata, baik materil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. \ud
\ud
Masalah pokok dalam pembangunan ekonomi adalah memaksimumkan penciptaan lapangan kerja secara produktif secara berkelanjutan. Dengan upaya menempatkan penyedian lapangan kerja sebagai titik tolak dalam mengupayakan manusia Indonesia menjadi kekuatan utama pembangunan. Kebijakan pembangunan dalam berbagai bidang berangkat dari titik yang sama, yaitu penyediaan lapangan kerja bagi tenaga kerja dengan mutu dan jumlah yang cukup secara berkelanjutan. Sering dikatakan bahwa negara-negara yang sedang berkembang daya serap terhadap tenaga kerjanya tidak memadai, artinya bahwa pertambahan jumlah tenaga kerja ada dalam persentase kecil yang mampu mendapatkan pekerjaan di sektor industri. Sedangkan sisanya terpaksa akan menerima pekerjaan dengan produktivitas rendah, terutama di sektor pertanian dan jasa. Namun kenyataannya, dewasa ini di negara-negara yang sedang berkembang, kesempatan kerja di bidang industri telah mampu meningkat
THE INFLUENCE OF INVESTMENT OPPORTUNITY SET, DEBT POLICY, AND DIVIDEND POLICY TO THE STOCK PRICE\ud (AT MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE)\ud \ud
\ud
\ud
A. Kesimpulan\ud
\ud
\ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk memberi masukan empiris dan menguji pengaruh Investment Opportunity Set, kebijakan deviden dan kebijakan hutang perusahaan terhadap harga saham (CAR) serta memperoleh bukti empiris mengenai perbedaan reaksi pasar (CAR), kebijakan deviden dan kebijakan hutang pada tingkat pertumbuhan perusahaan (Level IOS) pada perusahaan non-bank yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004-2008. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan guna melihat pengaruh Investment Opportunity Set, kebijakan deviden dan kebijakan hutang perusahaan terhadap harga saham (CAR) serta memperoleh bukti empiris mengenai perbedaan reaksi pasar (CAR), kebijakan deviden dan kebijakan pendanaan pada tingkat pertumbuhan\ud
perusahaan (Level IOS) maka dapat disimpulkan bahwa:\u
INFLUENCE OF INFORMATION ASYMMETRY ON THE PRACTIC EARNINGS MANAGEMENT IN MANUFACTURING COMPANY WHICH IS LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE\ud \ud \ud \ud \ud \ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dari variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage terhadap praktik manajemen laba. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diperoleh dengan metode purposive judgement sampling dari tahun 2004 - 2008. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka diperoleh 53 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda pada tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalahan dalam analisis (α) 5%. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda, terlebih dahulu dilakukan uji diskriminan dan uji asumsi klasik.\ud
\ud
Hasil penelitian secara empiris menunjukkan secara parsial, variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba. Secara simultan, variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen laba.\u
The Influence of Budgeting Participation, Organization Commitment, and Environmental Uncertainty on Budgetary Slack
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi, dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Slack Anggaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pelayanan Dasar pada Pemerintah Provinsi Lampung. Data penelitian ini berupa kuesioner yang diberikan kepada mereka yang terlibat dalam penyusunan anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pelayanan Dasar. Penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu Slack Anggaran, sedangkan variabel independennya yaitu Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi, dan Ketidakpastian Lingkungan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Uji Hipotesis melalui uji signifikansi regresi berganda secara parsial (uji t), dan Uji Asumsi Klasik. Hasil dari penelitian ini menerima hipotesis alternatif ketiga, sementara untuk hipotesis alternatif pertama dan kedua ditolak karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.\ud
\ud
Kata kunci : Slack Anggaran, Partisipasi Penganggaran, Komitmen, Organiasi, Ketidakpastian Lingkungan.\ud
\u