762 research outputs found
Sort by
\ud PENGARUH INFORMASI LABA BERSIH DAN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM\ud (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI)\ud \ud
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi laba bersih dan arus kas terhadap harga saham. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2005-2007. Pemilhan sampel berdasarkan metode purposive sampling, sehingga di perolehsebanyak 35 data observasi.\ud
\ud
Pengujian hipótesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Pengujian dilakukan dengan menggunakan laba bersih dengan memasukkan unsur arus kas (operasi, investasi, pendanaan) untuk mengetahui secara parsial arus kas.\ud
\ud
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa informasi laba bersih berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan indikasi bahwa informasi mengenai laba bersih lebih banyak dipakai oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan manufaktur di BEI dari pada informasi arus kas\u
\ud PENGARUH INFORMASI LABA BERSIH DAN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM\ud (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI)\ud
\ud
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi laba bersih dan arus kas terhadap harga saham. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2005-2007. Pemilhan sampel berdasarkan metode purposive sampling, sehingga di perolehsebanyak 35 data observasi.\ud
\ud
Pengujian hipótesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Pengujian dilakukan dengan menggunakan laba bersih dengan memasukkan unsur arus kas (operasi, investasi, pendanaan) untuk mengetahui secara parsial arus kas.\ud
\ud
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa informasi laba bersih berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan indikasi bahwa informasi mengenai laba bersih lebih banyak dipakai oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan manufaktur di BEI dari pada informasi arus kas\u
\ud PENGARUH INFORMASI LABA BERSIH DAN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM\ud (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI)\ud
A. Kesimpulan \ud
\ud
Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah informasi laba bersih dan arus kas berpengaruh terhadap harga saham ditempuh dengan hasil penghitungan dari hipotesa sebagai berikut : \ud
1. Berdasarkan hasil pengujian terhadap Hipotesis 1, ternyata hipotesis diterima. Penelitian ini menunjukkn bahwa adanya pengaruh informasi laba terhadap harga saham. Hasil ini menunjukkan indikasi bahwa informasi mengenai laba bersih lebih banyak dipakai oleh investor dalam menilai kinerja perusahaan manufaktur di BEI. \ud
2. Berdasarkan hasil pengujian terhadap Hipotesis 2, penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh informasi arus kas terhadap harga saham. Hasil pengujian terhadap Hipotesis 3 dan 4 terhadap arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan juga menghasilkan kesimpulan yang sama, yaitu tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil pengujian yang tidak signifikan menunjukkan bahwa kandungan informasi data arus kas di luar dari data laba besih hanya memberikan dukungan yang lema
THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud
\ud
5.1 Simpulan\ud
\ud
Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan yang positif antara pelaksanaan komunikasi yang efektif dengan peningkatan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang. Hal ini didasarkan pada :\ud
1. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh nilai r sebesar 0,812 dengan nilai N = 86. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang tinggi antara variabel bebas (komunikasi) dan variabel terikat (disiplin kerja). Arah hubungannya adalah positif karena r bernilai positif, berarti semakin baik pelaksanaan komunikasi yang dilakukan maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung.\ud
2. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat kebebasan (dk) sebesar 84 (86-2=84), nilai t-hitung (12,751) adalah lebih besar dari nilai t-tabel (1,989). Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti secara keseluruhan variabel bebas (komunikasi) mempunyai hubungan yang positif dengan variabel bebas (disiplin kerja).\ud
3. Melihat dari berbagai indikasi yang ada, maka secara umum dapat dikatakatan bahwa pelaksanaan komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh para karyawan. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan yang tela
Pengaruh Suhu Pada Konversi Zeolit Alam Lampung Menjadi Katalis ZSM-5
Conversion of Lampung natural zeolites into catalyst of ZSM-5 has been conducted. The\ud
research is purposed to obtain the best temperature of the conversion of Lampung natural\ud
zeolites into ZSM-5 evaluated from the relative crystallinity percentage of ZSM-5 produced. The\ud
conversion was hydrothermally conducted in an autoclave of 0.5 litre. Fix variables in this\ud
conversion were TPABr/SiO2 ratio of 0.05 mol/mol, Si/Al ratio of 120 mol/mol, and conversion\ud
time of 24 hours. Meanwhile, arbitrarily variable was conversion temperature of 155oC, 165oC,\ud
175oC, 185oC, and 195oC, and autogeneous pressure.Tetrapropyl Ammonium Bromide (TPABr)\ud
was used as a templating agent and cabosil as a source of an added silica. Products of the\ud
synthesis were characterized by means of XRD. The results show that ZSM-5 was produced at\ud
the whole conversion temperatures with relative crystallinity percentages of 14.25%; 12.27%;\ud
13.38 %; 14.96 % dan 11.87 %, respectively. These results indicate that variation of conversion\ud
temperature on relative crystallinity percentages of ZSM-5 in the conversion does not\ud
significantly influence. Beside ZSM-5, ZSM-11 and analcym were also produced as intermediate\ud
products in the conversion.\ud
\ud
Keywords: ZSM-5, TPABr, Natural zeolites’ conversion\u
EMPLOYEE DEVELOPMENT PROGRAM EFFECT ON EMPLOYEE PRODUCTIVITY IN MARKETING DIVISION AT CV TITIPAN KILAT (TIKI) in BANDARLAMPUNG
Perusahaan atau organisasi didirikan dengan tujuan tertentu dan berusaha untuk mencapai tujuannya. Agar perusahaan lebih mudah mencapai tujuannya, diperlukan manajemen yang efektif untuk mengelola sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat berperan di dalam perusahaan atau organisasi. \ud
\ud
Sebagai salah satu faktor utama dalam perusahaan, sumber daya manusia harus mendapat perhatian utama. Sumber daya manusia sebagai salah satu faktor internal yang memegang peranan penting berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya, sehingga perlu diarahkan melalui manajemen sumber daya manusia secara efisien dan efektif
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN PADA PERUSAHAAN KEHUTANAN DAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Adanya perbedaan antara teori dengan berbagai temuan empiris mengenai faktor yang mempengaruhi pengungkapan lingkungan perusahaan merupakan motivasi dilakukannya penelitian ini. Dari hasil analisis penelitian ini, mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi pengungkapan lingkungan perusahaan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:\ud
\ud
1. Hasil penelitian mendapatkan tingkat pengungkapan lingkungan rata-rata perusahaan kehutanan dan pertambangan adalah sebesar 24,04 %, hasil ini menunjukkan bahwa pengungkapan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan masih sangat rendah, karena tidak mencapai 50% dari total pengungkapan yang diharapkan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN PADA PERUSAHAAN KEHUTANAN DAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para investor dan calon investor untuk pengambilan keputusan. Adanya informasi yang lengkap, akurat serta tepat waktu memungkinkan investor untuk melakukan pengambilan keputusan secara rasional sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Undang-undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1: Informasi atau fakta material adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada Bursa Efek, dan atau keputusan pemodal, calon pemodal atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.\ud
\ud
Salah satu informasi yang sering diminta untuk diungkapkan perusahaan saat ini adalah informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan, terutama tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Isu-isu lingkungan secara langsung dan tidak langsung telah masuk dalam kinerja ekonomi suatu usaha. Karena perusahaan itu sesungguhnya tidak hanya memiliki tanggung jawab ekonomi kepada para shareholder seperti bagaimana memperoleh profit dan menaikkan harga saham, ataupun tanggung jawab legal kepada pemerintah,\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
namun juga harus disertakan pula tanggung jawab yang bersifat sosial. Konsep ini dikenal dengan istilah “Triple Bottom Line” (Elkington, 1997 dalam Wibisono,\ud
2007). Dalam gagasan tersebut, Elkington memberi pandangan bahwa perusahaan yang ingin berkelanjutan haruslah memperhatikan 3P. Yaitu, selain mengejar keuntungan (profit), perusahaan juga mesti memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). Karena perusahaan adalah sebuah organisasi yang dalam operasional sehari-harinya mengeksploitasi sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk mendatangkan keuntungan yang sebesar- besarnya, dan kemudian menjadi pelaku utama penyebab kerusakan lingkungan.\u
POTENSI PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB)\ud RODA DUA DI KOTA BANDAR LAMPUNG\ud \ud
Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan pada bab sebelumnya tentang Potensi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Roda Dua Di Kota Bandar Lampung Tahun 2004 – 2008, maka dapat disimpulkan bahwa :\ud
\ud
1. Potensi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Roda Dua Di Kota Bandar Lampung tahun 2004 – 2008 cukup besar jumlahnya. Pada tahun 2004 potensi penerimaan PKB yang seharusnya diterima sebesar Rp 57.670.746.581 dan tahun 2005 potensi PKB, sebesar Rp 72.371.765.519. Potensi penerimaan PKB meningkat lebih besar pada tahun 2007 sebesar Rp 80.925.790.407 dan pada tahun 2008 mencapai Rp 99.694.324.860. Sehingga Total Nilai dari potensi penerimaan PKB ini adalah sebesar Rp 385.696.640.867.\u