Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    Analisis Prestasi Lampu Petromax Berbahan Bakar LPG

    Get PDF
    In order to decrease subsidy cost of kerosene consumption, Indonesian government right now proposes to convert kerosene to LPG. Consequently, the price of kerosene is expensive in society. LPG can be alternatively used as fuel for the petromax lamp. The use of LPG for the petromax lamp fuel is strongly recommended for sidewalk food sellers as source of light at night if the electricity source is not available. Therefore, it is important to investigate some advantages of the use of LPG as replacing of kerosene for the petromax lamp. The performance of the petromax lamp using LPG as fuel had been carried out with parameters: rate of fuel consumption and light intensity, representing to the need of energy consumption. In the view of economic, the performance of the petromax lamp using LPG was also compared with the performance of petromax lamp using kerosene. The results show that the use of LPG is more clearly efficiency than those of use of kerosene. The fuel energy needed by the petromax lamp to generate lighting is around 224.87MJ/h for kerosene and 213.24 MJ/h for LPG. The energy consumption of LPG is decreased by a factor of 1.05. Economically, the comparison of the price between kerosene and LPG is very significant. The price of kerosene consumption per hour was approximate Rp.941.00, whereas the price of LPG consumption per hour was approximate Rp. 368.00. This shows that if the petromax lamp is operated using LPG for 6 h, the seller foods can save around of Rp 3,438.00

    \ud THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud \ud

    No full text
    \ud 5.1 Simpulan\ud \ud Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan yang positif antara pelaksanaan komunikasi yang efektif dengan peningkatan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang. Hal ini didasarkan pada :\ud 1. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh nilai r sebesar 0,812 dengan nilai N = 86. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang tinggi antara variabel bebas (komunikasi) dan variabel terikat (disiplin kerja). Arah hubungannya adalah positif karena r bernilai positif, berarti semakin baik pelaksanaan komunikasi yang dilakukan maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung.\ud 2. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat kebebasan (dk) sebesar 84 (86-2=84), nilai t-hitung (12,751) adalah lebih besar dari nilai t-tabel (1,989). Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti secara keseluruhan variabel bebas (komunikasi) mempunyai hubungan yang positif dengan variabel bebas (disiplin kerja).\ud 3. Melihat dari berbagai indikasi yang ada, maka secara umum dapat dikatakatan bahwa pelaksanaan komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh para karyawan. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan yang tela

    THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud

    No full text
    \ud 1.1 Latar Belakang Masalah\ud \ud Tujuan dasar dari setiap perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimal serta meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan karyawan yang berkompeten, memiliki kinerja serta disiplin kerja yang tinggi agar dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini peran seorang pemimpin perusahaan sebagai pembuat dan pengambil keputusan sangat penting untuk dapat memberikan perhatian dan penghargaan kepada setiap bawahannya, sehingga mereka dapat mengetahui tugas dan kewajibannya serta paham atas kebijakan dan tujuan perusahaan.\ud \ud Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya, karena besarnya kontribusi sumber daya manusia dirasakan jauh melampaui peran yang diberikan sumber-sumber lain, seperti faktor modal, manajemen, alat-alat produksi dan bahan baku. Pendayagunaan sumber daya manusia yang tepat dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan, sehingga pengelolaannya harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar perusahaan memperoleh manfaat yang optimal. Pengelolaan yang tepat dari faktor manusia adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen personalia.\u

    The Impact of Rainfall Variability\ud and Hydrological Regimes on Flood Frequency

    Get PDF
    Abstract: The aim of this paper is to investigates the impact of within-storm rainfall variability and\ud catchment response time and how these interactions are critical in determining flood frequency. Using\ud deterministic rainfall-runoff model, hydrological regimes ranging from fast to slow are identified on the\ud basis of the catchment response time. The model uses generated hourly rainfall time series adapted\ud to climatic condition in Lampung province coupled with a hypothetical catchment using catchment\ud properties suitable to this region. This study highlights the importance of within-storm rainfall pattern in\ud determining flood peaks, particularly in fast regime. It shows that the difference of flood peaks in fast\ud regime resulted from low to high within-storm variability may reach up to 223 %, while those in slow\ud regime resulted from low to high within-storm variability may reach up to 107 %. The results of this\ud study provide insights into the complex interactions between rainfall variability and hydrological\ud regimes in the rainfall-runoff process, which are shown to have a significant impact on the resulting\ud flood frequency curves.\ud Keywords: within-storm, rainfall variability, hydrological regime, flood frequenc

    HUBUNGAN FAKTOR PENDIDIKAN, PEKERJAAN, DAN PENGHASILAN DENGAN PENGETAHUAN MENGENAI HEPATITIS B PADA MASYARAKAT KELURAHAN KARANG MARITIM KECAMATAN PANJANG BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Hepatitis B merupakan penyakit endemic di seluruh Indonesia. Tinggainya angka kasus hepatitis kronis dipicu oleh keterlambatan penangangan penderita karena sulit dideteksi secara dini. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kasus hepatitis B adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hepatitis B itu sendiri. Kekurangtahuan masyarakat itu disebabkan faktor-faktor social ekonomi yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan tingkat pengetahuan mengenai hepatitis B. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggunakan desain penelitian potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2007 di Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Data dikumpulkan memakai kuisioner yang ditanyakan langsung kepada responden yang merupakan warga kelurahan tersebut. Hasil penelitian ini pada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan mengenai hepatitis B diperoleh p-value sebesar 0,0001, sedangkan hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan hepatitis B diperoleh p-value 0,854. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan mengenai hepatitis B pada masyarakat Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung, kedua tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan mengenai hepatitis B pada masyarakat Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung, dan ketiga tidak ada hubungan antara pengbasilan dengan pengetahuan mengenai hepatitis B pada masyarakat Kelurahan Panjang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung.\ud \ud Kata kunci: Hepatitis B, pendidikan, pekerjaan, penghasila

    PENGARUH INFORMASI LABA BERSIH DAN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM\ud (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI)\ud \ud \ud

    No full text
    \ud A. Latar Belakang Masalah\ud \ud Perkembangan dunia usaha yang semakin meningkat seiring dengan majunya tekhnologi informasi, semakin menambah tingkat persaingan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Pihak investor dalam melakukan investasi tentunya mempertimbangkan resiko atas dana yang mereka investasikan. Prospek keuntungan yang diharapkan dapat diperkirakan dengan melihat harga saham yang selalu naik turun dan informasi akuntansi yang dikeluarkan oleh perusahaan.\ud \ud Menurut Fama (1990) dalam Natalia (2007) pasar modal yang efisien terjadi bila harga-harga saham yang diperdagangkan selalu menggambarkan sepenuhnya (fully reflect) seluruh informasi yang terjadi di pasar. Investor sebagai pihak yang ingin menanamkan dananya di pasar modal berkepentingan untuk mengetahui pola resiko atas dana yang mereka invstasikan yaitu dengan melihat harga saham suatu perusahaan. Perubahan harga saham perusahaan di pasar modal sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya permintaan investor terhadap suatu saham. Semakin tinggi permintaan investor terhadap suatu saham, semakin tinggi pula harga saham tersebut dan sebaliknya.\ud \u

    \ud THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud

    No full text
    \ud Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang retail di Bandarlampung dan merupakan cabang Chandra Superstore yang ketiga. Semakin banyaknya pesaing di bidang yang sama membuat manajemen Chandra Superstore Tanjung Karang untuk semakin meningkatkan kualitasnya. Tujuan perusahaan dengan hasil yang maksimum akan semakin mudah tercapai dengan adanya disiplin kerja yang tinggi dari seluruh karyawan. Salah satu cara yang harus dilakukan untuk mencapai disiplin kerja karyawan yang tinggi adalah dengan menggunakan komunikasi yang efektif. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : ”apakah terdapat hubungan antara pelaksanaan komunikasi dengan peningkatan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang di Bandarlampung”.\ud \ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi dengan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang. Hipotesis yang diajukan adalah komunikasi mempunyai hubungan yang positif dengan peningkatan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang. Pengambilan Sampel dilakukan dengan non probability sampling dengan teknik Purposive Sampling dan setelah dilakukan perhitungan diperoleh sebanyak 86 responden. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan koefisien korelasi product moment serta analisis kualitatif.\u

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇