Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud

    Get PDF
    \ud 5.1 Simpulan\ud \ud Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan yang positif antara pelaksanaan komunikasi yang efektif dengan peningkatan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung Karang. Hal ini didasarkan pada :\ud 1. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh nilai r sebesar 0,812 dengan nilai N = 86. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang tinggi antara variabel bebas (komunikasi) dan variabel terikat (disiplin kerja). Arah hubungannya adalah positif karena r bernilai positif, berarti semakin baik pelaksanaan komunikasi yang dilakukan maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja karyawan pada Chandra Superstore Cabang Tanjung.\ud 2. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat kebebasan (dk) sebesar 84 (86-2=84), nilai t-hitung (12,751) adalah lebih besar dari nilai t-tabel (1,989). Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti secara keseluruhan variabel bebas (komunikasi) mempunyai hubungan yang positif dengan variabel bebas (disiplin kerja).\ud 3. Melihat dari berbagai indikasi yang ada, maka secara umum dapat dikatakatan bahwa pelaksanaan komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh para karyawan. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan yang tela

    THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud

    No full text
    \ud 1.1 Latar Belakang Masalah\ud \ud Tujuan dasar dari setiap perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimal serta meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan karyawan yang berkompeten, memiliki kinerja serta disiplin kerja yang tinggi agar dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini peran seorang pemimpin perusahaan sebagai pembuat dan pengambil keputusan sangat penting untuk dapat memberikan perhatian dan penghargaan kepada setiap bawahannya, sehingga mereka dapat mengetahui tugas dan kewajibannya serta paham atas kebijakan dan tujuan perusahaan.\ud \ud Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya, karena besarnya kontribusi sumber daya manusia dirasakan jauh melampaui peran yang diberikan sumber-sumber lain, seperti faktor modal, manajemen, alat-alat produksi dan bahan baku. Pendayagunaan sumber daya manusia yang tepat dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan, sehingga pengelolaannya harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar perusahaan memperoleh manfaat yang optimal. Pengelolaan yang tepat dari faktor manusia adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen personalia.\u

    THE RELATION BETWEEN COMMUNICATION \ud AND THE EMPLOYEES’ JOB DISCIPLINE AT CHANDRA \ud SUPER STORE TANJUNG KARANG BRANCH IN BANDAR LAMPUNG\ud

    Get PDF
    \ud 1.1 Latar Belakang Masalah\ud \ud Tujuan dasar dari setiap perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimal serta meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan karyawan yang berkompeten, memiliki kinerja serta disiplin kerja yang tinggi agar dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini peran seorang pemimpin perusahaan sebagai pembuat dan pengambil keputusan sangat penting untuk dapat memberikan perhatian dan penghargaan kepada setiap bawahannya, sehingga mereka dapat mengetahui tugas dan kewajibannya serta paham atas kebijakan dan tujuan perusahaan.\ud \ud Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya, karena besarnya kontribusi sumber daya manusia dirasakan jauh melampaui peran yang diberikan sumber-sumber lain, seperti faktor modal, manajemen, alat-alat produksi dan bahan baku. Pendayagunaan sumber daya manusia yang tepat dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan, sehingga pengelolaannya harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar perusahaan memperoleh manfaat yang optimal. Pengelolaan yang tepat dari faktor manusia adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen personalia.\u

    ANALYSIS OF CHANGES IN ECONOMIC STRUCTURE CENTRAL LAMPUNG DISTRICT OF YEAR 1998-2007

    No full text
    Since the enactment of the implementation of regional autonomy which are calculated on a January 2001 put every local government became a key shareholder in the framework of the successful implementation of governance and regional economic development. In the process of economic development will usually be followed by a process of change in economic structure. During this agricultural sector is still considered capable of becoming the leading sectors in its contribution to revenues in both national and regional level. Agricultural development is one strategy in spurring economic growth. Central Lampung District has the potential to support the progress of the agricultural sector. But over time the role of agriculture sector decreased to reflect a process of structural transformation. The reduced role of the agricultural sector is one of them caused by the occurrence of agricultural land conversion to non- agricultural.\ud \ud \ud This study aimed to determine changes in the economic structure of Central Lampung District during the period 1998 to 2007 and find out how the agricultural sector's contribution to the economy of Central Lampung regency. In the data analysis and discussion of the shift share analysis is used to see changes / shift in economic structure, Location quotient (LQ) for a sector basis and non-base as well as the contribution of the agricultural sector.\u

    ANALYSIS OF CHANGES IN ECONOMIC STRUCTURE CENTRAL LAMPUNG DISTRICT OF YEAR 1998-2007\ud \ud

    No full text
    Since the enactment of the implementation of regional autonomy which are calculated on a January 2001 put every local government became a key shareholder in the framework of the successful implementation of governance and regional economic development. In the process of economic development will usually be followed by a process of change in economic structure. During this agricultural sector is still considered capable of becoming the leading sectors in its contribution to revenues in both national and regional level. Agricultural development is one strategy in spurring economic growth. Central Lampung District has the potential to support the progress of the agricultural sector. But over time the role of agriculture sector decreased to reflect a process of structural transformation. The reduced role of the agricultural sector is one of them caused by the occurrence of agricultural land conversion to non- agricultural.\ud \ud \ud This study aimed to determine changes in the economic structure of Central Lampung District during the period 1998 to 2007 and find out how the agricultural sector's contribution to the economy of Central Lampung regency. In the data analysis and discussion of the shift share analysis is used to see changes / shift in economic structure, Location quotient (LQ) for a sector basis and non-base as well as the contribution of the agricultural sector.\u

    HUBUNGAN TINGGI WAJAH DENGAN LEBAR WAJAH DAN GAMBAR BENTUK WAJAH PADA WANITA DEWASA SUKU LAMPUNG DI DESA NEGERI SAKTI PESAWARAN

    Get PDF
    Pertumbuhan bagian-bagian tubuh manusia mempunyai hubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi satu sama lain sehingga akan memiliki perbandingan yang proporsional. Tinggi wajah manusia memiliki hubungan dengan lebar wajahnya, sehingga lebar wajah seseorang dapat diperkirakan dengan mengukur tinggi wajah orang tersebut. Pola struktur wajah setiap populasi etnik akan memiliki norma-norma wajah yang berbeda sehingga proporsi wajah setiap suku akan berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tinggi wajah dengan lebar wajah dan gambaran bentuk wajah pada wanita dewasa Suku Lampung di Desa Negeri Sakti Pesawaran. Dari teori dihasilkan hipotesis bahwa terdapat hubungan antara tinggi wajah dengan lebar wajah pada wanita dewasa Suku Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dari hasil pengukuran. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian in sebanyak 40 wanita dewasa Suku L ampung di Desa Negeri Sakti Pesawaran. Dari data tersebut dilakukan analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian didaspatkan korelasi yang kuat (r=0,593) antara tinggi wajah dengan lebar wajah dan gambaran bentuk wajah wanita dewasa Suku Lampung adalah 20% euryproposop, 77,5% mesoproposop, dan 2,5% leptoproposop. Adapun persamaan regrei antara tinggi dengan lebar wajah adalah Y=7,472+0,548X; X = tinggi wajah (cm) dan Y=lebar wajah pada wanita dewasa Suku Lampung dan gambaran bentuk wajah wanita dewasa suku Lampung adalah 20% euryproposop, 77,5% mesoproposop, dan 2,5% leptoproposop.\ud \ud Kata kunci: tinggi wajah, lebar wajah, bentuk wajah, Wanita Suku Lampung\u

    ANALYSIS OF ACCOUNTING MANIPULATION FOR HEDGING ON FOREIGN EXCHANGE TRANSACTION IN THE RELATION WITH IMPLEMENTATION OF PSAK No. 55\ud (Case study on PT. Unilever Tbk)\ud

    No full text
    Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi untuk hedging atau akuntansi lindung nilai, sudah diterapkan dengan baik dan benar atau belum oleh PT. Unilever tbk. Penelitian ini bersifat kualitatif, karena peneliti hanya ingin melihat apakah perlakuan akuntansi untuk hedging sudah diterapkan dengan baik dan benar atau belum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana, karena peneliti hanya ingin melihat sudah diterapkan atau belum perlakuan akuntansi lindung nilai, tanpa membandingkan atau untuk mengetahui frekuensi penerapan yang satu dengan yang lainnya.\ud \ud Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa perlakuan akuntansi untuk akuntansi lindung nilai dalam valuta asing sudah diterapkan dengan baik dan benar oleh PT. Unilever sesuai dengan PSAK No. 55. Hal ini tampak pada laporan keuangan yang telah diaudit, bahwa PT. Unilever mencatat transaksi yang dilakukan dalam valuta asing pada catatan atas laporan keuangan perusahaan, dan pada akhir periode, PT. Unilever melakukan perhitungan selisih rugi/laba perusahaan atas transaksi dalam valuta asing yang dilakukan selama periode laporan keuangan berjalan.\u

    THE INFLUENCE OF INVESTMENT OPPORTUNITY SET, DEBT POLICY, AND DIVIDEND POLICY TO THE STOCK PRICE\ud (AT MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE)\ud \ud

    Get PDF
    The research purposes to empirically test the the influence of investment opportunity set, debt policy, and dividend policy to the stock price (CAR) and also to obtain empirical evidence about the variance of market responses (CAR), dividend policy, and debt policy at the firm’s growth level (Level IOS)\ud \ud \ud \ud The sample is obtained by purposive judgment sampling from Indonesia Stock Exchange (IDX). Based on the criteria, there are only 50 companies used as the sample. Afterwards, we commit factor analysis to clasify the firm’s growth into grow firm and non grow firm. The factor analysis results 15 grow firms and 15 non grow firms. The hypothesis testing is conducted by using General Linear Model.\ud \ud \ud \ud The result shows that investment opportunity set, debt policy, and dividend policy all together influence the stock price (CAR) and there’s a variance of market responses (CAR), dividend policy, and debt policy at the firm’s growth level (Level IOS). Based on the result, it can be concluded that lower debt to equity ratio in high growth firm and higher dividend policy ratio in high growth firm reflect management optimism for the firm’s future income. Thus, it’s such a good announcement for the investors in order they can response positively on the stock price.\u

    \ud INFLUENCE OF INFORMATION ASYMMETRY ON THE PRACTIC EARNINGS MANAGEMENT IN MANUFACTURING COMPANY WHICH IS LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE\ud \ud \ud

    No full text
    The purpose of this research was to examine empirically the influence of independent variable information asymmetry, control variable firm size and leverage on the earnings management. Sample used in this research was the manufacture firms that are listed in Indonesia Stock Exchange which was collected through purposive judgement sampling method, for an observation period of 2004 up to 2008. Based on stated criterions, there were 53 companies becoming the research sample. In this research, hypotheses were examined by multiple regression analysis at degree of certainty 95% and degree of error 5%. Before analyze with multiple regression linier analysis, there was a discriminant test and classic assumption test.\ud \ud The result of empirical examination using multiple regression analysis shows that, individually, independent variable information asymmetry, control variable firm size and leverage had influence significant on the earnings management. Simultaneously, independent variable information asymmetry, control variable firm size and leverage had influence significant on the earnings management.\ud \u

    STUDI PERBANDINGAN SPEKTRUM CURAH HUJAN HARIAN\ud ANTARA METODE LOMB DAN METODE FFT

    Get PDF
    Pada beberapa tahun belakangan ini, penelitian mengenai perulangan kejadian\ud hujan semakin meningkat. Hal ini karena, dengan menggunakan data seri waktu\ud curah hujan harian, dapat dihitung frekuensi dan amplitudo kejadian hujan, dan\ud dengan menggunakan frekuensi perulangan hujan harian tersebut, model curah\ud hujan harian sintetik dapat dihasilkan. Pendekatan model curah hujan sintetik\ud yang dihasilkan sangat tergantung dari akurasi frekuensi perulangan hujan harian\ud yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, digunakan beberapa data seri curah hujan\ud harian dari beberapa stasiun pengamatan curah hujan harian di Provinsi Lampung.\ud Metode yang dipergunakan untuk mencari frekuensi perulangan kejadian hujan\ud harian adalah metode Lomb (Lomb Periodogram) dan metode Fast Fourier\ud Transform (FFT). Dengan membandingkan hasil penelitian yang didapat, baik\ud yang menggunakan metode Lomb maupun yang menggunakan metode FFT dapat\ud diketahui dan dievaluasi perulangan kejadian yang sebenarnya dari data seri curah\ud hujan harian tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua\ud metode ini menghasilkan frekuensi perulangan kejadian hujan harian yang hampir\ud sama. Dengan memperkecil grid waktu, metode Lomb dapat meningkatkan\ud akurasi perhitungannya dibandingkan dengan metode FFT, akan tetapi metode\ud Lomb membutuhkan waktu perhitungan yang lebih lama dibandingkan dengan\ud metode FFT.\ud Key words: Hujan harian, Frekuensi, Lomb, FF

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇