Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Hubungan nyeri kepala primer dengan potensi terjadinya hipertensi pada wanita hamil

    No full text
    LATAR BELAKANG Menurut International Headache Society nyeri kepala primer terdiri dari migrain, tension type headache dan cluster. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa riwayat migrain menjadi faktor risiko untuk terjadinya peningkatan tekanan darah selama kehamilan, pada wanita yang sebelumnya tekanan darah normal. Menurut RISKESDAS tahun 2007 menunjukkan bahwa 24,5 % wanita subur mengalami hipertensi pada saat kehamilan. METODE Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan nyeri kepala primer dengan potensi terjadinya hipertensi pada wanita hamil. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapatkan berdasarkan kuesioner yang diisi oleh responden. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Analisis data menggunakan program SPSS for Windows versi 20.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05. HASIL Jumlah sampel penelitian 64 orang, didapatkan 6 orang hipertensi, 1 orang terdiagnosis nyeri kepala migrain (1.56%) dan 5 orang terdiagnosis nyeri kepala tension type headache (7.81%). Untuk 58 orang yang tidak mengalami hipertensi, 26 orang yang tidak mengalami nyeri kepala primer (40.63%), 17 orang nyeri kepala migrain (26.56%), 13 orang nyeri kepala tension type headache (20.31%), dan 2 orang nyeri kepala jenis cluster (3.13%). Dari hasil pengujian hubungan nyeri kepala primer dengan potensi terjadinya hipertensi pada wanita hamil didapatkan nilai P = 0.016 (P < 0.05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara nyeri kepala primer dengan potensi terjadinya hipertensi pada wanita hamil. KESIMPULAN Terdapat hubungan antara nyeri kepala primer dengan potensi terjadinya hipertensi pada wanita hamil (P = 0.016)

    Hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan obstruksi paru pada pengrajin mebel

    No full text
    LATAR BELAKANG: Kegiatan produksi dari indrustri mebel menghasilkan debu kayu dan berjalan setiap hari. Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari hari, pekerja industri mebel akan terpajan dengan debu kayu yang akan terhirup saat bernafas sehingga memiliki resiko penyakit pada pernafasan akibat kerja. Pekerja industri mebel mempunyai resiko untuk penimbunan debu pada saluran pernafasan, meskipun tubuh memiliki mekanisme pertahanan berupa bersin dan batuk. Penelitian yang dilakukan di PT Kota Jati furnindo desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara pada 44 orang didapatkan 83.3% pekerja yang tidak menggunakan APD mengalami gangguan pernapasan berupa penurunan FEV dan FEV1 kurang dari 80% yang mengarah ke penyakit paru obstruktif, restriktif atau campuran(8), penelitian yang dilakukan di Lumajang didapatkan 84.4% pekerja yang tidak menggunakan masker mengalami keluhan pernapasan(25), berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tria dkk, dimana tidak terdapat hubungan bermakna mengenai hubungan penggunaan masker dengan gambaran klinis, faal paru, dan foto toraks(33) METODE: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross –sectional yang menganalisis 46 pekerja mebel sektor informal di Depok pada bulan Agustus-Oktober 2016. Analisis data menggunakan uji Fisher SPSS for Windows versi 21.0 HASIL: Total 19 responden yang tidak menggunakan masker, 16 responden (84,2%) mengalami obstruksi paru dan hanya 3 responden (15,8%) yang tidak mengalami obstruksi paru. Sedangkan, dari 27 responden yang menggunakan masker, sebanyak 5 responden (18,5%) mengalami obstruksi paru dan 22 responden (81,5%) tidak mengalami obstruksi paru. Kejadian obstruksi paru terbanyak pada responden yang tidak menggunakan masker. Berdasarkan uji xv statistic fisher didapatkan nilai p value 0.00 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan antara penggunaan masker dengan kejadian obstruksi paru. KESIMPULAN: Terdapatnya hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan obstruksi paru pada pengrajin mebel

    Perlindungan hukum bagi korban penyalahgunaan kekuasaan dalam kasus perhitungan pajak guna penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPD - KB) dan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) yang menggunakan data yang tanpa klarifikasi wajib pajak

    Get PDF
    Pajak merupakan salah satu pendapatan daerah dan atau negara yang sangat diandalkan. Untuk perolehannya harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku berdasarkan peraturan perundang-undangan. Namun adakalanya, wajib pajak lalaimelakukan pembayaran, sehingga petugas yang berwenang/ dinas perpajakan, harus melakukan tindakan agar dipatuhinya peraturan perpajakan. Dalam suatu kasus, wajib pajak tidak membayar pajaknya selama 5 tahun, karenanya petugas pajak harus menghitung kekurangan pembayaran disertai dendanya. Untuk melakukan perhitungan diperlukan data dari wajib pajak, petugas pajak yang bertugas dilapangan, dibekali surat tugas, dalam kasus surat tugas sudah kadaluarsa. Petugas pajak tetap melakukan perhitungan pajak, dan pada akhirnya melakukan silent operation, guna mendapatkan perhitungan yang akurat.Hal ini mengakibatkan wajib pajak harus membayar kekurangan pajak dan denda dalam jumlah yang sangat besar.Sementara data yang dipergunakan tidak diklarifikasi terlebih dahulu dengan wajib pajak.Wajib pajak menderita kerugian, serta mengajukan permohonan perlindungan hukum dari negara, agar kerugian tidak harus dibayar sepenuhnya.Negara selaku penguasa tertinggi memiliki kewajiban melindungi anggota warga negara dari segala tindakan yang semenasemena. Termasuk dari perbuatan yang semena-mena yang dilakukan diluar tugas dan atau kewenangan petugas pemerintah

    Identifikasi Pola Tata Ruang Rumah Produktif Batik di Lasem, Jawa Tengah

    No full text
    Kebutuhan dasar manusia terdiri dari sandang, pangan dan papan. Manifestasi kebutuhan akan papan tercermin pada bentuk rumah, yang terdiri dari susunan ruang yang membentuk suatu pola tertentu dan berdiri pada lahan tertentu pula. Rumah selain menyandang istilah sebagai kebutuhan dasar manusia, mempunyai fungsi yang beragam, antara lain: sebagaitempat berlindung dan berhuni, sebagai tempat untuk mengembangkan diri penghuninya, sebagai aset yang mempunyai nilai ekonomi dan nilai non ekonomi serta sebagai tempat untuk mencari nafkah. Rumah yang digunakan dengan dua fungsi yaitu sebagai tempat berhuni dan sebagai tempat mencari nafkah disebut sebagai rumah produktif. Rumah produktif dengan produk utama batik, selanjutnya disebut sebagai rumah produktif batik. Lasem merupakan kota di Jawa Tengah yang dikenal dengan produk unggulan batik, dimana batik merupakan produk yang telah diakui secara Internasional sebagaiwarisan budaya Indonesia. Tujuan dari identifikasi yang dilakukan pada pola tata ruang rumah produktif batik di Lasem adalah untuk dapat mengetahui perilaku penghuni terhadap huniannya. Pengamatan mengenai identifikasi pola tata ruang rumah produktif batik menggunakan metode kualitatif, adapun data diperoleh melalui rekaman visual, peta, gambar dan wawancara. Berdasarkan analisis yang dilakukan menghasilkan suatu simpulan bahwa zona rumah produktif batik di Lasem mempunyai ciri campuran dimana aktivita s berhuni dan bekerja ada yang dilakukan pada ruang sama; dengan demikian maka perilaku penghuni sangat fleksibel terhadap ruang-ruang pada huniannya

    MODEL FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH PADA PERBAIKAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN RAYA

    No full text
    Proyek konstruksi merupakan bidang yang dinamis dan mengandung banyak risiko. Risiko dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek. Risiko dapat merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Walaupun setiap kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, tetap mengandung ketidakpastian, nantinya akan berjalan sesuai rencana. Indikator keberhasilan proyek konstruksi jalan raya ditunjukkan oleh kesesuaian biaya, waktu dan kualitas dengan rencana awal. Di Indonesia, terdapat proyek konstruksi jalan raya yang mengalami keterlambatan, permasalahan terhadap biaya dan kualitas yang tidak sesuai dengan perencanaan. Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko utama yang terjadi pada proyek konstruksi jalan raya dan mengetahui juga tingkat faktor risiko (ranking risiko) utama yang mempengaruhi pada perbaikan jalan raya (y), yaitu manajemen operasional (x1), sumber daya (x2) dan lingkungan dan peristiwa alam (x3). Selanjutnya, pada pelaksanaan proyek, pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengantisipasi risiko yang terjadi sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik. Metode penelitian ini menggunakan analisis regresi linier untuk membuat model faktor risiko, kemudian dilakukan analisis data statistik dengan menggunakan metode Index Mean untuk menentukan tingkat faktor risiko. Hasil dari metode index mean: faktor risiko utama yang paling tinggi adalah variabel lingkungan dan peristiwa alam (X3) dengan pekerjaan relokasi utilitas eksisting yang dilewati proyek jalan sehingga berpengaruh ke biaya (X3 4), sedangkan risiko-risiko yang terjadi pada variabel manajemen operasional (X1) sangat kecil, sehingga dapat diabaikan. Hasil faktor risiko berdasarkan regresi linier adalah perbaikan jalan raya (Y) berpengaruh 13,5 % terhadap pekerjaan relokasi utilitas (X3 4), 24,3 % terhadap kelelahan akibat lembur (X2 3) dan 16,2 % terhadap gangguan premanisme (X3 7)

    Outdoor thermal comfort and behaviour in urban area

    Get PDF
    Outdoor comfort is important due to the public spaces functions. Open spaces provide thermal comfort and a pleasant experience to improve the city life quality effectively. The influence of thermal comfort in outdoor activities is a complex problem. This paper presents a literature review and discussion of aspects of physical, psychology, and social behaviour toward outdoor thermal comfort. The valuation is determined not only by the “physical state” but also by the “state of mind”. The assessment is static and objective (i.e., physical and physiological characteristics) that it should be measured. Furthermore, an effective model to provide the knowledge of climatic conditions, as well as the dynamic and subjective aspects (i.e., psychological and social characteristics and behaviour), requires a comprehensive interview and observation. The model will be examined to describe the behaviour that is a reflection of perception and behaviour toward the environment. The adaptation process will constantly evolve so that it becomes a continuous cause between human behaviour and the spatial setting of the formation, which is eventually known as places and not just spaces. This evolutionary process is a civic art form

    PENGARUH KOMUNIKASI DAN TIM KERJA TERHADAP KEBERHASILAN KOLABORASI DESAIN PADA KONSULTAN TEKNIK DI JAWA TENGAH

    No full text
    Komunikasi merupakan salah satu faktor pendukung penyatuan obyek desain dalam kolaborasi desain. Pada prakteknya, penyampaian informasi yang akurat tidak selalu tercapai karena adanya gangguan dalam penyampaian pesan dan media komunikasi yang digunakan. Pesan yang diterima terkadang tidak sesuai dengan makna aslinya, sehingga sering terjadi perbedaan persepsi dan konflik. Maka dari itu perlu adanya pengelolaan komunikasi untuk mempermudah proses penyelesaian desain sehingga dapat mencapai hasil yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dan tim kerja terhadap keberhasilan kolaborasi desain. Studi literatur dipergunakan untuk membangun model konseptual, dan SEM (Structural Equation Modelling) dipergunakan untuk mengkonfirmasi model konseptual penelitian. Konsep penelitian dalam penelitian ini adalah konfirmatori. Survey dan penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengumpulkan data persepsi responden. Kuesioner disebarkan pada konsultan teknik dan pelaku desain di Jawa Tengah yang berpengalaman di dalam perencanaan bangunan properti komersial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dan tim kerja memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan kolaborasi desain, tetapi pengaruh komunikasi terhadap keberhasilan kolaborasi desain tidak signifikan terjadi pada konsultan teknik dan pelaku desain di Jawa Tengah

    The Negative Correlation Between Testosterone Levels and Age in Healthy Indonesian Men Residing in The Special Capital Province of Jakarta, Indonesia

    Get PDF
    Background: Testosterone levels in the circulation determined by production and secretion by Leydig cell in the testes. The action mechanism of testosterone to target cells mediated by sex hormone binding globulin (SHBG). The levels of testosterone and SHBG in circulation determine men's health. The objective in this study to know the relationship between testosterone, SHBG and insulin with age in healthy Indonesian men residing in the special capital province of Jakarta, Indonesia. Methods: This study is a cross-sectional study involving 250 healthy Indonesian men residing in the special capital province of Jakarta, Indonesia. Consecutive sampling was done in this study. Testosterone, SHBG and insulin in the serum were measured by immunoradiometric assay (IRMA). Glucose, triglycerides and albumin were measured using a spectrophotometer. Regression analysis was done to know the correlation between testosterone, SHBG and insulin with age. Results: The levels of TT, free testosterone (FT), SHBG and percentage of free testosterone (%FT) in healthy Indonesian men were negatively correlated with age (p<0.05). Free testosterone index (FTI) and insulin are not correlated with age (p>0.05). The levels of SHBG, FT, %FT and FTI were correlated positively with TT (p<0.05), but insulin did not correlate with TT (p>0.05). The %FT and FTI were positively correlated with FT (p<0.05), but SHBG and insulin levels did not correlate with FT (p>0.05). SHBG levels are not correlated with insulin (p>0.05). The rate of decline in TT levels in this study 9.8% per decade, while in SHBG levels 8.19% per decade. Conclusions: The levels of TT, FT, % FT and SHBG in this study were negatively correlated with age, but the FTI and insulin did not correlate with age. The rate of decline in TT levels in this study 9.8% per decade, while in SHBG levels 8.19% per decad

    Microclimate and Architectural Tectonic: Vernacular Floating House Resilience in Seberang Ulu 1, Palembang

    No full text
    This paper aims to describe the results of preliminary research on floating houses on the Musi River, Seberang Ulu 1, Palembang, focused on studying the influence of microclimates to the tectonics of Rumah Rakit (Floating House).The increase of water surface due to global warming will increase the need of using floating house typology in the future. The description of the inhabitants’ experiences on applying technics to create vernacular floating houses is considered as significant knowledge to develop advance technology on the basis of local characteristic. Vernacular floating houses resilience consists of natural experiences of inhabitants in adapting their daily activities to the characteristic of local climate. By using qualitative approach, the Rumah Rakit inhabitants’ verbal information in this article becomes the main aspect in exploring local knowledge. At the end, the conceptual model of vernacular Rumah Rakit in Seberang Ulu 1, Palembang is formulated, in terms of building architectural tectonic that is closely related to the local climate characteristic. The knowledge can be utilized in the context of rehabilitation or preservation of such architectural objects that are their existences tend to be extinct at this time

    Perancangan Sepeda Listrik Untuk Komputer.

    No full text
    Aksesibilitas atau kemudahan dalam mencapai tujuan perjalanan menjadi sangat penting bagi masyarakat perkotaan. Pemilihan moda transportasi pribadi merupakan upaya memenuhi aksesibilitas tersebut. Moda transportasi pribadi dapat mempersingkat waktu dan fleksibel. Di kota besar di indonesia, sepeda motor dan mobil menjadi pilihan utama moda transportasi pribadi. Hal ini menyebabkan tingkat kemacetan yang tinggi, polusi udara semakin buruk, dan pemborosan bahan bakar minyak, yang berarti pula pemborosan ekonomi. Di beberapa kota besar Negara lain,khususnya di Negara maju seperti Amerika, China, Jepang, Australia, Inggris, Belanda,dan sebagainya, sepeda dan sepeda listrik menjadi alternatif solusi pemilihan alat transportasi pribadi yang efisien, murah dan sehat. Namun tidak demikian di Indonesia. Belum banyak masyarakat yang menggunakan sepeda konvensional dan terlebih lagi yang menggunakan sepeda listrik.Sepeda listrik merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Belum banyak informasi dan penelitian mengenai sepeda listrik. Terlebih lagi, belum ada produsen lokal yang memproduksi ataupun merancang sepeda listrik yang disesuaikan dengan kondisi transportasi di Indonesia. Hal ini menimbulkan problematika, bagaimana mengembangkan sepeda listrik yang sesuai sebagai sarana transportasi untuk masyarakat komuter? Oleh karena itu dibutuhkan penelitian terhadap desain sepeda listrik yang berkaitan dengan mobilitas dan aksesibilitas. Tujuan penelitian dimaksudkan agar didapatkan hasil perancangan sepeda listrik yang sesuai, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia terutama para komuter lebih banyak yang beralih menggunakan sepeda listrik sebagai sarana transportasi.Penelitian kali ini difokuskan pada kemampuan sepeda listrik sebagai sarana transportasi. Metode yang dilakukan adalah metode desain, dengan membagi dua tahap. Tahap pertama adalah penelitian atau riset terhadap produk eksisting.Pengumpulan data dilakukan dengan studi literature dan bservasi kunjungan atauvisitasi. Tahap kedua adalah perancangan dengan pengumpulan ideasi, konstruksi konsep perancangan, dan visualisasi desain, dilanjutkan dengan produksi .Hasil perancangan adalah berupa sepeda listrik dengan ide bentuk penggabungan sepeda komuter/ touring bike dan sepeda lipat / city bike, menggunakan dinamo penggerak yang ringan dan baterai lithium yang efisien. Sepeda listrik ini dirancang dengan mengutamakan kenyamanan terutama posisi berkendara untuk jarak cukup jauh, ringan, mudah bermanuver di lalu-lintas padat, mudah berpindah ke moda transportasi lain, dapat dilipat, dan mudah disimpan (tidak membutuhkan tempat yang besar) sesuai dengan kebutuhan alat transportasi perkotaan

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇