Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Hubungan lama kerja dengan hipertensi pada pegawai kantor X

    No full text
    LATAR BELAKANG Beberapa studi Jepang telah menemukan hubungan antara jam kerja yang panjang dengan hipertensi. Hal ini menunjukan bahwa pengukuran tekanan darah pada pegawai yang tuntutan pekerjaan lebih tinggi akan menyebabkan tekanan darah yang tinggi pula, dibandingkan dengan pegawai yang kurang sibuk atau tuntutan pekerjaan yang tidak tinggi. Oleh karna itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan lama kerja pada pegawai kantor X tersebut. Suatu kantor yang bekerja dibidang pertanian,sosial, dan perbatasan. METODE Penelitian menggunakan analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah semua pegawai kantor pemerintahan Kabupaten Keerom, dengan menggunakan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan pengukuran tekanan darah setiap responden. Besar sampel adalah 146 responden, dengan berbagai karakteristik seperti jenis kelamin, usia, dan ditanyakan juga lama kerja (tahun) di kantor tersebut serta bagaimana kegiatan fisik dan tingkat stresnya. HASIL Dengan menggunakan chi-square didapatkan hasil terdapat sepuluh responden yang bekerja > 20 tahun yang mengalami hipertensi sedangkan 136 responden lainnya tidak mengalami hipertensi, dengan p value sebesar 0,004. Didapatkan juga hasil OR sebesar 1,813, yang menyatakan bahwa jika responden bekerja >20 tahun memiliki resiko untuk mengalami hipertensi sebesar 1,813 kali lipat daripada yang bekerja kurang dari 20 tahun. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama kerja dengan kejadian hipertensi pada pegawai kantor X. Pegawai yang bekerja > 20 tahun memiliki resiko untuk mengalami hipertensi lebih banyak dari pada yang bekerja < 20 tahun

    Hubungan pola asuh orang tua dengan temper tantrum pada anak pra sekolah

    No full text
    LATAR BELAKANG Temper tantrum adalah suatu letupan kemarahan anak yang sering terjadi pada saat anak menunjukkan sifat negatifistik atau penolakan. Perilaku ini sering diikuti tingkah seperti menangis dengan keras, berguling-guling dilantai, menjerit, melempar barang, memukul-mukul, menendang dan berbagai kegiatan lainnya. Pola asuh orang tua termasuk kedalam salah satu faktor terhadap timbulnya perilaku temper tantrum. Pola asuh orang tua sangatlah penting untuk membantu anak berhasil dalam kehidupannya kelak, orang tua perlu mencermati hal-hal yang mendasar yang dibutuhkan anak sebagai pondasi keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak bukan hanya pondasi. METODE Penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang. Penelitian ini mengikutsertakan 92 responden orang tua di TK Aisyiah II Pekanbaru. Penelitian ini meliputi pengambilan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences 24. HASIL Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna secara signifikan antara pola asuh orang tua dengan temper tantrum pada anak pra-sekolah di TK Aisyiah II Pekanbaru (p = 0,027). Selain itu juga didapatkan hasil yang tidak bermakna antara umur anak dengan temper tantrum ( p = 0,453), tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin anak dengan temper tantrum (p = 0,197), tidak terdapat hubungan antara umur orang tua dengan temper tantrum (p = 0,819), tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin orang tua dengan temper tantrum (p = 0,301), tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan temper tantrum (p = 0,777) serta juga tidak terdapat hubungan antara pekerjaan orang tua dengan temper tantrum (p = 0,703). KESIMPULAN Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan temper tantrum

    Hubungan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan berat badan lahir

    No full text
    LATAR BELAKANG : Bayi Berat Lahir Rendah termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus. Angka kematian bayi dan ibu serta bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tinggi pada dasarnya mungkin dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil, beberapa cara yang biasanya digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, dan mengukur lingkar lengan atas. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional Retrospektif , tujuan peneliti untuk melihat hubungan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan berat badan lahir di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Kota Pekanbaru dan sampel dipilih secara Concequtive non-random sampling pada ibu hamil dengan usia kehamilan 37-40 minggu dari Januari 2011- Desember 2016 yang berjumlah 104 sampel. HASIL: Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan Fisher Exact Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 68,27% ibu hamil melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan berat badan lahir rendah (p=0,210). KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan antara ukuran lingkar lengan atas dan berat badan lahir

    Hubungan VO2Max dengan waktu tempuh lari 5 km pada komunitas pelari

    No full text
    LATAR BELAKANG Berlari berada pada urutan kelima dalam penelitian UNICEF (2004) mengenai tingkat ketertarikan olahraga pada dewasa muda. Dengan semakin memamaraknya olahraga lari dan komunitas pelari di Indonesia, diperlukan pengetahuan mengenai volume oksigen maksimum (VO2max) yang digunakan sebagai salah satu indikator keberhasilan performa olahraga. Peneliti tertarik untuk meneliti hubungan antara VO2max dan performa lari dalam waktu tempuh jarak 5 km, agar dapat meningkatkan performa lari masing-masing pelari. METODE Penelitian observasi analitik ini dilakukan pada 32 pelari dengan umur 20-29 tahun. Mereka dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus (16 pelari berpengalaman) dan kelompok kontrol (16 pelari pemula). Penelitian ini meliputi pengukuran antropometri, waktu tempuh lari 5 km, dan pengisian kuesioner untuk mengetahui karakteristik pelari. Volume oksigen maksimum (VO2max) di bandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol menggunakan balke test. HASIL Analisis korelasi pearson menunjukkan korelasi negatif antara VO2max dengan waktu tempuh lari 5 km (r=-0,782, p=0,000). Nilai VO2max yang tinggi memiliki waktu tempuh lari5km yang semakin cepat. Body mass index (BMI) juga merupakan variabel yang berperan terhadap VO2max, dibuktikan dengan hasil analisis korelasi positif (r= 0,288, p= 0,110). KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna antara antara VO2max dengan waktu tempuh lari 5 km pada komunitas lari Jakarta Selatan

    Hubungan antara kesiapsiagaan masyarakat dengan tingkat stress pasca bencana banjir tahunan

    No full text
    LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara rawan bencana. Ditinjau dari karaterisitik geografis wilayah, terletak di cincin api dunia dan kondisi hidrometeorologi. Indonesia adalah satu kawasan rawan banjir. Dikarenakan sekitar 30% dari 5000 sungai ada di Indonesia yang melintasi penduduk padat.Akibat dari kejadian bencana banjir yaitu kerusakan lingkungan, kerusakan infrastruktur, kehilangan keluarga dan sahabat, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda dan dampak psikologis. Salah satu bentuk dampak psikologis yang sering ditemui adalah stres. Stress yang terjadi setelah bencana dinamakan Gangguan Stress Pasca Trauma. METODE Penelitian menggunakan studi observational dengan pendekatan cross sectional atau potong silang dengan jumlah peserta penelitian sebanyak 181 orang yang merupakan kepala keluarga yang bertempat tinggal di Kelurahan Pejanten Timur, Jakarta Selatan. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner identitas, kuesioner kesiapsiagaan, kuesioner sikap, kuesioner pengetahuan dan kuesioner Zungs’s Self Anxiety Scale. Variable yang diteliti adalah kesiapsiagaan, sikap, pengetahuan dan tingkat stress. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square yang kemudian diolah dengan tingkat kemaknaan 0,05. HASIL Dari 181 responden, hasil uji fisher menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p=0,001), antara sikap dengan tingkat cemas menunjukan ada hubungan yang bermakna dengan uji fisher (p= 0,037), antara pengetahuan dengan tingkat cemas menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna dengan uji fisher (p= 0,142) KESIMPULAN Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara kesiapsiagaan dengan tingkat stress pasca bencana banjir tahunan. Hubungan antara sikap dengan tingkat stress pasca bencana banjir tahunan terdapat adanya hubungan. Hubungan antara pengetahuan dengan tingkat stress pasca bencana tidak ada hubungannya

    Hubungan status gizi dan insomnia dengan kejadian hipertensi pada pria usia produktif

    No full text
    LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum di seluruh dunia, diperkirakan mempengaruhi seperempat dari semua orang dewasa dan telah di identifikasi sebagai penyebab utama kematian. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada Laki-laki sebesar 22,8%. Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor 3 setelah stroke secara nasional, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Status gizi dan gangguan tidur berupa insomnia sering dikaitkan dengan peningkatan Tekanan darah. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi analitik observasional dengan pendektan cross-sectional. Subjek penelitian sejumlah 123 orang di Puskesmas kotagajah, Lampung Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan agustus-oktober 2016. Data yang dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner untuk karakteristik responden, mendiagnosis insomnia dengan KSBPJ insomnia rating scale dan mendiagnosis mengalami stress sebagai kriteria eksklusi dengan Kusioner General Health Qusioner (GHQ) dan pengukuran, tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Analisis data menggunakan SPSS for Windows HASIL Mayoritas responden peneliti adalah usia(26-35),perokok sedang, tidak hipertensi, indeks massa tubuh normal, tidak obesitas sentral, tidak insomnia Didapatkan hasil terdapat hubungan antara usia dengan hipertensi (p=0,00),terdapat hubungan merokok dengan hipertensi (p=0,00), tidak terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi (p=0.504), insomnia dengan hipertensi. (p=0,352). KESIMPULAN Terdapat hubungan antara usia dan merokok dengan kejadian hipertensi. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara indeks massa tubuh, dan insomnia dengan kejadian hipertensi

    Hubungan lama berkendara dengan keluhan nyeri bahu pada pengemudi ojek online

    No full text
    Latar belakang : Nyeri bahu paling banyak ditemukan di tempat kerja, terutama pada mereka yang beraktivitas dengan posisi tangan yang salah. Prevalensi nyeri bahu pada pemandu seperti supir, pengendara sepeda motor, atau penarik becak lebih tinggi dibanding pekerjaan-pekerjaan lain. Lama berkendara menyebabkan posisi tangan yang statis merupakan faktor pemicu tidak langsung terjadinya nyeri bahu menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan lama berkendara dengan keluhan nyeri bahu pada pengemudi ojek online” Tujuan penelitian : Mengetahui adanya hubungan antara lama berkendara dan posisi ergonomis yang tidak baik dengan keluhan nyeri bahu pada pengemudi ojek online. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Lama berkendara diukur dengan menggunakan kuesioner Quick Exposure Check (QEC) sedangkan nyeri bahu dan posisi ergonomis diukur dengan menggunakan kuesioner Modified Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire Hasil : Analisis uji chi-square, menunjukan terdapat hubungan antara lama berkendara dan nyeri bahu dengan nilai p sebesar 0,041 dan hubungan posisi ergonomis dengan nyeri bahu dengan nilai p sebesar 0,000 Kesimpulan : Terdapat hubungan antara lama berkendara dan posisi ergonomis dengan keluhan nyeri bahu

    Hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Gigi

    No full text
    Latar belakang Dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa penuh, atau cepat kenyang dan sendawa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dispepsia fungsional. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan tingkat stres dengan dispepsia fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Metode Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan metode desain potong silang yang mengikutsertakan 128 mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner tentang tingkat stres dan dispepsia fungsional dari mahasiswa tingkat pertama. Pengukuran tingkat stres menggunakan Stress Questionnaire dari International Stress Management Assosiation (ISMA) dan dispepsia fungsional menggunakan kriteria Roma III. Analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05. Hasil Dari hasil penelitian dengan 128 responden penelitian, didapatkan 37 orang (29%) yang mengalami dispepsia fungsional dengan tingkat stres paling banyak yaitu tingkat stres berat sebanyak 33 orang (26%). Didapatkan juga bahwa 91 orang (71%) tidak mengalami dispepsia fungsional dengan tingkat stres terbanyak adalah tingkat stres sedang sebanyak 86 orang (67%) dan didapatkan hasil hubungan kolmogorov-smirnov adalah 0,000 yang berarti ada hubungan signifikan antara tingkat stres dengan dispepsia fungsional. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan ditemukannya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

    Hubungan antara higienitas berlebih dengan rhinitis alergi pada anak usia 6-12 tahun

    No full text
    LATAR BELAKANG Higienitas adalah sikap yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pada manusia. Klasifikasi higienitas terdiri dari buruk, baik, dan berlebih. Higienitas dengan rinitis alergi dihubungkan dengan hipotesis higienitas yaitu keseimbangan T-helper. Dijelaskan bahwa seseorang dengan higienitas berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya rinitis alergi yang dapat disebabkan karena keseimbangan T Helper terganggu. Rinitis alergi merupakan penyakit yang dalam tiga dekade terakhir ditemukan cenderung meningkat dengan prevalensi sebesar 45% di Asia. Penyakit ini tidak mengancam jiwa tetapi gejala klinisnya dapat mengganggu sehingga menurunkan produktivitas penderita. Banyaknya persepsi yang salah mengenai higienitas perorangan berlebih menyebabkan terganggunya keseimbangan T Helper sehingga meningkatkan risiko terjadinya rinitis alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara higienitas berlebih dengan risiko terjadinya rinitis alergi pada anak usia 6 – 12 tahun. METODE Penelitian menggunakan studi analitik observational dengan desain potong lintang yang mengikut sertakan 118 pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi. Penelitian ini meliputi pengisian kuesioner higienitas untuk menilai kebersihan perorangan dari masing-masing individu dan kuesioner rinitis alergi untuk menilai risiko rinitis alergi. Analisis data dengan mengunakan SPSS 21. HASIL Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square, didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara higienitas berlebih dengan rinitis alergi pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi. Hal ini ditemukan dengan didapatkannya nilai p =0,539. KESIMPULAN Tidak terdapat hubungan bermakna antara higienitas berlebih dengan rinitis alergi pada pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi

    Hubungan antara hipertensi dan fungsi kognitif pada lansia

    No full text
    LATAR BELAKANG Seiring dengan meningkatnya populasi lanjut usia di Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses degeneratif. Diketahui bahwa terjadi penurunan fungsi organ sebesar 1% setiap tahun dimulai sejak umur 30. Salah satu fungsi yang menurun pada lanjut usia adalah fungsi kognitif. Fungsi Kognitif adalah aktivitas pikiran berupa persepsi, kemampuan atensi, memori, pertimbangan, pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, menilai, mengawasi dan melakukan evaluasi. Ada beberapa faktor yang yang dapat mempengaruhi penurunan fungsi kognitif. Salah satunya yaitu Hipertensi. Hipertensi dapat membuat gangguan pada pembuluh darah yang akan menyebabkan gangguan fungsi kognitif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hipertensi dan fungsi kognitif pada lansia METODE Jenis penelitian ini merupakan observational analitik dengan pendekatan cross sectional . Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Rawa Barat, Jakarta Selatan pada bulan April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang terdaftar di Kelurahan Rawa Barat, Jakarta Selatan. Sampel dipilih dengan cara Consecutive non random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 94 lansia. Variabel yang diteliti adalah hipertensi dan fungsi kognitif. Data dikumpulkan dengan cara pemeriksaan tekanan darah dan pengisian kuesioner MMSE. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS versi 24.0 dan Uji statistic menggunakan chi-square HASIL Setelah melakukan penelitian, didapatkan lansia yang menderita hipertensi dan Gangguan fungsi kognitif sebanyak 53 orang. Pada analisis dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dan fungsi kognitif pada lansia (p=0,000). KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dan fungsi kognitif pada lansia

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇