Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Hubungan antara mean arterial pressure dengan gejala depresi pada orang lanjut usia

    No full text
    LATAR BELAKANG : Permasalahan mental yang sering terjadi pada orang lanjut usia adalah depresi. Gejala depresi pada orang lanjut usia mempunyai efek langsung pada kesehatan psikologis dan fisik. Telah diketahui adanya perbedaan hasil penelitian dari penelitian sebelumnya antara nilai tekanan arteri rerata dengan depresi pada penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara nilai tekanan arteri rerata dengan gejala depresi. METODE : Penelitian ini dilakukan di Panti Werdha Wisma Mulia pada bulan April 2016. Penelitian ini mengggunakan desain Cross-Sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 80 responden yang berusia lanjut. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan dari hasil pengisian kuisoner dengan teknik wawancara dan pengukuran tekanan darah lalu dihitung secara manual dikonversi ke nilai Mean Arterial Pressure berhasil dikumpulkan secara consecutive non-random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dimana analisis bivariat menggunakan Uji Chi Square diolah dengan software SPSS versi 22. HASIL : Terdapat hubungan yang bermakna antara Mean arterial pressure dengan tingkat depresi (p = 0.021). KESIMPULAN : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Mean arterial pressure dengan tingkat depresi pada orang lanjut usia

    Kajian Perubahan Kujang Pakuan Studi Kasus : Paneupaan Kujang Pajajaran, Katulampa, Kota Bogor

    No full text
    Dalam perkembangan sebuah objek budaya, maka ada pakem-pakem tertentu yang harus diikuti sehingga nilai dari objek budaya tersebut tidak hilang. Walaupun demikian, setiap perubahan yang terjadi, akan menimbulkan perubahan nilai pada objek budaya tersebut. Salah satu perubahan yang terjadi adalah pada Kujang. Kujang mengalami berbagai perkembangan bentuk dan visual yang menambah keragaman variasi bentuk Kujang. Salah satu gaya Kujang yang mengalami perkembangan variasi bentuk dan coraknya adalah Kujang Pakuan. Kujang Pakuan memiliki ciri khas pada bentuk bilah yang lebih melengkung. Salah satu perubahan yang terjadi pada Kujang Pakuan adalah pada bagian bilahnya, terutama pada bagian patuk, tadah, dan tonggongnya. Namun, variasi bentuk ini senantiasa tetap mempertahankan ciri khas dari masing-masing jenis Kujang Pakuan, sehingga jumlah jenis Kujang Pakuan tidak bertambah atau berkurang. Penambahan variasi bentuk dan corak Kujang Pakuan merupakan bagian dari proses perkembangan kujang pakuan itu sendiri. Namun variasi pada sebuah objek budaya harus memiliki batasan sehingga tidak menurunkan nilai dari objek budaya tersebut, dalam hal ini kujang pakuan. Seberapa jauh perubahan dan variasi yang terjadi pada kujang pakuan akan mempengaruhi peran kujang pakuan sebagai sebuah objek budaya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada perubahan yang terjadi pada Kujang Pakuan baik dalam segi estetika, fungsi, maupun nilai simbolik. Perubahan pada Kujang Pakuan ini pun memiliki batasan-batasan. Ada wilayah yang tidak boleh untuk dirubah dan ada daerah yang boleh diubah. Ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi perubahan pada Kujang Pakuan. Semua perubahan dan pengaruh perubahan tersebut pada Kujang Pakuan memperlihatkan bahwa Kujang sebagai salah satu objek budaya memiliki ruang untuk dikembangkan dengan batasan-batasan tertentu

    ADAPTASI TEKNOLOGI DI RUMAH ADAT SUMBA

    No full text
    Pulau sumba memiliki beberapa kampung adat yang masih dan akan terus dipertahankan di masa depan. Masing-masing kampung adat memiliki karakter arsitektur khas, sebuah representasi arsitektur megalitik di bagian Timur nusantara, yang tidak dapat dijumpai di tempat lain. Kekhasan tersebut merupakan bentukan fisik sebuah proses panjang kegiatan dan budaya masyarakat setempat yang juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, bahkan politik penguasa. Keinginan untuk mempertahankan kekhasan inilah yang menjadi kekuatan utama konservasi rumah adat Sumba. Pada dasarnya, konservasi merupakan upaya yang dilakukan untuk melestarikan bangunan, mengefisienkan penggunaan serta mengatur arah perkembangan di masa mendatang. Di masa kini, upaya tersebut harus didukung oleh perkembangan teknologi. Tanpa dukungan teknologi, bisa dibayangkan ratusan kayu yang harus ditebang, ratusan kubik batu cadas tepian pantai yang harus dipindahkan, dan ratusan alang-alang yang harus ditanam. Dengan kata lain, penggunaan teknologi serta alternatif material sangat diperlukan untuk mempermudah pelestarian bangunan dan lingkungan. Tentunya, penggunaan teknologi tersebut harus berada dalam koridor pelestarian bangunan dan lingkungan. Paper ini akan memaparkan mengenai bantuan teknologi dalam proses kesinambungan budaya dan fisik bangunan rumah adat Sumba

    Joint fighting against cartel practices in the member states of the regional economic zone

    Get PDF
    In general term, cartel is considered as a form of agreement between competitors in a similar industry whose purpose is for maximizing profit only for the members of cartel. The competition authority of Indonesia, Commission for the Supervision of Business Competition (KPPU), is now vigorously fighting against cartel practices in various business fields. There are several principle considerations regarding the establishment of cartel, such as the mechanism of how the cartel works, how to reveal the cartel, and the impact for the competition as well as for the consumers. These understandings are needed in order to handle cartel practices appropriately, both from the aspect of prevention as well as law enforcement. Preventive action is carried out by establishing rules and policies whose purpose is for giving a limitations regarding the permissible or impermissible actions when the business actors of similar business gather, as is usually organized by any trade associations. Repressive action, as an action to make deterrent effect, can be executed by penalizing them a significant fine, even by a criminal threat. Most of all countries that are doing an action to fight against cartel will face various obstacles and challenges in order to overcome this practice. The states which are incorporated in a regional economic zone, such as Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), have performed a cooperative action that agrees together to fight against cartel. This cooperation is executed by doing strategic steps from the level of investigation, starting from detecting, doing a pre-investigation appraisal, investigation planning and resourcing, as well as making strategies for investigation progress and preparing written recommendations. One of the efforts in order to handle cartel practices which is regarded efficient enough is called leniency program, where the Indonesian parliament is still drafting it in the amendment of its Anti-Monopoly La

    Dietary Intake of Mother in Childbearing Age with BMI <18.5 kg/m2 and has Heterozygous Variant D327N SHBG Genotype (w/v)

    Get PDF
    Background: Body mass index (BMI) determined by genetic and environmental factors. One of the genetic factors that determine the BMI is a genetic polymorphism of sex hormone binding globulin (SHBG), whereas the intake of nutrients is one of the environmental factors. The objective: investigate to macronutrient intake of mother in childbearing age with BMI <18.5 kg/m2 and has heterozygous variant D327N SHBG genotype (W/v). Methods: Anthropometric measurement, genotyping of D327N SHBG gen exon 8, and three days repeated food recall and record was done for all subjects. BMI in the group I 16 to <17 kg/m2 and group II 17 to <18.5 kg/m2. For all subjects in both groups has heterozygous variant D327N SHBG genotype (W/v). Results: mother in chieldbearing age with BMI 0.097). Conclusions: Mother in childbearing age with BMI <18.5 kg/m2 and has heterozygous variant D327N SHBG genotypes (W/v) shows that the lower of protein, fat and carbohydrate intake then CED status is getting low

    Asosiasi antara Status Vitamin D 25(Oh)D dengan Albuminuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Get PDF
    Pendahuluan. Angka kejadian nefropati diabetik di Indonesia dilaporkan meningkat. Defisiensi vitamin D juga cukup tinggi. Berbagai faktor telah diidentifikasi turut memperberat kejadian nefropati diabetik salah satunya status vitamin D 25(OH)D. Namun demikian, bekum ada studi yang mengidentifikasi hubungan keduanya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara status vitamin D 25(OH)D dengan albuminuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Metode. Dilakukan studi potong lintang pada 96 pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 yang berobat ke poliklinik Metabolik- Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Jakarta pada November-Desember 2012. Pemeriksaan kadar vitamin D 25(OH)D diilakukan dengan menggunakan kit Diasorin dengan metode CLIA, sedangkan albuminuria dinilai berdasarkan kadar albumin pada sampel urin sewaktu. Uji statistik yang digunakan meliputi uji chi square pada analisis bivariat dan regresi logistik pada analisis multivariat. Hasil. Prevalensi defisiensi vitamin D 25(OH)D pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebesar 49% dengan nilai median kadar vitamin D 25(OH)D adalah 16,35 (4,2-41,4) ng/mL. Tidak didapatkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara defisiensi vitamin D dengan albuminuria, baik pada analisis bivariat maupun multivariat (OR 0,887; IK95% 0,335- 2,296). Faktor perancu yang memengaruhi hubungan antara defisiensi vitamin D dengan kejadian albuminuria pada pasien DM tipe 2 adalah kontrol gula darah yang buruk dan berat badan lebih. Simpulan. Studi ini belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D 25(OH)D dengan albuminuria pada pasien DM tipe 2 di Indonesia

    Urgensi Kekhasan Pola Kerja Merancang Bagi Arsitek

    Get PDF
    Tuntutan eksternal dan kebutuhan internal bagi arsitek dalam melaksanakan tugas perancangan arsitektur, memiliki sifat yang sangat berbeda: tuntutan eksternal sifatnya umum dan terstandar, sementara kebutuhan internal menuntut kekhususan. Seorang arsitek perlu mengambil sikap terhadap dikotomi tersebut. Penelitian penjajagan (eksploratif) ini bertujuan menggali pendapat para lulusan pendidikan tinggi arsitektur tentang perlu/tidaknya seorang arsitek mengembangkan pola kerja tertentu bagi dirinya dalam melaksanakan kerja perancangan arsitektur. Metode kualitatif digunakan untuk menjajagi informasi awal fenomena terkait dengan pendapat arsitek terhadap pola kerja perancangan serta alasan yang mendasari pendapat tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui survey dengan alat bantu kuesioner pertanyaan terbuka yang disebarkan melalui media sosial dan dapat diakses responden secara daring (online). Responden yang dituju adalah individu lulusan pendidikan tinggi arsitektur. Terhadap data teks, dilakukan analisis isi (content analysis). Korespondensi antar fakta dianalisis dengan bantuan perangkat lunak pengolah data statistic "JMP". Hasil eksplorasi menemukan indikasi bahwa para lulusan pendidikan tinggi arsitektur memiliki kesadaran tinggi atas tuntutan standar profesional arsitek, serta sadar akan urgensi manajemen perancangan dalam industri konstruksi. Terdapat tiga kategori alasan yang mendasarinya yaitu: tujuan konsep pembentukan pola kerja, tujuan capaian desain, tujuan kinerja selama proses desain. Dari tiga kategori tersebut, kategori tujuan capaian desain arsitektur merupakan alasan yang paling berkorespondensi dengan pernyataan perlunya pola kerja tertentu bagi arsitek

    Kajian Desain Pintu Dan Ornamenya Pada Istana Maimun Medan.

    No full text
    Istana Maimun merupakan salah satu bangunan bersejarah dan juga ikon serta kebanggaan kota dan warga Medan. Dibangun pada 26 agustus 1888 yang merupakan peletakan batu pertama. Istana Maimun merupakan salah satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia. Bangunan yang didominasi dengan warna kuning keemasan yang identik dengan warna khas Melayu, didirikan diatas tanah seluas 2.772 m2 dan mempunyai 30 ruangan, terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.Istana ini memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Perpaduan ini menyuguhkan keunikan inilah yang memberikan karakter khas bangunannya.Dimana suatu bangunan pasti memiliki pintu yang mempunyai fungsi dan makna tersendiri. Tidak terlepas dari itu Istana maimun juga memiliki beberapa pintu yang terdapat pada bagian tersebut ada beberapa ornamen dan elemen yang mempunyai tersendiri, seperti pintu yang terdapat pada sisi samping yang menghubungkan antara ruang induk istana dan ruang sayap kiri dan kanan istana. Pintu tersebut bukan hanya memiliki 2 buah daun pintu seperti khalayaknya pintu-pintu rumah biasanya, tetapi pintu istana maimun itu memiliki 4 buah daun pintu yang dimana sepasang dibagian luar dan sepasang dibagian dalam yang didesain berbeda. Selain itu juga terdapat pintu utama yang juga mempunyai fungsi dan makna tersendiri, hal ini yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal diatas, ada beberapa masalah yang harus dirumuskan dalam rangka penelitian ini, yaitu; Bagaimana estetika bentuk arsitektur dan interior istana Maimun, dan apa makna simbol pada elemen pintu utama istana Maimun.Penelitian ini menggunakan pendekatan histori dan pendekatan estetika.Pendekatan histori akan menyangkut pembahasan tentang asal-usul bentuk istana dan perkembangan fungsionalnya sejak didirikan hingga sekarang. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentuk pada arsitektur dan interior istana,bagaimana bentuk tersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas yang unik ?. Dan tentang ilmu pendekatan-pendekatan desain yang berkaitan tentang penelitian yang akan menyangkut pembahasan tentang percampuran bentuk pintu utama pada Istana Maimun, serta yang menyangkut pembahasan tentang makna simbol yang terdapat pada pintu Istana Maimun.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Istana Maimun dan interiornya serta elemen pengisi ruang di dalamnya tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh estetika bentuk yang berasal dari budaya Melayu Deli dan budaya tradisional tertentu yang ada di indonesia tetapi juga dipengaruhi oleh estetika bentuk dari kebudayaan Spanyol, India dan Italia. Pengaruh budaya asing pada aspek arsitektur terdapat pada beberapa perabotan dan juga bahan bangunan yang diimpor dari eropa seperti, ubin lantai dan marmer. Sebagai warisan Kesultanan Melayu-Deli, Istana Maimun didominasi dengan warna kuning, khas Melayu. Pola arsitektur Belanda dengan pintu dan jendela lebar dan tinggi, serta pintu bergaya Spanyol menjadi bagian dari Istana Maimun.Pengaruh Islam terlihat dalam bentuk kurva atau arcade di beberapa bagian atap istana. Kurva yang berbentuk kapal terbalik yang dikenal dengan Persia Curve sering dijumpai pada bangunan di kawasan Timur Tengah, Turki, dan India

    Tanda dan Kode Visual Citra Wanita Jilbab Moderen pada Cover Majalah LAIQA Edisi Spesial 2015 -2016

    No full text
    Majalah LAIQA adalah majalah muslim yang sangat popular saat ini di Indonesia. Meskipun majalah ini tergolong baru namun masyarakat sangat menggemari majalah tersebut khususnya kaum Muslim wanita yang menggunakan jilbab. Dahulu kala wanita berjilbab selalu mengenakan pakaian yang monoton sesuai aturan. Banyak sekali batasan – batasan untuk para pengguna jilbab. Meskipun Jilbab merupakan kewajiban wanita muslim, banyak sekali yang menanggalkan kewajiban tersebut karena penampilan wanita berjilbab dianggap kuno.Seiring berjalannya waktu cara berjilbab yang pada dasarnya berasal dari timur tengah ini masuk ke Indonesia. Selain itu banyak desainer – desainer yang memadu padankan busana jilbab dengan culture ke barat – baratan sehingga tampilan wanita berjilbab sangat menarik. Baru – baru ini di Indonesia tren jilbab muslim modern menjadi sebuah life style dangan terbentuknya beberapa komunitas – komunitas. Komunitas yang paling berpengaruh pada mode di Indonesia adalah Hijup yang berdiri di tahun 2013.Kemudian komunitas Hijab ini menghasilkan sebuah tim media yang memeberi tren di tiap taun melalui media sosial maupun media cetak. Tren hijab asal Indonesian ini begitu fenomenal sehingga mampu menuju go-Internasional. Salah satu media yang populer adalah Majalah LAIQA.Majalah LAIQA membentuk tren busana muslim modern dangan konsep futuristic. Kajian kemudian difokuskan kepada daya jual utama sebuah majalah yaitu Cover. Cover majalah LAIQA yang terpilih untuk dikaji merupakan cover di edisi – edisi special berdasarkan data yang diperoleh dari web resmi. Kajian ini bersifat kualitatif, metode yang digunakan yaitu Semiotik.Spesifikasi semiotic yang diaplikasikan berdasarkan versi Roland Barthes. Roland Barthes merupakan seorang tokoh pemakna tanda – tanda yang paling tepat untuk penelitian media. Hal ini sudah banyak dipaparkan di berbagai pustaka.Tanda – tanda ini akan dijabarkan dengan diperkuat oleh pustaka sekaligus kuisioner sebagai penguat dan ke valid an data. Dengan demikian maka tesis ini mampu menghasilkan analisa makna tanda dan dampak sebuah Cover Majalah yang diasumsikan sebagai salah satu pendobrak mode citra wanita busana Muslim di Indonesia

    Hubungan fungsi pernafasan dengan skoliosis pada pelajar Sekolah Dasar Negeri Tomang 03 Pagi

    No full text
    LATAR BELAKANG Skoliosis berasal dari bahasa Yunani yang berarti kurva atau bengkok. Skoliosis didefinisikan sebagai abnormalitas lengkungan ke lateral dari tulang belakang dengan ukuran lengkungan lebih besar dari 10o. Pada skoliosis terjadi penyempitan cavum thorax yang akan menghambat pengembangan fungsi paru. Penderita skoliosis diperkirakan akan terjadi penurunan kapasitas vital paksa 5% setiap terjadinya 10o peningkatan kurva skoliosis. Skoliosis yang tidak ditangani dapat menjadi lebih buruk dan dapat menyebabkan nyeri punggung kronik, serta dapat menurunkan fungsi kardiopulmoner. METODE Penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan desain Crosssectional. Penelitian ini mengambil sample dengan cara simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah 116 pelajar Sekolah Dasar selama bulan Desember 2016. Pengumpulan data dengan melakukan pengambilan sampel secara langsung. Analisi data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% software SPSS versi 22 for windows 8.1. HASIL Hasil menunjukan dari 116 pelajar Sekolah Dasar, yang mengalami skoliosis sebesar 95 (89,9%) pelajar. Rerata kapasitas vital paksa 1,16 ± 0,35 liter. Tidak terdapat hubungan antara kapasitas vital paksa dengan skoliosis menggunakan uji chi-square p= 0,571 (p>0,05). Sebagian besar sampel mengalami skoliosis memiliki kapasitas vital paksa rendah yaitu 87 (75%) pelajar. KESIMPULAN Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kapasitas vital paksa dengan skoliosis pada pelajar Sekolah Dasar

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇