1360 research outputs found
Sort by
Hubungan Kualitas Pemasok Baja Tulangan Terhadap Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan merupakan suatu persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi oleh pemasok bahan dan material. Kepuasan pelanggan dapat tercapai apabila sebuah produk atau jasa konstruksi memenuhi harapan pelanggan. Sehingga hampir setiap perusahaan pemasok bahan dan material saat ini menyadari pentingnya arti pelanggan bagi perusahaan dan berupaya keras untuk dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Permasalahan yang ada yaitu sub kriteria apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas pemasok, kepuasan pelanggan,
dan bagaimanakah hubungan antara kualitas pemasok dengan kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian adalah mengetahui sub kriteria kualitas pemasok, kepuasan pelanggan, dan menganalisis variabel kualitas pemasok yang paling dominan terhadap kepuasan pelanggan. Dilakukan analisa
dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari metode ini adalah:
sub kriteria kualitas pemasok yang paling dominan, yaitu Mengatasi kesulitan dengan segera dan tepat, Memberikan layanan yang baik dari awal hingga akhir, Proses pelayanan cepat dan tepat waktu, Kualitas fisik baja tulangan memenuhi Standar Industri Indonesia dan SNI, Harga yang diberikan adalah harga yang sesuai dengan kualitas, Memberikan kemudahan dalam menghubungi
perusahaan, dan kopetensi karyawan yang baik. Sub kriteria pelanggan yang paling dominan, yaitu Secara keseluruhan pemasok menyenangkan hati pelanggan, Pelanggan mengatakan hal positif, Pelanggan merekomendasikan ke pihak lain, Pelanggan membeli baja tulangan ditempat yang sama, Pelanggan jarang melakukan peralihan, Menjadikan pemasok tersebut sebagai pilihan pertama bagi pelanggan, Menjadikan pemasok sebagai perusahaan terbaik di Indonesia, Memenuhi harapan
pelanggan, Pelanggan senang stok barang dari pemasok, dan kualitas produk yang menjanjikan, Kriteria hubungan kualitas pemasok dengan kepuasan pelanggan yang paling dominan, yaitu Empati, Loyalitas, Kepuasan, Daya Tanggap, Jaminan Dari Pemasok
Cultural Wisdom of Minangkabau Ethnic Community for Local-Global Virtual Identity
The development of difital technology is extending the opportunity to create a new identity of society. digital technology enable cultural experience across boundaries to new places of virtual world. Virtual identity functions as main differentiator of personal account in social media. It represents a personal being in virtual world. It also functions as a sign to culture and life's value of the person behind an account. This paper discussed about the virtual identity use by the Minangkabau ethnics people in Facebook. Iconic artifacts of MInangkabau use in profile picture of the social media. Those artifacts valued with Minagkabau's cultural wisdom. The approach use for this research is cultural wisdom. The approach use for this research is cultural studies, with semiotic methods use to search the relation between the image and the cultural wisdom representation of Minangkabau
Reviving Padung-Padung to Preserve Karo Tribe Cultural Identity
Padung-padung is a kind of earrings with admirably large size, represent woman status and contain philosophy meaning that enriches the custom and tradition of Karo tribe in North Sumatera. This study aims to browse back padung-padung’s existence, signification, role, and the cause of its disappearance, as well as necessary efforts to be done in order to maintain the presence of padung-padung as one of the Karo tribe's identity. Referring to the conception that cultural preservation efforts in terms of maintaining its existence needs to be done to strengthen the culture of a nation, therefore the culture should be sustainable while providing ample opportunities for a creative development within. The art and culture of Karo is a representation of the tribe and our national high civilization, thus it is our responsibility to preserve and maintain its presence by building it into a sustainable for
Implementing Project Based Learning Approach to Graphic Design Course
his purpose of study is to develop an instructional model that can be used to overcome learning problems of commercial graphic design drafting course. The model consists of learning materials, study guide, lecture manual, assignment and practice for the learner learning process. This research used the research and development model of Borg, Gall, and Gall (3) which adapt the systematic Design of Instruction model of Dick, Carey, and Carey (11). As for the results of the research showed that There was significant difference between pre-test score (X=64.4) and pos-test score (X=78.80). T test score indicates that the difference between pre and posttest significantly differ due to student improvement in doing their task and assignments
Merger control based on anti-monopoly law in Indonesia: comparison in some Asean member states
Merger control is one of the important aspects in the business competition regime, considering the impact of merger can lead to monopolistic practices and unfair business competition. The purpose of merger control in the perspective of competition law is to prevent potential violations of anti-monopoly laws through corporate actions in the form of mergers or acquisitions. Business competition supervisory authority in Indonesia (KPPU) has a role in controlling mergers by defining criteria for mergers, such as notification systems, notification conditions, substantive tests and time periods, notification results, and other technical matters related to parties required to make notifications, foreign mergers and challenges. How does the system of merger control in Indonesia and its comparison with the system in other ASEAN Member States (AMS)? And how AMS synergize on regional merger control system, particularly in the ASEAN region? One of the most interesting things about the merger control system in Indonesia is using mandatory post merger notification, that can lead to a heavy penalty for late reporting. This merger control comparative study aims to know merger control regulations and system in the ASEAN region, particularly some AMS which had already promulgated its competition law. The merger control in the ASEAN economic region requires an initial step to form a harmonization of the system by the competition authority of the respective country
Desain Sepatu Pria Dengan Ornamen Gunungan Wayang Menggunakan Teknik Laser Grafik.
Meningkatnya program sosialisasi untuk mencintai produk dalam negeri serta program lainnya yang menggugah kesadaran masyarakat untuk mencintai dan melestarikan nilai kebudayaan daerah menjadi peluang tersendiri bagi para insan kreatif untuk mengkombinasikan produknya khususnya sepatu dengan nilai budaya daerah sekitar untuk mendukung dan berpartisipasi dalam program pelestarian budaya, salah satunya adalah Gunungan Wayang.Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi nilai budaya gunungan wayang terhadap desain produk khususnya sepatu pria serta mengetahui proses pembuatan produk sepatu dengan unsur budaya menggunakan teknologi modern yaitu laser.Melalui penelitian ini identifikasi nilai dilakukan dengan menggunakan teori cultural studies untuk memperoleh hasil dalam mengaplikasikan gunungan wayang serta melakukan eksperimentasi dan pengembangan terhadap sepatu saat proses produksi dengan menggunakan teknologi laser.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai dari gunungan wayang dapat diidentifikasi dan diterapkan ke dalam produk sepatu dan dilanjutkan dengan proses produksi beberapa model sepatu yang bertema gunungan wayang dan menjadi sepatu dengan ciri khas yang berbeda. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperkuat dan memperdalam teori yang digunakan dan hasil sepatu yang dibuat berpeluang dan berpotensi menjadi referensi dalam memadukan nilai budaya lainnya untuk melestarikan kearifan lokal terhadap desain sepatu
Hubungan antara aktivitas fisik dengan serangan asma pada pasien asma dewasa
LATAR BELAKANG
Asma bronkial masih menjadi masalah diseluruh dunia. Menurut WHO dalam
Global Initative For Asthma bahwa 300 juta penduduk dunia menderita asma.
Data WHO memperkirakan pada 2025 diseluruh dunia terdapat 225.000 jiwa
meninggal karena asma. Pemicu asma disebabkan banyak fakto salah satunya
aktivitas fisik. Akivitas fisik tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Aktivitas
fisik dianggap sebagai penanda atau pengendali asam. Penelitian ini bertujuan
untuk menjelaskan hubungan aktivitas fisik dengan serangan asma pada pasien
asma
METODE
Penelitian ini menggunkan kuesioner International Physical Activity
Questionnaire (IPAQ) dan kuesioner asma yang telah dilakukan oleh peneliti
sebelumnya. Analisis data menggunakan program statistic dengan tingkat
kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.
HASIL
Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan pada 36 responden asma di klinik asma
RSUP Persahabatan didaptkan hasil bahwa, pada aktivitas fisik ringan
menimbulkan serangan intermiten adalah 5 orang(13,9%), aktivitas fisik sedang
serangan intermiten 7 orang(19,44%), aktivitas fisik berat serangan intermiten 4
orang(11,11%). Aktivitas fisik sedang serangan persisten 6 orang (16,66%)
aktivitas fisik berat serangan persisten 14 orang(38,88%). Dari hasil uji chi-square
didapatkan p-value 0,002%.
KESIMPULAN
Terdapat hubungan anatara aktivitas fisik dengan serangan asma pada pasien asma
Hubungan penggunaan kondisioner dengan ketombe pada siswa SMA
LATAR BELAKANG
Penggunaan kondisioner di Indonesia sudah banyak namun belum ada data yang
pasti mengenai berapa banyak yang menggunakan kondisioner di indonesia.
Untuk memahami adanya hubungan penggunaan kondisioner dengan ketombe,
maka dilakukan penelitian dengan sampel siswa SMA di Riau..
METODE
Penelitian ini menggunakan analisis observasional yang mengikutsertakan 77
siswa/I SMA Negeri 3 tapung yang di Riau dan pengambilan sampel
menggunakan metode Consecutive Sampling. Data dikumpulkan dengan
menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mendiagnosa ketombe. Analisis
data dengan menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi
20.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.
HASIL
Terdapat 57 orang (74.0%) yang telah menggunakan sampo kondisioner dengan
terjadinya ketombe, Analisis uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan
antara penggunaan kondisioner dengan ketombe dengan nilai p-value adalah
sebesar 0.023. (p<0.05).
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan kondisioner
dengan ketombe pada siswa SMA
Hubungan kegiatan extrakurikuler Palang Merah Remaja dan kecerdasan emosional siswa SMA
LATAR BELAKANG
Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam
memotivasi diri, dan mengendalikan emosi. Dengan kecerdasan emosional
seseorang dapat menempatkan emosional yang tepat sehingga diharapkan dapat
mengatasi atau mencegah kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja dan
penyalahgunaan narkoba. Hasil studi penelitian BNN mendapatkan 58%
menggunakan narkoba. Sekolah menjadi wadah untuk mengembangkan fungsi
kognitif remaja termasuk kecerdasan emosional, salah satu kegiatan yang dilakukan
yaitu kegiatan ekstrakurikuler PMR. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler PMR dan kecerdasan
emosional pada siswa SMA.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional
dan sampel yang digunakan berjumlah 212 siswa SMA 37. Pengukuran dilakukan
dengan kuesioner Emotional Intelligence questionnaire. Analisis data dilakukan
dengan uji Chi-square dengan menggunakan SPSS for Windows versi 20.0 dengan
tingkat kemaknaan 0,05.
HASIL
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, responden berusia 16 tahun
(91,03%) dan 17 tahun (8,96%) dengan jenis kelamin laki-laki (51,92%) perempuan
(48,11). Mengikuti PMR (42,9%) dan yang tidak mengikuti (57,1%), memiliki
kecerdasan emosional sedang (52,4%) dan tinggi (47,6%). Responden usia 17 tahun
lebih banyak memiliki kecerdasan emosional tinggi dibandingkan 16 tahun dengan
hasil uji Chi-square bermakna (p=0,004). Responden perempuan memiliki
kecerdasan emosional tinggi dibandingkan laki-laki, tetapi hasil analisis dengan uji
Chi-square tidak bermakna (p=0,078). Responden yang mengikuti kegiatan PMR
memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak
mengikuti dengan hasil analisis uji Chi-square bermakna (p=0,000).
KESIMPULAN
Terdapat hubungan bermakna antara usia, kegiatan ekstrakurikuler dan kecerdasan
emosional pada siswa SMA. Responden yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
PMR cenderung memiliki kecerdasan emosional tinggi
Hubungan Internet addiction disorder dengan kualitas tidur pada siswa SMA
LATAR BELAKANG
Siswa SMA dalam penggolongan usia termasuk dalam kelompok remaja akhir,
remaja (Adolescent) merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi
dewasa.Pada periode ini berbagai perubahan terjadi baik perubahan hormonal,
fisik, psikologis maupun sosial. Remaja cenderung memiliki aktivitas dan
mobilitas tinggi dalam kehidupan sehari – hari baik karena jadwal studi,
berorganisasi, kegiatan olahraga ataupun bersosialisasi. Aktivitas tersebut dapat
mempengaruhi kualitas tidur pada remaja. Beberapa faktor lain yang
mempengaruhi kualitas tidur seperti faktor fisik, faktor lingkungan, faktor
fisiologis, gaya hidup dan konsumsi obat – obatan. Namun di era globalisasi yang
berkembang pesat faktor gaya hidup seperti penggunaan internet dapat
mempengaruhi kualitas tidur. oleh karna itu, perlu dilakukan penelitian untuk
mengetahui hubungan internet addiction disorder dengan kualitas tidur.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskripsi analitik
dengan pendekatan potong silang dengan sampel sebanyak 231 siswa – siswi
SMA Negeri 4 Balikpapan.Data dikumpulkan dengan kuesioner.Analisis data
menggunakan program SPSS versi 21.0 for Windows.
HASIL
Terdapat hubungan bermakna antara internet addiction disorder dengan kualitas
tidur (p=0,000) sedangkan pada variabel usia dan jenis kelamin tidak didapatkan
hubungan yang bermakna (p>0,05)
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan internet addiction disorder
dengan kualitas tidur dan tidak adanya hubungan antara usia dan jenis kelamin
dengan kualitas tidur