1360 research outputs found
Sort by
Best Practices in Seismic Design of Tall To Mega Tall Building Structures in Indonesia
Currently more than 80 million people of Indonesia or almost one third of its total population lives in the major cities. This spurs the rapid development of high-rise buildings in its large cities, especially Jakarta. Along with this rapid development, the codes for structural design practices have experienced major changes, especially those which are related to earthquakes which normally governs the structural design of tall to mega tall buildings, since most of Indonesia regions are seismic prone. This paper discusses the development of Indonesia building design standards and codes. Special highlights are given for the most current seismic standards and codes. Their implementation on advanced structural analyses and design methods for designing the foundation and upper-structure of mega-tall buildings such as the proposed Signature Tower in Jakarta is presented. This 111 floor tower with 7 basement layers could be the tallest building which is located in one of the most active seismic zone in the world. Since the building also stands on very deep soft soil layers of alluvial deposit, it has a complex seismic behavior. In addition the paper highlights how the Performance-Based Design (PBD) considering the Risktargeted Maximum Considered Earthquake, (MCER) levels of seismic hazard was carried out
Elemen Arsitektural Atap Pada Rumah Tradisional Melayu Riau Roof Architectural Element Of The Riau Malay Tradisional House
Rumah adat melayu Riau memiliki berbagai jenis rumah adat. Rumah adat melayu Riau memiliki karakteristik pada atap bangunanya. Atap pada bangunan rumah adat melayu Riau memiliki beberapa aspek-aspek penting pada desain rumah adat melayu Riau yang ditemukan karena adanya hubungan antara prinsip perancangan dengan identitas budaya lokal. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Variabel penelitian adalah ornamen, bentuk, dan warna.Bentuk khas pada atap melayu riau yaitu selaso jatuh kembar dan lipat kajang. Hasil menunjukkan bahwa ornamen khas rumah adat melayu riau pada flora yaitu itik dan semut beriring dan fauna yaitu bunga manggis dan cengkih Warna khas rumah adat melayu riau yaitu warna merah dan coklat pada atap rumah melayu riau
Bogor Street Festivals: Reinforcing Urban Identity By Integrating Cultural Heritage In The Streetscape Character
Urban identity is a representation of local aspects and can be viewed as a potent foundation for sustainable development. Streets as a major element of urban environment play an important role to state the urban identity since everyone experiencing the city through streets. Streetscape becomes an immediate source of visual information for user's perceptions of the environment and makes a general impression of the city. Imageable streetscapes might represent the broader identity of the city. Based on a study of several major streets in Bogor, this paper intends to discuss that merging cultural heritage into the streetscape can enhance the streetscape character and confirming the urban identity. As a former colonial city, Bogor is rich with tangible and intangible heritages from local culture as well as Dutch, Chinese and Arabic. Street festivals cultural events as an expression of cultural heritages are held periodically at certain streets. A survey of both residents and visitors shows that cultural events and street festivals have contributed positively to the street sense of place and imageability, hence it can reinforce the urban identity
Pengaruh Orientasi Bangunan Terhadap Suhu Termal Di Unit Rusunawa Tambora
mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Rata-rata suhu udara di Indonesia berkisar antara 30-36 °C sedangkan suhu kenyamanan termal berkisar antara 24-27°C. Perbedaan suhu tersebut perlu disiasati terutama di dalam bangunan. Beberapa penelitian menyebutkan adanya hubungan antara orientasi dengan suhu termal. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi bangunan terhadap suhu udara di unit Rusunawa Tambora. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Variabel kajian adalah orientasi unit bangunan dan suhu udara di unit hunian. Pengamatan dilakukan di sepuluh unit rusunawa dengan mengukur suhu termal di setiap unit. Analisis kuantitatif dengan program statistik digunakan untuk memperoleh keterkaitan antara orientasi bangunan dengan suhu termal. Hasil memperlihatkan bahwa orientasi unit bangunan tidak berpengaruh secara siginifikan terhadap suhu termal. Suhu termal tertinggi berada di posisi Barat, sedangkan suhu terendah berada di posisi Utara dengan perbedaan suhu yang tipis
Implementasi Ornamen Arsitektur Tradisional Pada Perancangan Hotel Dan Resort Palm Springs di Nongsa Batam
Batam, seperti layaknya kota-kota lain di Indonesia mengalami gejolak pembangunan fisik yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah sebenarnya yang bisa diangkat sebagai identitas fisik dari hasil - hasil pembangunan yang terjadi. Menggunakan kembali arsitektur tradisional ataupun elemen-elemen penyusun arsitektur tradisional tersebut dipandang menjadi cara tercepat guna mendapatkan identitas bangunan maupun kota.Namun demikian pemahaman yang tidak menyeluruh dari arsitektur tradisional tersebut menyebabkan kaburnya atau hilangnya makna dari penggunaan elemen-elemen arsitektur tradisional tersebut, bahkan seringkali elemen-elemen arsitektur tradisional ditempatkan bukan pada tempat yang seharusnya. Pada perancangan hotel resort palm spring Nongsa menajadikan kawasan tersebut dan menerapkan ornamen melayu bertujuan untuk melestarikan arsitektur tradisional pada Kota Batam dan Kawasan Nongsa
PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SUMATERA BARAT
Negara Republik Indonesia adalah negara hukum yakni suatu sistem kenegaraan yang diatur pada sistem yang berlaku, yang berkeadilan dan tersusun dalam suatu Undang-Undang Dasar, penelitian ini berfokus pada Kegiatan Pengembangan Kawasan Pariwisata yang mengacu pada 3 (tiga) Perundang-undangan, yaitu : Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Ketiga UndangUndang tersebut merupakan Undang-Undang Organik dari Pasal 33 (ayat 3) UUD 1945. Ruang Lingkup Penelitian dan Pembahasan mencakup segi normatif, implementasi dan upaya Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mengatasi hambatan pelaksanaan ketiga Undang-Undang tersebut, termasuk juga didalamnya usulan dan Ide Peneliti yang merupakan masukan bagi Pemerintah dalam rangka penyempurnaan penerapan Undang-Undang tersebut. Permasalahan pokoknya : Bagaimana pengaturan tentang Penataan Ruang dan perlindungan / pengelolaan Lingkungan Hidup dalam hubungannya dengan pengembangan Kawasan Pariwisata yang diatur dalam Undang-Undang No. 10 tahun 2009; dan bagaimana implementasi perundang-undangan tersebut beserta hambatanhambatan dan upaya PEMDA setempat. Tujuan utamanya adalah untuk memahami ketentuan-ketentuan normatif dibidang Lingkungan Hidup dan Penataan Ruang terkait Pengembangan Kawasan Pariwisata beserta Implementasinya, metode yang digunakan adalah type Penelitian Normatif yang didukung oleh data Emperis. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif. Hasilnya adalah bahwa perundang-undangan yang menyangkut Penataan Ruang dan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan terkait Pengembangan Kawasan Pariwisata sudah cukup lengkap dan memadai, namun pada Implementasinya ada beberapa ketentuan Undang-Undang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang sulit dilaksanakan antara lain tentang batas minimum Ruang Terbuka Hijau Publik dan batas sepadan pantai, hambatannya adalah Tanah Negara uang tersedia sangat sempit dan bangunan-bangunan yang merupakan sarana-prasarana Pariwisata sudah sejak lama terbangun secara permanen sulit ditertibkan, sedangkan upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan kegiatan Pengendalian Penataan Ruang dan berusaha meningkatkan kesadaran Hukum / Budaya Hukum anggota masyarakat yang terkait dengan kegiatan pengembangan Kawasan pariwisata
Hubungan pemberian multivitamin taburia dengan intensitas infeksi ascaris lumbricoides pada anak Sekolah Dasar kelas 1
LATAR BELAKANG
Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat namun kurang mendapat perhatian. Prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia masih relatif tinggi pada tahun 2006 yaitu 32,6 %, terutama pada penduduk dengan ekonomi rendah. Salah satu cacing penyebab hal ini adalah Ascaris lumbricoides, dimana cacing ini memiliki sifat mengambil nutrisi dari host yang ditumpanginya sehingga nutrisi yang di makan oleh penderita akan di absorpsi oleh cacing untuk cacing tersebut bertahan hidup. Dalam upaya meningkatkan status gizi anak keluarga miskin, pemerintah mengembangkan bubuk multivitamin dan mineral yang disebut TABURIA. Namun apakah pemberian nutrisi tambahan melalui multivitamin tersebut dapat menurunkan atau meningkatkan intensitas infeksi cacing tersebut?
METODE
Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sejumlah 68 orang di SDN 05 Kalibaru, Jakarta Utara. Penelitian dilakukan pada bulan agustus-desember 2016. Data dikumpulkan dengan cara memeriksa sampel tinja dengan teknik Katokatz lalu pengumpulan data tentang kebersihan dilakukan dengan pemberian kuesioner dan pengukuran berat badan & tinggi badan untuk mengetahui status gizi responden. Analisis data menggunakan SPSS for Windows Seven.
HASIL
Didapatkan hasil Terdapat hubungan antara pengetahuan, sanitasi, dan higienitas dengan prevalensi kecacingan Ascaris lumbricoides (p=0,00), dan tidak didapatkan hubungan antara kelompok yang diberi multivitamin Taburia dan Vitamin C dengan penurunan intensitas infeksi Ascaris lumbricoides dilihat dari nilai rata-rata intensitas cacing. Serta tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan intensitas infeksi Ascaris lumbricoides
KESIMPULAN
Terdapat hubungan antara sanitasi, higienitas, dan pengetahuan dengan intensitas infeksi Ascariasis, tidak terdapat hubungan antara pemberian multivitamin taburia dan Vitamin C dengan penurunan intensitas infeksi Ascariasis, dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan intensitas infeksi Ascariasis
Comparison of productive house spatial planning in Kampung Batik - Central Java object of observation: Pekalongan and Lasem
Home is a basic human need other than clothing and food. As one of the basic needs of man, it has variety of functions, for example, as a place to protect and develop themselves occupants, also as an asset that have economic and non-economic value. Houses that have economic value can be utilized as capital to earn a living by using part of room as a working space, named as productive house. Batik products become the focus of observation with the consideration that batik is a unique Indonesian cultural richness that has been recognized internationally. Pekalongan and Lasem is a coastal city located on the north coast of Java Island, where both cities become the benchmark of batik products located in the coastal area. Kampung Batik in Pekalongan and Lasem is the location used as an object of observation for comparative pattern of productive house layout with qualitative method. The data obtained in primary and secondary, in the form of visual recordings, maps and sketches of productive layout pattern of batik houses. The comparative result shows many similarities in the pattern of productive layout of batik houses in Pekalongan and Lasem; Differences exist in existing occupants. The existing equations are due to the activities undertaken and the differences that exist are due to the growing culture in both locations of observation
Kajian Pengaruh Billboard Tayangan Offline Dan Online Pada Fashion E-Commerce Terhadap Minat Audience.
Suatu perusahaan didirikan pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan (laba). Untuk memenuhi tujuan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penjualan adalah dengan cara beriklan. Iklan harus dapat menyampaikan pesan yang tertanam pada penerimanya, sehingga menimbulkan persepsi yang positif pada penerimanya (persepsi audience). Persepsi yang positif kemudian akan memberikan dampak yang positif yaitu adanya keinginan atau minat audience untuk membeli produk yang diiklankan. Saat ini,banyak alternatif media untuk iklan. Salah satu media iklan yang saat ini digunakan adalah media luar ruang berupa billboard. Seiring perkembangan teknologi informasi, billboard kini terdapat juga dalam tayangan iklan di media online.Penelitian ini dilakukan karena sejauh ini belum ada referensi mengenai tingkat efektivitas media billboard tayangan offline dan online, sehingga pemilihan media offline maupun online untuk pemasaran masih belum bisa dibandingkan.Penelitian difokuskan kepada kajian pengaruh billboard tayangan offline dan online terhadap minat audience. Adapun billboard tayangan offline dan online yang terpilih untuk diteliti yaitu fashion e-commerce Rabbani. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini yaitu (1) menghasilkan referensi billboard tayangan offline dan online yang baik dan menarik, (2) menghasilkan analisis efektivitas dan efisiensi pada billboard tayangan offline dan online terhadap minat audiens, dan (3) menghasilkan dasar acuan perbandingan dan pengaruh billboard tayangan offline dan online pada minat audiens.Pada penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan merupakan data yang berbentuk angka-angka, yang kemudian diterjemahkan ke dalam pendekatan penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dirumuskan. Metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini analisis komparatif, estetik, dan interaksi. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa persepsi responden terhadap billboard tayangan offline dan online fashion e-commerce Rabbani positif. Kedua jenis billboard berpengaruh nyata terhadap persepsi audience. Namun terpaan billboard tayangan online relatif lebih tinggi dibanding billboard tayangan offline.Selain itu juga visualisasi pada billboard tayangan online memberikan gambaran yang lebih menarik perhatian audience. Analisis statistik dengan menggunakan uji beda menunjukkan, bahwa billboard tayangan online lebih efektif dalam meningkatkan persepsi dibanding billboard tayangan offline. Efektivitas terjadi karena frekwensi tayangan online lebih tinggi dibanding offline. Dengan lebih seringnya melihat dan menganalisis, maka kesempatan timbulnya persepsi audience juga semakin tinggi dan kemudian dapat meningkatkan minat audience.Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini yaitu (1) rupa billboard tayangan offline yang baik dan menarik harus sering dilihat, lampu latar sangat baik, dan bersifat inovatif. Adapun untuk billboard tayangan online harus memperhatikan kontras dan tata warna dalam visualisasi billboardnya, (2)pemasaran produk dengan billboard tayangan offline dan yang online harus mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikan agar terbangun persepsi dan dapat membangkitkan minat audience untuk membeli, (3) pemanfaatan billboard tayangan online lebih tinggi pengaruhnya dalam minat membeli produk, yang berarti lebih efektif dan efisien dalam pemasaran produk e-commerce
Hubungan kepuasaan pasien rawat inap dengan sikap pelayanan perawat di RSUD Pasaman Barat
LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan dapat dikatakan baik dinilai dari kepuasan pasien. Kepuasan
pasien dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu, pelayanan dokter, pelayanan UGD,
jaminan kesehatan dan salah satuanya sikap pelayanan perawat, sikap pelayanan
perawat yang diharapkan seperti, perhatian dalam memberikan pertolongan kepada
pasien dengan sabar dan tulus, perawat yang selalu ramah, ceria dan tersenyum pada
pasien, terpenting perawat mampu berkomunikasi dengan baik agar tercipta
kerjasama yang baik untuk proses pengobatan. Beberapa penelitian menunjukan
adanya hubungan kepuasan pasien dengan sikap pelayanan perawat, penelitian yang
dilakukan oleh Azizi et al tentang hubungan antara prilaku caring perawat dan
kepuasan pasien dengan desain penelitian deskriptif pada 250 pasien yang dipilih
secara acak dengan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan di Kashan
University Iran . Penelitian ini Bertujuan untuk menentukan hubungan kepuasan
pasien dengan sikap pelayanan perawat.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yang mengikutsertakan 112
pasien rawat inap di RSUD Pasaman Barat. Data dikumpulkan dengan cara
wawancara menggunakan kuesioner yang meliputi usia, jenis kelamin, lama rawat,
pendidikan, pekerjaan dan sikap pelayanan perawat. Analisis data dengan
menggunakan Statisticalpackage for Social Sciences SPSS 20 for windows. Dan
tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.
HASIL
Analisis uji Chi-Square, menujukan terdapat hubungan antara kepuasan pasien denga
sikap pelayanan perawat dapat nilai p sebesar 0,000.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan pasien rawat inap mempunyai hubungan
dengan sikap pelayana perawat