Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Hubungan pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang dengue dengan kejadian DBD pada anggota keluarga

    No full text
    Latar belakang: Demam berdarah atau DBD adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografi yang mirip dengan malaria. DBD disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Pengetahuan merupakan salah satu faktor prilaku yang mempengaruhi kejadian DBD. Pengetahuan seseorang mengenai DBD, vektor penyebabnya serta faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik Aedes aegypti sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit DBD serta menekan perkembangan dan pertumbuhan jentik Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan status kesehatan keluarga dengan menentukan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga dengan kejadian DBD pada anggota keluarga. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang yang mengikutsertakan 160 responden di RW 001 Kelurahan Gandasari Tangerang. Penelitian ini meliputi pengambilan data kejadian DBD dari data sekunder dan Pengetahuan ibu rumah tangga dari kuesioner. Analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences 21. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu rumah tangga dengan kejadian DBD pada anggota keluarga. Hal ini ditemukan dengan didapatkannya nilai p = 0,001 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu rumah tangga dengan kejadian DBD pada anggota keluarga

    Hubungan lama hemodialisis dengan insomnia pada pasien hemodialisis

    No full text
    LATAR BELAKANG Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling umum, dengan prevalensi insomnia sebesar 4 - 64% dalam populasi umum. Prevalensi insomnia lebih besar pada pasien hemodialisis yang telah dilaporkan sebesar 45 - 59%. Terapi hemodialisis (HD) dapat menimbulkan banyak gejala komplikasi. Terdapat 30 gejala yang terjadi setelah orang menjalani HD, dua gejala yang paling sering muncul pada pasien yang menjalani HD adalah kesulitan tidur, dan masalah dalam ketertarikan seksual dan aktivitasnya. Melihat penelitian - penelitian sebelumnya, peneliti tertarik untuk mengevaluasi prevalensi kejadian insomnia pada pasien HD, dan mengetahui hubungan antara insomnia dengan HD di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. METODE Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong lintang yang mengikutsertakan 90 pasien hemodiallisis di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Insomnia Symptom Questionnaire (ISQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS versi 23. HASIL Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hemodialisis dan insomnia pada pasien hemodialisis (p = 0,206). Responden yang sudah ≥12 bulan menjalani hemodialisis cenderung tidak mengalami insomnia. KESIMPULAN Tidak terdapat hubungan antara lama hemodialisis dan insomnia pada pasien hemodialisis di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada

    Hubungan lingkar pinggang dan kebiasaan merokok terhadap kadar kolesterol total pria usia produktif

    No full text
    PENDAHULUAN Lingkar pinggang adalah antropometri yang digunakan untuk menentukan obesitas sentral serta sebagai prediktor yang baik untuk menilai resiko gangguan vaskuler. Akrolein dalam asap rokok serta nikotin akan menurunkan pembentukan HDL dan mengubah LDL menjadi akro-LDL, perubahan ini akan memicu terjadinya perlukaan mikro pada kapiler sehingga proses ateroslerosis semakin cepat berjalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dan kebiasaam merokok terhadap kadar kolesterol total METODE Penelitian ini berupa deskripsi analitik dengan desain potong lintang menggunakan responden sebanyak 105 pria pada rentang usia 20-65 tahun yang memiliki kebiasaan merokok. Pemilihan jenis kelamin pria disebabkan angka kejadian rawat inap akibat gangguan jantung 19% lebih banyak dari wanita. Data dikumpulkan dengan kuesioner untuk kebiasaan merokok, serta pengukuran langsung untuk lingkar pinggang dan kadar kolesterol total. Analisis data menggunakan SPSS dengan p<0,05 menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. HASIL Usia rerata subjek adalah 36 tahun, pekerjaan responden sebanyak 2,9% pelajar, 69,5 % buruh pelabuhan, 27,6 % lain-lain. Rerata indeks brinkman adalah 172,76, rerata lingkar pinggang adalah 85,36 cm dan rerata kolesterol total adalah 183,11 mg/dL. Uji korelasi Pearson untuk korelasi antara lingkar pinggang dan kolesterol total didapatkan p = 0,432 dan r = 0.017. Uji korelasi Spearman untuk korelasi antara indeks brinkman dan kolesterol total didapatkan p = 0,015 dan r = -0.236. KESIMPULAN Didapatkan korelasi negatif antara kebiasaan merokok terhadap kolesterol total serta tidak didapatkan korelasi yang bermakna antara lingkar pinggang terhadap kolesterol total

    Pengaruh pemberian vitamin A dan zinc terhadap intensitas trichuriasis pada anak Sekolah Dasar

    No full text
    LATAR BELAKANG Di Negara berkembang seperti Indonesia, Soil-Transmitted Helminth (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia terutama pada anak usia sekolah karena kebiasaan bermain yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Infeksi STH dapat menimbulkan malabsorpsi dan anemia sehingga berdampak dapat menyebabkan kekurangan mikronutrien, makronutrien dan vitamin. METODE Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental yang mengikutsertakan 40 murid di SDN 07 Kalibaru Jakarta Utara. Data untuk pemberian suplementasi Vitamin A dan Zinc berdasarkan data anak yang telah dilakukan pemeriksaan kadar retinol dan Zinc 2 tahun lalu, intensitas telur T.trichiura dikumpulkan dengan cara pengambilan tinja metode Kato-katz. Data untuk pengetahuan hidup bersih sehat dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dari Kemenkes RI 2012. Analisis data menggunakan SPSS for windows versi 23.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan sebesar 0.05 HASIL Hasil uji t diperoleh nilai p sebesar 0.423 pada kelompok kontrol dan diperoleh nilai p sebesar 0.363 pada kelompok perlakuan. Secara klinis terjadi penurunan rata-rata intensitas trichuriasis sebesar 124 menjadi 112. Hasil analisis data hubungan status gizi dengan kejadian trichuriasis menggunakan Fisher’s Exact test didapatkan p sebesar 1,000. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov untuk higenitas (p = 0.809) sanitasi (p = 0.999) dan pengetahuan sebesar (p = 0.925). KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan secara statistik tidak terdapat hubungan antara higienitas, sanitasi, dan pengetahuan terhadap intensitas re-infeksi STH, akan tetapi secara klinis terdapat hubungan. Secara klinis terjadi penurunan intensitas trichuriasis pada kelompok yang diberikan suplementasi

    Hubungan hematokrit dengan mean arterial pressure pada fase kritis demam berdarah dengue

    No full text
    LATAR BELAKANG : Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di daerah tropis seperti Indonesia. Kadar hematokrit menunjukkan tanda terjadinya kebocoran plasma yang terjadi pada fase kritis dan menjadi salah satu parameter untuk menunjang diagnosis DBD, namun pemeriksaan ini membutuhkan waktu sehingga tidak cukup efisien dimana pasien DBD pada fase kritis rentan mengalami kondisi syok. Penelitian mengatakan, mean arterial pressure (MAP) merupakan parameter hemodinamik non-invasive yang akurat, mudah dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar hematokrit dengan MAP pada fase kritis DBD. METODE : Penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional dari data sekunder berupa rekam medis pasien yang berada di rumah sakit Fatmawati. Data tersebut diambil menggunakan teknik consecutive sampling dengan mencatat nilai hematokrit dan MAP yang diukur pertama kali pada hari ke-4 kemudian dianalisis dengan analisis data korelatif Pearson. HASIL : Sebanyak 15 subjek (26,8%) memiliki nilai hematokrit di atas normal, 7 subjek (12,5%) di bawah normal dan 34 subjek (60,7%) berada dalam batas normal. Nilai MAP 37 subjek (66,1%) berada dalam batas normal dan 19 subjek (33,9%) berada di atas normal. Hasil analisis statistik (Pearson) menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara hematokrit dengan MAP pada fase kritis DBD (p = 0,130 ; r = 0,205). KESIMPULAN : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hematokrit dengan MAP pada fase kritis DBD

    Hubungan derajat sesak dengan kekerapan eksaserbasi pada pasien penyakit paru obstruktif kronik

    No full text
    Latar Belakang Penderita PPOK sewaktu-waktu dapat mengalami perburukan kondisi yang biasa disebut eksaserbasi. Perburukan pada pasien PPOK dapat disebabkan karena infeksi pada saluran napas atau juga karena tidak adanya tindakan terapi yang adekuat. Sesak napas menjadi faktor penting dalam penilaian seberapa berat PPOK yang dialami pasien. Sesak napas idealnya dinilai dengan menggunakan spirometri, tetapi hal ini mempunyai beberapa kesulitan karena tidak semua rumah sakit memilikinya sehingga perlu ada cara lain untuk menilai darajat sesak napas seperti MMRC Metode Desain penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan potong silang (cross-sectional) yang digunakan untuk melihat hubungan antara derajat sesak nafas dengan kekerapan eksaserbasi PPOK. Besar sampel diperoleh sebanyak 69 responden diambil melalui wawancara dan kuesoner pada pasien PPOK di poli paru RSUD Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Data primer didapat dari kuesioner MMRC untuk mengetahui derajat sesak nafas dan kuesioner CCQ untuk mengetahui kekerapan eksaserbasi yang dibagikan kepada responden. Hasil Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman menujukan adanya hubungan yang bermakna antara derajat sesak dengan kekerapan eksaserbasi yang dialami pasien PPOK dengan nilai kemaknaan sebesar 0,000. Hasil ini dapat diartikan bila semakin besarnya derajat sesak napas yang didapat pada kuesioner MMRC, yaitu antara derajat 2 sampai 4, maka pasien tersebut mengalami kejadian eksaserbasi yang lebih sering. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner CCQ yang menunjukan hasil < 2, artinya pasien tidak dalam keadaan stabil yang sewaktu-waktu dapat mengalami kejadian eksaserbasi. Dibandingkan pasien yang derajat sesak napas 0 sampai 1, memiliki keadaan PPOK yang lebih stabil dan angka eksaserbasi kecil. Kesimpulan Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat korelasi antara derajat sesak napas dengan kekerapan eksaserbasi pada pasien penyakit paru obstruktif kronik

    Hubungan lama kerja dengan dermatitis kontak pada karyawan cuci mobil

    No full text
    LATAR BELAKANG Dermatitis kontak adalah bentuk peradangan atau inflamasi pada kulit yang disebabkan oleh substansi atau bahan yang terpajan di permukaan kulit.Dari total keseluruhan Penyakit Kulit Akibat Kerja, 50% kasus yang dilaporkan adalah Dermatitis Kontak.Angka kejadian dermatitis kontak akibat kerja sebesar 50 kasus pertahun atau 12% dari seluruh dermatitis kontak di wilayah Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan lama kerja dengan dermatitis kontak pada karyawan cuci mobil. METODE Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional.Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 di Carwash M Wash Matraman. Sebanyak 34karyawan cuci mobil berhasil dikumpulkan secara consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dari NOSQ dan pemeriksaan oleh dokter.Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan ExactFisherdengan batas kemaknaan p < 0,05, menggunakan SPSS 21.00 for Mac. HASIL Dermatitis kontak positif sebesar 82,1%lebih banyak dialami oleh subjek yang berusia 17 – 25 tahun (p= 0,005). dan lama kerja ≤ 2 tahun(88,2%), (p= 0,024). Terdapat hubungan antara usia dan lama kerja dengan dermatitis kontak pada karyawan cuci mobil. Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan dermatitis kontak. KESIMPULAN Terdapat hubungan antara usia dan lama kerja dengan dermatitis kontak pada karyawan cuci mobil. Hal ini kemungkinan karena karyawan yang baru bekerja belum memiliki resistensi terhadap bahan iritan di tempat kerja

    Hubungan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pabrik X

    No full text
    LATAR BELAKANG Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada pekerja dan juga pengusaha, kecelakaan kerja ini biasanya terjadi karena faktor dari pekerja dan lingkungan. METODE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja PT. Indah Kiat Pulp and Paper. Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian observasional dengan metode Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang dan dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Penelitian dimulai dengan melakukan wawancara dalam bentuk kuesioner. HASIL Dari hasil uji statistik dengan Fisher Exact Test, menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik umur, lama kerja dan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dan tidak terdapat hubungan yg signifikan antara karakteristik jenis kelamin dan pendidikan terakhir. KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik umur, lama kerja dan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dan tidak ada terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin dan pendidikan terakhir

    Hubungan pengetahuan dan sikap tentang sanitasi makanan dengan praktik sanitasi makanan pada pedagang di wisata pantai

    No full text
    Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Kontaminasi yang terjadi pada makanan dapat menjadi media bagi suatu penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi disebut penyakit bawaan makanan (food-borned diseases). Faktor yang paling penting dalam menentukan prevalensi penyakit bawaan makanan adalah kurangnya pengetahuan di pihak penjamah makanan atau konsumen dan ketidakpedulian terhadap pengelolaan makanan yang aman. Metode Penelitian ini menggunakan metode potong silang, terhadap 50 orang pedagang makanan di Pantai Kuta Bali. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah totally sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS. Analisis univariat dari masing-masing variabel disajikan menggunakan tabel frekuensi. Analisis bivariat antara variable bebas dan tergantung menggunakan uji Chi-square. Apabila syarat uji Chi-square tidak terpenuhi, analisis hubungan bivariat akan dilakukan dengan uji Fisher. Hasil Terdapat 66% responden memiliki praktik sanitasi makanan yang kurang baik, 76% responden memiliki pengetahuan sanitasi makanan yang kurang baik, dan 52% responden memiliki sikap sanitasi makanan yang kurang baik. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,363), jenis kelamin (0,196), lama kerja (p=1,00), pelatihan (p=0,597), dan pengetahuan tentang sanitasi makanan (p=0,180) dengan praktik sanitasi makanan. Didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat Pendidikan (p=0,004), jenis bangunan (p=0,000), dan sikap tentang sanitasi makanan dengan praktik sanitasi makanan (p=0,022). Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang sanitasi makanan dengan praktik sanitasi makanan. Terdapat hubungan antara sikap tentang sanitasi makanan dengan praktik sanitasi makanan

    Hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus pada ibu hamil

    No full text
    LATAR BELAKANG WHO menetapkan bahwa abortus termasuk dalam masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan abortus adalah anemia pada ibu hamil, karena pada saat kehamilan terjadi perubahan fisiologi pada tubuh ibu secara drastis. Oleh karena itu penting untuk mengetahui dan mencegah anemia pada kehamilan untuk menghindari kejadian abortus. METODE Penelitian megggunakan desain cross sectional dengan teknik consecutive non-random sampling yang mengikutsertakan 300 orang di rumah sakit TNI Angkatan Laut Mintohardjo di Jakarta. Data dikumpulkan dengan cara mengambil data rekam medis. Analisis data menggunakan SPSS for Windows versi 20.0 dengn tingkat kemaknaan 0.05 abortion. HASIL Subjek pada penelitian ini berjumlah 300 dengan 100 (33,3) responden mengalami abortus, 200 (66,7) tidak mengalami abortus. 184 (61,3) responden mengalami anemia, 116 (38,7) tidak mengalami anemia. 242 (80,7) responden usia 20-35 tahun, 58 (19,3) usia 35 tahun. 74 (24,7%) responden gravida 1, 120 (40,0) gravida 2, 106 (35,3%) gravida 3. 99 (33,0%) responden partus 0, 134 (44,7%) partus 1, 67 (22,3) partus 2. Setelah dilakukan penghitungan dengan statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dengan abortus (p=0,176). KESIMPULAN Anemia, paritas dan usia tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan abortus, namun pada gravida terdapat hubungan yang bermakna dengan abortus

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇