1360 research outputs found
Sort by
Potensi padung-padung sebagai alternatif elemen estetik pada pengembangan desain produk kontemporer
Karo tribe in North Sumatra as one of the ethnic variety in the archipelago has its own art and cultural heritage, one of which is a unique jewelry called padung-padung. This jewelry was used by Karo women in the past as jewelry as well as status symbol. Currently, padung-padung completely no longer used, even many Karo people, especially younger generation, do not know it. The strong influence of foreign culture due to the advancement of technology has become one of the reasons for the increasingly displaced padung-padung. This article is a summary of the result of previous research that aims to re-examine the existence of padung-padung in the past, identify the meaning and role and cause of the loss of padung-padung from the life of Karo tribe. In addition, this study also aims to explore the potential of padung-padung as an alternative aesthetic elements in the development of contemporary product design in order to preserve the diversity of art and culture of Indonesia
Sustainability Concept: Cultural Based Method In Building Gurusina SAO in Flores-Nusa Tenggara Timur
Traditional house (Sao) in Gurusina Flores is a building designed based on local wisdom by considering the concept of cultural sustainability, the balance of ecosystem (human and nature), and the concept of green building. One of the aspects that becomes the basic concept of environmentally friendly architecture and affects sustainability of a building is the concept of building a traditional house. This study aims to find the concept of sustainability applied by the Gurusina community as they build their traditional houses through cultural aspects that are believed to be inherited through the concept of inner space hierarchy, the space form, and the construction system. The research method is conducted through field observation, measurement, and interview. The results of this study reveal that traditional community of Gurusina has implemented the concept of sustainability in the form of cultural sustainability which has been applied in the phases of building Sao from planning, development and design, as well as construction. Nevertheless, sustainability aspects of the balance in ecosystem, the health and comfort and the waste reduction should also be taken into account in order to achieve the concept of total sustainability
Hubungan stres dan pola makan dengan akne vulgaris pada siswa-siswi SMK
LATAR BELAKANG
Stres adalah suatu masalah kejiwaan yang banyak terjadi pada akhir – akhir ini.
Setiap orang baik pekerja maupun pelajar mengalami stres yang diakibatkan oleh
suatu stresor. Hal ini mengakibatkan peningkatan jumlah kasus stres yang berdampak
pada keadaan fisik seseorang. Beberapa penelitian menunjukkan adanya efek yang
ditimbulkan akibat mengkonsumsi asam lemak jenuh yang banyak dalam pola makan
sehari – hari. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah timbulnya jerawat pada
seseorang. Untuk dapat memahami mengenai stres dan asupan asam lemak jenuh
terhadap jerawat, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan
hubungan stres dan pola makan dengan akne vulgaris pada siswa – siswi SMK.
METODE
Penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang
yang mengikutsertakan 82 murid Sekolah Menengah Kejuruan di daerah GreenVille
Jakarta Barat. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner
yang meliputi usia, jenis kelamin, keadaan stres ( Depression Anxiety Stress Scale
21), dan pola makan (24 Hours Food Recall ). Penilaian akne vulgaris dengan
menggunakan penilaian langsung yang dilakukan oleh ahli. Analisis data dengan
menggunakan SPSS for Windows versi 21.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan
besarnya 0,05.
HASIL
Analisis univariat menunjukkan terdapat lebih banyak murid yang mengalami akne
vulgaris. Hasil positif juga didapatkan pada murid yang stres dan memiliki konsumsi
asupan asam lemak jenuh yang tinggi. Analisis Chi square menunjukkan terdapat
hubungan antara keadaan stres dengan kejadian akne (p=0,000017). Pola makan yang
tinggi asam lemak jenuh tidak memiliki hubungan dengan kejadian akne vulgaris
(p=0,244).
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara stres dan akne vulgaris, namun
tidak adanya hubungan antara pola makan konsumsi asam lemak jenuh yang tinggi
dengan akne vulgaris. Siswa – siswi SMK harus diberikan waktu untuk menyegarkan pikirannya
Hubungan lama dan sikap kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada pembatik
LATAR BELAKANG
Pergerakan sendi pada pergelangan tangan yang digerakkan secara terus-menerus merupakan faktor risiko dari Carpal Tunnel Syndrome. Dalam bekerja, pembatik memegang alat canting dan mengambil lilin untuk menggambar pada kain dalam posisi duduk pada bangku kecil yang dilakukan secara berulang dalam satu harinya. Maka dari itu, untuk memahami adanya hubungan lama dan sikap kerja dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome beserta variabel-variabel luar yang dapat mempengaruhi, maka dilakukan penelitian ini dengan sampel pada pembatik.
METODE
Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional untuk menunjukkan hubungan antara lama dan sikap kerja dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome, serta variabel luar yang dapat mempengaruhi yang mengikutsertakan 40 pembatik yang berada di wilayah Cirebon. Data dikumpulkan dengan menggunakan skoring kuisioner dan pemeriksaan fisik tes Phalen untuk mendiagnosa CTS serta analisa sikap kerja menggunakan form REBA (Rapid Entire Body Assesment). Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Version 21 for Macintosh.
HASIL
Terdapat sebanyak 5% kejadian CTS pada pembatik. Pembatik dengan lama kerja ≥4jam terdapat kejadian CTS sebanyak 6,7%, sikap kerja risiko rendah terdapat kejadian CTS sebanyak 0% dan risiko tinggi 5,4%. Tidak terdapat hubungan lama dan sikap kerja dengan kejadian CTS pada pembatik dengan nilai p=1,000 (p >0,05). Pada variabel luar, tidak didapatkan hubungan antara usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh dengan CTS, dan didapatkan hubungan antara diabetes mellitus dan rheumatoid arthritis dengan CTS.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara lama dan sikap kerja dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada pembatik. Variabel luar yang mencakup usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh tidak terdapat hubungan dengan CTS, dan didapatkan hubungan antara diabetes mellitus dan rheumatoid arthritis dengan CTS
Hubungan obesitas dengan kontrol asma pada usia 20-35 tahun
LATAR BELAKANG
Asma adalah gangguan kronis dari saluran pernapasan yang kompleks dan ditandai
dengan kejadian yang berulang, obstruksi saluran pernapasan, respon berlebih dari
bronkial dan inflamasi Sebanyak 300 juta orang menderita asma didunia dan
diperkirakan akan meningkat sebanyak 100 juta pada tahun 2025. Asma merupakan
penyakit seumur hidup yang dapat menurunkan kualitas hidup sehingga tatalaksana
yang baik untuk asma sangat diperlukan. Penatalaksanaan asma berguna untuk
dapat mengontrol penyakitnya dan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Asma
yang terkontrol dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah obesitas.
Dalam beberapa tahun ini meningkatnya prevalensi obesitas tidak dapat dihindari,
menurut Riskesdas 2013 prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 26,6%, dengan
prevalensi tertinggi didapatkan di DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat adakah hubungan antara obesitas dengan kontrol asma pada usia 20 – 35
tahun.
METODE
Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong silang yang
mengikutsertakan 52 responden asma di RS Tk. II. Moh Ridwan Meuraksa Jakarta
Pusat pada bulan September – Oktober 2016. Pengumpulan data dengan melakukan
wawancara meliputi karakteristik subjek. Untuk menentukan Kontrol asma peneliti
menggunakan data primer Kuisioner Asthna Control Test (ACT) yang telah
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat
dan bivariate dengan uji Chi Square menggunakan program SPSS versi 22.
HASIL
Mayoritas responden adalah perempuan. Sebanyak 36,6 % diantaranya memiliki
obesitas , 7,7% overweight. Dan 91,3% diantaranya memiliki asma yang tidak
terkontrol. Uji Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara obesitas dengan
kontrol asma (p = 0,028). Responden dengan obesitas cenderung memiliki kontrol
asma yang buruk.
KESIMPULAN
Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kontrol asma pada usia
20 -35 tahun di RS X Jakarta Pusat
Hubungan paparan sampah dengan gejala rinosinusitis berdasarkan Snot-22 pada penduduk di TPS X
LATAR BELAKANG
Salah satu kandungan dalam sampah seperti gas amonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S) jika manusia mengalami kontak terus menerus dalam jangka waktu lama maka dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satunya adalah rinosinusitis. Jumlah petugas kebersihan di DKI Jakarta mencapai 13.058 orang. sehingga untuk dapat mengetahui keluhan hidung akibat paparan sampah pada petugas kebersihan dan pemulung maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan gejala rino siusitis pada penduduk di sekitar TPS.
METODE
Penelitian ini menggunakan analisis observasional, menggunakan model crosssectional. Penelitian ini mulai diselenggarakan pada bulan Januari 2017 di salah satu tempat pembuangan sementara Jakarta yang terdiri atas penduduk sekitar TPS yang berjumlah 117 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Sino Nasal Outcome Test 22 (SNOT-22) dengan wawancara langsung menggunakan consecutive sampling. Analisis menggunakan SPSS versi 24 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.
HASIL
Pada penelitian ini, terdapat 11 responden terpapar sampah diantaranya terdapat 5 responden (45,4%) dengan gejala rinosinusitis ringan-sedang dan 6 responden (54,6%) dengan gejala rinosinusitis sedang berat-berat, sedangkan responden yang tidak terpapar sampah berjumlah 106 yang terdiri dari 66 responden (62,3%) dengan gejala rinosinusitis ringan-sedang dan 40 responden (37,7%) dengan gejala rinosinusitis sedang berat-berat. Berdasarkan data analisis statistik menggunakan uji Chi-Square , didapatkan hasil p=0.277.
xvi
KESIMPULAN
Dari penelitian ini di simpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara paparan sampah dengan gejala rinosinusitis namun pada penemuan secara komparatif persentasi responden dengan gejala rinosinusitis sedang berat-berat yang terpapar sampah (54,6%) lebih tinggi dari pada responden yang tidak terpapar sampah (37,7%)
Hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada siswa SMA
LATAR BELAKANG
Siswa SMA adalah individu yang berada pada usia remaja. Pada masa ini sering muncul gejolak psikologis dan menimbulkan stres pada remaja. Sumber stres pada remaja berasal dari beberapa faktor antara lain faktor biologis, faktor keluarga, faktor sekolah, faktor teman sebaya dan faktor lingkungan sosial. Faktor keluarga menjadi salah satu sumber utama stres yang dialami oleh remaja. Sehingga orang tua memiliki peran yang sangat penting melalui pola asuh pada anak. Perbedaan pola asuh berkaitan erat dengan sifat kepribadian yang berbeda-beda pada anak. Untuk dapat memahami hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada siswa SMA .
METODE
Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel secara consecutive sampling pada 85 responden siswa SMAN 1 Palangkaraya. Seluruh responden yang memenuhi kriteria inklusi dinilai dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji fisher.
HASIL
Responden yang terlibat pada penelitian ini adalah 85 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa pola asuh terbanyak yang diterima responden adalah pola asuh demokratis (94,1%). Tingkat stres yang dialami responden tertinggi adalah tingkat stres normal (63,5%). Dari hasil uji fisher yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada siswa SMA dengan nilai-p sebesar 0,349 (p>0,05).
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada siswa SMA
Hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku merokok siswa SMA usia 16-18 tahun
LATAR BELAKANG
Menurut Riskesdas tahun 2013, Remaja usia ≥15 tahun yang merokok cenderung meningkat yaitu (36,3%). Perilaku merokok yang meningkat pada remaja ini dikarenakan remaja memiliki sifat berfikir yang belum mencapai kematangan sehingga cenderung terpengaruh oleh lingkungan sekitar untuk merokok. Terdapat juga beberapa faktor yang mempengaruhi remaja berperilaku merokok, seperti: pola asuh orangtua, teman, iklan, faktor psikologis dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan angka perilaku merokok pada siswa SMA dengan menentukan ada tidaknya hubungan antara pola asuh orangtua dengan perilaku merokok.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Lengkong pada bulan Maret 2017.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang terdaftar di SMAN 1 Lengkong. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 217 siswa.Variabel yang diteliti adalah pola asuh orangtua dan perilaku merokok. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner PAQ untuk pola asuh orangtua dan GN-SBQ untuk perilaku merokok. Kemudian data akan dianalisis menggunakan SPSS versi 23.
HASIL
Penelitian inididapatkan responden dengan usia 18 tahun (37.3%), jenis kelamin perempuan (62,7%), tingkat pendidikan rendah (57.6%), pola asuh demokratis (88.5%), jumlah yang merokok (30.8%)Terdapat hubungan antara pola asuh orangtua (p=0.000), jenis kelamin (p=0.000) dengan perilaku merokok. Tidak terdapat hubungan antara Usia (p=1.000), tingkat pendidikan orangtua (p=1.000) dengan perilaku merokok.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara pola asuh orangtua, jenis kelamin dengan perilaku merokok pada siswa SMA usia 16 -18 tahun. Akan tetapi, hubungan antara usia dan tingkat pendidikan orangtua dengan perilaku merokok belum terlihat
Hubungan kualitas tidur dengan migrain pada dewasa muda di PT X
LATAR BELAKANG
Tingginya tingkat aktivitas dewasa muda sekarang ini banyak menimbulkan
keluhan yang dapat mengganggu produktivitasnya. Keluhan yang paling sering
ditemukan adalah nyeri kepala, salah satunya migrain. Migrain merupakan suatu
jenis gangguan nyeri kepala primer yang paling berat, namun kurang terdiagnosis
dan kurang terobati dalam praktek klinis. Beberapa faktor dapat memicu
timbulnya migrain, salah satu pemicu migrain yang juga merupakan epidemi
kesehatan utama di masyarakat adalah kualitas tidur. Penelitian dilakukan untuk
mengetahui hubungan kualitas tidur dengan migrain pada dewasa muda.
TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dewasa muda yang memiliki
keluhan migrain, mengetahui kualitas tidur pada dewasa muda, dan mengetahui
hubungan antara kualitas tidur dengan migrain.
METODE
Penelitian menggunakan studi observational dengan pendekatan potong silang
pada 60 responden yang merupakan karyawan di PT. X. Data dikumpulkan
dengan wawancara menggunakan kuesioner identitas, kuesioner PSQI untuk
kualitas tidur, dan kuesioner MSQ untuk menilai migrain. Variabel yang diteliti
adalah usia, kualitas tidur, dan migrain. Analisis data dilakukan menggunakan uji
Chi Square yang diolah dengan tingkat kemaknaan 0,05.
HASIL
Kualitas tidur dewasa muda pada PT. X rata-rata adalah buruk dengan prevalensi
86,7%. Sebanyak 20 orang (33,3%) dewasa muda memiliki keluhan migrain.
Hasil analisis usia dan migrain dengan uji Chi Square menunjukkan bahwa
keduanya memiliki hubungan yang bermakna (p=0,022), sedangkan hasil analisis
kualitas tidur dengan migrain pada dewasa muda dengan uji Fisher menunjukkan
tidak ada hubungan yang bermakna (p=0,249).
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur
dengan migrain pada dewasa muda
Hubungan antara kadar hemoglobin dengan lama siklus menstruasi pada siswi SMA
LATAR BELAKANG Banyak faktor yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi, salah satunya adalah kadar hemoglobin. Kadar hemoglobin yang rendah dapat mempengaruhi kerja otak sehingga dapat mengganggu siklus menstruasi. Siklus menstruasi yaitu jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi berikutnya dan merupakan faktor penentu dari kesehatan reproduksi perempuan.. Menurut RISKESDAS 2010, kelaianan siklus menstruasi yang tidak teratur di Indonesia menyerang 11,7% remaja usia 15-19 tahun dan 14,7% yang tinggal di perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan siklus menstruasi pada siswi SMA.
METODE
Desain studi penelitian secara observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, dilakukan selama bulan Desember 2016 hingga Januari 2017. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling dan simple random sampling. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara yang meliputi data antropometri, siklus menstruasi dan kuesioner Depession Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) untuk stress. Pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan Hbmeter Easytouch. Analisis data menggunakan uji Chi-sqare dengan tingkat kemaknaan (P < 0.05) dengan menggunakan software Statiscial Package for the Social Sciences (SPSS) for Windows versi 21.
HASIL
Dari 135 responden, sebanyak 89 responden (65.92%) menderita anemia dan 46 lainnya normal (34.08%). Dari presentase yang menderta anemia tersebut, 55 responden (40.74%) diantaranya dengan siklus menstruasi normal, 22 responden (16.29%) oligomenorea, 10 dengan polimenorea (7.41%), dan 2 responden dengan amenorea (1.48%). Sedangkan untuk hasil dengan kadar Hb normal, didapatkan 28 responden dengan siklus menstruasi normal (20.74%), 11 oligomenorea (8.15%), 7 dengan polimenorea (5.18%) dan tidak didapatkan kelainan amenorea. Didapatkan nilai P = 0.699 (P > 0.05) dengan uji Chi-square.
KESIMPULAN
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelompok responden yang anemia dan tidak anemia pada kadar Hb dengan lama siklus menstruasi