Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Hubungan antara manifestasi stress kerja dan prestasi kerja pada karyawan hotel X

    No full text
    Latar Belakang Hotel merupakan suatu usaha bisnis yang memberikan jasa layanan kepada para konsumennya. Pelaksana pemberi jasa layanan tersebut adalah karyawan hotel yang merupakan ujung tombah dari usaha bisnis ini. Tentunya dalam pekerjaan ini yang sangat dibutuhkan oleh hotel adalah prestasi kerja para karyawannya yang merupakan kualitas dan kuantitas dari hasil kerja yang dapat dicapai oleh setiap karyawan yang bekerja di hotel ini. Tapi untuk mencapai prestasi kerja yang bagus, maka setiap karyawan harus bekerja keras sehingga dapat menimbulkan stres. Stres inilah yang sangat berperan penting dalam mempengaruhi prestasi kerja setiap karyawan. Terlepas dari stres kerja yang bisa berdampak positif atau negatif, yang jelas stres pada karyawan tentu akan menimbulkan manifestasi pada faktor fisik (physical complaints related distress/somatic distress) dan manifestasi pada faktor psikis (mental agitation and psychological distress). Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, bersifat observasional analitik dan menggunakan desain potong lintang yang dilakukan kepada karyawan Hotel X. Pengambilan sampel diambil secara tehnik sampel random sederhana. Analisis data menggunakan analisis uni variat dan analisis bivariat yaitu menggunakan Chi Square dengan batas kemaknaannya 0,05 dan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) For Windows. Hasil Didapatkan hubungan antara manifestasi fisik akibat stres kerja dengan prestasi kerja memiliki nilai p = 0,003 0.05. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan antara manifestasi stres kerja dan prestasi kerja pada karyawan Hotel X, maka dapat disimpulkan karyawan Hotel X yang menampilkan gejala dari segi fisik akibat stres kerja sebanyak 36 orang (36,7%), sedangkan karyawan Hotel X yang menampilkan gejala dari segi psikis akibat stres kerja sebanyak 24 orang (24,5%). Karyawan Hotel X yang memiliki prestasi kerja baik sebanyak 20 orang (20,4%) dan lebih baik sebanyak 78 orang (79,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara manifestasi gejala fisik akibat stres kerja dengan prestasi kerja karyawan Hotel X, sedangkan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara manifestasi gejala psikis akibat stres kerja dengan prestasi kerja karyawan Hotel X

    Hubungan antara asupan produk kedelai dengan kejadian dismenore pada siswi SMK

    No full text
    Latar Belakang Dismenore adalah nyeri saat haid, dengan gejala berupa rasa kram terpusat di abdomen bagian bawah sebelum dan selama haid, yang disertai rasa mual. Pada penelitian Rokhmah disebutkan bahwa asupan produk kedelai dapat menurunkan kejadian dismenore. Kedelai mengandung isovlafon yang memiliki efek fitoesterogen. Fitoesterogen merupakan suatu senyawa yang memiliki efek menyerupai esterogen dan berperan menghambat efek prostaglandin sehingga dapat mempengaruhi gejala dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara asupan produk kedelai yang memiliki kandungan fitoesterogen dengan kejadian dismenore. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pemilihan responden penelitian menggunakan metode simple random sampling. Penilaian asupan produk kedelai dilakukan dengan menggunakan food frequency quetionnaire. Penilaian dismenore dilakukan dengan menggunakan kuesioner visual anaolgue scale dan numerical rating scale. Analisis statistik dilakukan untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil Pada penelitian ini melibatkan sejumlah 129 responden. Distribusi dismenore menunjukkan bahwa responden lebih banyak mengalami dismenore, yaitu 89 responden (69%) dan 40 responden (31%) tidak dismenore. Pada asupan produk kedelai, didapatkan 24 responden (18,6%) asupan cukup dan 105 responden (81,4%) asupan kurang. Pada penelitian ini tidak didapatkan adanya hubungan bermakna antara asupan produk kedelai dengan kejadian dismenore (p = 0,785). Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara asupan produk kedelai dengan kejadian dismenore

    Hubungan obesitas dan migrain pada orang dewasa

    No full text
    LATAR BELAKANG Seiring berjalannya waktu, prevalensi migrain terus meningkat. Diketahui dari 50% orang di dunia yang mengalami sakit kepala, dapat diperkirakan 30% nya menderita migrain. Migrain merupakan suatu penyakit yang multifaktorial. Salah satu faktor yang diketahui mempengaruhi kejadian migrain adalah obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan obesitas dan migrain. METODE Penelitian menggunakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional yang mengikutsertakan 110 peserta di Balai Besar Kimia dan Kemasan Jakarta. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner migrain yang disesuaikan dengan kriteria diagnosis migrain dan pengukuran tinggi badan dan berat badan menggunakan microtoise dan timbangan serta kuesioner PSS-10. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, tingkat stres, obesitas dan migrain. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan diolah dengan program SPSS for Windows dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0.05. HASIL Hasil analisis antara obesitas dan migrain berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna (p = 0.533). KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan obesitas dan migrain pada orang dewasa

    Hubungan pengetahuan tentang keselamatan kerja dan frekuensi kejadian kecelakaaan kerja

    No full text
    LATAR BELAKANG Bahaya di tempat kerja yang dapat mengakibatkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja cenderung lebih sering terjadi pada populasi pekerja yang kurang memahami proses industri di tempat kerja, atau tidak cukup dilatih dan dilindungi untuk mengatasi kemungkinan bahaya yang dapat terjadi. METODE Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional dan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s dengan sampel 79 pekerja pengolahan kelapa sawit di PT. Kurnia Luwuk Sejati, Kabupaten Luwuk, Provinsi Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner. HASIL Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pengolahan kelapa sawit (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara sikap tentang penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja kelapa sawit (p = 1,000). Tidak terdapat hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pengolahan kelapa sawit (p = 0,324). KESIMPULAN Pada penelitian ini ternyata terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja, tidak terdapat hubungan antara sikap terhadap penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja dan tidak terdapat hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pengolahan kelapa sawit

    Hubungan antara trauma kepala dan fungsi kognitif pada usia dewasa muda

    No full text
    LATAR BELAKANG Trauma kepala merupakan penyebab utama yang paling sering mengakibatkan kecacatan permanen setelah kecelakaan dan kecacatan tersebut dapat terjadi meskipun pada pasien dengan trauma kepala derajat ringan. Trauma kepala dapat menyisakan tanda maupun gejala somatik, kognitif, dan psikososial yang tidak ringan. Salah satu komplikasi dan akibat dari cedera kepala yang mungkin terjadi adalah gangguan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif yang sering muncul setelah trauma kepala ialah gangguan memori, konsentrasi dan pemusatan perhatian, kecepatan memproses informasi dan fungsi eksekutif. Prevalensi penurunan fungsi kognitif akibat trauma kepala adalah 25%. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sejumlah 49 orang di RSAL Mintohardjo, Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2017. Data dikumpulkan dengan cara melakukan tes Moca-Ina untuk melihat adanya gangguan fungsi kognitif pada pasien trauma kepala. Analisis data menggunakan SPSS for Windows Seven. HASIL Didapatkan hasil Terdapat hubungan antara cedera kepala dengan penurunan fungsi kognitif (p=0,00), dan tidak didapatkan hubungan antara usia dengan penurunan fungsi kognitif. Serta tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan penuruna fungsi kognitif. KESIMPULAN Terdapat hubungan antara antara cedera kepala dengan penurunan fungsi kognitif, dan tidak didapatkan hubungan antara usia dengan penurunan fungsi kognitif. Serta tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan penuruna fungsi kognitif

    Hubungan adversity quotient dengan prestasi akademik pada siswa SMA

    No full text
    LATAR BELAKANG Indikator capaian kemampuan siswa dapat dilihat antara lain dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam jangka waktu tertentu. Banyak orang beranggapan bahwa hanya kecerdasan intelektual yang memiliki peran besar terhadap prestasi belajar siswa. Faktor yang juga berperan terhadap capaian prestasi akademik antara lain adalah Adversity Quotient. Kemampuan seseorang dalam menggunakan kecerdasan, cara berfikir dan tindakan ketika menghadapi permasalahan lebih ditampilkan dari hasil penilaian Adversity Quotient. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan Adversity Quotient dengan prestasi akademik pada siswa SMA. METODE Penelitian ini merupakan studi deskriptif-analitik dengan desain studi potong lintang. Responden penelitian ini merupakan siswa SMA. Adversity Quotient dinilai menggunakan kuesioner Adversity Response Profile, sedangkan prestasi akademik diperoleh dari nilai rata-rata raport. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden yang memenuhi kriteria inklusi pada penelitian ini adalah 119 orang. Persentase terbanyak adalah responden perempuan (56,5%), Adversity Quotient tingkat sedang (59,7%), prestasi akademik yang baik (97,5%), dan pendapatan orang tua ≥UMK (88,2%). Hasil analisis statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Adversity Quotient dengan prestasi akademik (p=0,518), jenis kelamin dengan prestasi akademik (p=1,000), dan pendapatan orang tua dengan prestasi akademik (p=1,000). Banyak faktor yang ikut berperan dalam pencapaian prestasi akademik sehingga penilaian Adversity Quotient tidak menggambarkan keterkaitan secara langsung. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan Adversity Quotient dengan prestasi akademik pada siswa SMA

    Hubungan pajanan asap rokok dengan kejadian rhinitis alergi pada siswa SD

    No full text
    LATAR BELAKANG Rhinitis alergi merupakan penyakit inflamasi pada membran mukosa hidung yang didasari reaksi hipersensitivitas dan dimediasi oleh immunoglobulin E (IgE) akibat dari pajanan alergen tertentu. Salah satu pajanan alergen tertentu adalah pajanan asap rokok, dimana penelitian sebelumnya mengatakan 6 dari 10 anak sekolah yang disurvei telah terpajan asap rokok selama di rumah, dan asap rokok merupakan salah satu faktor yang memperberat gejala rhinitis alergi. Asap rokok tersebut dapat meningkatkan sensitisasi pada penderita alergi. Untuk dapat memahami hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pajanan asap rokok dengan kejadian rhinitis alergi pada siswa sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang pada siswa kelas III dan IV SD. Data yang digunakan merupakan data primer dengan membagikan kuesioner ISAAC pada semua siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dengan cara simple random sampling dan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 70 responden. Penelitian dilaksanakan di SD Sumbangsih Grogol Jakarta Barat pada bulan Januari-Maret 2017. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan program SPSS versi 23. HASIL Setelah dilaksanakan penelitian, didapatkan responden yang menderita rhinitis alergi dan terpajan asap rokok sebanyak 14 orang. Pada analisis dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pajanan asap rokok dan rhinitis alergi dengan nilai-p sebesar 0,013 (p<0,05). KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna antara pajanan asap rokok dengan kejadian rhinitis alergi pada siswa sekolah dasa

    Hubungan penggunaan perangkat dengar pribadi terhadap gangguan pendengaran pada remaja

    No full text
    LATAR BELAKANG Gaya hidup modern dengan fasilitas teknologi serba canggih ternyata dapat berdampak buruk bagi para pengguna dan penikmatnya. Salah satunya adalah maraknya penggunaan perangkat dengar pribadi dikalangan remaja, dapat menimbulkan gangguan pada pendengaran. Penelitian yang dilakukan oleh Ning terhadap Mahasiswa Program studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta pada tahun 2011 didapatkan hasil jumlah gangguan pendengaran yang disebabkan karena penggunaan perangkat dengar pribadi sebesar 39%. Tujuan penelitian ini adalah Menilai adanya hubungan penggunaan perangkat dengar pribadi terhadap gangguan pendengaran pada remaja. METODE Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan mengunakan desain potong lintang. HASIL Dari 88 subyek didapatkan 76 remaja (86,4%) adalah pengguna perangkat dengar pribadi, 12 remaja (13,6%) bukan pengguna. Sepuluh remaja (11,4%) remaja mengalami gangguan pendengaran, sedangkan 78 remaja (88,6%) tidak mengalami gangguan pendengaran. Pengolahan data di analisis menggunakan uji fisher (P = 0, 02) KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik pada penggunaan perangkat dengar pribadi terhadap gangguan pendengaran pada remaja

    Pengaruh senam otak terhadap memory jangka pendek anak Sekolah Dasar

    No full text
    LATAR BELAKANG Performa akademis pada anak di pengaruhi proses kognitif, salah satu elemen pokoknya adalah memori jangka pendek. Senam otak merupakan serangkaian gerakan yang dapat mengaktivasi kemampuan memori jangka pendek. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap memori jangka pendek anak sekolah dasar. METODE Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain quasi eksperimental, pengambilan sampel secara consecutive sampling pada anak sekolah dasar kelas 4, 5, 6 di SDN 1 Badakarya dan SDN 1 Bondolharjo dengan 46 anak kelompok intervensi diberikan stimulasi senam otak 3 kali seminggu selama 3 minggu dan 46 anak kelompok kontrol tanpa stimulasi. Instrumen penelitian menggunakan tes Digit Span. Analisis data menggunakan program SPSS for windows dengan uji statistik yaitu uji T Dependent dan Independent-Samples T Test dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya (p>0,05). HASIL Pada hasil skor tes Digit Span sebelum dan sesudah stimulasi, terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,000) pada kelompok intervensi. Untuk selisih perubahan skor setelah stimulasi senam otak didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000). KESIMPULAN Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap memori jangka pendek pada kelompok intervensi di SDN 1 Badakarya yang diberikan stimulasi senam otak 3 kali seminggu selama 3 minggu dibandingkan dengan kelompok kontrol di SDN 1 Bondolharjo yang tidak diberikan stimulasi senam otak

    PENGARUH PENGGUNAAN ASURANSI CONTRACTOR ALL RISK TERHADAP PENGALIHAN POTENSI RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI

    Get PDF
    Pelaksanaan proyek konstruksi akan menimbulkan berbagai macam risiko selama pengerjaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen risiko untuk mengurangi dan mentransfer risiko yang akan terjadi selama pekerjaan proyek konstruksi berlangsung. Salah satu alternatif pengalihan risiko guna mengurangi potensi risiko dalam proyek konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan Asuransi Contractor All Risk (CAR) yang merupakan salah satu produk asuransi engineering yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi umum (general insurance) khususnya oleh perusahaan asuransi umum yang ada di Indonesia. Jumlah sampel penelitian ini adalah 20 perusahaan jasa konstruksi yang ada di Jakarta, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert, yang terdiri 1 variabel laten eksogen (Variabel X) dan 1 varabel endogen (Variabel Y) dengan total 7 indikator dan 23 item pertanyaan. Metode analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program LISREL 8.80. Dari hasil penelitian dan pembahasan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil dari Second Order Construct untuk nilai R² (Koefisien Determinasi) untuk masing-masing persamaan hubungan dapat disimpulkan bahwa penggunaan asuransi contractor all risk (CAR) memiliki presentase pengaruh sebesar 72.54% terhadap pengalihan potensi risiko pada proyek konstruksi

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇