Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    PERANCANGAN MUSEUM BATIK INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA (KASUS DESAIN: TAMAN MINI INDONESIA INDAH, JAKARTA)

    No full text
    Pembangunan museum di Indonesia mengalami kemajuan cukup pesat beberapa tahun belakangan ini. Hal ini berkaitan dengan peningkatan program Revitalisasi Museum dan Gerakan Nasional Cinta Museum. Oleh karena itu Pemerintah Daerah memprioritaskan perkembangan permuseuman di Indonesia baik secara kualitas dan kuantitas. Kerajinan batik merupakan kerajinan khas Indonesia sebagai warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan. Bangunan museum batik yang di rencanakan dengan baik dan berdasarkan kriteria yang benar akan menghasilkan desain museum batik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tulisan ini merupakan upaya untuk membuat rumusan kriteria yang berguna untuk mengarahkan mahasiswa S1 ketika merancang museum batik. Data dan informasi sebagai bahan untuk menyusun rumusan kriteria yang berasal dari studi tipologi, studi eksisting dan studi preseden yang disintesakan kedalam sebuah model

    DEVELOPMENT LAND EROSION MODEL USING MODEL BUILDER GIS (STUDY CASE: CITEPUS WATERSHED)

    No full text
    This research aim to generate weighting value for each factor and find out the most influential factor for identify implementation of ecodrain concept using loading factor and Cronbach Alpha. The drainage problem especially in urban areas are getting more complex and need to be handled as soon as possible. Flood and drought problem can’t be solved by the conventional paradigm of drainage (to drain runoff flow as faster as possible to the nearest drainage area). The new paradigm of drainage that based on environmental approach called “ecodrain� can solve both of flood and drought problems. For getting the optimal result, ecodrain should be applied in smallest scale (domestic scale), until the biggest scale (city areas). It is necessary to identify drainage condition based on environmental approach. This research implement ecodrain concept by a guidelines that consist of parameters and assessment criteria. It was generating the 2 variables, 7 indicators and 63 key factors from previous research and related regulations. the conclusion of the research is the most influential indicator on technical management variable is storage system, while on non-technical management variable is government role

    EVALUASI PEMELIHARAAN BANGUNAN SMA NEGERI DI KOTA TANGERANG DAN PERSEPSI KEANDALAN BANGUNAN

    No full text
    Pemeliharaan bangunan adalah sebuah rangkaian pekerjaan yang menjadi masukan bagi pemanfaatan dan pelestarian bangunan. Tingkat laik fungsi bangunan sangat berkaitan dengan hasil pemeliharaan bangunan yang dilakukan sejak selesainya proses konstruksi. Bangunan sekolah adalah salah satu bangunan berupa prasarana umum dikalangan masyarakat yang harus diperhatikan kelayakannya selama masa layan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat nilai keandalan bangunan serta mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada keandalan bangunan. Penelitian dilakukan dengan megnhitung nilai keandalan bangunan yang didapat dari uji fisik bangunan sekolah dan mengolah data hasil wawancara kuisioner menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahwa faktor pemeliharaan bangunan sekolah yaitu faktor ketersediaan (43.483%), faktor kebersihan (21.739%), faktor faktor kenyamanan (21.735%), dan faktor keamanan (13.043%). Serta memperoleh nilai keandalan bangunan sekolah berdasarkan uji fisik bangunan kantor kecamatan rata-rata di Kota Tangerang yaitu 79.07% dengan kategori “cukup baik”

    Buku "Pergeseran Makna Dalam Ambient Media"

    No full text
    Buku dalam bidang ilmu seni rupa dan desain. No ISBN: 978·602·9463-59-0. Penerbit Universitas Trisakti. Ukuran tertutup buku 148 mm x 210 mm. Jumlah 102 halama

    KONDISI KENYAMANAN TERMAL RUMAH BANJAR BALEBINI DI TEPIAN SUNGAI KUIN, BANJARMASIN

    No full text
    Rumah banjar balebini (balai bini) merupakan salah satu tipe dari 12 tipe rumah tradisional banjar lainnya. Rumah ini diuji kondisi kenyamanan termal ruangannya, berlokasi di tepian sungai kuin Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai 4 parameter kondisi termal suhu udara (Ta), temperatur radiasi (ºC), kecepatan udara (m/s) dan kelembaban udara (RH) serta kategorisasi kondisi kenyamanan termal berdasarkan standar penelitian Mom dan Wiesebrom (1940) pada ruangan rumah banjar balebini. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan paradigma deduktif dengan strategi dan teknik yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pengukuran ruangan rumah banjar balebini pada nilai 4 parameter yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa kategori kondisi kenyamanan termal yang termasuk adalah nyaman optimal, hangat nyaman dan hangat nyaman ambang atas

    ISU-ISI PENTING ARSITEKTUR REGIONALISME PADA BANGUNAN SINGKAWANG CULTURAL

    No full text
    Singkawang Cultural Center yang berlokasi di kota Singkawang, Kalimantan Barat adalah ruang yang bertujuan untuk memperkuat ikatan antara orang-orang komunitas melalui keterlibatan dengan kegiatan seni dan budaya. Ruang tersebut juga merupakan tempat untuk berkumpul untuk mengekspresikan unsur-unsur warisan Singkawang melalui desain arsitektur bangunan, masakan lokal, seni pertunjukan, dan seni visual yang dipajang di dalam gedung. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendapatkani isu-isu penting arsitektur regionalime pada bangunan Singkawang Cultural Center, dimana arsitektur regionalisme merupakan peleburan atau penyatuan antara arsitektur masa lampau dengan arsitektur masa kini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang ada. Hasil dari penulisan ini untuk mengetahui isu-isu penting pada arsitektur regionalisme khususnya pada bangunan Singkawang Cultural Center

    IMITASI DAN DESAIN BERULANG: APAKAH SUATU PELANGGARAN?

    No full text
    Imitasi dan desain berulang dalam karya arsitektur adalah sebuah keniscayaan. Melakukan imitasi kadang-kadang menjadi sebuah tahapan awal untuk menemukan ide-ide baru dalam proses desain arsitektur. Sementara, mengerjakan desain berulang dalam proyek-proyek prototipe merupakan tantangan kreatifitas arsitektur tersendiri. Apakah proses imitasi dan desain berulang pada karya arsitektur dibenarkan? Banyak orang menganggap bahwa tindakan tersebut sebenarnya mengarah kepada tindakan plagiarisme desain dan melanggar hak cipta karya arsitektur yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Tulisan ini akan membahas mengenai imitasi dan desain berulang dalam karya arsitektur, dan bagaimana pendapat beberapa tokoh arsitektur dunia terhadap tindakan imitasi dan desain berulang. Metode penulisan ini adalah studi literatur dengan membedah kasus plagiarisme, imitasi dan desain berulang. Tujuan dari penulisan ini adalah mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai tindakan imitasi dan desain berulang dalam dunia arsitektur sehingga diperoleh pembelajaran praktis tentang metode imitasi dan desain berulang yang tidak dikategorikan sebagai tindakan plagiarisme arsitektur

    BANTEN LAMA LANDMARK BASED ON VISITORS PERCEPTION

    No full text
    Old Banten Region is an area that is famous for trading at its time. Currently, related to the past glory this place turn into a religious tourist destination .There are still many relics of ancient buildings which show the image of the past glory as well as the element of the city image in Old Banten Region . This study has aim to explore the image of the city of Banten Lama based on visitors' visual perception. The research method uses visual perception method with a rating rating of 14 Landmarks (tetenger) selected based on case selection. Respondents consisted of 40 visitors. The results showed that the image of Banten Lama area based on visual perception of visitors was built based on the image of Banten Lama Great Mosque at 39.63%, Avalokitesvara Vihara 16.16% and Surosowan palace 9.76%

    Evaluasi Bentuk Lay Out Unit Hunian Pada Rusun Harum Tebet Jakarta

    No full text
    Rumah Susun Harum Tebet adalah hunian bertingkat pertama di daerah Tebet. Lokasi rumah susun ini berada pada lingkungan perumahan yang dihuni oleh masyarakat urban dengan status sosial beragam. Letaknya yang strategis dan harganya yang terjangkau membuat Rumah Susun Harum Tebet banyak diminati masyarakat urban dengan status sosial menengah kebawah. Bentuk bangunannya cocok untuk lingkungan Jakarta yang beriklim tropis, memiliki banyak bukaan dan terdapat area terbuka (void) di bagian tengah bangunan yang membantu masuknya sinar matahari dan sirkulasi udara di bagian tengah bangunan dan koridor. Permasalah pada unit hunian rusun ini adalah kurangnya pengetahuan penghuni dalam mengatur letak furnitur (mengatur lay out) untuk unit hunian yang luas nya terbatas.Tinggal di unit rumah susun (vertical housing) berbeda dengan tinggal di rumah biasa (landed housing),hal utama harus diperhatikan adalah mengatur letak furnitur ruangan (lay out) agar sirkulasi, pembagian ruang dan pengelompokan kegiatan nya sesuai dengan aktifitas dan kebutuhan penghuni.Tujuan penelitian memberikan pemahaman dan wawasankepada masyarakat umum dan penghuni rusundalam mengatur furnitur (lay out) sehingga unit hunian yang terbatas tidak semakin sempit. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif.Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi Lay out untuk unit hunian tipe studio pada Rusun Harum Tebet

    Manifestasi Nilai-Nilai Tradisional pada Rumah Cina Sub Urban (Kasus: Curug dan Legok, Kabupaten Tangerang)

    No full text
    Pembangunan perumahan modern di wilayah Kabupaten Tangerang bagian Timur semakin meluas ke daerah pinggiran kota. Hal ini berdampak pada semakin berkurangnya rumah tradisional yang sudah menghuni terdahulu. Tulisan ini diharapkan dapat berkonstribusi pada pengkayaan bangunan teoritis tentang manifetasi nilai-nilai penghunian terhadap perwujudan fisik arsitektur rumah tinggal yang bersifat keetnikan di masa kini. Substansi tulisan merupakan hasil penelitian pada rumah tradisional Cina di Curug dan Legok, dimana di sekitar lokasi tersebut pembangunan perumahan modern berkembang dengan pesat. Melalui pendekatan Deskriptif Kualitatif, temuan penelitian dipaparkan dalam kategorisasi tematik yang mewakili konsepsi penghuni. Masing-masing tema berisi tentang nilai-nilai tradisi yang masih dipertahankan dan termanifestasi pada wujud rumah. Paparan temuan diklasifikasikan menjadi: 1) Konsep Turunan; 2) Meja Abu: spirit masa lalu, sekarang dan masa datang; 3) Pertumbuhan Organik Rumah Tinggal; 4) Tata ruang: konsep etika. Pada akhir tulisan akan disampaikan model pemikiran konsep inhabitasi kaitannya dengan manifestasi nilai-nilai tradisional pada rumah Cina di wilayah sub urban Tangerang Selatan

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇