Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    Pengaruh Pengaturan Fungsi Jalan Terhadap Imageability Koridor Jalan dan Legibility Kota Bogor

    No full text
    Kejelasan dan kemudahan sebuah kota untuk dialami dan dikenali merupakan salah satu kriteria untuk menjadi kota yang layak huni, karena akan membuat penghuni lebih merasa memiliki kotanya, dan pengunjung akan lebih mengingat kota tersebut. Masyarakat, baik penduduk maupun pengunjung, mengalami sebuah kota terutama pada saat bersirkulasi melalui jalan-jalan kota tersebut. Oleh karena itu, karakter koridor-koridor jalan akan mempengaruhi kejelasan atau legibility sebuah kota. Tulisan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan di Kota Bogor, sebuah kota bersejarah yang mengalami perubahan pesat, dari sebuah kota peristirahatan di masa kolonial menjadi kota hunian, pendidikan dan tujuan wisata. Perkembangan kota Bogor yang diikuti oleh pembangunan koridor-koridor jalan baru, mempengaruhi legibility kota tersebut. Berdasarkan survey terhadap penduduk dan pengunjung Kota Bogor, ditemukan bahwa pengaturan fungsi jalan akan berpengaruh terhadap imageability jalan, atau kemudahan karakter suatu koridor jalan untuk diingat oleh penggunanya, dan pada akhirnya akan menentukan legibility kota. Disamping itu, terdapat perbedaan antara penduduk dan pengunjung dalam proses pembentukan imagebility koridor jalan dan legibility kota

    Spatial Typo-morphology of Residential House in Supporting to the Resilience of the Indigenous Settlement in the Sub-urban Area, Case: Enclave Settlement in the New Town of Gading Serpong

    No full text
    The growth of the city of Jakarta is marked among others by the development of new towns in the surrounding areas including Tangerang. The growth of this city establishes the character of a distinctive sub-urban area emphasizing on indigenous settlement that retains its rural character. The form of pressure in terms of land acquisition and land development by new town developers concerning vacant land and indigenous settlement areas resulted on the emergence of enclave settlement. To ensure that the enclave settlement is in line with the principles of sustainable development, the phenomenon needs to be explored by focusing on the inhabitants of enclave settlement. This study is based on the question of whether the indigenous settlements of the new town area can survive and be prevailed by using certain strategies. To be able to answer the question, descriptive analysis is exploited based on the grounded method through field observation on the social life of the inhabitants implementing through the spatial arrangement of residential house at the new town of Gading Serpong area. The results revealed that spatial typo-morphology of residential house in the indigenous settlement is basically a reflection of the strong values and social ties of the inhabitants as the uppermost hierarchy of the spatial socio-culture. Therefore, it is important to emphasize that spatial typo-morphology can become significant factor in supporting the resilience of enclave settlements in responding to the development of new towns

    PERAN PLACE IDENTITY DALAM MENCIPTAKAN COMMUNITY RESILIANCE DI WILAYAH URBAN FRINGE

    No full text
    The urban growth in today's world is marked by rapid and massive urban expansion into rural areas. In the Tangerang area, the expansion is marked by the acquisition of agricultural land and settlements by developers as happened in the development of the new town of Gading Serpong. One of the impacts of land acquisition and settlement by developers has led to the emergence of many settlements confined within Gading Serpong's new town area. In spite of the changes in the immediate environment that are very fast and still going on today, changes also occur in native settlements, especially in the area because many land and its inhabitants are moved as a result of being freed by the developer. With very extreme changes occurring in the enclave settlement, raises the question of why and in what ways can an enclave settlement survive?To get answers to these questions, it is necessary to study the characteristics of settlements and indigenous peoples, as well as to examine the potential of the region in the context of place identity that can be maximized for the benefit of adaptation to environmental changes due to the growth of the region that is going on around it. The research use a qualitative method by obtaining the data directly through observation and in-depth interviews with residential dwellers to obtain the characteristics of settlements as well as characteristics of sosial life in the locus of study. The results obtained are that there is potential possessed by the native settlement that is place identity as the basis on the resilience of the inhabitants. Place identity is formed because of several factors that are actually very possible to synergize with all the factors involved in the growth of urban fringe. Thus it is expected that development in the urban fringe area will not leave the settlements and life of its pre-existing inhabitants as the content attached to the concept of sustainable development

    INTEGRASI FILOSOFI HIRARKI SPASIAL DENGAN KONSEP ECO-TECH (KASUS: SURYA UNIVERSITY FUTURE CAMPUS DI TENJO, KABUPATEN BOGOR)

    No full text
    Konsep teoritis dan filosofi dalam kegiatan merancang arsitektur digunakan untuk mengarahkan dan dijadikan dasar pertimbangan dalam mewujudkan karya arsitektur bangunan dan tata ruangnya.Filosofi mencerminkan gagasan dan visi individu, kelompok atau kelembagaan tertentu yang bersifat khas dan unik, sementara teori yang sudah diterima masyarakat luas terumuskan sebagai prinsip-prinsip umum yang dapat digunakan oleh siapapun Tulisan ini merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan filosofi PT Surya dengan prinsip-prinsip Eco-Tech untuk kebutuhan merumuskan konsep perancangan dan mengaplikasikannya dalam karya rancangan bangunan. Data dan informasi diperoleh melalui studi kepustakaan dan survey lapangan, dan hasil analisis dan sintesanya digunakan untuk merumuskan kriteria perancangan. Kriteria tersebut digunakan untuk mengarahkan kegiatan merancang di Studio. Tulisan ini membahas hasil studi tentang rumusan konsep yang mengintegrasikan filosofi hirarki spasial versi PT SURE denganprinsip-prinsip arsitektur eco-tech,yang kemudian diaplikasikan ke dalam kasus perancangan Bangunan Kampus Surya University

    EKSPRESI STRUKTUR PADA PENDEKATAN EKO TEKNOLOGI DI RUMAH SAKIT PONDOK INDAH BINTARO

    No full text
    Rumah sakit sebagai tempat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pada pasien diharuskan memiliki kualitas yang baik pada area lingkungan tersebut, dari segi fasilitas kesehatan, kualitas pengobatan, maupun kenyamanan pada bangunan pun menjadi salah satu alasan orang memilih rumah sakit tersebut. Konsep eko teknologi pada rumah sakit mengarah kepada penerapan teknologi yang berwawasan lingkungan dan kesesuaian dengan iklim di jakarta yang cenderung panas menjadikan unsur-unsur pada eko teknologi dibutuhkan keberadaannya. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengambilan data studi literatur serta observasi langsung ke lokasi. Tujuan penulisan ini yaitu untuk menelaah kesinambungan antara konsep ekspresi struktur di rumah sakit pondok indah bintaro yang termasuk unsur eko teknologi. Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro dengan unsur ekspresi struktur dibahas dengan contoh pemilihan material serta bahan yang berkelanjutan dengan sistem teknologi yang sudah cukup baik dan ramah lingkungan sehingga fungsi awal rumah sakit sebagai tempat penyembuhan pasien dapat sejalan dengan unsur bangunan yang dapat memberikan kenyamanan lingkungan

    UNDERSTANDING GURUSINA SA’O IN FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR, INDONESIA: HEAT CONDUCTIVITY OF BUILDING ENVELOPE MATERIAL AND THERMAL COMFORT

    No full text
    Sa'o (traditional house) in Gurusina, Flores is a house that was designed based on the local wisdom of Ngadha tribe that is directly or indirectly constructed by considering thermal factors i.e., temperature and humidity, wind speed, and heat gain. The purpose of this paper is to examine the relationship between heat conductivity features of building envelope material towards the aspects of thermal comfort. Data gathered and analyzed through field measurements supported by structural physical figures. The research results show that first, when the study was conducted, the temperature in Gurusina exceeded the lower and upper limit of the average temperature that was considered comfort hot for Indonesians. This affects the high heat transmission through wall material so that the inside temperature is considered uncomfortable. Second, the use of half wall (exceeding 20% of the floor area) and the existence of open space around the building that has the potential to flow the wind with a speed of more than 2m/sc, can reduce the indoor heat temperature due to solar heat transmission from wall and roof materials

    PENGARUH MATERIAL BUTIR HALUS TERHADAP TINGKAT KEPADATAN CAMPURAN MATERIAL RESIDUAL (The Effects of Fine Grained to a Density of a Residual Material Mixtures)

    No full text
    In the execution of construction, the selection, process, and results of compaction are very concerned. These three things greatly affect the energy and costs used. Characteristics of density, strength, compressibility, and permeability are strongly influenced by the content of coarse grains and fine grains in it. The presence of fine grain content in the material will cause the presence of minerals which results in an increase in water absorption. While coarse grains in the material will tend to have a higher density. This study examines compaction characteristics from the influence of fine grain content from a mixture of residual material. The material used came from West Java, namely red soil from Lagadar and sand from Padalarang. This study uses seven different percentages of fine grains,that is 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 70%, and 100%. Laboratory compaction testing using Standard Proctor Compaction Test (ASTM D 698-91). Based on the results of compacting test obtained the maximum density (MDD) from fine grain material content of 10% to 100% are 1.53, 1.49, 1.47, 1.42, 1.39, 1.38, and 1.36 gr / cm3, while the optimum water is 19%, 20%, 22.5%, 26%, 31%, 32%, and 34%. From these results it can be seen that a percentage increase in fine grains will increase the optimum moisture content (OMC) and reduce the maximum density value (MDD). The percentage of fine grains is 10%, 20%, and 30% resulting in MDD values that tend to be the same, with a difference of 1.3%. Based on these results, material with fine grain content of 10% to 30% is recommended for material embankment

    KONSERVASI ENERGI TERMAL DI DAERAH IKLIM TROPIS LEMBAB STUDI KASUS: GEDUNG C KAMPUS A, UNIVERSITAS TRISAKTI

    No full text
    Bangunan di pusat kota memberikan permukaan memantulkan dan menyerap radiasi panas matahari, yang berdampak pada peningkatan panas terhadap lingkungan yang beriklim tropis sehingga menambah kebutuhan untuk mendinginkan ruang dalam gedung. Apabila ventilasi alam tidak mencukupi maka dibutuhkan penghawaan buatan untuk mendinginkan ruangan supaya nyaman bagi penghuni gedung, berarti menambah biaya yang harus dikeluarkan untuk AC supaya nyaman beraktifitas.Tulisan ini sebagai studi awal penelitian yang mengangkat masalah pengaruh iklim tropis terhadap selubung bangunan dengan batasan penelitian salah satu aspek dari iklim yaitu cahaya matahari, studi kasus pada Gedung C kampus A Universitas Trisakti Grogol Jakarta. GedungC diambil untuk mewakili blok bangunan yang ada di Kampus A.Penelitian dilakukan dengan studi pustaka yang berkaitan dengan iklim dan sinar matahari kemudian berlanjut dengan studi kasus dengan meninjau posisi dan bentuk masa, pembayangan yang mengurangi cahaya matahari serta lingkungan sekitar gedung. Tujuan dan manfaat penulisan ini untuk membuktikan bahwa selubung dan posisi bangunan sangat dipengaruhi oleh cahaya matahari, serta mengetahui nilai perpindahan panas pada gedung berdasarkan pada SNI 6389-2011, melalui rumus OTTV. Dari hasil perhitungan, maka diperlukan disain yang tepat pada bentuk dan jenis selubung, dan perlunya mempertimbangkan penggunanan material yang tepat untuk mendapatkan nilai transfer panas kedalam bangunan agar membantu meminimalkan kebutuhan energi pengkondisian udara buatan

    Video Iklan Produk Alat Kesehatan Promosi Pencitraan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

    No full text
    Video iklan dengan durasi 60 deti

    Redesign Crosstrainer untuk Anak Usia 8-14 Tahun di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak)

    No full text
    Anak-anak memiliki hak untuk tumbuh berkembang sesuai dengan minat dan potensinya. Agar anak-anak dapat menjadi generasi yang potensial, berkualitas, dan produktif, peran serta pemerintah dan masyarakat dalam memperhatikan tumbuh kembang mereka sangat diperlukan. Salah satu program pemerintah dalam merealisasikan kepedulian tersebut adalah membuat program “Ruang Publik Terpadu Ramah Anak” atau RPTRA. RPTRA berfungsi sebagai sarana beraktivitas bagi warga dan anak-anak. Di RPTRA telah terdapat beragam fasilitas untuk sosialisasi, bermain, dan olah raga. Dari beberapa fasilitas yang tersedia di RPTRA, sarana kegiatan olah raga untuk anak-anak masih belum memadai. Untuk mengetahui detail kebutuhan sarana tersebut, survey produk dilakukan dalam 3 lokasi dan kuesioner dibagikan kepada 20 koresponden. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sarana olah raga anak yang diperlukan di RPTRA adalah berbentuk crosstrainer anak. Untuk mewujudkan desain tersebut, dibuat pengembangan konsep desain crosstrainer dilanjutkan dengan membuat beberapa alternatif desain, studi, gambar kerja, hingga akhirnya berujung pada fixed design. Proses desain tersebut menghasilkan sebuah desain crosstrainer yang mengikuti perkembangan dan aspek kebutuhan psikologis dan antropometri anak. Selain bentuknya yang menarik bagi anak-anak, produk ini juga dapat dioperasikan secara berpasangan. Hal ini tidak hanya membantu anak-anak dalam meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga melatih interaksi sosial dan kekompakan

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇