1360 research outputs found
Sort by
A REVIEW OF MATERIAL COVER FEATURES FOR MITIGATING URBAN HEAT ISLAND
UrbanHeatIsland(UHI)isrelatedtotheincreaseofurbancomparedtoruraltemperatureastheresultofglobalphenomenon.Theincreaseoftemperatureispredictedtobeintensifiedalongwiththeextendofurbanactivityinthenearfuture.Therefore,thediscussiononUHIbecomessignificance.ThispaperdiscussestheresultofliteraturestudiesonthermalcharacteristicsofmaterialsthatpotentiallyusedtoreduceUrbanHeatIsland,especiallyinutilizingpavementandroofcover.TheresultofthestudyconcludesthatthereductionofUHIisdeterminedby:1)thehigh-levelalbedo(theratiobetweenthereflectedheatandtheabsorbedheat)ofmaterialthatisinfluencedbythecolorandtextureofitssurface;2)Thehighlevelthermalemittanceofmaterial;3)Thelowercapacityofmaterialtostoretheheat.4)Thecapabilitythermalconductivityofmaterialsurface.RecommendedpavementstoreduceUHIarecoolpavement,reflectivepavement,porouspavers,permeablepavers,perviouspavement,waterretainingpavement.RoofcovermaterialsthatreduceUrbanHeatIslandareCoolRoofandGreenRoof.ThedesignandtoughnessofmaterialsshouldbeconsideredtoreduceUHI
Personal Branding Melalui Media Sosial
Perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial saat ini menyebabkan pembentukan personal brand melalui media sosial semakin penting. Identitas diri individu dibentuk secara simultan dalam ruang virtual maupun dalam realitas masyarakat sosial. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Namun media sosial saat ini belum banyak secara sadar digunakan untuk personal branding oleh insan kreatif di Indonesia meskipun media sosial membuka peluang besar bagi pembentukan personal brand yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan profesi anak bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan personal brand di media sosial dan relasinya dengan sinergi gaya dan bahasa visual foto profil. Studi kasus pada penelitian ini adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menganalisis data kuantitatif dari kuesioner reponden dan memaparkan hasil observasi visual terhadap foto profil responden di berbagai media sosial. Hasil dari penelitian ini adalah simpulan bahwa untuk meningkatkan pembentukan personal brand responden dapat dilakukan dengan cara (1) Menampilkan minat pada foto profil dengan menggunakan objek foto dan aktivitas sesuai minat tersebut, (2) Memiliki kesadaran akan citra diri individu, (3) Menampilkan secara konsisten dan berulang, (4) Menggunakan beragam media sosial sesuai dengan fungsi dan tujuannya
Analisis Semiotika Multimodal Perbandingan Makna Dua Pameran Yogyakarta Sreet Sculpture Project(JSSP) 2015 dan 2017
Yogyakarta Street Sculpture Project (JSSP) adalah ajang kegiatan pameran seni patung jalanan di Yogyakarta yang semakin terkenal di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan telah melalui dua penyelenggaraan, yaitu tahun 2015 dan 2017. Meskipun masih berusia muda, mulai diselenggarakan tahun 2015, pameran temporer bersifat publik ini telah menjadi perhatian luas di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini diselenggarakan di Yogyakarta yang sudah dikenal menjadi barometer perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia dan juga karena Yogyakarta adalah salah satu destinasi wisata terpenting di Indonesia sehingga pameran tersebut mudah diakses oleh banyak orang. Tulisan ini akan membandingkan makna dua pameran JSSP tahun 2015 dan 2017 dengan pendekatan semiotika multimodal, sebagai salah satu jenis semiotika sosial. Menurut Insulander dan Lindstrand, semiotika jenis ini menekankan aspek-aspek sosial semua komunikasi dan menaruh perhatian khusus pada ‗saling-bermain‘ (interplay) antara mode-mode komunikasi berbeda (tuturan, tulisan, imaji, dan gestur) (2008: 85). Selain itu, satu elemen pokok lain dalam semiotika sosial adalah gagasan ‗metafungsi-metafungsi‘ (metafunctions). Menurut gagasan ini, semua sistem komunikasional harus mampu memproduksi tiga bentuk makna berbeda secara bersamaan (Kress et al., 2001). Semua sistem komunikasional tersebut harus mampu: (1) merepresentasikan beberapa aspek dunia (metafungsi ideasional), (2) merepresentasikan dan mengonstruksi hubungan-hubungan sosial antara para partisipan dalam komunikasi (metafungsi interpersonal), dan menghasilkan teks-teks yang tampak menyatu dalam dirinya dan dalam hubungan dengan teks lain dalam sebuah konteks tertentu (metafungsi tekstual) Semua metafungsi ini muncul dalam semua bentuk teks—buku, komunikasi verbal, pameran, dan lain-lain (Insulander dan Lindstrand, 2008: 85).Tulisan ini akan membandingkan makna dua pameran tersebut. Analisis dalam tulisan ini akan dimulai dengan membahas tiga metafungsi tersebut
Teritori Ruang Pada Rumah Produktif Batik di Kauman, Pekalongan-Jawa Tengan
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang mempunyai beberapa fungsi. Salah satu fungsi yang umum dapat dilihat adalah rumah yang selain berfungsi sebagai tempat tinggal, berfungsi juga sebagai tempat mencari nafkah. Rumah yang demikian disebut sebagai rumah produktif. Rumah produktif batik adalah rumah yang digunakan untuk mencari nafkah dengan produk khusus berupa batik. Kota Pekalongan di Jawa Tengah yang terkenal dengan produk batiknya, mempunyai suatu daerah yang ditetapkan sebagai Kampung Batik, yaitu daerah yang disebut sebagai Kauman. Penghuni pada rumah produktif mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi ruangnya, khususnya yang digunakan untuk aktivitas berhuni dan bekerja. Melalui data yang diperoleh serta metode kualitatif dapat dideskripsikan makna ruang teritori pada rumah produktif di Kauman Pekalongan, yaitu ruang teritorial penghuni bersifat fleksibel, dimana ruang yang bersifat publik sampai dengan ruang yang bersifat semi privat dapat diakses oleh penghuni ataupun orang lain (karyawan atau konsumen) dengan terbuka tanpa rasa khawatir
MODELLING OF DOMESTIC WATER DEMAND USING SPATIAL DATA POPULATION FOR CISADANE UPSTREAM WATERSHED
In Indonesia, water resources management planning has done based on river area. But the problem is the calculation still based on population data with administrative boundary. This is caused by the lack of population data with watershed or river area boundary. Geographical Information System (GIS) is a tools to analyze, visualize and interpret data with spatial and geographic data. For this research, GIS is used to generate population data with watershed and river area boundary,then the result will used for domestic water demand calculation for Cisadane upstream watershed. For all district in Cisadane Upstream Watershed, the largest district in entire watershed are Cibungbulang, Leuwiliang and Nanggung. But the most dense population are Ciomas, Ciampea and Cibungbulang. The calculation using watershed boundary resulting significant difference from district boundary. With spatial data population using watershed boundary, domestic water demand calculation result can be more accurate than using all district population data
KONSEP HIGH – TECH PADA GEDUNG TEATER DI JAKARTA OBJEK STUDI: TEATER JAKARTA, TAMAN ISMAIL MARZUKI
Arsitektur High – Tech adalah suatu gaya arsitektur yang dalam penerapannya menggunakan elemen - elemen struktural yang sangat dominan dengan penggunaan material pabrikasi pada elemen interior, eksterior maupun struktur dan utilitas bangunan. Penggunaan arsitektur High – Tech dimaksudkan untuk menampilkan unsur-unsur teknik bangunan kemudian diekspose, dimana hasil aplikasinya menjadi suatu keunikan dari bangunan yang dimaksud. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencari tahu konsep-konsep arsitektur High – Tech yang terdapat pada Gedung Teater Jakarta. Berdasarkan metode kualitatif, akan ditelusuri konsep High – Tech pada bangunan Gedung Teater Jakarta, dimana data diperoleh melalui studi literatur dan rekaman visual. Kesimpulan berupa deskripsi bahwa Gedung Teater Jakarta ternyata memiliki beberapa kriteria konsep arsitektur High – Tech
PENERAPAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP SIRKULASI RUMAH SUSUN PASAR RUMPUT
Kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan terus berkembang.Permukiman kumuh oleh masyarakat yang membangun hunian horizontal membuat ruang kota menjadi padat.Rumah susun menjadi solusi bermukim yang membuat lahan kota menjadi lebih efisien.Kemampuan MBR terhadap daya beli hunian yang rendah menjadi pertimbangan biaya dalam proses pembangunan. Rumah susun harus dirancang hingga layak huni dengan memperhatikan pengaruh sirkulasi terhadap efisiensi luasan bangunan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek efisiensi terhadap sirkulasi yang dapat diterapkan pada perancangan Rumah Susun Pasar Rumput.Metode penelitian kuantitatif berupa observasi dan analisis dari beberapa studi pustaka.Rancangan rumah susun yang fungsional dengan memperhatikan aspek efisiensi terhadap sirkulasi sebagai penghubung ruang-ruang kebutuhan penghuni dapat dijadikan pertimbangan perancangan untuk mendapatkan hunian yang terjangkau.Hasil penelitian berupa penerapan aspek efisiensi terhadap sirkulasi rancangan Rumah Susun Pasar Rumput
PENGARUH TEMPERATUR DAN JUMLAH LINTASAN PEMADATAN TERHADAP DENSITY PERKERASAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE
Hotmix performance is very dependent on volumetric characteristics and Marshall characteristics, one of the
parameters of which is density. Unmet density will affect other Marshall parameters which can also result in
early damage to road pavement. This thesis is the result of research in the field and in the laboratory which
aims to analyze the effect of temperature at the stage of exposure, and the stage of compaction as well as the
number of compaction paths on the density of pavement AC-WC type IVB Asphalt Institute. Research in the
field is divided into two categories that are distinguished at the temperature of the exposure to meet the
specification requirements and do not meet. The results showed that there was a tendency that the temperature of the dispersion in the range of requirements had a stronger correlation to get the value of the hotmix density according to the requirements compared to the overlay temperature not in the range of requirements. The regression equation model relates the laying temperature (X1), the initial compaction temperature (X2), and the number of compaction paths (X3) to the hotmix density (Y) obtained are: Y = 82,7 + 0,021X1 + 0,033X2 + 0,409X
KARAKTER PENGGUNA RUANG PUBLIK DI TAMAN AYODYA JAKARTA SELATAN
Taman Kota merupakan salah satu bentuk ruang terbuka publik yang berfungsi memenuhi kebutuhan warga kota dalam melakukan kegiatan sosial. Karakteristik ruang tersebut seharusnya sesuai dengan kebutuhan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami karakter pengguna dalam pemanfaatan Taman Ayodya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik taman, yang meliputi bentuk taman, lokasi, konteks lingkungan taman, fitur taman mempengaruhi karakter pengguna, jenis kegiatan, dan perilaku pengguna. Karakteristik taman yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung secara umum adalah kehadiran suasana alami dalam taman, adanya danau, tempat duduk dan kondisi taman yang terpelihara. Taman mudah diakses secara fisik, visual, maupun simbolis. Karakter pengguna beragam mulai dari remaja, dewasa hingga keluarga, ditemukan kecenderungan alasan minat pengguna datang ke taman untuk menghilangkan penat dan berolahraga