Trisakti University

Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
Not a member yet
    1360 research outputs found

    DAMPAK KEGAGALAN DESAIN PADA PROSES INDUSTRI KONSTRUKSI

    No full text
    Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi konstruksi dan/atau pekerjaan konstruksi.Sedangkan Industri Konstruksi adalah proses perjalanan konstruksi dari mulai studi kelayakan, perancangan, pengadaan, konstruksi sampai dengan pengecekkan pasca konstruksi.Dalam industri konstruksi peran arsitek dimulai dari persiapan yakni studi kelayakan sampai dengan pasca konstruksi. Dalam menjalani proses industri konstruksi tersebut arsitek memiliki hak dan kewajibannya yang harus dipenuhi kepada pengguna jasa. Dengan kata lain arsitek bertanggung jawab penuh atas suatu proyek yang dikepalainya.Kegagalan bangunan dalam industri konstruksi dapat berupa kelalian manusia, kondisi alam atau pun kombinasi keduanya.Kegagalan manusia dalam proses mendesain dapat merugikan kondisi lingkungan sekitar yang berakibat buruknya lingkungan hidup serta terganggunya kesehatan masyarakatsekitar bangunan. Untuk itu diperlukan adanya penekanan perhatian pada proses uji kelayakan bangunan serta pengadaan dalam proses industri konstruksi

    Peraturan Fungsi Jalan dan Perubahan Penggunaan Lahan, Kasus: Kawasan Konservasi Kebayoran Baru Jakarta

    No full text
    Sejak diberlakukannya peraturan fungsi jalan yang terdapat di dalam Rencana Tata Ruang pada tahun 1985, kawasan konservasi Kebayoran Baru mulai terjadi perubahan penggunaan dan bentuk bangunan yang secara signifikan merubah karakter kawasan. Perubahan terjadi pada koridor jalan-jalan yang berfungsi sebagai jalan arteri primer, arteri sekunder dan kolektor primer. Pada saat ini perubahan sudah terjadi hampir disepanjang koridor jalan-jalan tersebut. Meskipun demikian perubahan yang terjadi justru terlokalisir di sepanjang koridor jalan. Kawasan-kawasan yang berada dibelakang koridor atau bagian dalam tersebut tidak terjadi perubahan fungsi dan bentuk bangunan. Dengan adanya perubahan pada koridor jalan tersebut disamping merubah kualitas ruang kawasan tetapi juga dapat berfungsi sebagai penyaluran perkembangan kawasan komersial sebagai kebutuhan perkembangan kawasan konservasi Kebayoran Baru, sehingga dapat mengendalikan perubahan yang lebih besar pada kawasan-kawasan bagian dalam. Implikasi penerapan paraturan fungsi jalan di satu sisi dapat merusak karakter kawasan disepanjang koridor jalan, di sisi lain dapat melindungi terutama pada kawasan di bagian dalamnya. Makalah akan membahas hubunghan peraturan fungsi jalan dengan perubahan fungsi lahan. Metode yang digunakan adalah superimpose peta tematik yang berasal dari survei dan expert judgment. Dari hasil pembahasan, menunjukkan adanya pengaruh peraturan fungsi jalan terhadap perubahan fungsi lahan

    Perubahan Tata Ruang Hunian pada Perumahan Terencana Ditinjau Berdasarkan Arsitektur Berkelanjutan

    No full text
    Hunian pada suatu perumahan kota terencana yang dibangun oleh pengembang (‘developer’) dalam kenyataannya mengalami perubahan yang tidak konsisten dengan awalnya. Umumnya perubahan dilakukan pada tata ruang hunian tersebut sebagai akibat dari perubahan kehidupan penghuninya. Perubahan yang dilakukan ternyata menyebabkan kondisi yang tidak terencana dengan baik untuk kenyamanan penghuni yang menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan penghuni dengan pengembang dalam hal perencanaan dan pengembangan perumahan kota. Perumahan Griya Cinere 1, Depok merupakan kompleks perumahan yang dibangun oleh sebuah pengembang/developer dengan luasan yang terbatas akan ditinjau dengan pendekatan arsitektur yang berkelanjutan untuk mendapakan alternative perubahan tata ruang hunian yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung dilapangan dan dianalisa sesuai kaidah kehidupan yang berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perubahan pada tata ruang hunian dapat dilakukan pada disain yang tepat dan pemilihan bahan bangunan yang digunakan

    Penerapan Standar Fasilitas Parkir Untuk Difabel Di RSUD Pasar Minggu

    No full text
    Berdasarkan Permenkes Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016, bangunan Rumah Sakit harus menyediakan fasilitas yang dapat di akses oleh difabel termasuk lanjut usia, pada kenyataanya fasilitas tersebut di beberapa Rumah Sakit belum terpenuhi, salah satunya Rumah Sakit tersebut adalah Rumah Sakit Pasar Minggu. Makalah ini mendeskripsikan penerapan standar fasilitas difabel di area parkir dan drop off di RSUD Pasar Minggu. Metode yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif.Variabel yang dikaji meliputi ketersediaan parkir difabel, signage, ram dan faktor yang mempengaruhi ketidak sesuaian terhadap standar.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di area parkir, signage, dan ram belum memenuhi standar.Fasilitas tersebut batu terpenuhi sekitar 33%.Hal ini dapat dikatakan bahwa pada nilai rata-rata 33% kondisi fasilitas area parkir kurang baik.Tujuan dari makalah ini adalah mendapatkan faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian terhadap standar.Standar persyaratan teknis fasilitas tersebut penting untuk keamanan dan kenyamanan bagi difabel

    MYTH AND SOCIAL IMAGINATION: TRADITIONAL VILLAGE PRESERVATION CONCEPT (CASE STUDY: KAMPUNG ADAT KUTA, CIAMIS, WEST JAVA)

    No full text
    Generally, the reality of empirical experience is used as a reference in the settlement spatial arrangement. In this study, however, the form of myth and imagination affects spatial arrangement and environmental conservation. Spatial arrangement of settlements in Kampung Kuta, Ciamis, West Java is based on historical imaginative mythical thoughts of the past about the Idea of Keraton Wurung. The thought has positively impacted on the sustainability of environmental preservation in the present. The study was conducted based on qualitative-explorative approach by interviewing some key informants of local population. In terms of verification, the findings are being compared among the concept of spatial layout of current Kampung Adat Kuta and the general settlement theory as well as the concept of kampung in Priangan of the mythimaginative- based spatial concept. The findings of the study suggest that conservation measures are based on the respect of the sacred imaginative of the palace and the ancepan that are considered as the important components of the palace and need to be maintained its sustainability. The control of human behavior in conservation efforts refers to: prohibitions and obligations to maintain harmony by considering the arrangements of ancient, balance, and management of natural resources that ensure the sustainability of life

    The empowerment of sustainable design in food packaging as designer responsibilities

    No full text
    The purpose of this paper is emphasized on the empowerment of sustainable design in providing the dual function of a food packaging. Which can extend the life of paper, cardboard, plastic, aluminum foil so as to reduce the contribution of waste on earth. The methodology used in this research is using qualitative research. With the main approach taken on the layout of the packaging design, the approach that relies heavily on the data in the form of packaging design. For the process of observation, the authors should compare with the forms of food packaging designs that are contained in the diversity of food packaging types from products outside Indonesia. The purpose of this study is also intended as a recommendation through observation of data interviews and survey related products. Conclusion through material exploration, packaging structure exploration, efficient exploration of ink usage and packaging usage patterns

    Views on the Manifestation of Local Wisdom (Case: Kampung Naga, West Java)

    No full text
    The physical object of architecture is a manifestation of thoughtful concept of the architect. Philosophically, in vernacular architecture, the concept of thoughts is being revealed in the form of local wisdom. Kampung Naga, as one of the vernacular villages in West Java, maintains its traditional culture although the inhabitants have undergone modern thought. The modern era has developed immensely which could affect the decline in preserving the local wisdom. To anticipate the decline, it is necessary to make an effort to formulate the local wisdom which is still existed. This paper aims to explain the results of research in Kampung Naga which focusing on physical elements and accommodating the results of previous research concerning on local wisdom. Data and information as written materials were obtained through field survey, literature review, and previous research studies. The results of the study show that local wisdom in Kampung Naga has an effect on the aspects of life in terms of social interaction, land law, physical building ideas and its spatial order. The paper will be ended with the diagrammatic conceptual model of the aspects of the manifestation of local wisdom in Kampung Naga

    PENERAPAN NILAI - NILAI BUDAYA PADA RANCANGAN GEDUNG PUSAT SENI DAN BUDAYA JAWA BARAT

    No full text
    Kekayaan seni dan budaya Jawa Barat sangat beragam sehingga perlu dilestarikan agar tidak punah. Untuk itu dibutuhkan karya arsitektur sebagai wadah kegiatan seni dan budaya yang terintegrasi serta merepresentasikan Jawa Barat. Karya arsitektur dapat mencerminkan beberapa lingkup nilai budaya, yaitu agama, sosial, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, dan estetika. Penelitian ini akan mencari lingkup nilai budaya yang diterapkan dalam rancangan gedung pusat seni dan budaya Jawa Barat.Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif, yaitu mencari lingkup nilai budaya yang tercermin dalam arsitektur yang diterapkan dalam rancangan gedung pusat seni dan budaya Jawa barat.Lingkup nilai budaya (agama) diterapkan melalui pola penataan massa dan memodifikasi susunan denah rumah tradisional Sunda.Lingkup nilai budaya (sosial) diterapkan melalui: a) kerja sama:arsitektur Sunda tergolong tidak terlalu banyak mengaplikasikan ragam hias. b) persaingan:penggunaan warna alam yang selaras dengan bangunan sekitar; c) pertentangan: tidak ditemukan; d) akomodasi: tempat untuk kegiatan berinteraksi dibagi menjadi ruang interaksi luar ruangan (outdoor) dan dalam ruangan (indoor). Lingkup nilai budaya (politik) menerapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).Lingkup nilai budaya (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dapat dilihat dari tiga bagian struktur utama, yaitu: a) Bagian kaki (kolong). b) Bagian badan. c) Bagian atas (atap). Lingkup nilai budaya (ekonomi) diterapkan melalui pembagian ruang berdasarkan mata pencaharian yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: a) yang bergantung dari hasil alam; b) yang bergantung dari hasil produksi, c) yang bergantung dari jasa. Lingkup nilai budaya (estetika) diterapkan melalui ornamen dan bentuk bangunan. Mengingat fungsinya, Gedung pusat seni dan budaya Jawa barat diharapkan mencerminkan gagasan modern saat kini dan nilai – nilai budaya Jawa Barat

    KOMPARASI KONSEP POLA ANALOGI ALAM BIOFILIK DESAIN DI BANGUNAN PENDIDIKAN

    No full text
    Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro mempunyai animo calon mahasiswa yang setiap tahun meningkat, membuat adanya pembangunan gedung baru. Untuk meningkatkan kualitas Fakultas Psikologi di Universitas Diponegoro dalam hal proses belajar megajar dibutuhkan konsep desain yang membuat nyaman mahasiswa. Sehingga dibutuhkan sebuah konsep analogi pola alam dalam biofilik desain yang dapat membuat peningkatan proses belajar mengajar tanpa mengurangi kenyamanan dan memperhatikan psikologis manusia agar tidak membuat stress mahasiswa itu sendiri.Metode yang digunakan pada penulisan adalah metode komparatif dengan membandingkan atau menguji hubungan pengaruh sebab akibat dari data-data yang tersedia. Dengan adanya penerapan Analogi Pola Alam Biofilik Desaindapat memberikan keuntungan terhadap pengguna dalam bangunan fakultas psikologi

    KAJIAN TERHADAP EKSPRESI BENTUK ARSITEKTUR VERNAKULAR BENGKULU MASJID AGUNG DI PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Arsitektur Vernakular adalah arsitektur yang terbentuk dari kebiasaan masyarakat. Dan banyak dilihat pada bangunan rumah tinggal, sehingga muncul pertanyaan mengenai ekspresi bentuk arsitektur vernakular yang terbentuk pada bangunan public seperti masjid. Tujuan penelitian untuk mengetahui ekspresi bentuk arsitektur vernakular Bengkulu pada bangunan Masjid. Metode peneltian yang digunakan adalah metode Deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi kasus dan studi literatur.Selanjutnya untuk mengungkap ekspresi bentuk vernakular yang terbentuk pada Masjid Agung dilakukan melalui analisa elemen dari tiap bangunan masjid yang ada. Penelitian ini menghasilkan bahwa ekspresi bentuk vernakular yang ada pada masjid di Bengkulu terlihat pada bentuk bangunan, bentuk atap, dan pintu masuk masjid

    424

    full texts

    1,360

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Trisakti University Collection of Scholarly and Academic Pa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇