1360 research outputs found
Sort by
Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Sosial Aplikasi Bank Sampah Berbasis Lokasi Jakarta
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN SERTIFIKASI GREEN BUILDING TERHADAP KONSERVASI AIR GEDUNG WASKITA
ir bersih di kota Jakarta merupakan aspek yang harus ditingkatkan baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Dengan penduduknya yang padat serta aktivitasnya menyebabkan kebutuhan air bersih di kota Jakarta sangat tinggi. Strategi ketersediaan air bersih di Jakarta merupakan hal yang harus diperhatikan guna mendukung pembangunan yang pesat serta keberlangsungan kehidupan dan kegiatan di kota Jakarta. Salah satu upaya dan strateginya adalah dengan menerapkan konsep bangunan hijau atau green building. Dalam menerapkan konsep green building terdapat aspek Konservasi Air yang tujuannya adalah menghemat dan menjamin ketersediaan air bersih. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang dilakukan terhadap gedung Waskita, dengan observasi secara langsung terhadap objek yang ditinjau, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian “Analisis Potensi Peningkatan Sertifikasi Green Building Terhadap Konservasi Air Gedung Waskita” dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan upaya untuk meningkatkan sertifikasi green building memberikan dampak yang sangat besar terhadap konservasi air gedung Waskita
KARAKTERISTIK MATERIAL HIJAU BAGI DESAIN FASAD APARTEMEN GREEN MATERIAL CHARACTERISTICS FOR DESIGN FAÇADE APARTEMENTS
Apartemen memiliki elemen-elemen yang berperan dalam mendukung fungsinya sebagai hunian, serta menjadi faktor yang dipertimbangkan penghuni dalam memiliki apartemen. Salah satu elemen bagian yang paling mudah dinilai orang awam adalah fasadnya. Fasad dapat diciptakan oleh beberapa elemen, seperti permukaan dinding, tipe dan jenis struktur, pengaturan tata letak bukaan, serta penggunaan ornamen dan dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan ruang dalam. Salah satu konsep bangunan hijau adalah penggunaan material konstruksi yang ramah lingkungan. Dimana material tersebut diproduksi, digunakan, dan dirawat dengan seminimal mungkin untuk tidak merusak lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan dari beberapa fasad bangunan apartemen yang telah menggunakan material hijau. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merumuskan karakteristik material hijau yang cocok untuk fasad bangunan apartemen. Kesimpulannya adalah penggunaan material hijau pada apartemen umumnya menggunakan material dari bahan kaca, alumunium, beton, dan kayu
PERBANDINGAN PENGENDALIAN BIAYA MUTU DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE BIM
Perkembangan konstruksi diIndonesia meningkat terbukti dengan adanya teknologi (BIM). Untukxmengetahui keunggulanxmetode BIM dibandingkan dengan metode konvensional maka dilakukan penelitian ini. Metode yang digunakan adalahxpenyebaranxkuesioner dan studi kasus. Dari hasil penelitian dataxdapat diuji dengan cara ujivaliditas dan reliabilitas menggunakan software SPSS dan didapat hasilnya adalah valid danxrealibel. Untuk menganalisis data digunakan analisis regresi berganda dan didapat hasil bahwa metode BIM memiliki pengaruh lebih besar terhadap efisiensi biaya, mutu dan waktu dibandingkan konvensional. Untuk studi kasus dilakukan perbandingan dan didapatkan hasil biaya untuk BIM lebih hemat sebesar 40,35%,xmutuxyang lebih efektif dan efisien dalam pengotrolannya, danxmempercepat waktu sebesar 46,15 dibandingkan menggunakan metode konvensional
EVALUASI KAPASITAS TERMINAL PENUMPANG DOMESTIK BANDAR UDARA BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Bandara Banyuwangi mengalami peningkatan jumlah penumpang yang tinggi karena potensi pariwisata yang menarik wisatawan. Maka, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui apakah luas aktual terminal di Bandara Banyuwangi mampu menampung pergerakan penumpang pada waktu sibuk, mengetahui nilai dari LOS sesuai standar IATA serta memperkirakan pertumbuhan penumpang untuk mengetahui kapan terminal bandara ini akan mengalami kejenuhan sehingga dapat mengantisipasi sebelum mengalami kejenuhan. Kesimpulannya dengan jumlah PWS yang ada, terminal Bandara Banyuwangi mampu menampung pergerakan penumpang. Hasil dari LOS bandara ini masuk dalam kriteria sangat baik dilihat dari aspek luasan terminal