1360 research outputs found
Sort by
ESTETIKA FASAD PERPUSTAKAAN NASIONAL
Fasad merupakan hal yang pertama kali di nilai dalam suatu bangunan, setiap bangunan memiliki estetika atau keindahannya tersendiri yang dapat di jadikan ‘iconic’ atau ciri khas pada suatu bangunan. Sebuah bangunan dapat dinyatakan indah pertama kalinya terlihat dari bentuk fasadnya. Estetika pada fasad juga dapat menjadikan citra sebagai filosofi arsitektur dapat dilakukan melalui tinjauan terhadap unsur fasad dan prinsip desain pada bentuk bangunan. Pada bangunan perpustakaan estetika merupakan unsur yang penting untuk menarik minat pengunjung datang ke perpustakaa
PENERAPAN ARSITEKTUR HIGH-TECH PADA FASAD RENCANA STASIUN MRT LEBAK BULUS
Elemen fasad pada bangunan stasiun harus dapat mencirikan dan merepresentasikan tema dengan memperhatikan karakteristik dan prinsip-prinsip arsitektur high-tech. Penggunaan material yang transparan menjadi karakter bangunan high-tech namun untuk di iklim tropis harus dapat disiasati untuk mengurangi panas cahaya matahari tanpa mengurangi citra karateristik bangunan high tech.
Elemen fasad juga tetap memperhatikan prinsip-prinsip estetika fasad yaitu proporsi, skala, irama, urutan, keseimbangan dan kesatuan karena penggunaan material yang transparan, secara tidak langsung juga memperlihatkan ruang dalam bangunan stasiun . Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk menganalisis penerapan high-tech yang dapat dilakukan di stasiun MRT dlebak bulus
EVALUASI KINERJA SEBELUM DAN SESUDAH PELINTASAN KERETA API DI CAKUNG DITUTUP
Pelintasan KA sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Angka kecelakaan lalu lintas pada pelintasan KA sebidang yang tidak dijaga cukup tinggi. Pelintasan sebidang yang terdapat di Stasiun Cakung mempunyai permasalahan kemacetan yang parah. Frekuensi kereta yang lewat sebanyak 347 kereta api selama 24 jam. Hal itu membuat kemacetan yang parah pada saat jam sibuk. Antrean pengguna jalan raya pada sore hari bisa mencapai 2 km hingga stasiun Klender Baru. Oleh karena itu pada tanggal 10 mei perlintasan sebidang di stasiun Cakung resmi ditutup. Setelah pintu pelintasan kereta ditutup warga harus memutar untuk mencapai jalan stasiun Cakung, warga bisa menggunakan rute stasiun Cakung – Buaran atau Kranji – stasiun Cakung. Sebelum pelintasan kereta api ditutup volume lalu lintas yang melewati pelintasan sebidang Cakung pada jam sibuk yaitu jam 17:00 hingga 19:00 total kendaraan yang lewat sebanyal 10.973 kendaraan dengan waktu perjalanan selama 41 menit dengan kecepatan 5 km/jam. Pada saat pelintasan ditutup volume lalu lintas yang melewati pelintasan tersebut sebanyak 711 kendaraan dengan waktu perjalanan dengan rute Kranji – stasiun Cakng selama 7 menit dan untuk rute stasiun Cakung – Buaran selama 5 menit dengan kecepatan untuk rute Kranji – stasiun Cakung 20 km/jam sedangkan untuk rute stasiun Cakung – Buaran 50 km/jam. Dengan ditutupnya pelintasan sebidang di Cakung maka volume lalu lintas yang sebelumnya tinggi dapat berkurang
IDENTIFIKASI RUANG PELAYANAN RAWAT JALAN PADA RUMAH SAKIT UMUM KELAS “A” DI JAKARTA
Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang terdiri dari tenaga medis professional yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan. Untuk mempermudah memberikan pelayanannya kepada pasien, rumah sakit terbagi menjadi beberapa unit salah satunya yakni unit rawat jalan. Unit pelayanan rawat jalan merupakan suatu unit yang dapat memberikan pelayanan diagnosis serta memberikan pengobatan kepada pasien dengan cepat dan tepat sesuai dengan standar Peraturan Kementrian Kesehatan no. 56 tahun 2014. Objek studi dari penelitian ini yakni RSUD Tarakan Jakarta, RSUP Persahabatan & RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang merupakan rumah sakit kelas A yang terdapat di Jakarta yang akan dikaji apakah memenuhi standar yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan yakni metode komparasi yang membandingkan fasilitas pelayanan rawat jalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rumah sakit umum kelas A di Jakarta yang memiliki fasilitas rawat jalan yang lengkap dan sesuai dengan standar yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, unit pelayanan rumah sakit telah memenuhi standar yang berlaku namun RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo memiliki jumlah pelayanan yang paling banyak. Berdasarkan kapasitas dan besaran ruang, RSUD Tarakan memiliki besaran yang paling sesuai dengan standar yang berlaku. Rata-rata kapasitas ruang RSUD Tarakan 28 orang dengan rata-rata ruang 5.75m²/Orang
PERCEPTION OF LIVING IN LOW-INCOME HOUSING Case study: Petogogan Row Houses
Indonesia has backlog issue against landed houses. While the needs of houses increase every year, land availability decreases in cities that causes landed house prices become unaffordable. One of the solutions offered by the government is RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) or a simple design innovation of healthy house especially for low-income family. One of its successful projects was Petogogan Row Houses. However, after few years of occupancy the occupants perceive that there are some things which are considered incompatible with the rooms they inhabit. The qualitative approach applied in this study is to uncover the occupants’ perception of the post occupancy of RISHA row houses. Through this research it was found that things that are considered inappropriate by occupants are caused by (1) the furniture (non-fixed elements) capacity exceeds the RISHA room standard; (2) the physical elements (fixed-elements) of walls and ceilings set by RISHA do not provide possibilities for occupants to install non-fixed elements; (3) inadequacy of indoor natural light capacity related to the improper occupants’ considerations
ANALISIS PENINGKATAN PERINGKAT SERTIFIKASI GREEN BUILDING TERHADAP EFISIENSI DAN KONSERVASI ENERGI GEDUNG ALAMANDA TOWER
Pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung di ibu kota Jakarta sangat berpengaruh terhadap kelestarian, kualitas lingkungan dan energi dalam bangunan. Sayang nya di Jakarta belum banyak bangunan yang menerapkan konsep Green Building, maka perlu dilakukan upaya untuk menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan yang penggunaannya menggunakan sumber daya efisien. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan gambaran tentang hasil peningkatan Efisiensi dan Konservasi Energi pada bangunan Green Building. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang dilakukan terhadap Gedung Alamanda Tower, dengan cara observasi secara langsung terhadap objek yang ditinjau, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Efisiensi dan Konservasi Energi dari gedung alamanda sudah cukup baik karna sudah mencapai poin poin yang sudah di tentukan, dan sudah mencapai standarisasi bangunan Green Building