1360 research outputs found
Sort by
EVALUASI FAKTOR TEKNIS PENENTU KRITERIA DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN
Integrated management of water resources is something that must be done to ensure the sustainability of water resources. Based on Minister of Public Works Regulation No. 10 of 2015, water resources management in Indonesia is based on 5 pillars where one of the pillars is the conservation of water resources. Conservation of water resources is a basic concept of ecodrain wherein rainwater falling as much as possible will be absorbed into the ground again or known as zero runoff. One of the technical factors that determine environmentally sound drainage criteria is the recharge system. In this research, the influence of
the application of bioretension and rain garden will be discussed as one of the absorption systems for runoff hydrographs in an area, in this case the Upper Cisadane Watershed is used as the research location. Based on the results of the study, it was obtained the reduction of peak flood discharge with the application of type I, II, III and IV biorescence to the existing peak flood discharge of 26.89-26.93%, and reduction of peak flood discharge with the application of rain garden of 27.73%
PENGARUH POLA ORIENTASI TERHADAP DESAIN RESORT (KASUS STUDI: SAMOSIR VILLA RESORT KAWASAN TUK-TUK)
Desain perancangan arsitektur selalu menuntut arsitek untuk dapat menghasilkan karya desain yang memiliki tanggung jawab secara estetika atau keindahan, kenyamanan dan keamanan, serta menjaga keselarasan bangunan yang diciptakan dengan lingkungan di sekitarnya. Beragamnya objek pariwisata yang ada di Indonesia saat ini seperti wisata alam pegunungan, keindahan lautan, panorama danau, hingga keragaman budaya pada kampung tradisional telah dijadikan potensi oleh perancangan bangunan dalam mewujudkan pola dan identititas budaya pariwisata setempat Bangunan resort merupakan sebagai salah satu akomodasi utama bagi tempat wisata yang perlu disediakan di lokasi wisata. Bentukan Pola orientasi pada bangunan pariwisata seharusnya dapat memaksimalkan view potensi di sekitarnya dan beberapa resort di danau toba belum dapat memaksimalkan hal tersebut. Pada tulisan ini digunakan analisa untuk mengidentifikasi pola orientasi yang diterapkan pada perancangan resort
ANALISA NERACA AIR DAS CIBANTEN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE RIBASIM
Daerah Aliran Sungai Cibanten merupakan salah satu DAS yang memenuhi kebutuhan air di
Kabupaten dan Kota Serang. Mengetahui terjadinya defisit atau surplus pada DAS ini dengan
menggunakan neraca air. Untuk membantu pembuatan skematisasi air dan upaya yang digunakan jika
terjadi surplus atau defisit adalah dengan bantuan software RIBASIM. Pada tahun 2017 keseimbangan
antara ketersediaan dan kebutuhan air tidak terjadi, hanya terjadi surplus dan defisit. Tetapi untuk
tahun yang akan datang, menambahkan upaya pembangunan waduk keseimbangan antara
ketersediaan dan kebutuhan air terjadi paling dominan
EVALUASI TEBAL PERKERASAN LANDAS PACU PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT KABUPATEN MAJALENGKA
Bandar Udara Internasional Jawa Barat melayani penerbangan domestik maupun internasional. Dalam penelitian menggunakan data pergerakan pesawat udara dari Bandara Internasional Husein Sastranegara. Diperlukannya evaluasi tebal perkerasan landas pacu. Penelitian ini memuat landas pacu, tebal perkerasan menggunakan metode ACN-PCN, dan membandingkan dengan tebal eksisting. Kesimpulannya landas pacu menurut FAA Airport Capacity and Delay AC: 150/5060-5 dapat menampung pesawat udara yang beroperasi. Hasil tebal surface 10cm, basecourse 35,74cm, subbase 54,26cm dan total tebal 100cm. Didapatkan nilai PCN=75. Lalu dibandingkan PCN Bandara Internasional Jawa Barat yaitu 89/F/C/X/T dan tebal perkerasan 101cm. Sehingga runway Bandara Internasional Jawa Barat dapat menampung pesawat udara yang beroperasi
ANALISIS KAPASITAS LANDAS PACU (RUNWAY) PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL SENTANI JAYAPURA
Landas pacu merupakan salah satu komponen terpenting dalam suatu sistem di bandar udara karena landas pacu merupakan tempat beroperasinya pesawat udara melakukan lepas landas maupun mendarat. Efisiensi kinerja landas pacu pada bandar udara dilihat dari berbagai macam faktor pengoperasian yang ada seperti teknologi yang dipakai dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas tingkat pelayanan yang berada di runway dan mengetahui karakteristik jenis pesawat udara yang dilayani oleh Bandar Udara Sentani Jayapura. Metode yang di pakai untuk menghitung kapasitas runway menggunakan metode FAA (American Federal Aviation Administration) yang berdasarkan data pergerakan pesawat udara dan karakteristik pesawat udara. Dari hasil perhitungan dengan metode FAA mendapatkan hasil yang sangat berpengaruh yaitu Hourly Capacity Base yang berlandaskan dari data Mix Index. Hasil analilis 5 tahun mendatang yaitu tahun 2023 didapatkan hasil pergerakan pesawat udara pada jam sibuk (Peak Hour) sebanyak 58 pergerakan per jam dan 67131 pergerakan pesawat udara per tahunya, dan memiliki hasil Critical Landing Space 1.03 menit per pesawat udara melakukan pergerakan di landas pacu, Hal tersebut membuktikan bahwa kapasitas bandar udara Sentani Jayapura mengalami kapasitas yang sangat jenuh
PENERAPAN KONSEP SANGA MANDALA PADA PENGOLAHAN TATANAN RUANG PADA KAWASAN SENI BUDAYA DAN NUSANTARA DI JIMBARAN BALI
Transformasi negara berkembang seperti Indonesia dari masyarakat tradisional-agraris ke
masyarakat industrial-modernis menimbulkan kekhawatiran akan pergeseran nilai-nilai budaya
bangsa. Bali, salah satu pulau Indonesia yang memiliki arsitektur tradisional yang khas dengan
konsep-konsep arsitektur lokalnya. Konsep Sanga Mandala memiliki peran penting dalam
mengatur tatanan ruang berdasarkan skala/hirarki kepentingannya dari yang paling suci hingga
yang paling kotor/sibuk. Penulisan ini bertujuan memberikan alternatif desain peletakan kawasan
Art and Culture Center yang merespon filosofis konsep sanga mandala. Metode penulisan bersifat
studi komparasi atas variabel pada konsep sanga mandala pada tipologi bangunan di Bali untuk
diterapkan pada kawasan Art and Culture Cente
PENERAPAN BUKAAN DAN PENGHAWAAN PADA BANGUNAN HEMAT ENERGI PUSAT KEBUDAYAAN SENI DI SUMATERA BARAT
Sumatera Barat terutama kota Padang, pada siang hari suhunya mencapai 30oC dan di malam hari mencapai
22OC. Suhu panas dikarenakan Indonesia berada pada garis khatulistia yang membuat Indonesia memiliki
iklim yang tropis. Pusat Kebudayaan Seni Minangkabau yang terletak di pinggir pantai, membuat bangunan
merasakan adanya angin laut dan darat. Oleh karena itu, pemanfaatan cahaya dan penghawaan alami perlu
dilakukan pada Pusat Kebudayaan Seni Minangkabau untuk menghemat energi pada siang hari. Pemanfaatan
dilakukan melalui bukaan yang disesuaikan dengan standar kenyamanan visual. Tulisan ini dimaksudkan
untuk menemukan dan memperjelas hubungan desain bangunan dan desain bukaan untuk efisiensi energi pada
Pusat Kebudayaan Seni
Learning Materials and Learning Methods in Materials for Product Course for Basic Product Design Education
Training on the Utilization of Waste Woods from Used Containers as Clothes Hanger
Waste wood from used containers has the potential to be utilized as a product that has economic value. As one of the efforts to provide new horizon of skills and knowledge about an alternative use of used wooden containers, the Product Design Study Program of the Faculty of Fine Arts and Design of Trisakti University held a Community Service program in the form of training in the use of waste wood from used containers into clothes hangers. Aside from being an alternative to reduce container wood waste. This activity was to empower the community in this case is Youth Organization of “Karang Taruna”, this program is carried out in Cawang Village, District of Kramat Jati, East Jakarta, with target communities of Karang Taruna in the region. Considering the educational background of the target community who have never studied matters related to design principles, it is necessary to be given understanding and knowledge of the basics of design. Thus, in processing this used container wood, the artistic side will also be taken into consideration. The experimental method was carried out in an effort to solve the problems related to the processing of waste wood from the container so that the final product was produced in the form of a clothes hanger that was functional with selling value
KARAKTERISTIK GAYA LANGGAM ATAP MUSEUM DI KOTA TUA JAKARTA
Museum Kota Tua Jakarta adalah bangunan bersejarah di Jakarta memiliki aspek tipologi
langgam fasad museum di Kota Tua Jakarta yang dapat menggambarkan, memberikan, dan
mencirikan suatu khas langgam fasad museum di Kota Tua Jakarta. Perumusan masalah setiap
langgam memiliki tipologi tertentu yang nampak di unsur-unsur arsitektur sekarang. Pertanyaan
penelitian tipologi langgam fasad museum di kota tua Jakarta adalah bagaimana karakter tipologi
langgam fasad museum di kota tua Jakarta? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan
karakter ciri khas tipologi langgam fasad museum di kota tua Jakarta.
Metode penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini
adalah elemen-elemen fasad yang dilihat dari kepala sebuah bangunan museum adalah atap yang
terdiri dari bentuk atap, material atap, dinding atap, dan tinggi atap.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa tipologi langgam fasad
museum di kota tua Jakarta atap pada Museum Mandiri memiliki ciri khas gaya langgam art deco,
gaya art deco menghiasi atap datar dengan tembok pembatas, memiliki menara atau cerobong asap
di bagian atapnya, dan memiliki ciri khas arsitektur yang bersifat dekoratif. Atap pada Museum
Bank Indonesia memiliki gaya langgam neo classic yaitu memiliki bentuk atap limasan atau datar.
Sedangkan, atap pada Museum Wayang memiliki gaya langgam neo reinaissance yaitu memiliki
bentuk atap segitiga yang disebut atap gavel