1360 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PEJALAN KAKI DENGAN KEBERADAAN PEDESTRIAN DI PATH STUDI KASUS: KAWASAN PASAR MINGGU, JAKARTA
Manusia di dalam ruang kota melakukan pergerakan dan bersirkulasi dari satu ruang kota ke ruang kota lainnya. Manusia menggunakan jalan atau path bergerak menuju tempat tujuannya. Elemen Paths atau jalur jalan adalah salah satu elemen pembentuk kota sebagai jalur sirkulasi manusia dari sebuah ruang kota ke ruang kota lain. Hubungan antar ruang kota dalam konfigurasi spasial bisa dipetakan dalam peta yang menandakan hubungan masing-masing ruang kota tersebut. Penelitian dalam kawasan Pasar Minggu ini dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah jumlah pedestrian mempengaruhi persepsi manusia kepada path. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara singkat kepada pengguna path di kawasan Pasar Minggu. Dalam penelitian ini dihipotesa bahwa di kawasan Pasar Minggu keberadaan pejalan kaki diamati pada path berkorelasi dengan persepsi manusia terhadap ruang tersebut
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR NARATIF TERHADAP TATA RUANG PAMERAN PADA MUSEUM
Desain ruang pada museum sangat ditentukan oleh objek yang dipamerkan. Elemen ruang dan objek pameran saling mempengaruhi dan membentuk makna dalam suatu hubungan ruang. Permasalahan museum dewasa ini adalah ruang pameran museum sebagai salah satu elemen terpenting dalam sebuah museum kurang memperhatikan kesinambungan materi dengan tata ruang-ruang pameran museum. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan kriteria alur serta tata ruang – ruang pamer museum yang sesuai dengan kaidah arsitektur naratif. Metode yang digunakan adalah metode komparatif melalui studi literatur dan preseden. Hasil Analisis menghasilkan dua kriteria dari masing masing aspek dalam perancangan narasi arsitektur. Pada akhirnya, arsitektur naratif menjadi pendekatan yang membantu perancang/arsitek menciptakan sinergi antara pameran dengan museum secara keseluruhan
IDENTIFIKASI FAKTOR KEBERHASILAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA
Indikasi keberhasilan pada suatu proyek konstruksi terletak pada sejauh mana sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja telah diterapkan dengan baik pada proyek konstruksi tersebut. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja fokus pada akar penyebab dari kecelakaan, perilaku, dan cara melakukan pekerjaan.Pemilihan titik tinjau pada penelitian ini dilakukan berdasarkan tingginya pembangunan konstruksi gedung di daerah khusus ibukota Jakarta.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor terbesar yang mempengaruhi keberhasilan penrapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) pada suatu proyek Gedung bertingkat di wilayah Jakarta dengan menggunakan faktor dan indikator yang lebih lengkap dari penelitian sebelumnya. Metode penelitian penelitian ini dengan menyebarkan
kuisioner kepada 30 kontraktor bangunan gedung bertingkat di Jakarta dengan responden sebanyak 80 orang pada bagian Health and Safety
Environment(HSE). Penelitian ini menunjukan bahwa komitmen pimpinan
terhadap SMK3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhahap keberhasilan penerapan SMK3 pada proyek konstruksi bangunan Gedung yaitu sebesar
60,5%
PENATAAN EFISIENSI SIRKULASI RUANG DALAM DAN RUANG LUAR UNTUK DISABILITAS PADA STASIUN MRT LEBAK BULUS
Dalam mencapai kemudahan, kemandirian serta kesejahteraan aksesbilitas bagi penyandang disabilitas sehngga diperlukannya fasilitas berupa aksesbilitas yang sangat memadai, terpadu, dan berkesinambungan. Pentingnya fasilitas untuk aksesbilitas bagi disabilitas terutama pada bangunan pelayanan publik agar dapat mencapai suatu tempat baik didalam maupun diluar bangunan tanpa hambatan dan tidak membuat mereka merasa tersisihkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi dari fasilitas pada aksesbilitas serta penerapanya bagi pengguna disabilitas khususnya pada Stasiun MRT yang diawali dengan observasi yaitu simulasi keberangkatan dan kedatangan penumpang penyandang disabilitas. Untuk mengetahui cara penerapanya dengan menganalisis hasil dari simulasi yang berupa titik hambatanya
PENGARUH ELEMEN ENVIRONMENTAL FEATURES PADA DESAIN BIOPHILIC TERHADAP KESEHATAN JIWA PENGGUNA BANGUNAN
WHO (2014) menyatakan “kesehatan jiwa merupakan keadaan kesejahteraan di mana setiap individu menyadari potensi dirinya, mampu mengatasi tekanan kehidupan, dan dapat bekerja produktif”. Apabila kesehatan jiwa manusia terganggu, dapat memberi pengaruh terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku. Desain bangunan mampu mencegah dan mengurangi gangguan kesehatan jiwa. Metode yang digunakan salah satunya adalah desain Biophilic, yang menjelaskan bahwa biologis manusia memiliki kecenderungan terhadap alam yang berperan mempengaruhi kesehatan jiwa pengguna bangunan atau ruang. Desain Biophilic adalah cara inovatif merancang bangunan yang bertujuan untuk menciptakan ruang hidup yang sehat dan berpengaruh baik bagi kesehatan jiwa, baik secara langsung, tidak langsung, maupun simbolik terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku pengguna bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh elemen Environmental features pada Desain Biophilic terhadap kesehatan jiwa pengguna bangunan dan berharap dapat diterapkan pada bangunan di Indonesia karena dapat memberikan dampak positif
IDENTIFIKASI TINGKAT FAKTOR KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP KONDISI BANGUNAN HALTE TRANSJAKARTA
Pemeliharaan gedung bertujuan untuk mempertahankan kondisi bangunan tersebut. Untuk menjaga elemen dan peralatan yang dipakai di bangunan tersebut agar fungsi dari bangunan tersebut tetap berjalan lancar. Tidak hanya gedung yang perlu dilakukan kegiatan pemeliharaan, tapi juga bangunan seperti bangunan Halte Busway. Halte busway yang difungsikan sebagai tempat untuk menunggu dan sebagai pemberhentian untuk busway haruslah dijaga.Maka dari itu, halte harus tetap terjaga kondisinya dengan melakukan pemeliharaan secara rutin.Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 126 di 63 halte Transjakarta. Analisis data menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil yang didapat berdasarkan metode IPA adalah 5 variabel yang harus diprioritaskan dan 7 variabel yang sudah sesuai dengan harapan pengguna. Kepuasan pengguna berdasarkan CSI termasuk kategori Average (cukup puas) dengan nilai 63,20%
OPTIMALISASI KINERJA PELAYANAN BONGKAR MUAT CURAH KERING PADA DERMAGA 5A DI PELABUHAN CIWANDAN
Pelabuhan terdiri dari daratan, perairan disekitarnya, merupakan kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi. Pelabuhan Ciwandan merupakan suatu pelabuhan Internasional. Pemanfaatan penggunaan pelabuhan sangat berpengaruh terhadap kinerja pelayanan dan kepuasan pelanggan kinerja pelabuhan yang effisien. Oleh karena itu perlunya optimalisasi kinerja dermaga berdasarkan tahun 2018 terhadap fasilitas dermaga (BOR). Hasil perhitungan nilai BOR tahun 2018 sebesar 25.65% dengan panjang dermaga (403 meter) masih optimal. Hasil prediksi yang dilakukan menggunakan forecasting di SPSS (Statical Package for the Social Sciences) dengan metode logarithmic dihasilkan nilai BOR dari tahun ke tahun hanya mengalami sedikit peningkatan untuk nilai BOR > 70% dibutuhkan waktu yang sangat lama
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus : Simpang Ir. H. Juanda – Raya Bogor)
Bentuk simpang yang tidak sejajar menjadi faktor utama terjadinya kemacetan karena terjadi beberapa konflik di simpang Ir.H.Juanda – Raya Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja simpang Ir.H.Juanda – Raya Bogor. Hasil analisis kinerja simpang menggunakan MKJI 1997 didapatkan nilai Level of Service sebesar 104.9 detik/smp atau dapat dikategorikan pada nilai F. Alternatif yang digunakan adalah gabungan dari kedua alternatif yaitu dengan Level of Service sebesar 34.9 detik/smp atau dapat dikategorikan pada nilai D
SIMULASI POLA OPERASI WADUK LEUWIKERIS JAWA BARAT
Waduk Leuwikeris merupakan salah satu waduk yang berada di Provinsi Jawa Barat. Metode pola operasi waduk ini menggunakan simulasi tampungan. Simulasi pola operasi waduk ini menghasilkan tiga kondisi tahun batas, yaitu tahun kering (35%), tahun normal (50%), dan tahun basah (65%). Waduk ini dimanfaatkan untuk kebutuhan air baku, kebutuhan air irigasi, dan kebutuhan PLTA. Waduk Leuwikeris diharapkan dapat memberikan keperluan air baku sebesar 0,875 m3/det, mengairi irigasi seluas 19.733 Ha, dan mengasilkan daya PLTA sebesar 20 MW
EVALUASI KINERJA BONGKAR MUAT PADA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
Pelabuhan sebagai salah satu unsur penting dalam rangkaian jaringan transportasi di Indonesia,
salah satunya Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual yang melayani kegiatan bongkar muat hasil
perikanan. Meningkatnya arus barang dan arus kapal mengakibatkan operasional bongkar muat di
Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual tidak efektif. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk
mengevaluasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual. Evaluasi dilakukan
berdasarkan tinjauan tingkat penggunaan dermaga dan tingkat penggunaan lapangan penumpukan.
Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh nilai tingkat penggunaan dermaga pada tahun 2018 sebesar
63,74 % yang melebihi ketentuan maksimum sehingga diperlukan perluasan dermaga dan nilai
tingkat penggunaan lapangan penumpukan pada tahun 2018 sebesar 32,50 % menunjukan terminal
belum begitu berkembang sehingga dibutuhkan penambahan lapangan penumpukan