1360 research outputs found
Sort by
MENGGAGAS INDUSTRI KREATIF ARSITEKTUR NUSANTARA
Globalisasi industri yang melanda bumi Nusantara adalah suatu keniscayaan.
Proses industrialisasi yang mengglobal dan berlangsung sejak masa revolusi
industri telah berinteraksi secara ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam proses
interaksi dimaksud terjadi saling tukar pemikiran dan pandangan, terjadi saling
kompetisi dan inovasi, dengan dukungan media komunikasi dan teknologi
informasi yang lebih baik. Dalam sektor industri arsitektur, proses globalisasi
industri secara kreatif mewarnai perkembangan arsitektur di Nusantara. Studi
kajian ini bertujuan untuk menggagas industri kreatif arsitektur Nusantara
sebagai aset pengembangan industri nasional. Metode yang digunakan adalah
metode penelitian studi pustaka yang memusatkan perhatian pada isu-isu
penting seputar industri kreatif, dan arsitektur Nusantara. Kesimpulan kajian
adalah bahwa hal keberagaman gagasan, kekhasan kultural, dan kearifan lokal
dari masing-masing etnis di Nusantara adalah aset industri kreatif arsitektur
Nusantara. Khazanah industri kreatif arsitektur Nusantara itu perlu terus digali
dan dikembangkan dalam dimensi ruang dan waktu kekinian. Pewaris arsitektur
Nusantara harus dilibatkan dan berpatisipasi untuk menjaga, merawat, dan
menumbuhkan rasa memiliki terhadap mutu manikam arsitektur Nusantara,
baik dari sisi ilmu pengetahuan Arsitektur Nusantara, praktek profesi arsitek
Nusantara, maupun kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak pada
pembangunan industri kreatif arsitektur Nusantara yang berkelanjutan, yang
membawa dampak untuk kesejahteraan rakyat, berazaskan keadilan dan hak
azasi manusia
ANALISIS KONDISI KENYAMANAN TERMAL PADA RUANGAN DALAM RUMAH BANJAR BALAI BINI DI TEPIAN SUNGAI KUIN UTARA, BANJARMASIN
Rumah Banjar balai bini adalah salah satu dari 12 tipe rumah tradisional Banjar. Ruangan rumah Balai Bini ini diuji kondisi kenyamanan termalnya. Rumah Banjar Balai Bini berlokasi di tepian sungai kuin utara Kelurahan Kuin Utara (pada posisi 3º 17‟ 42.1” LS dan pada bujur 114º 34‟ 41.7” BT), Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategorisasi kondisi kenyamanan termal berdasarkan standar penelitian Mom dan Wiesebrom (1940) dengan cara mencari nilai 4 parameter kondisi termal suhu udara (Ta), temperatur radiasi (ºC), kecepatan udara (m/s) dan kelembaban udara (RH). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan paradigma deduktif dengan strategi dan teknik yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pengukuran ruangan rumah Banjar Balai Bini pada nilai 4 parameter yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa kategori kondisi kenyamanan termal yang diketahui didominasi kategori hangat nyaman ambang atas dengan index suhu kelembaban tertinggi berada pada titik pengukuran pertama (pukul 07.00 - 09.00 wita) yaitu di palataran (teras) dengan suhu 29,98ºC cuaca cerah, sedangkan nilai terendah berada pada titik pengukuran kelima (pukul 15.00 - 17.00 wita) yaitu di ruang palataran (teras) dengan suhu 27,89ºC cuaca mendung-gerimis
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA GREEN BUILDING PERINGKAT PLATINUM DI INDONESIA
Saat ini, pemanasan global semakin terasa dengan meningkatnya pembangunan gedung yang tidak ramah lingkungan. Green Building merupakan salahsatu solusi untuk mengurangi pemanasan global. Tetapi untuk membangun sebuah green building tidaklah murah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Life Cycle Cost pada Green Building. Dengan menggunakan Present Worth Method pada tingkat suku bunga (i) = 6 % dan periode analisis (n) = 17 tahun maka diperoleh Life Cycle Cost dari Alamanda Tower sebesar Rp 1.554.041.286.554. Dengan memasukkan Nilai Sisa sebesar Rp 282.281.574.483, total Life Cycle Cost menjadi sebesar Rp 1.271.759.712.070.
Kata kunci : Green Building, Life Cycle Cost, Present Worth Metho
ANALISIS DESAIN LEAD RUBBER BEARINGS PADA BANGUNAN STRUKTUR BAJA ENAM LANTAI
Base isolation system merupakan salah satu sistem perlindungan seismik yang paling banyak digunakan dalam pembangunan struktur di daerah rawan gempa. Tujuan penulisan ini untuk melihat perbandingan persentase kinerja struktur antara bangunan yang menggunakan base isolation system maupun tanpa base isolation system (tumpuan jepit). Dalam penelitian ini dimodelkan bangunan struktur baja enam lantai dengan base isolation system yang digunakan berupa Lead Rubber Bearing (LRB). Metode penelitian menggunakan analisis non-linear riwayat waktu (NLTHA) El-Centro yang akan diskalakan dengan respon spektrum percepatan gempa Jakarta dengan kondisi tanah lunak (SE). Parameter yang dibandingkan adalah perioda getar struktur bangunan, perpindahan lateral bangunan, dan simpangan antar lantai. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi peningkatan perioda getar struktur sebesar 119,26%, peningkatan perpindahan lateral untuk arah X sebesar 61,56% pada lantai satu, sedangkan total perpindahan pada atap terjadi penurunan untuk arah X sebesar 37,91%, dan adanya penurunan simpangan antar lantai arah X sebesar 71,13%. Berdasarkan hasil perbandingan parameter yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan base isolation system dapat bekerja lebih baik dalam mereduksi gaya gempa dibandingkan tanpa LRB
Aspek Keunikan dan Komunikasi Visual pada Stiker LINE (Studi Kasus: Stiker “Cony Special Edition”, “Soekirman Si Tukang Parkir”, dan “Baba Kiko”)
EVALUASI KAPASITAS TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA RADIN INTEN II LAMPUNG
Bandar Udara Radin Inten II Lampung merupakan bandar udara komersil yang mengalami
peningkatan jumlah penumpang karena potensi wisata yang terdapat pada Provinsi Lampung
mampu menarik wisatawan domestik serta wisatawan asing. Hasil perhitungan di dapatkan bahwa
dengan PWS keberangkatan (349 pnp) dan PWS kedatangan (297 pnp) diperlukan luasan
operasional 4.057,45 m², dengan luasan aktual sebesar 9.650 m²
PENERAPAN MATERIAL HIJAU PADA FASAD RUMAH SAKIT ORTOPEDI TRAUMATOLOGI PROF. DR. R SOEHARSO DI SURAKARTA
Rumah Sakit Ortopedi Traumatologi Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta adalah rumah sakit khusus dibidang pelayanan yang berfokus dalam menangani masalah otot dan tulang pada manusia. Penerapan arsitektur hijau pada rumah sakit adalah untuk mewujudkan Green Hospital agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mempunyai kualitas lingkungan dan kehidupan lebih baik serta berkelanjutan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kriteria material hijau yang dapat diterapkan pada fasad Rumah Sakit. Metode yang diguanakan adalah dengan penelusuran literatur dan analisis deskriptif tentang karakteristik fasad rumah sakit, kriteria arsitektur hijau dan material fasad. Sesuai dengan analisa, material yang dapat digunakan ialah material yang memiliki unsur 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga dinding akan menggunakan batu bata dan pada jendela akan menggunakan material low e-glass dan kusen uPVC
PENERAPAN KOSMOLOGI TATA RUANG LUAR KERATON SURAKARTA PADA PERANCANGAN BANGUNAN PUSAT EKSHIBISI DI SURAKARTA
Kota Surakarta mempunyai potensi dalam sektor bisnis, perdagangan dan potensi seni budaya lokal. Kota Surakarta juga dikenal dengan budaya Jawa yang kental, penerapan konsep kosmologi pada keraton dapat menjadikan sebuah ikon baru pada perancangan bangunan ekshibisi dan dapat memperkuat Identitas Kota. Konsep Kosmologi dalam Jawa Kuno yang masih dipengaruhi agama Hindu dan Budha, menegaskan dalam struktur kosmos terdapat Jambudvipa yang merupakan inti struktur, dikelilingi oleh tujuh lapisan Samudra (segara) dan tujuh lapisan daratan. Dengan keunikan kosmologi keraton yang dapat kita pelajari untuk kehidupan, juga dapat diterapkan pada perancangan pusat ekshibisi di Surakarta. Dengan upaya meningkatkan pasar wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) yang merupakan jenis kegiatan dalam industri pariwisata sehingga dapat menjadi identitas Kota yang dapat di pelajari banyak orang
Masterplan Prasarana, Sarana, dan Utilitas di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang
Dalam merencanakan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Kecamatan Pagedangan, Bappeda Kabupaten Tangerang senantiasa memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengupayakan terwujudnya lingkungan perumahan dan permukiman yang layak huni, sehat, aman, serasi, teratur, terpadu, terjangkau, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan gagasan tersebut dan mengoptimalkan fungsi ruang PSU, maka penyusunan Masterplan PSU di lahan seluas ± 20 Ha dilakukan dengan sebaik-baiknya. Lahan PSU dikelilingi oleh lahan-lahan lain milik para pengembang besar dengan peruntukan jasa komersial. Letak PSU cukup strategis dari aspek ekonomi. Oleh karena itu, penyusunan Masterplan PSU perlu mengantisipasi terhadap intensitas pemanfaatan peruntukan lahan, fungsi ruang, zoningplan, aturan Ketinggian Bangunan, Koefisien Dasar Bangunan, Koefisien Lantai Bangunan, Pajak Bumi dan Bangunan, dan lain sebagainya. Program kebutuhan PSU tidak hanya untuk melengkapi kekurangan PSU yang ada di Kabupaten Tangerang, tetapi lebih dari itu mengantisipasi terhadap pengembangan ruang jasa komersial, kebutuhan warga untuk berinteraksi sosial, dan beban pajak bumi dan bangunan yang ditanggungnya. Metode penyusunan masterplan adalah metode participatory, dimana para pemangku kepentingan diajak berdialog untuk menemukan gagasan bersama mengenai apa program kebutuhan PSU di Kecamatan Pagedangan, dan bagaimana prospek pengelolaannya di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui diskusi dan simulasi ini, pada akhirnya berhasil menyusun masterplan PSU dengan konsep mix-use, dimana kebutuhan ruang untuk fungsi interaksi sosial, fungsi kelestarian lingkungan hidup, dan fungsi jasa komersial terpenuhi secara terpadu. Desain kawasan PSU didedikasikan untuk warga Kecamatan Pagedangan dan sekitarnya, baik anak-anak, remaja, dewasa, warga disabilitas maupun difabelitas. Masterplan PSU dirancang dengan konsep kawasan ramah lingkungan dan hemat energi