1360 research outputs found
Sort by
ANALISIS POTENSI ENERGI TERHADAP PENGURANGAN EMISI GAS KARBONDIOKSIDA PADA GEDUNG ALAMANDA TOWER
Negara Indonesia mengalami perkembangan secara pesat di berbagai sektor, khususnya di sektor industri. Maka dengan itu sangat dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktivitas tersebut. Sehingga banyak terjadinya pembangunan di berbagai daerah, hal ini memberikan berbagai dampak salah satunya dampak negatif. Salah satu cara dalam menangani masalah tersebut dengan cara menerapkan konsep bangunan yang ramah lingkungan (green building). Konsep green building berupaya melakukan efisiensi dan konservasi energi agar mengurangi penggunaan energi yang berlebih. Sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi tersebut. Pada penelitian ini, penulis menggunakan data dari observasi pada gedung Alamanda Tower serta menggunakan SNI 03-6389:2011 dan Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur No.38 Tahun 2012. Hasil penelitian ini adalah nilai OTTV sebesar 66.48 Watt/m2 melebihi nilai yang telah ditentukan sebesar 45 Watt/m2. Nilai tersebut dapat mempengaruhi beban pendinginan dan konsumsi energi
PENCERMINAN FLEKSIBILITAS PADA HALL GEDUNG CONVENTION CENTER DI SURAKARTA DENGAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK
Kota Surakarta saat ini memerlukan gedung convention center sebagai wadah kegiatan MICE
karena memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis MICE. Bertumbuhnya populasi penduduk
menjadi masalah yang berpengaruh dalam perancangan ruang convention, Konsep arsitektur
futuristik memiliki aspek yang dapat mendukung terciptanya ruang yang fleksibel untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Untuk mengetahui peran arsitektur futuristik untuk menciptakan
ruang yang fleksibel dilakukan dengan menganalisis studi preseden yang telah disesuaikan dengan
tinjauan pustaka dan diimplementasikan ke dalam studi kasus. Teknologi gala system adalah
teknologi yang paling fleksibel di antara teknologi lainnya yang memungkinkan terciptanya
beberapa alternatif layout ruang sesuai kebutuhan ruang convention center di kota Surakarta
Ornamen Islam Pada Bangunan Arsitektur Masjid Dian Al Mahri Kubah Emas Depok
Abstract
In the teachings of Islam the sources of the Qur’an and the Hadith are basically no rules
governing the building of the Mosque other than the terms of the place that can be used
in performing the Prayer, but on the other hand many Mosques are adaptive in the form
of ornaments. as well as local value systems. The form of ornament that is a decorative
element of a building is often directly related to the times and culture of the community.
In terms of the ornament of the Mosque does not escape the Islamic law that is found in
the Hadith and the Quran. This is the focus of this study.
The method used is a descriptive qualitative beginning of the field. The results show that
the shape of the ornament in the Dian Al Mahri Mosque is no indication of the animal
ornament, so the ornamentation of the Mosque is acceptable to Muslims especially in
Jakarta and its surroundings.
Keywords: mosque architecture, ornaments, golden dome
Abstrak
Di dalam ajaran agama Islam yang bersumberkan Al Qur’an dan Hadist pada
dasarnya tidak terdapat aturan yang secara langsung mengatur mengenai
bangunan Masjid selain syarat-syarat tempat yang dapat dipakai dalam
melaksanakan Sholat, namun di sisi lain banyak Masjid yang bersifat adaptif
dengan memasukkan bentuk ornamen serta sistem nilai setempat (lokal).
Bentuk ornamen yang merupakan elemen dekorasi pada suatu bangunan
sering kali berkaitan langsung dengan zaman dan budaya masyarakat. Dalam
hal ornamen pada Masjid tidak lepas dari hukum Islam yang tertuang dalam
Hadis dan Al Quran. Hal demikianlah yang menjadi pusat perhatian dalam
penelitian ini.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ornamen pada bangunan Masjid
Dian Al Mahri tidak terdapat indikasi yang menunjukkan ornamen binatang,
sehingga ornamentasi pada Masjid tersebut dapat diterima oleh umat muslim
terutama di Jakarta dan sekitarnya.
Kata kunci: arsitektur masjid, ornamen, kubah ema
EVALUASI AZIMUTH LANDASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA DENGAN METODE WIND ROSE
Bandar udara Internasional Husein Sastranegara berlokasi di Jalan Pajajaran nomor 156 Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan azimuth landasan Bandar udara menggunakan data angin pada tahun 2018 dengan azimuth landasan Bandar udara pada tahun 2019. Oleh sebab itu, pada penelitian ini diperlukan untuk mengetahui besar cross wind yang ada pada landasan Bandar udara Internasional Husein Sastranegara menggunakan metode wind rose. Cara yang dilakukan adalah dengan menganalisis angin pada tahun 2018 setiap enam jam atau empat kali sehari agar terlihat besar angin yang dan arah angin yang paling dominan yang ada pada Bandar udara Internasional Husein Sastranegara. Setelah data angin diolah dalam bentuk excel dan sudah didapatkan besar angin dalam besaran knots dan arah angin dalam besaran derajat lalu diolah menggunakan aplikasi WRPLOT untuk menghasilkan gambar wind rose sehingga dari gambar wind rose tersebut didapat sudut atau azimuth landasan Bandar udara internasional Husein Sastranegara dan dibandingkan dengan data azimuth landasan Bandar udara Husein Sastranegara pada saat ini
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI DENGAN METODE LEARN CONSTUCTION
Berdampak pada lingkungan sekitar proyek. Untuk itu perlu dilakukannya manajemen terhadap limbah konstruksi. Analisis dan pengelolaan limbah konstruksi dengan metode lean construction ini dilakukan untuk mengetahui penyebab limbah konstruksi,berapa wastage material terbesar pada proyek konstruksi dan bagaimana cara pengelolaan limbah konstruksi. Teknik analisa data dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya wawancara dengan narasumber dan menghitung material terpasang, menghitung material sisa terbesar dan Analisa waste level. Dari hasil wawancara dan perhitungan material yang ditinjau adalah penyebab terjadinya limbah yaitu karena adanya defect (cacat produk ), over production ( produk yang berlebih ) dan over inventory (kelebihan stok barang), jenis-jenis limbah konstruksi yang dihasilkan adalah semen, bata merah, batu makadam dan kayu yang sudah keropos, sisa material terbesar yang dihasilkan dalam proyek yang diteliti adalah sisa material besi D8 sebesar 6510.31 dan wastage level terbesar yang dihasilkan dalam proyek ini adalah material D10 yaitu sebesar 11.874%. Pengelolaan limbah konstruksi dalam proyek ini adalah dengan cara menghilangkan barang sisa yaitu dengan metode reuse dan recycle, kemudian dengan menentukan depan tepat pendapat material menurut pendapat konsumen yaitu dengan cara melakukan pemesanan sesuai schedule yang sedang dikerjakan, dan yang terakhir dengan menjaga sisa material
KOMPARASI KENYAMANAN VIEW-VISUAL DARI RUMAH SUSUN PASAR RUMPUT
Rumah susun adalah bangunan bertingkat yang difungsikan sebagai hunian bagi manusia juga
sebagai tempat beraktifitas bagi manusia. Rumah susun dituntut untuk dapat menunjang segala
kebutuhan manusia sebagai penggunanya. Untuk itu maka rumah susun harus memiliki faktor
yang menimbulkan kenyamanan fisiologi terhadap manusia sebagai penggunanya. Kenyamanan
fisiologi berkaitan dengan kenyamanan yang dirasakan oleh panca indra. Salah satu unsur
kenyamanan fisiologi adalah kenyamanan view-visual. Kenyamanan view-visual berkaitan dengan
penglihatan. dIni terkait dengan view atau pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah
yang berada disekitar pengamat. Pendapat arsitek dan pembimbing yang lebih disebut dengan etik
dan bisa berbeda dengan pendapat dengan pengguna atau emik. Salah satu cara untuk menentukan
aspek kenyamanan view-visual menurut pengguna adalah dengan melakukan penelitian terhadap
pengamat yang dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian
komparatif atas beberapa pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah dari sisi utara,
selatan, timur dan barat pada rumah susun. Responden penelitian adalah 10 orang penghuni
bantaran kali ciliwung yang dipumpuni akan mendiami rumah susun Pasar Rumput. Dari data
yang didapat ditemukannya perbedaan pendapat antara etik dan emik. Menurut etik pemandangan
terbaik berada di sisi utara-selatan, sedangkan menurut emik pemandangan terbaik berada di sisi
timur-barat
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI BENDA YANG MEMILIKI FUNGSI BARU SEBAGAI ELEMEN DEKORASI RUANGAN
Recycling is processing waste into new products that are suitable for use and it’s aim to preserve the
environment. Community Service (PKM) that I did is prossesing household waste from used cookie jars,
bottles of mineral water and patchwork. These objects are often found in residential environment. Lack
of understanding and knowledge of the community about how to process waste, making all used goods
only thrown away or burned. The purpose of this PKM is to provide training to general public, especially
mothers and young women so that they can have the skills to process household waste into useful new
goods. This research was conducted through direct observation in the field at the time of program
preparation. This training implementation system is experimentative that providing training directly to
participants using used items that have been prepared and provide understanding and direction of various
aspects of supporting design in the recycling process, including shape composition, size proportion,
technique used and color composition aspects. The training method is descriptive qualitative, which is
collecting, selecting, analyzing and evaluating the information data obtained. The result is new product
that has aesthetic, functional and selling value from household waste of used jars, used plastic bottles
and patchwork. Training activities can be carried out continuously in order to improve institutional
relations with the surrounding community, so that universities as scientific institutions can apply the
knowledge and technology they master to address problems in society and improve the welfare of the
community.
ABSTRAK
Mendaur ulang adalah pengolahan limbah menjadi produk baru yang layak pakai dan bertujuan untuk
melestarikan lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang saya lakukan adalah pengolahan
obyek limbah rumah tangga dari toples bekas kemasan kue kering, botol air mineral dan kain perca.
Benda tersebut banyak ditemukan dilingkungan perumahan. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan
masyarakat tentang cara mengolah sampah, menjadikan semua barang bekas hanya dibuang atau
dibakar. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat umum, khususnya para
ibu dan remaja putri agar dapat memiliki ketrampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi barang
baru yang bermanfaat. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung dilapangan pada saat
persiapan program. Sistem pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan dengan cara eksperimentatif yaitu
memberikan pelatihan langsung kepada peserta menggunakan barang bekas yang sudah disiapkan dan
memberikan pemahaman serta pengarahan berbagai aspek desain pendukung dalam proses mendaur
ISBN: 978-602-392-860-6 e-ISBN: 978-602-392-861-3
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Terbuka
353
ulang tersebut, seperti aspek : komposisi bentuk, proporsi ukuran, teknik yang dipakai dan komposisi
warna. Metoda pelatihan yang dilakukan adalah kualitatif bersifat deskriptif yaitu menghimpun, memilih,
menganalisis dan mengevaluasi data informasi yang diperoleh. Melalui pelatihan ini diperoleh hasil
bahwa sampah rumah tangga berupa toples bekas, botol plastik bekas dan kain perca dapat menjadi
produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional dan memiliki nilai jual. Kegiatan pelatihan dapat
dilakukan berkelanjutan agar dapat meningkatkan hubungan intitusi dengan masyarakat sekitar,
sehingga perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dikuasainya untuk menjawab masalah yang ada di masyarakat & meningkatkan
kesejahteraan masyaraka