21105 research outputs found
Sort by
The Relationship between Self-Motivation and Permissive Parenting with Academic Procrastination of Pharmacy Study Program Students at Sari Mutiara Indonesia University in Medan
140 HalamanPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan motivasi diri dan pola asuh permisif dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah 358 mahasiswa dengan sampel sebanyak 189 mahasiswa dimana pengambilan sampelnya dilakukan dengan menggunakan teknik proportional startified random sampling. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Motivasi diri berhubungan negatif dan signifikan dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan dengan nilai thitung > ttabel (-2,067 > 1,65309) dan nilai signifikansi t lebih kecil dari 0,05 (0,040 ttabel (9,571 > 1,65309) dan nilai signifikansi t lebih kecil dari 0,05 (0,000 Ftabel (50,867 > 3,04). This research was conducted to find out whether there is a relationship between self-motivation and permissive parenting with academic procrastination of Pharmacy Study Program students at Sari Mutiara Indonesia University in Medan. The population in this study were 358 students with a sample of 189 students where the sample was taken using a proportional startified random sampling technique. This type of research method used is quantitative research. The results of this study are as follows: (1) Self-motivation is negatively and significantly related to academic procrastination of Pharmacy Study Program students at Sari Mutiara Indonesia University in Medan with a tcount > ttable (-2.067 > 1.65309) and a significance value of t is smaller than 0.05 (0.040 ttable (9.571 > 1.65309) and a significance value of t is less than 0.05 (0.000 Ftable (50.867 > 3.04)
The Role of the Village Head to Improve Community Participation in Development Seirotan Village, Percut Sei Tuan District Deli Serdang Regency
88 HalamanDalam penelitian ini adalah peranan kepala desa dalam meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa Sei Rotan Kecamatan Deli
Serdang Kabupaten Deli Serdang yang belum maksimal, hal ini dapat dilihat dari
kurangnya dan lemahnya pastisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga
pembangunan di desa Sei Rotan masih perlu diperbaiki dan dikerjakan oleh
semua masyarakat yang ada di desa secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana Peran Kepala Desa Meningkatkan Partisipasi
Masyarakat Dalam Pembangunan Di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan
Kabupaten Deli Serdang.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif,
dan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam
pembangunan Desa Sei Rotan berjalan dengan baik sesuai dengan 3 indikator
peran kepala desala dalam meningkatkan partisipasi pembangunan desa yaitu.
melalui indikator motivator mendorong atau memotivasi masyarakat agar terlibat
dalam pembangunan fisik dan kegiatan gotong royong, indikator fasilitator bahwa
kepala desa sebagai fasilitator selalu memberikan fasilitas-fasilitas yang
menunjang guna seperti halnya tempat pertemuan. Seperti balai desa yang
difasilitasi kepala desa guna membahas mengenai pembangunan-pembangunan
untuk yang ada di Desa Sei Rotan .Indikator mobilisator menggerakan atau
mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama melakukan tindakan yang nyata
untuk membangun desa misalnya melakukan kerja bakti, meningkatkan aparatur
perangkat desa dan menggerakan masyarakat dalam pertemuan desa. Sementara
Kendala Peran Kepala Desa Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam
Pembangunan Di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli
Serdang adalah pekerjan dan fasilitas dan peralatan yang masih kurang maksimal. The problem in this study is the role of the village head in increasing
community participation in the development of Sei Rotan Village, Deli Serdang
District, Deli Serdang Regency which has not been maximized. repaired and
carried out by all the people in the village as a whole. The purpose of this study
was to find out how the role of the village head increases community participation
in development in Sei Rotan Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang
Regency. This type of research uses qualitative research, and data collection
techniques are interviews, observation, and documentation. The results showed
that community participation in the development of Sei Rotan Village went well
according to 3 indicators of the village head's role in increasing village
development participation, namely. through the motivator indicator encouraging
or motivating the community to be involved in physical development and mutual
cooperation activities, the facilitator indicator is that the village head as the
facilitator always provides supporting facilities such as meeting places.Like the
village hall facilitated by the village head to discuss developments for those in Sei
Rotan Village. The mobilizing indicator moves or invites the community to take
concrete actions to develop the village, for example, community service,
increasing village apparatus and mobilizing the community at village meetings.
Meanwhile, the obstacle to the role of the village head in increasing community
participation in development in Sei Rattan Village, Percut Sei Tuan District, Deli
Serdang Regency is that work and facilities and equipment are still not optimal
Implementation of Equalization of Echelon V Structural Positions to Functional Positions in the Belawan Customs Middle Type Supervisory and Service Office of BEA and Excise
86 HalamanSalah satu program penyederhanaan birokrasi yang dilakukan pemerintah adalah
penyederhanaan birokrasi berupa alih jabatan struktural ke jabatan fungsional
pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diatur pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
Nomor 17 tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam
Jabatan Fungsional. Dengan bergulirnya penyetaraan jabatan di lingkungan kantor
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, masih adanya permasalahan yang dihadapi
oleh setiap pejabat fungsional. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi
penyetaraan jabatan serta pendukung dan penghambat implementasi dimaksud
pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean
Belawan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pengumpulan data dari 4 (empat) orang informan yang dipilih secara purposive
sampling yakni Ahmad Lufthi, Hasanuddin, Despant S, Maju K dan dilakukan
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data
yang digunakan adalah pengumpulan data reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa pengaturan Permenpan
RB tentang penyetaraan jabatan yang wajib tanpa kontekstualisasi dan adaptasi
menyebabkan masalah pada pengembangan jenjang karir, sehingga berpotensi
menimbulkan implikasi terhadap sistem kerja yang tidak efektif. Fakta di
lapangan dampak dari implementasi kebijakan penyetaraan jabatan ini
menggambarkan tidak adanya kejelasan mengenai pengembangan jenjang karir ke
depannya, sehingga menyebabkan semangat kerja berkurang yang nantinya dapat
berpengaruh pada hasil yang diharapkan. Dengan demikian, penelitian ini
merekomendasikan agar pemerintah pusat melakukan pembenahan terhadap
kebijakan ini agar nantinya dapat selaras dengan kebutuhan pejabat fungsional
sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan baik. Onexof the bureaucratic simplification programs carriedxout byxthegovernmentxis
bureaucratic simplification in the form ofxtransferring structural positionsxto
functional positionsxinxthexState Civil Apparatus (ASN) which isxregulatedxinxthe
Regulationxof thexMinister ofxAdministrative Reformxand BureaucraticxReformxof
thexRepublic ofxIndonesia Numberx17 ofx2021 concerningxEqualizationxof
AdministrativxPositions intoxFunctionalxPositions . Withxthe ongoingequalization
ofxpositions within thexoffice ofxthexDirectorate GeneralxofxCustomsxandxExcise,
there are still problems faced by each functional official. Thisxstudy aimsxto
determine theximplementation ofxequalization ofxpositionsxas wellxas thexfactors
andximplementation constraints referred to in the Belawan Middle Type Customs and
Excise Service and Monitoring Office. The method used is descriptive qualitative by
collecting data from 4 (four) informants selected by purposive sampling namely
Ahmad Lufthi, Hasanuddin, Despant S, Maju K and carried out through observation,
interviewsxandxdocumentation. Whilexthexdata analysisxtechniques usedxare
dataxcollection, dataxreduction, dataxpresentation, andxdrawingxconclusions.
Basedxon thexresults ofxthe study it isxknown thatxthe implementationxof
equalizationxof positions in the context ofxsimplification ofxthe bureaucracyxat
thexCustoms andxExcise ServicexOffice ofxthexBelawan MiddlexTypexCustoms,
NorthxSumatra still needs to make improvements to this policy. This study found that
the regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform concerning
mandatory equalization of positions without contextualization and adaptation causes
problems in the development of career paths, which has the potential to have
implications for an ineffective work system. Facts on the ground that the impact of the
implementation of the equalization of positions policy illustrates the lack of clarity
regarding the development of future career paths, causing reduced morale which can
later affect the expected results. Thus, this study recommends that the centra government make improvements to this policy so that later it can be aligned with the
needs of functional officials so that the implementation can run well
Analysis of the Application of Time Management in Lau Simeme Dam Construction Project
75 HalamanProyek kontruksi menjadi suatu kegiatan yang sangat penting dan memerlukan
penerapan manajemen waktu yang baik. Proyek kontruksi itu sendiri adalah suatu
upaya untuk mencapai suatu hasil dalam bentuk bangunan atau infrastruktur. Ada
banyak faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya keterlambatan, maka dari
itu diperlukan suatu analisa mengenai pelaksanaan manajemen waktu proyek,
salah satu metode yang dapat digunakan adalah CPM (Critical Path Method).
Pada penelitian ini digunakan metode CPM untuk menghitung total durasi dan
manajemen waktu dalam melakukan percepatan dalam suatu proyek. Total durasi
yang telah didapat akan di crashing untuk mendapatkan waktu yang lebih cepat
agar proyek dapat selesai secepat mungkin. Hasil penelitian ini pada proyek
pembangunan Bendungan Lau Simeme terdapat 12 jalur kritis yaitu A-B-C-D-FG-
H-I-J-K-M-N. Pekerjaan tersebut telah dianalisa dan menghasilkan total waktu
984 hari. Construction projects become a very important activity and require the
application of good time management. The construction project itself is an
attempt to achieve a result in the form of a building or infrastructure. There are
many factors that can cause delays, therefore an analysis is needed regarding the
implementation of project time management, one of the methods that can be used
is the CPM (Critical Path Method). In this study, the CPM method was used to
calculate the total duration and time management in accelerating a project. The
total duration that has been obtained will be crashing to get a faster time so that
the project can be completed as quickly as possible. The results of this research
on the Lau Simeme Dam development project have 12 critical paths, namely A-BC-
D-F-G-H-I-J-K-M-N. The work was analyzed and resulted in a total time of
984 days
Utilization of Eggshell Waste As Amelioran and Rhizoplex Materials to Increase Scallion Production (Allium fistulosum L.)
77 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai bahan amelioran dan rhizoplex pada tanah ultisol untuk meningkatkan produksi bawang daun. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 factorial perlakuan yakni : 1.) Faktor Cangkang Telur yang terdiri 4 Taraf Perlakuan, 2.) Faktor Rhizoplex yang terdiri 4 Taraf Perlakuan yakni : R0 = Tanpa Perlakuan (Kontrol), R1 = Rhizoplex 20 g/plot (20 kg/ha), R2 = Rhizoplex 40 g/plot (40 kg/ha), R3 = Rhizoplex 60 g/plot (60 kg/ha), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 plot percobaan. Setiap plot percobaan terdiri dari 5 tanaman dengan 3 tanaman sampel. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1.) Pemberian Tepung cangkang telur berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar tanaman, bobot tanaman per sampel dan bobot tanaman per plot bawang daun. 2.) Pemberian pupuk organik Rhizoplex tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan bawang daun tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar tanaman, bobot tanaman per sampel, dan bobot tanaman per plot. 3.) Kombinasi pemberian tepung cangkang telur dan pupuk organik Rhizoplex tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bobot tanaman per sampel, dan bobot tanaman per plot. This study aims to determine the utilization of eggshell waste as amelioran and rhizoplex materials in ultisols to increase leek production. The research method used was a randomized block design (RBD) with 2 treatment factors, namely: 1.) Eggshell factor which consisted of 4 treatment levels, 2.) Rhizoplex factor which consisted of 4 treatment levels, namely: R0 = No treatment (Control), R1 = Rhizoplex 20 g/plot (20 kg/ha), R2 = Rhizoplex 40 g/plot (40 kg/ha), R3 = Rhizoplex 60 g/plot (60 kg/ha), each treatment was repeated 3 times so that There are 48 experimental plots. Each experimental plot consisted of 5 plants with 3 sample plants. The results of this study were as follows: 1.) The application of eggshell flour had no significant effect on plant height, number of leaves and number of tillers but had a very significant effect on plant root length, plant weight per sample and plant weight per scallion plot. 2.) Application of Rhizoplex organic fertilizer had no significant effect on plant height, number of leaves, and number of tillers of scallions but had a very significant effect on plant root length, plant weight per sample, and plant weight per plot. 3.) The combination of eggshell powder and Rhizoplex organic fertilizer had no significant effect on plant height, number of leaves, number of tillers, root length, plant weight per sample, and plant weight per plot
Relationship Between Conformity And Online Shopping Consumtive Behavior In Students Of The Faculty Of Psychology 2018 University Of Medan Area
95 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif belanja online pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan yaitu random sampling dengan total sampel sebanyak 84 mahasiswa dari total populasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala konformitas dan skala perilaku konsumtif. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi, didapatkan hasil signifikansi korelasi p = 0,007 < 0,05, artinya ada hubungan antara konformitas dan perilaku konsumtif belanja online pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area, dengan koefisien determinan )
sebesar 0,115 dan sumbangsih sebesar 11,5%. Dengan kata lain hipotesis diterima. Konformitas tergolong rendah (mean empirik = 35, mean hipotetik = 35,00 dimana selisih nya lebih dari bilangan sd = 4,358) dan untuk perilaku konsumtif tergolong rendah (mean empirik = 55,99 < mean hipotetik = 62,5 dimana selisihnya lebih dari bilangan SD = 7,872) This article aims to determine the relationship between conformity and online shopping consumptive behavior among students of the Faculty of Psychology, University of Medan Area. This research method uses quantitative methods. The sample technique used israndom sampling with a total sample of 84 students from the total population. The data collection method in this study uses a conformity scale and a consumptive behavior scale. The data analysis technique used the correlation technique, the results obtained a significant correlation p = 0.007 <0.05, meaning that there is a relationship between conformity and consumptive online shopping behavior among students of the Faculty of Psychology, University of Medan Area, with a determinant coefficient of 0.115 and a contribution of 11,5%. In other words the hypothesis is accepted. Conformity is classified as low (empirical mean = 35, hypothetical mean = 35.00 where the difference is more than sd number = 4.358) and consumptive behavior is low (empirical mean = 55.99 < hypothetical mean = 62.5 where the difference is more than SD = 7.872)
Law Enforcement of Traffic Violations by Students in the Jurisdiction of Asahan Polres (Study on Asahan Polres Traffic Units)
84 HalamanSkripsi ini membahas tentang Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Pelajar Di Wilayah Hukum Polres Asahan (Studi Pada Satuan Lalu Lintas Polres Asahan). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, penegakan hukum terhadap pelajar atas pelanggaran lalu lintas, dan upaya penanggulangan yang dilakukan satuan lalu lintas Polres Asahan terhadap pelajar atas pelanggaran lalu lintas di Satuan Lalu Lintas Polres Asahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan didukung oleh data empiris serta sifat penelitian ini adalah bersifat penelitian deskriptis analisis sedangkan analisis data yang dipergunakan adalah analisis kualitatif. Pengaturan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas pengendara yang melakukan pelanggaran maka pihak kepolisian lalu lintas Polres Asahan akan menindak atau memberikan sanksi kepada pelangggar tersebut sesuai dengan pasal yang dilanggar dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009. Proses penegakan hukum yang dilakukan bahwa pihak kepolisian satuan lalu lintas menindak atas pasal yang dilanggar. Upaya penanggulangan yang dilakukan satuan lalu lintas polres asahan terhadap pelajar atas pelanggaran lalu lintas melalui dengan dua cara yaitu preventif dan refresif, yaitu melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan etika berlalu lintas sejak dini dan dengan melakukan peneguran kepada remaja yang melanggar. This thesis discusses Law Enforcement Against Traffic Violations by Students in the Legal Area of the Asahan Police (Study on the Asahan Police Traffic Unit). The formulation of the problem in this study is how to regulate the law against traffic violations, law enforcement against students for traffic violations, and the countermeasures carried out by the Asahan Police Traffic Unit against students for traffic violations at the Asahan Police Traffic Unit. The type of research used is normative legal research and is supported by empirical data and the nature of this research is analytical descriptive research while the data analysis used is qualitative analysis. Legal regulations for traffic violations for motorists who commit violations, the Asahan Police traffic police will take action or give sanctions to these violators in accordance with the article violated in Law Number 22 of 2009. The law enforcement process is carried out by the traffic unit police take action on the articles that have been violated. Countermeasures carried out by the Asahan Police Traffic Unit against students for traffic violations are carried out in two ways, namely preventive and repressive, namely conducting counseling to schools to introduce traffic ethics from an early age and by reprimanding teenagers who violate it
Improving the Performance of State Civil Apparatus Employees at the Medan City Cleaning and Parks Service
83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran absensi online dalam meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. Metode penelitian ini yaitu deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi literatur, dan wawancara pada 6 orang sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan peran absensi online tidak mampu meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai. Respon pegawai terhadap kebijakan absensi online juga rendah, absensi online tidak mampu meningkatkan kinerja pegawai. Lemahnya sanksi pelanggaran disiplin, tidak dilakukan evaluasi, lemahnya pengendalian dan pengawasan terhadap implementasi absensi online menjadi penyebab rendahnya partisipasi dan responsibility pegawai terhadap absensi online menyebabkan peran absensi online menjadi rendah dalam meningkatkan kinerja pegawai. Pejabat dan semua pegawai sebaiknya meningkatkan sense of belonging yang tinggi terhadap kehadiran absensi online yang memerlukan biaya besar untuk merealisasikannya, sehingga absensi online berperan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. This study aims to determine the role of online attendance in improving employee performance at the Sanitation and Landscaping Office of Medan City,literature study, and interviews with 6 people as data sources.Weak control and supervision of the implementation of online attendance are the of low employee participation and responsibility for online attendance causing the role of online attendance to low in improving employee performance. Officials and all employees shouldincrease a sense of belonging to online attendance attendance which requires a large fee to make it happen, so that online attendance plays a role in accordance with its functions objectives
The Relationship Of Religiusity With Forgiveness In Students Of Medan University Area Faculty Of Psychology
104 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan anatara religiusitas dengan
forgiveness pada mahasiswa UMA fakultas psikologi. Skala yang digunakan pada
penelitian ini adalah skala religiusitas dan skala forgiveness dimana yang menjadi
subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa UMA fakultas psikologi yang
berjumlah 55 mahasiswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
Product moment maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: terdapat hubungan
positif yang signifikan antara religiusitas dengan forgiveness. Hasil ini
membuktikan dengan kolerasi rxy = 0,580 Dengan p<0,008 bahwa religiusitas
berkontribusi tterhadap forgiveness sebesar 33,6%. Dari hasil penelitian ini
diketahui bahwa masih terdapat 66,4% dari faktor lain dari forgiveness yang
dijelaskan dalam penelitian dan tidak terlihat penelitian ini. Bahwa mahasiswa
memliki religiusitas yang tergolong religiusitas berada di kategori rendah dengan
mean emperik = 10,61 > mean hipotetik = 65 dimana selisi kedua mean melebihi
bilangan SD = 10,61 dan forgiveness pada tergolong rendah mean empirik 9,98 >
mean hipotetik = 55 dimana selisih kedua mean melebihi bilangan 9,98.
Berdasarkan hasil ini, maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini
dinyatakan diterima. This study aims to look at the relationship between religiosity and forgiveness in
UMA psychology students. The scale used in this study is the religiosity scale and
the forgiveness scale where the subjects in this study were UMA psychology
students, totaling 55 students. The data analysis method used in this research is
Product moment, so the following results can be obtained: there is a significant
positive relationship between religiosity and forgiveness. These results prove the
correlation rxy = 0.580 With p <0.008 that religiosity contributes to forgiveness by
33.6%. From the results of this study it is known that there are still 66.4% of the
other factors of forgiveness described in the research and are not visible in this
research. That students have religiosity which is classified as religiosity is in the
low category with empirical mean = 10.61 > hypothetical mean = 65 where the
difference between the two means exceeds SD number = 10.61 and forgiveness is
classified as low empirical mean 9.98 > hypothetical mean = 55 where the
difference between the two means exceeds the number 9.98 . Based on these results,
the hypothesis that has been proposed in this study is declared accepted
Differences in Work Motivation Judging from Personality Types A and B in Marketing Employees Pt. Bank Btpn Lubuk Pakam Deli Serdang
93 HalamanPengembangan yang diberikan oleh perusahaan akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan marketing. Adanya motivasi maka karyawan marketing mampu mencapai target di dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan motivasi kerja ditinjau dari tipe kepribadian A dan B pada karyawan marketing. Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala motivasi kerja dengan pengumpulan data yang menggunakan skala likert, dimana yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 100 orang karyawan marketing PT. Bank BTPN Lubuk Pakam Deli Serdang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Independent Sample T-test, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut : Terdapat perbedaan motivasi kerja antara tipe kepribadian A dan B karyawan marketing PT. Bank BTPN Lubuk Pakam Deli Serdang. Hasil ini dengan p < 0,001, yang artinya ada perbedaan motivasi kerja ditinjau dari tipe kepribadian A dan B, maka dapat dinyatakan bahwa motivasi kerja karyawan marketing pada tipe kepribadian B tinggi, sebab mean hipotiknya 145 lebih kecil dari pada mean empirik 150,038 dimana selisihnya melebihi nilai SD 22,179 dan pada karyawan marketing berkepribadian A berada pada kategori rendah, sebab mean hipotetiknya 145 lebih besar dari mean empirik 133,958 dimana selisihnya lebih dari nilai SD 34,572. Dari hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. The development provided by the company will influence the work motivation of marketing employees. With motivation, marketing employees are able to achieve targets within the company. This research aims to see the differences in work motivation in terms of personality types A and B in marketing employees. The scale used in this research is a work motivation scale with data collection using a Likert scale, where the subjects in this research were 100 marketing employees of PT. Bank BTPN Lubuk Pakam Deli Serdang. The data analysis method used in this research is the Independent Sample T-test technique, so the following results can be obtained: There are differences in work motivation between personality types A and B of PT marketing employees. Bank BTPN Lubuk Pakam Deli Serdang. This result is p < 0.001, which means there is a difference in work motivation in terms of personality types A and B, so it can be stated that the work motivation of marketing employees in personality type B is high, because the hypothetical mean of 145 is smaller than the empirical mean of 150.038 where the difference exceeds the value SD is 22.179 and marketing employees with personality A are in the low category, because the hypothetical mean of 145 is greater than the empirical mean of 133.958, where the difference is more than the SD value of 34.572. From the results of this research, the proposed hypothesis is declared accepted