21105 research outputs found
Sort by
Relationship Between Job Demands and Work Engagement in Employees of Bank Muamalat KC Medan Balaikota
87 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara job demands dengan work engagement pada karyawan Bank Muamalat KC Medan Balaikota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dalam bagian finance operation yang berjumlah 30 orang. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu keseluruhan dari populasi dijadikan sampel penelitian yang juga berjumlah 30 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala job demands dan work engagement. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode analisis korelasional, diketahui bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara job demands dengan work engagement dilihat nilai koefisien (Rxy) = -0,703 dengan p = 0,000 < 0,05, artinya hipotesis yang mengatakan ada hubungan negatif antara job demands dengan work engagement semakin tinggi job demands maka akan semakin rendah work engagement, begitu juga sebaliknya semakin rendah job demands maka akan semakin tinggi work engagement diterima. Dalam penelitian ini job demands pada karyawan tergolong rendah, berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (50,967) lebih kecil dari nilai rata-rata hipotetik (60). Selanjutnya diketahui bahwa work engagement pada karyawan tergolong tinggi, hal tersebut berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (46,267) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetik (40). Begitu juga dengan nilai koefisien diterminan (R2) yang memiliki nilai 0,494, hal ini setara dengan 49,40%, artinya adalah bahwa job demands berkontribusi sebesar 49,40% terhadap work engagement pada karyawan. This study aims to look at the relationship between job demands and work engagement among Bank Muamalat KC Medan Balaikota employees. The research approach used is a quantitative approach to the type of correlation research. The population in this study were 30 employees in the finance operation section. To determine the number of samples in this study using total sampling technique, namely the entire population is used as a research sample which also amounts to 30 people. Data collection was carried out using the job demands and work engagement scales. Based on the results of data analysis using the correlational analysis method, it is known that there is a significant negative relationship between job demands and work engagement, seen from the coefficient value (Rxy) = -0.703 with p = 0.000 < 0.05, meaning that the hypothesis says there is a negative relationship between job demands with work engagement, the higher the job demands, the lower the work engagement, and vice versa, the lower the job demands, the higher the accepted work engagement. In this study, job demands for employees are low, based on the empirical average value obtained (50.967) which is smaller than the hypothetical average value (60). Furthermore, it is known that work engagement among employees is high, this is based on the empirical average value obtained (46.267) which is greater than the hypothetical average value (40). Likewise with the coefficient of the term (R2) which has a value of 0.494, this is equivalent to 49.40%, which means that job demands contribute 49.40% to work engagement among employees
Village Head Communication Strategy in Efforts Prevention of Early Child Marriage (Descriptive Study in Piasa Ulu Village, Tinggi Raja District Asahan Regency)
90 HalamanPernikahan dini memberikan pengaruh negatif baik terhadap kesehatan fisik
maupun mental, serta rencana untuk menghasilkan sumber daya manusia yang
unggul, maka dari itu pemerintah Desa Piasa Ulu melakukan upaya untuk
mengurangi terjadinya pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
strategi komunikasi kepala desa dalam pencegahan pernikahan anak usia dini, dan
hambatan komunikasi dalam pencegahan pernikahan anak usia dini. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif serta menggunakan teori Komunikasi
Harlod D. Lasswell yaitu dengan melihat komponen who, say what, in which
channel, to whom, with what effect. Peneliti juga menentukan 9 (sembilan) orang
informan yang didapat menggunakan teknik Purposive Sampling. Tahapan
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa strategi pencegahan
pernikahan anak usia dini yang dilakukan kepala Desa Piasa Ulu yaitu dengan
melakukan penyuluhan kepada masyarakat baik itu orang tua maupun remaja
untuk memberi pengetahuan atau menambah wawasan mengenai resiko
pernikahan dini dan penegakan UU perkawinan. Adapun beberapa hambatan
komunikasi kepala desa, hambatan sosiologi, hambatan antropologis, hambatan
psikologis, hambatan teknis. Early marriage negative effect both physical and mental health, Piasa Ulu Village
government making efforts reduce occurrence early marriage. Purpose study
determine communication strategy village head in preventing early childhood
marriage, and communication barriers preventing early childhood marriage.
Research qualitative descriptive method and uses Harlod D. Lasswell's
Communication theory, namely looking component who, say what, which channel,
whom, with what effect. Researchers determined 9 informants were obtained
using Purposive Sampling technique. Stages data collection through observation,
interviews, documentation. Results obtained concluded strategy prevent early
childhood marriage carried out Piasa Ulu Village counseling community, Provide
knowledge increase insight into risks early marriage. Some communication
barriers village head, sociological barriers, anthropological barriers,
psychological barriers, technical barriers
The Effect Of Transformational Leadership On Employee Job Satisfaction In Pancur Gading Hotel & Resort
86 HalamanTingkat kepuasan kerja karyawan yang dipengaruhi oleh berbagai aspek salah satunya ialah aspek kepemimpinan. Salah satu gaya kepemimpinan yang ada dan menjadi fokus dari penelitian ini ialah kepemimpinan transformasional yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan dari pengaruh kepemimpinan tranformasional terhadap kepuasan kerja karyawan Pancur Gading Hotel & Resort di Delitua Serdang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua skala yakni skala kepemimpinan transformasional serta skala kepuasan kerja dengan mengunakan skala likert yang terdapat dua pernyataan sifat, yaitu favorable dan unfavorable. Penelitian ini diuji secara statistik dengan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan dapat dilihat dari persamaan regresi linear sederhana Y = 10,987 + 0,251 X serta nilai koefisien determinan (R2) yang memiliki nilai 0.33, yang artinya bahwa kepemimpinan transformasional tersebut berkontribusi sekitar 3,3% terhadap kepuasan kerja karyawan Pancur Gading Hotel & Resort. Hasil kesimpulan penelitian ini ialah kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh pada kepuasan kerja. The level of employee job satisfaction is influenced by various aspects, one of which is the leadership aspect. One of the existing leadership styles and the focus of this research is transformational leadership which is expected to increase employee job satisfaction. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the influence of transformational leadership on job satisfaction of Pancur Gading Hotel & Resort employees in Delitua Serdang. Data collection in this study was carried out using a questionnaire. The data collection method in this study used two scales, namely the transformational leadership scale and the job satisfaction scale using the Likert scale, which contained two characteristic statements, namelyfavorable andunfavorable. This study was tested statistically using a simple linear regression analysis technique. The results showed that there was an influence of transformational leadership on employee job satisfaction. It can be seen from the simple linear regression equation Y = 10.987 + 0.251 X and the value of the determinant coefficient (R2) which has a value of 0.33, which means that the transformational leadership contributes around 3,3% to the job satisfaction of Pancur Gading Hotel & Resort employees. The conclusion of this study is that transformational leadership has a influence on job satisfaction
Metro TV Medan Strategy in the North Sumatra Local Broadcast Broadcasting Process
72 HalamanPenetitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kendala yang dihadapi Metro TV Medan pada proses penyajian program siaran lokal Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada beberapa
infonnan seperti : wawancara dengan Produser, Reporter, Kameramen, Editor Metro TV Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya program Metro TV dirancang melalui berbagai proses yang di mulai dari perencanaan program yang dilalukan oleh produser dan tim lain dapat memberikan saran kepada produser
, bagaimana gambaran program yang ingin ditampilkan. Perencanaan program didasari dengan hal yang up to date sena dapat mewujudkan visi misi Metro TV. Pada perencanaan program ini dilakukan rapat agar semua pihak dapat menjadi bagian dalam perencanaan program Metro TV, Adanya kendala yang berakibat
yaitu mengenai fasilitas alat-alat yang tidak memenuhi standard broadcasting, terdapat perbedaan yang signifikan antara penayangan local dan nasional yaitu pada penayangan local yang tidak memadai seperti penayangan nasional. This research aims to find out the strategies and obstacles faced Metro TV Medan in the process of presenting local North Sumatra broadcast programs.This research method uses a qualitative descriptive research method
data collection techniques using interview techniques with several information such as: interviews with Producers, Reporters, Cameramen, Editors Metro TV Medan. The research results show that the Metro TV programdesigned through various processes starting from program planning carried out by the producer and other teams can provide suggestions to the producer, what is the description of the program you want to display. Program planning Based on things that are up to date, Sena can realize Metro TV's vision and mission.In planning this program, a meeting was held so that all parties could participate part of Metro TV program planning, there were obstacles that resulted namely regarding equipment facilities that do not meet broadcasting standards, there is a significant difference between local and national broadcasts, namely
on local broadcasts which are not as adequate as national broadcasts
Perbedaan Career Adaptability Ditinjau Dari Jenis Kelamin Polisi Bintara Remaja Di Kantor Direktorat Samapta
88 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris Perbedaan
Career Adaptabillity Ditinjau Dari Jenis Kelamin Polisi Bintara Remaja Di Kantor
Direktorat Samapta. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif komparatif.
Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini 70 polisi bintara remaja direktorat
samapta polda sumut. Penentuan subjek menggunakan metode Purposive
Sampling. Skala career adaptability dalam penelitian ini disusun berdasarkan
aspek-aspek carrer adaptability berdasarkan empat aspek menurut (Savickas,
2013), antara lain: Perhatian, Kontrol, Keigintahuan, dan Kepercayaan Diri.
Adapun skala penelitiannya menggunakan adalah skala Likert. Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis T-Test. Berdasarkan hasil
perhitungan dari Analisis Ttes, diketahui terdapat perbedaan Career adaptability
ditinjau dari jenis kelamin. Hasil ini diketahui dengan melihat nilai atau koefisien
perbedaan dengan koefisien T= 10.722 dengan p = 0.000 < 0,050. Berdasarkan hasil
ini berarti hipotesis yang diajukan yang berbunyi ada perbedaan Career
adaptability ditinjau dari jenis kelamin, dinyatakan diterima. This study aims to find out and test empirically the differences in career adaptability
in terms of gender for juvenile police officers at the Samapta Directorate Office.
This study uses a comparative quantitative method. The number of samples in this
study were 70 non-commissioned police officers at the Directorate of North
Sumatra Regional Police. Subject determination using purposive sampling method.
The career adaptability scale in this study was compiled based on the aspects of
carrier adaptability based on four aspects according to (Savickas, 2013),
including: Attention, Control, Curiosity, and Confidence. The research scale used
is the Likert scale. The data analysis method used in this research is T-Test analysis.
Based on the calculation results from the Test Analysis, it is known that there are
differences in Career adaptability in terms of gender. This result is known by
looking at the value or coefficient of difference with the coefficient T = 10,722 with
p = 0,000 <0.050. Based on these results, it means that the proposed hypothesis
which reads that there are differences in Career adaptability in terms of gender, is
declared accepted
Implementation of Qanun Number 7 of 2016 concerning Aceh Forestry in Palm Oil Restoration Efforts In Tenggulun Village, Tenggulun District, Aceh Tamiang District
96 HalamanQanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Kehutanan Aceh, menjadi landasan
hukum dalam upaya melakukan restorasi terhadap alih fungsi lahan hutan yang
dijadikan perkebunan sawit. Terdapatnya kebun sawit keterlanjuran di Desa
Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang mendorong KPH wilayah III Aceh untuk
melakukan upaya restorasi terhadap kebun-kebun sawit tersebut. Hal ini dilakukan
sebagai bentuk implementasi dari Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 Tentang
Kehutanan Aceh yang salah satu isinya adalah mengatur tentang restorasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Qanun Nomor 7 Tahun
2016 Tentang Kehutanan Aceh dalam upaya restorasi di Desa Tenggulun, Kab.
Aceh Tamiang serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di wilayah kerja KPH
Wilayah III Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan cara
mengumpulkan data melalui observasi, wawancara & dokumentasi dengan jumlah
informan sebanyak tujuh orang yang terbagi dalam tiga kategori yaitu informan
kunci, utama dan tambahan. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah
pengumpulan, reduksi, penyajian serta menarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Implementasi Qanun Nomor 7
Tahun 2016 Tentang Kehutanan Aceh dalam upaya restorasi di Desa Tenggulun,
Kab. Aceh Tamiang sebagai cara untuk mencegah kerusakan serta
mengembalikan fungsi kawasan hutan pada wilayah Kerja KPH Wilayah III Aceh
telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan, dalam hal undang undang
Nomor 11 Republik Indonesia Tentang PemerintahanAaceh dan turunanya yaitu
Qanun Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Kehutanan Aceh. Komunikasi, sumber daya
dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik, tetapi dalam pelaksaannya
masih belum ada Standard Operating Procedures (SOP). Dalam hal fragmentasi,
tidak terdapat distorsi yang begitu signifikan. Implementasi terutama di dukung
oleh disposisi yang dipengaruhi oleh tupoksi sesuai dengan ketentuan, faktor
budaya organisasi serta insentif. Penelitian ini juga menunjukkan masih terdapat
keterbatasan di KPH Wilayah III Aceh dalam hal implementasi secara paripurna. The issuance of Qanun Aceh Nomor 7 of 2016 Concerning Forestry in Aceh, has
become the legal basis for efforts to restore encroachment in Forest Areas made
into plantation land. The existence of an oil palm plantation in Tenggulun Village,
Aceh Tamiang Regency has encouraged KPH region III Aceh to make restoration
efforts for this oil palm plantation. This was done as a form of implementation of
Qanun Aceh Nomor 7 of 2016 Concerning Aceh Forestry which regulates
restoration.
This study aims to determine the Implementation of Qanun Nomor 7 of 2016
Concerning Aceh Forestry in Restoration Efforts in Tenggulun Village, Aceh
Tamiang and the factors that influence the implementation referred to in the Aceh
KPH Region III Office in Langsa City. The method used is descriptive qualitative
with data collection carried out through observation, interviews and
documentation. While the data analysis techniques used are data collection, data
reduction, data presentation, and drawing conclusions.
Based on the results of the research it is known that the Implementation of Qanun
No. 7 of 2016 concerning Aceh Forestry in Restoration Efforts in Tenggulun
Village Aceh Tamiang In preventing damage and restoring the function of forest
areas in the Working Area of KPH Region III Aceh has been carried out in
accordance with the provisions of laws and regulations, in this case the
provisions Law No. 11 concerning the Aceh government and its derivative Qanun
number 7 of 2016 concerning Aceh Forestry. Communication, resources and
bureaucratic structure have been going well, but in its implementation there is
still no Standard Operating Procedures (SOP). In terms of fragmentation, there is
no significant distortion. While those that support implementation are dispositions
that are influenced by the main tasks and functions in accordance with the
provisions of the Governor of Aceh Regulation, organizational culture factors,
incentives. In the event that there are still constr
The Influence of Liquidity and Solvency on Profitability in Sub-Sectors Telecommunications Listed on the Indonesian Stock Exchange for the 2016-2021 Period
75 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh antara likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas perusahaan subsektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI Periode 2016-2021. Adapun variabel yang diteliti adalah bagian dari rasio keuangan yakni Debt to Equity Ratio (DER) sebagai proksi dari solvabilitas, Current Ratio (CR) sebagai proksi dari likuiditas, yang mana keduanya merupakan variabel independent. Sedangkan Return On Equity (ROE) sebagai proksi dari profitabilitas yang merupakan variabel dependent. Sampel pada penelitian ini adalah sekitar 5 perusahaan yang sub sector telekomunikasi yang terdaftar pada bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2021. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, dengan bantuan software Eviews versi 10. Data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2016-2021. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara simultan (uji F), menunjukkan bahwa yaitu Likuiditas dan Solvabilitas berpengaruh terhadap Profitabilitas pada sub sector telekomunikasi yang terdaftar di burse efek Indonesia periode 2016-2021. nilai Prob. sebesar 0,00 > 0,05, sehingga dapat diartikan bahwa Pengaruh likuiditas dan solvabilitas bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap profitabilitas pada sub sector telekomunikasi yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) periode 2016-2021. This study aims to prove whether there is an influence between liquidity and solvency on the profitability of telecommunications sub-sector companies listed on the IDX for the 2016-2021 period. The variables studied are part of the financial ratios, namely Debt to Equity Ratio (DER) as a proxy for solvency, Current Ratio (CR) as a proxy for liquidity, both of which are independent variables. While Return On Equity (ROE) as a proxy for profitability which is the dependent variable. The sample in this study is about 5 companies in the telecommunications sub-sector that are listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2016-2021 period. The analytical method used in this study is multiple linear regression, with the help of Eviews software version 10. The data used is quantitative data in the form of financial statements of telecommunications companies listed on the IDX for the 2016-2021 period. The results of this study stated that simultaneously (F test), showed that namely Liquidity and Solvency have a effect on Profitability in the telecommunications sub-sector listed on the Indonesian stock exchange for the 2016-2021 period. Value Prob. of 0.00 > 0.05, so it can be interpreted that the influence of liquidity and solvency together (simultaneously) has a on profitability in the telecommunications sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2016-2021 period
The Influence of Instagram Social Media and Hedonic Shopping Motivation on Impulse Buying at the Willcays Medan Store
84 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ”Pengaruh Media Sosial Instagram dan
Hedonic Shopping Motivation Terhadap Impulse Buying Pada Store Willcays
Medan”. Media Sosial Instagram diartikan sebagai media yang menggungulkan
konten visual berupa gambar dan video. Hedonic shopping motivation adalah
motivasi seseorang dalam melakukan pembelian yang dilakukan secara sadar
atuau tidak sadar untuk memenuhi kebutuhan karena adanya keinginan untuk
mendapatkan kesenangan tersendiri. Impulse buying merupakan perilaku
konsumen yang secara spontan tanpa berpikir terlebih dahulu untuk membeli
suatu produk. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh konsumen yang datang langsung
ke store Willcays di tahun 2023 selama bulan Januari – Juni dengan jumlah 238
konsumen dan total sampel yang digunakan sebanya 70 responden dengan teknik
sampling yang digunakan teknik accidental sampling (sampling insidental).
Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner secara langsung
kepada konsumen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu uju
validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda dan uji
hipotesis dengan menggunakan software SPSS ver 21. Berdasarkan hasil uji t
didapati bahwa masing-masing variabel independen Media Sosial Instagram (X1)
dan Hedonic Shopping Motivation (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Impulse Buying (Y). Pada uji koefisien determinasi (r2) terlihat bahwa
nilai Adjusted R Square yang diperoleh yaitu sebesar 0,471 (47,1%) dan sisanya
52,9% yang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan
pasa penelitian ini. This study aims to determine "The Influence of Instagram Social Media and
Hedonic Shopping Motivation on Impulse Buying at Willcays Medan Stores".
Social Media Instagram is defined as media that prioritizes visual content in the
form of images and videos. Hedonic shopping motivation is a person's motivation
in making purchases that are made consciously or unconsciously to meet needs
because of the desire to get pleasure. Impulse buying is consumer behavior that
spontaneously without thinking beforehand to buy a product. This research is an
associative research with a quantitative approach. The population in this study
are all consumers who come directly to the Willcays store in 2023 during January
– June a total of 238 consumers and a total sample of 70 respondents using the
accidental sampling technique (incidental sampling). Data collection is done by
distributing questionnaires directly to consumers. The analytical methods used in
this study were validity test, reliability test, classic assumption test, multiple linear
regression test and hypothesis testing using SPSS ver 21 software. Based on the t
test results it was found that each independent variable Instagram Social Media
(X1) and Hedonic Shopping Motivation (X2) has a positive and significant effect
on Impulse Buying (Y). In the test of the coefficient of determination (r2) it can be
seen that the Adjusted R Square value obtained is 0.471 (47.1%) and the
remaining 52.9% will be influenced by other factors which cannot be explained in
this study
The Effectiveness of Various Botanical Pesticides to Control Spodoptera Litura Pests on Soybean (Glycine Max L.) Plants
79 HalamanKerusakan daun oleh ulat grayak (Spodoptera litura) mengganggu proses
fotosintesis dan akhirnya mengakibatkan kehilangan hasil panen. Kerusakan daun
sebesar 12,5%, menyebabkan kerugian ekonomi setara dengan biaya dua kali
aplikasi insektisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas berbagai
sumber pestisida nabati terhadap hama S. litura dan mengetahui efektivitas berbagai
pestisida nabati terhadap produksi pada tanaman kacang kedelai (Glycine max L.
Merill). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) non faktorial yang terdiri dari 1 faktor, yaitu : 1. Perlakuan berbagai
pestisida nabati terdiri dari : P0(-) = air (kontrol), P0(+) = pestisida kimia merk
dagang Fostin (bahan aktif Klorpirifos 550 g/l : sipermentrin 60 g/l), P1 = ekstrak
biji jarak pagar konsentrasi 15% P2 = ekstrak biji jarak pagar konsentrasi 30%, P3
= ekstrak biji jarak pagar konsentrasi 45%. P4 = ekstrak daun serai wangi
konsentrasi 15%, P5 = ekstrak daun serai wangi konsentrasi 30%, P6 = ekstrak daun
serai wangi konsentrasi 45%, P7 = ekstrak daun babadotan konsentrasi 15%, P8 =
ekstrak daun babadotan konsentrasi 30%, P9 = ekstrak daun babadotan konsentrasi
45%. Hasil penelitian memperlihatkan pemberian insektisida nabati tidak
berpengaruh nyata dalam mengendalikan hama S. litura. Pestisida nabati dari daun
babandotan konsentrasi 45% merupakan perlakuan yang terbaik dalam
mengendalikan hama S. litura dengan persentase mortalitas mencapai 67%
dibandingkan dengan perlakuan pestisida nabati lain yang diuji. Efektivitas dari
pestisida nabati yang tertinggi terdapat pada perlakuan P9 dengan nilai 103,03%
sedangkan yang terendah P1, P2, dan P7 dengan nilai 21,21% Pemberian insektisida
nabati tidak berpengaruh nyata dalam produksi tanaman kacang kedelai. Pestisida
nabati dari daun babandotan konsentrasi 45% memiliki produksi tertinggi sebesar
215,33 g atau 1,49 ton/ha, dibandingkan dengan perlakuan pestisida nabati lain
yang diuji. Leaf damage by armyworm (Spodoptera litura) disrupts the process of
photosynthesis and eventually results in crop loss. Leaf damage is 12.5%, causing
an economic loss equivalent to the cost of twice the insecticide application. The
purpose of this study was to determine the effectiveness of various sources of
botanical pesticides against S. litura pests and to determine the effectiveness of
various botanical pesticides on soybean production (Glycine max L. Merill). This
research was conducted using a non-factorial Randomized Block Design (RBD)
consisting of 1 factor, namely: 1. Treatment of various vegetable pesticides
consisting of: P0(-) = water (control), P0(+) = chemical pesticides trademark Fostin
(Active ingredient Chlorpyrifos 550 g/l : cypermentrin 60 g/l), P1 = Jatropha seed
extract concentration 15% P2 = Jatropha seed extract concentration 30%, P3 =
Jatropha seed extract concentration 45%. P4 = 15% concentration of citronella leaf
extract, P5 = 30% concentration of citronella leaf extract, P6 = 45% concentration
of citronella leaf extract, P7 = 15% concentration of babadotan leaf extract, P8 =
30% concentration of babadotan leaf extract, P9 = babadotan leaf extract
concentration of 45%. The results showed that the application of vegetable
insecticides had no effect on controlling S. litura pests. Botanical pesticides from
babandotan leaves with a concentration of 45% were the best treatments for
controlling S. litura pests with a mortality rate of 67% compared to the other tested
pesticides. The effectiveness of the highest botanical pesticides was in the P9
treatment with a value of 103.03% while the lowest were P1, P2, and P7 with a
value of 21.21%. The application of vegetable insecticides had no effect on soybean
crop production. Botanical pesticides from babandotan leaves with a concentration
of 45% had the highest production of 215.33 g or 1.49 tons/ha, compared to the
other vegetable pesticides tested
The Relationship between Emotional Intelligence and Religiosity and Juvenile Delinquency in Medan 2 Public High School Students
162 HalamanUntuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Negeri 2 Medan. (2) Untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Negeri 2 Medan. (3) Untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan religiusitas secara bersama-sama dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Negeri 2 Medan. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Populasi dalam pene;itian ini sejumlah 432 siswa. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 208 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu skala kenakalan remaja, skala kecerdasan emosi, dan skala religiusitas. Berdasarkan analisis data yang diperoleh mendapatkan hasil : (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja (Y). Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien (rxy)= 0,777 dengan p=0,000<0,050. Besarnya angka hubungan kecerdasan emosi dengan kenakalan pada remaja dapat dilihatdari nilai koefisien determinasi (r2) yaitu 0,604 atau sama dengan 60,4%. (2) terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan kenakalan remaja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien (rxy)= 0,546 dengan p=0,001<0,050. Besarnya angka hubungan religiusitas dengan kenakalan pada remaja dapat dilihat dari nilai
koefisien determinasi (r2) yaitu 0,298 atau sama dengan 29,8%. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan religiusitas terhadap kenakalan remaja siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien (rxy)= 0,778 dengan p=0,000<0,050. Besarnya angka hubungan kecerdasan emosi dan religiusitas dengan kenakalan remaja pada siswa dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (r2) yaitu 0,606 atau sama dengan 60,6%. This study aims: (1) To determine the correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency in SMA Negeri 2 Medan students. (2) To find out the correlation between religion and juvenile delinquency in SMA Negeri 2 Medan students. (3) To determine the correlation between emotional intelligence and religiosity together with juvenile delinquency in SMA Negeri 2 Medan students. Data analysis in this study is using the Product Moment correlation technique from Karl Pearson. The population in this research is 432 students. The sample in this study was 208 students. The sampling technique in this study used a proportional stratified random sampling technique. The measuring tools used in this research are the juvenile delinquency scale, emotional intelligence scale, and religiosity scale. Based on the analysis of the data obtained, the results are: (1) There was a significant correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency.
This is indicated by the value of the coefficient (rxy) = 0.777 with p = 0.000 <0.050. The magnitude of the correlation between emotional intelligence and delinquency in adolescents can be seen from the value of the coefficient of determination (r2), which is 0.604 or equal to 60.4%. (2) there was a significant correlation between religiosity and juvenile delinquency. This is indicated by the coefficient value (rxy) = 0.546 with p = 0.001 <0.050. The magnitude of the religious correlation with delinquency in adolescents can be seen from the value of the coefficient of determination (r2), which is 0.298 or equal to 29.8%. (3) There was a significant
correlation between emotional intelligence and religiosity in students' juvenile delinquency. This is indicated by the value of the coefficient (rxy) = 0.778 with p = 0.000 <0.050. The magnitude of the correlation between emotional intelligence and religiosity with juvenile delinquency in students can be seen from the value of the coefficient of determination (r2), which is 0.606 or equal to 60.6%