21105 research outputs found
Sort by
Implementation of the Addict Rehabilitation Policy Drugs at the National Narcotics Agency Deli Serdang Regency North Sumatra
86 HalamanPenyalagunaan Narkoba di Kabupaten Deli Serdang sudah sangat berbahaya dan sudah menjadi permasalahan daerah yang sangat serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan rehabilitasi pengguna narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Deli Serdang. Sesuai dengan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 155 Tahun 2017 Tentang Rehabilitasi Pecandu Narkoba. Rehabilitasi dilakukan bertujuan melakukan pemulihan atau pengobatan, dan pengembalian kondisi bagi penyalagunaan narkoba agar dapat kembali melaksanakan fungsi sosialnya yaitu melaksanakan kegiatan dalam masyarakat secara normal dan wajar. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari George Edward III yang meliputi empat indikator yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan rehabilitasi pengguna narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Deli Serdang belum optimal dilaksanakan karena masih terkendala dalam beberapa indikator, seperti: proses komunikasi yang masih kurang serta sumber daya pendukung yang belum memadai baik dari sumber daya anggaran, sumber daya manusia, maupun sumber daya finansial, sehingga terjadinya kendala dalam implementasi. Drug abuse in Deli Serdang Regency is very dangerous and has become a very serious regional problem. This study aims to analyze the implementation of drug user rehabilitation policies at the National Narcotics Agency of Deli Serdang Regency. The collection of data used by researchers are interviews, observation, and documentation. This study uses policy implementation theory from George Edward III which includes four indicators, namely Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure. The results showed that the implementation of the drug user rehabilitation policy at the Deli Serdang Regency National Narcotics Agency had not been optimally implemented
The Effect of Mindfulness on Work-life Balance Through Mediation of Emotion Regulation (Study on Air Traffic Controllers at Soekarno- Hatta International Airport)
127 HalamanSalah satu bidang pekerjaan profesional yang bergerak di bidang pelayanan adalah
petugas pengatur lalu lintas udara atau yang dikenal sebagai Air Traffic Controller
(ATC). ATC memiliki peran sosial yang lain di luar pekerjaan. Hal tersebut menjadi
persoalan ketika ATC tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dengan
keluarga maupun lingkungan sosialnya. Karyawan yang mengalami kendala dalam
work-life balance diawali dengan perasaan kecewa, gelisah dalam bekerja dan
ingin segera mengakhiri kondisi yang dihadapi saat ini untuk berpindah ke posisi
atau peran lainnya di luar bekerja. Untuk itulah diperlukan adanya mindfulness
guna menghindari emosi negatif yang muncul dan mempengaruhi work-life balance
sehingga ATC mampu berfokus dan menjalani perannya saat ini dan peran lainnya
secara seimbang. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan teknik analisis data
structural equation model (SEM) yang dioperasikan melalui program JASP versi
16. Populasi penelitian berjumlah 368 karyawan dengan sampel 172 karyawan
menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa mindfulness berpengaruh positif terhadap work-life balance
dengan nilai koefisien jalur (path coefficient) 0,337 dan signifikan dengan nilai p <
0.001, mindfulness berpengaruh positif terhadap regulasi emosi dengan nilai
koefisien jalur (path coefficient) 0,686 dan signifikan dengan nilai p < 0.001,
regulasi emosi berpengaruh positif terhadap work-life balance dengan nilai
koefisien jalur (path coefficient) 0,321 dan signifikan dengan nilai p < 0.001, dan
regulasi emosi signifikan memediasi hubungan antara mindfulness dan work-life
balance dengan nilai p < 0.001. One of the fields of professional work engaged in the service sector is an air traffic
control officer, also known as an Air Traffic Controller (ATC). ATC has other social
roles outside of work. This becomes a problem when ATC cannot balance work with
family or social environment. Employees who experience problems in work-life
balance begin with feelings of disappointment, and anxiety at work and want to
immediately end the conditions they are currently facing to move to other positions
or roles outside of work. For this reason, mindfulness is needed to avoid negative
emotions that arise and affect work-life balance so that ATC is able to focus and
carry out its current and other roles in a balanced way. The research was conducted
quantitatively using structural equation model (SEM) data analysis techniques
operated through the JASP version 16 program. The study population consisted of
368 employees with a sample of 172, using a simple random sampling technique.
Based on the research results it is known that mindfulness has a positive effect on
work-life balance with a path coefficient value of 0.337 and is significant with a pvalue
<0.001, mindfulness has a positive effect on emotional regulation with a path
coefficient value of 0.686 and is significant with a p-value < 0.001, emotion
regulation has a positive effect on work-life balance with a path coefficient value
of 0.321 and is significant with a p-value < 0.001, and emotional regulation
significantly mediates the relationship between mindfulness and work-life balance
with a p-value < 0.001
The Role of the Village Government in Controlling Population Administration and Civil Registration in Kolam Village, Percut Sei Tuan District
87 HalamanKebijakan di bidang kependudukan bukan saja hanya menyangkut dalam
kepadatan penduduk, arus migrasi, kelahiran, kematian tetapi juga kebijakan yang
dituangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa
terhadap penertiban administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di desa
kolam kecamatan percut sei tuan dan faktor pendukung serta penghambat dalam
perannya. Untuk melihat peran pemerintah desa Kolam, penulis menggunakan
teori peran menurut Suhardono yaitu peran sebagai mobilisator, peran sebagai
motivator, dan peran sebagai regulator. Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian
ini melibatkan kepala desa, sekretaris desa, kasi pemerintahan, serta beberapa
masyarakat desa Kolam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa
pemerintah desa Kolam sudah menjalankan perannya dengan baik dalam
memberikan pelayanan dan membantu terhadap penertiban administrasi
kependudukan dan pencatatan sipil masyarakat yang tinggal di desa Kolam.
Adapun faktor pendukung yaitu dilihat dalam dua aspek yaitu masyarakat dan
pemerintah desa Kolam. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu masih rendahnya
kepedulian masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan dan catatan sipil. Policies in the population sector are not only concerned with population density,
migration flows, births, deaths but also policies that are outlined in efforts to
improve people's welfare. The formulation of the problem in this study is to find
out how the role of the village government is in controlling population
administration and civil registration in the village of Pond, Percut Sei Tuan
subdistrict and the supporting and inhibiting factors in its role. To see the role of
the government of the Kolam village, the author uses role theory according to
Suhardono, namely the role of a mobilizer, a role as a motivator, and a role as a
regulator. The research method used is a qualitative descriptive approach with
data collection techniques using interviews, observation and documentation.
Informants in this study involved village heads, village secretaries, heads of
government, and several people from the village of Kolam. Based on the results of
the research, it was found that the Pond village government had carried out its
role well in providing services and assisting in controlling population
administration and civil registration of the people living in Pond village. The
supporting factors are seen in two aspects, namely the community and the Pond
village government. While the inhibiting factor is the low level of public
awareness for orderly population administration and civil registration
Legal Review on the Criminal acts of Real Money Trading Practices in Online Games (Case Study Polrestabes Medan)
64 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak pidana penipuan
praktik real money trading pada game online dan penerapan sanksi pidana bagi
pelaku penipuan praktik real money trading pada game online. Metodologi
penelitian ini adalah penelitian yuridis dengan pendekatan empiris dengan sifat
deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk tindak pidana penipuan
praktik real money trading pada game online terjadi karena beberapa faktor
internal yang terdiri dari akibat publisher game online mengenalkan real money
trading, publisher memberikan batasan ijin tertentu dalam melakukannya, dan
adanya batasan dalam permainan. Selain itu ada juga faktor eksternal yang terdiri
dari karena pemain mendapat keuntungan, mempersingkat waktu untuk mencapai
level tertentu, memperkuat karakter pemain, dan memiliki skin karakter menarik
yang tidak dimiliki banyak pemain. Penerapan sanksi pidana kasus penipuan
dalam praktik real money trading antar pemain game online terjadi karena adanya
berita bohong dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian terhadap pemain
game online selaku konsumen dalam transaksi elektronik menggunakan Pasal 28
Ayat (1) Undang-undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-
Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
beserta sanksinya yang terdapat dalam Pasal 45A Ayat (1) Undang-undang No. 19
tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Oleh karena itu, jika terjadi penipuan
dalam praktik real money trading antar pemain game online, pasal yang dapat
diterapkan adalah Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang No. 19 tahun 2016 tentang
perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE) jo. Pasal 45A Ayat (1) Undang-undang No. 19 tahun
2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) selama unsur-unsurnya terpenuhi.
Kata kunci: Penipuan, Real Money Trading, Game Online This study aims to determine the form of criminal acts of fraudulent real
money trading practices in online games and the application of criminal sanctions
for perpetrators of fraudulent real money trading practices in online games. The
research methodology is a juridical research with an empirical approach with a
descriptive nature. The results of this study indicate that the criminal act of
defrauding the practice of real money trading in online games occurs due to
several internal factors consisting of online game publishers introducing real
money trading, publishers giving certain permission restrictions in doing so, and
there are restrictions in the game. Apart from that, there are also external factors,
which consist of players getting an advantage, shortening the time to reach a
certain level, strengthening player characters, and having attractive character
skins that not many players have. The application of criminal sanctions for fraud
cases in the practice of real money trading between online game players occurs
because of false and misleading news that causes harm to online game players as
consumers in electronic transactions using Article 28 Paragraph (1) of Law
No.19 of 2016 concerning amendments to Law no. 11 of 2008
concerning Information and Electronic Transactions (ITE) and the sanctions
contained in Article 45A Paragraph (1) of Law no. 19 of 2016 concerning
amendments to Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic
Transactions (ITE). Therefore, if fraud occurs in the practice of real money
trading between online game players, the article that can be applied is Article 28
Paragraph (1) of Law no. 19 of 2016 concerning amendments to Law no.
11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) jo.
Article 45A Paragraph (1) Law No. 19 of 2016 concerning amendments to Law
no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) as
long as the elements are met
Evaluation of Retaining Wall Stability Calculation For Baseman in the Living Plaza Medan Project
69 HalamanDalam perencanaan pembangunan sebuah gedung pertokoan, maupun apartemen,
diperlukan lahan parkir yang cukup luas. Hal ini yang menjadi permasalahan
tersendiri bagi pengembang (developer) karena tidak memungkinkan lagi
pembangunan secara horizontal karena keterbatasan lahan dan harga lahan yang
semakin tinggi. Basement adalah bagian dari sarana sebuah gedung bertingkat
yang memanfaatkan luasan areal tanah yang ada. Pembangunan basement diawali
dengan pekerjaan penggalian tanah yang merupakan awal pembangunan gedung
bertingkat tinggi. Kendala pekerjaan galian basement adalah faktor runtuhnya
dinding tanah vertikal. Untuk menghindari keruntuhan pada saat penggalian
basement, maka sebelum dilakukan penggalian tanah dibuat pengaman galian
dengan memasang dinding penahan tanah. Pengamanan galian proyek Living
Plaza Medan berupa Retaning wall yang merupakan struktur diaphragma wall
yang diperkuat dengan ground anchor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
terjadi atau tidaknya keruntuhan tanah pada saat penggalian untuk pembangunan
basemaent. Metode dalam perhitungan stabililtas dinding penahan tanah
menggunakan metode Rankine serta penggunaaan alat bantu sofware Plaxis. Hasil
dari perhitungan stabilitas terhadap guling mengunakan metode Rankine memiliki
nilai faktor keamanan 3,27 serta untuk stabilitas terhadap geser memliki nialai
faktor aman (SF) 2,75 dan nilai kapasitas daya dukung tanah diperoleh faktor
aman (SF) 3 dengan nilai (qa) sebesar 1321,45 t/m’. Sedangkan hasil analisis
menggunakan sofware Plaxis deformasi yang aman pada proses instalisasi
Diaphragma wall serta proses penggalian 1 dan ke 2 dengan nilai faktor
keamanan 1,6 dan pada penggalian ke 3 diperoleh nilai faktor keamnan (SF) 1,22.
Berdasarkan data hasil perhitungan diatas maka disimpulkan bahwa dinding
penahan tanah pada metode Rankine nilai kapasitas yang didapat merupakan nilai
yang tinggi serta aman terhadap keruntuhan. Sedangkan pada penggunakan
sofware Plaxis V.8.5 (2012) dinding penahan tanah tidak aman serta kemungkinan
terjadi keruntuhan. In planning the construction of a shopping building, or an apartment, a large
enough parking area is needed. This is a particular problem for developers
because it is no longer possible to develop horizontally due to limited land and
increasingly high land prices. Basement is part of the facilities of a multi-storey
building that utilizes the existing land area. The construction of the basement
begins with excavation work which is the beginning of the construction of a highrise
building. The obstacle to basement excavation work is the collapse of the
vertical earthen walls. In order to avoid collapse during the excavation of the
basement, prior to excavation the soil is made to protect the excavation by
installing a retaining wall. Securing the excavation of the Living Plaza Medan
project in the form of a Retaning wall which is a diaphragm wall structure
reinforced with ground anchors. This study aims to determine whether or not soil
collapse occurs during excavation for the construction of the basemaent. The
method for calculating the stability of retaining walls uses the Rankine method
and the use of Plaxis software tools. The results of the calculation of the stability
against overturning using the Rankine method have a safety factor value of 3.27
and for stability against shear the safety factor (SF) is 2.75 and the soil carrying
capacity is obtained a safety factor (SF) 3 with a value (qa) of 1321.45 t/m'. While
the results of the analysis using safe deformation Plaxis software in the
Diaphragma wall installation process and excavation processes 1 and 2 with a
safety factor value of 1.6 and in excavation 3 obtained a safety factor value (SF)
of 1.22. Based on the data from the calculation above, it can be concluded that the
retaining wall using the Rankine method has a high capacity value and is safe
from collapse. While using Plaxis V.8.5 (2012) software, retaining walls are not
safe and there is a possibility of collapse
The Influence of Capital Structure, Profit Growth, and Audit Committee on Profit Quality in Multifinance Companies Listed on the IDX for the 2016 - 2020 Period
70 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, dan komite audit terhadap kualitas laba. Populasi dalam penelitian ini adalah 19 perusahaan multifinance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode puposive sampling. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastitas dan uji autokorelasi. Sedangkan untuk uji hipotesis terdiri dari uji t (parsial), uji F (simultan) dan uji koefisien determinasi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang ada di BEI. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Stuktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba. Pertumbuhan laba tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kualitas laba. Komite audit tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kualitas laba. Hasil penelitian secara simultan menyatakan bahwa struktur modal, pertumbuhan laba dan komite audit secara simultan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kualitas laba. This study aims to examine the effect of capital structure, earnings growth, and audit committee on earnings quality. The population in this study were 19 multi-finance companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period. The sampling technique used is the purposive sampling method. Tests in this study used descriptive statistical analysis, classical assumption test, and hypothesis testing. Classical assumption test consists of normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test and autocorrelation test. Meanwhile, the hypothesis test consists of t test (partial), f test (simultaneous) and coefficient of determination test. The data used is secondary data in the form of financial reports on the IDX. The results of the study partially show that capital structure has a negative and significant effect on earnings quality. Profit growth has no effect and is not significant on earnings quality. The audit committee has no and no significant effect on earnings quality. The results of the study simultaneously stated that the capital structure, earnings growth and the audit of committee had no a significant effect on earnings quality
Factors Influencing Labor Productivity of Tobasari Plantation Nusantara IV Tea Harvesters Sarimantin Village, Pematang Sidamanik District, Simalungun Regency
63 HalamanTanaman perkebunan di Indonesia banyak di dominasi oleh salah satunya adalah teh. Komoditas teh memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional yaitu sebagai sumber pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa negara, mendorong agroindustri pengembangan wilayah dan pelestarian lingkungan. PTPN IV menempatkan areal perkebunan dan pengolahan komoditi teh di daerah Kabupaten Simalungun. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Simalungun terletak di daerah dataran tinggi, dimana tanaman teh tumbuh cukup subur di daerah ini. Oleh karena itu peneliti ingin mengkaji lebih mendalam dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pemanen teh PTPN IV Tobasari Desa Sarimantin Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Hasil penelitian didapatkan bahwa upah, pengalaman, dan pelatihan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen teh, sedangkan umur dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap produkstivitas pemanen teh di PTPN IV Tobasari di Desa Sarimantin, Kecamatan
Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Perkebunan Nusantara IV Tobasari dapat memberikan pelatihan secara berkala untuk dapat meningkatkan kemampuan pekerja pemanen teh yang akan mampu meningkatkan produktivitas pemanen. Many plantation crops in Indonesia are dominated by one of them is tea. The tea commodity has an important role in the national economy, namely as a source of income for farmers, employment, a source of foreign exchange, encouraging agro-industry for regional development and environmental preservation. PTPN IV
locates the plantation area and processing of tea commodities in the Simalungun Regency area. This is because Simalungun Regency is located in a highland area, where plants grow quite fertile in this area. Therefore the researcher wants to examine in more depth with the title the factors that influence the labor
productivity of PTPN IV Tobasari tea harvesters, Sarimantin Village, Pematang Sidamanik District, Simalungun Regency. The results showed that wages, experience, and training had an effect on the productivity of the tea harvesting workforce, while age and education had no effect on the productivity of the tea harvesters at PTPN IV Tobasari in Sarimantin Village, Pematang Sidamanik District, Simalungun Regency. Perkebunan Nusantara IV Tobasari can provide regular training to be able to improve the ability of harvesters who will be able to
increase the productivity of harvesters
Thecorrelation between Interpersonal Intelligence and School Well-Being in Class XI Santriwati at Darul Arafah Raya Islamic Boarding School
113 HalamanTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan school well-being pada Santriwati kelas XI di Pesantren Darul Arafah Raya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 160 santriwati dan sampel dalam penelitian ini adalah 114 orang dari keseluruhan santriwati kelas IX SMA di pesantren darul arafah raya, peneliti menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan school well-being dilihat dari nilai koefisien ( ) yang memiliki nilai 0.568 dengan p atau signifikansinya 0.005 < 0.050, artinya hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan interpersonal dan school well-being diterima. Begitu juga dengan nilai koefisien determinan ( ) pada santriwati yang memiliki nilai 0.435, hal ini setara dengan 43.5%, artinya adalah kecerdasan interpersonal tersebut berkontribusi sebesar 43.5% (sedang) school well-being pada santriwati kelas XI. Kecerdasan interpersonal dengan school well-being pada Santriwati kelas XI di Pesantren Darul Arafah Raya tergolong tinggi, disebabkan oleh nilai mean empirik lebih besar dari nilai mean hipotetik. The purpose of this study was to determine the correlation between interpersonal intelligence and school well-being in class XI female santriwati at the Darul Arafah Raya Islamic Boarding School. This research method uses quantitative methods. The population of this study were 160 female santriwati and the sample in this study were 114 santriwati from all class IX senior high school santriwati at the Darul Arafah Raya Islamic Boarding School, the researchers used a simple random sampling technique. The results showed that there was a significant positive relationship between interpersonal intelligence and school well-being seen from the value of the coefficient (R_xy) which had a value of 0.568 with p or a significance of 0.005 <0.050, meaning that the hypothesis states that there is a positive correlation between interpersonal intelligence and school well -being accepted. Likewise with the value of the determinant coefficient (R^2) for female santriwati who have a value of 0.435, this is equivalent to 43.5%, meaning that interpersonal intelligence contributes 43.5% (medium) to school well-being in class XI female students. Interpersonal intelligence with school well-being in class XI female santriwati at the Darul Arafah Raya Islamic Boarding School is relatively high, due to the empirical mean value being greater than the hypothetical mean value
Juridical Review Of Legal Protection On Consumers In Indihome Service Subscription Agreement By Law Perspective No. 8 Of 1999 Concerning Consumer Protection (Study At Pt. Telkom Kotanopan, Mandailing Natal)
99 HalamanPesatnya perkembangan perekonomian nasional, berbagai produk langsung
ditawarkan, untuk layanan telekomunikasi di bidang Internet terdapat berbagai
produk yang ditawarkan oleh pengembang. Permasalahan yang dibahas dalam
Skripsi ini adalah Perlindungan Hukum terhadap konsumen jika IndiHome tidak
memenuhi perjanjian berlanggan dan Pertanggungjawaban IndiHome akan
kerusakan jaringan konsumen dalam Penggunaan jaringan Internet Penulis
menggunakan metode Penelitian Yuridis Normatif. Penelitian ini didasarkan
data primer yang diambil dilapangan dan data sekunder dan didukung oleh
penelitian kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti
melalui Penelitian deskriftif penulis mendeskrifsikan peristiwa yang menjadi pusat
perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut
Perlindungan hukum yang dapat diberikan IndiHome kepada konsumen berupa
pendekatan persuasif (musyawarah), dilakukan guna memecahkan masalah yang
terjadi jika, konsumen merasa tidak ada perubahan setelah melakukan musyawarah
dengan IndiHome maka konsumen dapat membawa perkara ke Pengadilan Negeri &
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen pihak konsumen memberikan sanksi
kepada pihak perusahaan jika perusahaan tidak memberikan pelayanan yang baik
kepada konsumen. Tanggung Jawab IndiHome yaitu mendengarkan keluhan
pelanggan dan segera bergerak mmperbaiki, dan pertanggungjawaban UUPK adalah
dengan menggunakan prinsip tanggung jawab berdasarkan kesalahan dan
pembuktian terbalik. Konsumen yang telah dirugikan. Saran Penulis Diharapkan
untuk IndiHome agar memberi ganti rugi berupa diskon kepada pelanggan yang
mengalami gangguan jaringan. The rapid development of the national economy causes various offered
products, such as telecommunications services in the Internet sector, to lead to the
developers offering products. The problems discussed in this thesis were legal
protection for consumers if IndiHome did not meet the subscription agreemen and
IndiHome responsibility for damage to consumer networks when using the Internet
network. The author used the Normative Juridical Research method. Thisresearch
was based on primary data taken in the field and secondary data and supported by
literature research related to the problems that would be researched descriptively.
The author described the limelight events without giving special treatment to them.
The legal protection that IndiHome could provide the consumers was in the form of a
persuasive approach (deliberation), which was carried out to solve problems that
occurred. If consumers felt no changes after confabulating with IndiHome,
consumers could bring cases to the District Court amp; Consumer Dispute
Resolution Agency. Consumers imposed sanctions on the company if the company did
not provide good service to consumers. IndiHome responsibility was to listen to
customer complaints and then immediately fix them, and the responsibility of UUPK
(Consumer Protection Law) was to use the principle of responsibility based on error
and reverse proof of consumers who have been harmed. The author suggests that
IndiHome will provide compensation, such as discounts for customers who
experience network problems
The Relationship between the School Environment and the Learning Motivation of Students at SMA Negeri 2 Takengon, Central Aceh Regency
97 HalamanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan sekolah dengan motivasi belajar pada siswa SMA Negeri 2 Takengon .Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas X dan XI SMA Negeri 2 Takengon yang berjumlah 150 siswa siswi, dan sampel yang digunakan pada penelitian ini yang berjumlah 150 siswa siswi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling. Alat ukur yang digunakan skala lingkungan sekolah yang aspek-aspeknya adalah kelompok antar siswa,hubungan didalam kelas,kegiatan ekstra kulikuler dan kepatuhan terhadap peraturan sekolah.Dan skala motivasi belajar aspek-aspeknya adalah hasrat dan minat,dorongan dan kebutuhan,harapan dan cita-cita,lingkungan yang baik dan kegiatan yang menarik. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment . Hasil penelitian ini menujukan koefisien korelasi rxy sebesar 0,587 dan p = 0,000 (p < 0,05 yang menunjukan semakin rendah lingkungan sekolah,maka semakin tinggi motivasi belajar atau sebaliknya. Dari analisis data penelitian ini diketahui bahwa lingkungan sekolah dan motivasi belajar hal ini terlihat dari standar devisiasi 9,089 dan nilai mean empiric 53,27 dan mean hipotetiknya 65. Selain itu nilai standar deviasi motivasi belajar sebesar 9.116 nilai empiric 51,73 dan mean hipotetiknya =62,5 adapun koefisien determinannya ditemukan r2 =0,286 yang berarti motivasi belajar rendah dimana lingkungan sekolah berkontribusi sebesar 34,5% terhadap motivasi belajarHal ini berarti masih terdapat 63,1% ditentukan variabel lain yang tiak diteliti. The purpose of this research is to determine the relationship between the school environment and learning motivation in students at SMA Negeri 2 Takengon. The research method used in this research is a correlational quantitative method. The population of this research is all students in class X and XI at SMA Negeri 2 Takengon, totaling 150 students. and the sample used in this research was 150 female students. The sampling technique in this research used the Total Sampling Technique. The measuring tool used was the scale of the school environment whose aspects were groups between students, relationships within the class, extra-curricular activities and compliance with school regulations. And the aspects of the learning motivation scale are desire and interest, drive and need, hopes and ideals for a good environment and interesting activities. Data analysis technique uses Product Moment correlation. The results of this study show a correlation coefficient of 1, equal to 0.587 and p 0.000 (p < 0.05 which shows that the lower the school environment, the higher the motivation to learn or vice versa. From the analysis of this research data it is known that the school environment and motivation to learn can be seen from the standard deviation of 9.089 and the empirical mean value of 53.27 and the mean The hypothetical value is 65. Apart from that, the standard deviation value for learning motivation is 9,116, the empirical value is 51.73 and the hypothetical mean = 62.5. The determinant coefficient is found to be r2 = 0.286, which means low learning motivation where the school environment contributes 34.5% to learning motivation. This means that There are still 63.1% determined by other variables that were not studied