21105 research outputs found
Sort by
Juridical Review of Legal Protection Against Children as perpetrators of crimes Published in Electronic Media (Studies at the Office of Women's Empowerment, Child Protection and Medan City Community Empowerment)
65 HalamanSubyek hukum diberikan tindakan preventif dan represif, baik lisan maupun
tulisan, untuk melindungi remaja agar tidak teridentifikasi sebagai penjahat di
media elektronik. Bagaimana pengawasan Penjagaan hukum atas identitas anak
sebagai pelaku kejahatan yang terungkap di media elektronik menjadi
permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini. Langkah apa yang diambil
untuk mengatasi pelanggaran kebebasan pers ketika seorang anak muda
diidentifikasi sebagai penjahat di media elektronik? Penulisan ini memakai
metodologi penulisan yuridis normatif. Metodologi penulisan ini memakai
analisis deskriptif untuk memandu penulisan hukum normatif. Metode
pengumpulan data pertama adalah penulisan kepustakaan, dan metode kedua
adalah penulisan lapangan. Analisis data kualitatif yang digunakan dalam
penulisan ini Anak-anak berhak atas bantuan hukum dan bantuan lain yang sesuai
sesegera mungkin, dan mereka juga dapat menggugat legalitas perampasan
kemerdekaan di depan pengadilan atau pejabat berwenang lainnya, menurut
temuan riset. Khususnya jika pemberitaan tersebut menghambat tumbuh kembang
anak, berikan hukuman etik berupa teguran tertulis atau lisan. Dewan Pers
menentukan di mana penyebaran identitas terjadi di situs berita. Kesimpulan
penulisan adalah bahwa informasi tentang identitas anak tidak dapat
dipublikasikan, dan merupakan tanggung jawab semua anggota masyarakat untuk
menjaga identitas hukum anak yang melakukan kejahatan selama sistem peradilan
pidana. Legal subjects receive oral and written tools of both preventative and repressive
nature to provide legal protection for children who commit crimes that are
published in electronic media. How to regulate the legal protection of a child's
identity as a criminal who is published in electronic media is the issue in this
study. This research employs normative juridical research, which seeks to answer
the question, "What are the efforts to overcome violations of the press that publish
the identity of a child as a criminal in electronic media?" Descriptive analysis is
used in this study, which results in normative legal research. Two methods of data
collection were used: first, library research and then field research. The
qualitative data analysis used in this study Children have the right to legal aid
and other appropriate assistance as soon as possible, and they can also sue the
legitimacy of their deprivation of independence in front of a court or other
authorized official, according to the findings of the research. Particularly if the
news hinders the child's growth, provide ethical sanctions in the form of a written
warning or warning. where the Press Council is responsible for identity
dissemination on online news sites. The study's conclusion is that no information
about a child's identity can be published, and that it is the responsibility of all
members of society to safeguard the legal identity of children who commit crimes
during the criminal justice system
Factor Analysis of Factors that Influence Phubbing in Medan Area University Psychology Students
82 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Phubbing Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area Metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kuantitatif deskriftif. Pengambilan sampel menggunakan random sampling, dimana dalam penelitian ini sampelnya adalah 80 Orang. Skala Phubbing dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan teori Chotpitayasunondh (2016), faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Phubbing antara lain adalah: Kecanduan Smartphone, Fear of missing out, dan Kontrol diri. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kecanduan smartphone memberikan konstribusi terbesar yakni sebesar dengan koefisien korelasi sebesar 0.901 kemudian kontrol diri sebesar 0.603 dan terakhir adalah fear of missing subjek sev=besar 0.666, hal ini sesuai dengan analiss sebelumnya yang menyatakan bahwa fear of misssing out tidak memenuhi kriteria sebagai faktor yang memberikan pengaruh karena tidak memenuhi kriteria. This study aims to determine the Analysis of Factors Influencing Phubbing in Psychology Students at the University of Medan Area The research method used is a method with a descriptive quantitative approach. Sampling used random sampling, where in this study the sample was 80 people. The Phubbing scale was self-made by researchers based on Chotpitayasunondh's theory (2016), factors that influence phubbing behavior include: Smartphone Addiction, Fear of missing out, and Self-control. Based on the results of data analysis, it was found that smartphone addiction made the largest contribution, namely with a correlation coefficient of 0.901 then self-control of 0.603 and finally fear of missing subject sev=large 0.666, this is in accordance with previous analysis which stated that fear of missing out does not fulfill criteria as a factor that gives effect because it does not meet the criteria
Marketing Analysis of Frankincense Gum in Lumban Dolok Village, Pahae Julu District, North Tapanuli Regency
100 HalamanGetah Kemenyan tidak pernah lepas dari adanya sistem perdagangan atau pemasaran, dimana suatu hasil pertanian atau produk mengalir dari petani atau produsen hinga sampai ketangan konsumen akhir. Oleh sebab itu, pedagang pengumpul maupun pedagang besar menetapkan harga sesuai dengan aktivitas sistem perdagangan yang dijalankan dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s Share, dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran getah kemenyan di Desa Lumban Dolok Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Random Sampling untuk petani dan metode Sensus untuk pedagang. Sampel yang diambil sebanyak 37 yang terdiri dari 31 sampel petani dan 4 pedagang pengumpul dan 2 pedagang besar. Sampel petani Getah Kemenyan yaitu petani yang memiliki luas lahan antara 1- 4 Ha dan merupakan milik sendiri. Hasil penelitian memperlihatkan ada 2 (dua) pola saluran pemasaran getah kemenyan di Desa Lumban Dolok Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara yaitu saluran I terdiri dari petani menjual kepedagang pengumpul kemudian menjual kepedagang besar kemudian menjual kekonsumen, sedangkan saluran II terdiri dari petani ke pedagang besar sampai ke konsumen. Marjin pemasaran getah kemenyan pada saluran I sebesar Rp 50.000/Kg sedangkan marjin pemasaran pada saluran II sebesar Rp 30.000/Kg dan farmer’s Share pada saluran pemasaran I sebesar 0,8% dan saluran pemasaran II sebesar 0,9%. Nilai efisiensi saluran pemasaran I sebesar 0,3% dan saluran pemasaran II sebesar 0,4%. Artinya sebagian besar petani menjual getah kemenyan tersebut masih menggunakan saluran pemasaran yang pertama. Frankincense sap is never separated from the existence of a trading or marketing system, where an agricultural product or product flows from farmers or producers to the hands of the final consumer. Therefore, collector traders and wholesalers set prices according to the trading system activities that are carried out and aim to make a profit. The research objective was to determine marketing channels, marketing margins and farmer's share, and to determine marketing efficiency of incense sap in Lumban Dolok Village, Pahae Julu District, North Tapanuli Regency. The sampling method uses the Random Sampling method for farmers and the Census method for traders. 37 samples were taken consisting of 31 samples of farmers and 4 collectors and 2 wholesalers. The sample of Frankincense Gum farmers are farmers who have a land area of between 1-4 Ha and are their own. The results showed that there were 2 (two) marketing channel patterns for incense sap in Lumban Dolok Village, Pahae Julu District, North Tapanuli Regency, namely channel I consisting of farmers selling to collectors then selling to wholesalers then selling to consumers, while channel II consisted of farmers to wholesalers to to consumers. The marketing margin for incense sap on channel I is IDR 50,000/Kg while the marketing margin on channel II is IDR 30,000/Kg and the farmer's share on marketing channel I is 0,8% and marketing channel II is 0,9%. The efficiency value of marketing channel I is 0,3% and marketing channel II is 0,5%. This means that most of the farmers selling the incense sap are still using the first marketing channel
The Relationship Between Social Support and Academic Stress in Class IX Students of SMP Negeri 1 Kirange
110 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara dukungan sosial dengan stres akademik pada siswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan sosial dengan stres akademik pada siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 61 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kisaran. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang langsung disebarkan pada siswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala stres akademik yang terdiri dari 28 item (α= 0,924) dan skala dukungan sosial yang terdiri dari 40 item (α= 0,874). Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, diperoleh bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat hubungan positif, semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah stres akademik siswa, sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi stres akademik siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan stres akademik pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kisaran. Hal ini dibuktikan dengan nilai atau koefisien hubungan rxy sebesar -0,815 dengan P = 0,000 < 0,050 signifikan. Selanjutnya dilihat dari perhitungan mean hipotetik dan empirik diperoleh bahwa dukungan sosial tinggi dan stres akademik tinggi. This study aims to examine the correlation of social support with academic stress in students. Data were collected using Likert scale. The hypothesis in this study is that there is a correlation of social support with academic stress in students. The sample of this study amounted to 61 students of class IX SMP Negeri 1 Kisaran. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis used Pearson correlation technique. The instrument used in this study is a questionnaire that is directly distributed to students. The measuring instrument used is an academic stress scale consisting of 28 items (α = 0.924) and a social support scale consisting of 40 items (α = 0.874). In line with the discussion in the theoretical basis, it is found that the hypothesis proposed in this study is accepted, namely that there is a positive correlation, the higher the social support, the lower the students' academic stress, otherwise the lower the social support, the higher the students' academic stress. Based on the results of data analysis conducted, the results show that there is a correlation between social support and academic stress in class IX students of SMP Negeri 1 Kisaran. This is evidenced by the value or correlation coefficient rxy of -0.815 with P = 0.000 <0.050 significant. Furthermore, judging from the calculation of the hypothetical and empirical means, it is found that social support is high and academic stress is high
Differences in Antisocial Behavior Viewed from Authoritarian, Permissive, Democratic Parenting Patterns at the Tanjung Gusta Special Development Institute for Class 1 Children
83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perilaku antisosial ditinjau dari pola asuh otoriter, permisif, demokratis. Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala perilaku antisosial, dimana yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pria berjumlah 60 yang sudah di vonis di lapas tanjung gusta Medan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Uji Anova I jalur, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Tidak terdapat perbedaan perilaku antisosial ditinjau dari pola asuh otoriter, permisif, demokratis di lembaga pembinaan khusus anak kelas I tanjung gusta Medan. Hasil ini dibuktikan dengan F=0,460 dengan p=0,633> 0,05, yang artinya tidak ada perbedaan perilaku antisosial ditinjau dari pola asuh otoriter, permisif, demokratis. Maka dapat dinyatakan bahwa demokratis dengan nilai rata-rata sebesar 137,14 pada otoriter sebesar 133,09 dan permisif sebesar 138,13 yang tergolong tinggi, sebab mean hipotetiknya 107,5 lebih kecil dari pada mean empirik 137,14 dimana selisihnya melebihi nilai SD 17,65 dan perbedaan perilaku antisosial pada pola asuh otoriter tergolong tinggi sebab mean hipotetiknya 107,5 lebih kecil dari mean empirik 133,09 dimana selisihnya lebih dari nilai SD 20,807. Dari hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. This study aims to look at differences in antisocial behavior in terms of authoritarian, permissive, democratic parenting styles. The scale used in this study is the antisocial behavior scale, where the subjects in this study were 60 men who had been convicted in the Tanjung Gusta prison in Medan. The method of data analysis used in this study was the Anova Test technique I path, so the following results can be obtained: There is no difference in antisocial behavior in terms of authoritarian, permissive, democratic parenting styles in special coaching institutions for class I children in Tanjung Gusta, Medan. This result is evidenced by F=0.460 with p=0.633 > 0.05, which means that there is no difference in antisocial behavior in terms of authoritarian, permissive, democratic parenting styles. So it can be stated that democratic with an average value of 137.14 on authoritarian is 133.09 and permissive is 138.13 which is high, because the hypothetical mean is 107.5 smaller than the empirical mean is 137.14 where the difference exceeds the SD value 17.65 and the difference in antisocial behavior in authoritarian parenting styles is high because the hypothetical mean of 107.5 is smaller than the empirical mean of 133.09 where the difference is more than the SD value of 20.807. From the results of this study, the proposed hypothesis is declared accepted
Relationship between family support and body image In Women in Bandar Tengah Village
89 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan dukungan keluarga dengan
body image pada Wanita di Desa Bandar Tengah. Populasi sebanyak 93 orang.
Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Skala body image
disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh (Cash &
Pruzinsky, 2002) yaitu : appereance evaluation (evaluasi penampilan), appereance
orientation (orientasi penampilan), body area satisfaction (kepuasan terhadap
bagian tubuh), overweight preocupation (kecemasan menjadi gemuk), selfclassified
weight (pengkategorian bagian tubuh). Skala dukungan keluarga dalam
penelitian ini diukur berdasarkan aspek-aspek dukungan keluarga menurut Kaplan
(2010) terdiri dari: Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental, Dukungan
Informasional, Dukungan Penilaian. Berdasarkan hasil perhitungan analisis
korelasi product moment, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara
Dukungan keluarga dengan Body image. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien
korelasi rxy = 0.828, dengan Signifikan p= 0,000 < 0,05. Koefisien determinan (r2)
dari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah r2= 0.686.. Ini
menunjukkan bahwa Dukungan keluarga berdistribusi sebesar 68,60% terhadap
Body image. This study aims to determine the relationship between family support and body
image in middle age women in Bandar Tengah Village. The population is 93 people.
The sampling technique is a purposive sampling technique. The body image scale
was compiled by researchers based on the aspects put forward by (Cash &
Pruzinsky, 2002), namely: appearance evaluation, appearance orientation, body
area satisfaction, overweight preoccupation (anxiety). being fat), self-classified
weight (categorizing body parts). The family support scale in this study was
measured based on aspects of family support according to Kaplan (2010) consisting
of: Emotional Support, Instrumental Support, Informational Support, Appraisal
Support. Based on the calculation results of product moment correlation analysis,
it can be seen that there is a positive relationship between family support and body
image. This result is evidenced by the correlation coefficient rxy = 0.834, with a
significant p = 0.000 <0.05. The determinant coefficient (r2) of the relationship
between the independent variable and the dependent variable is r2= 0.696. This
shows that family support is distributed at 69.60% of body image
The Role of Customs and Excise in Control of Narcotics Smuggling in the Office of Monitoring and Service of Additional Type of Customs and Excise Pabean B Kualanamu
137 HalamanKajian ini membahas mengenai peran Bea dan Cukai dalam pengawasan penyeludupan markotika pada kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu. Fenomena yang terjadi semakin meningkatnya penyelundupan narkotika melalui jalur udara.
Permasalahan dalam peneitian ini untuk menganalisis pengaturan hukum tentang narkotika berdasarkan peraturan di Indonesia, peran bea dan cukai dalam melakukan pengawasan untuk mencegah penyeludupan narkotika di bandara Kualanamu dan kendala yang dihadapi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu dalam pengawasan penyeludupan narkotika di bandara Kualanamu.
Metode penelitian digunakan adalah penelitian hukum empiris mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai prilaku nyata (actual behavior). Sifat penelitian digunakan bersifat deskriftif analisis.
Hasil penelitian kasus tindak pidana narkotika dengan menerapkan Pasal 114 ayat
(2) dan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu. Bea Cukai Kualanamu terus bersinergi bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, untuk memberantas peredaran narkoba masuk \wilayah Indonesia. Kendala dihadapi petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu melakukan pengawasan terhadap penumpang di bandara Kualabanu antara lain kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberitahuan pabean. This study discusses the role of Customs and Excise in supervising smuggling of narcotics at the Customs and Excise Supervision and Service Office of Middle Customs Type B Kualanamu. The phenomenon that occurs is the increasing smuggling of narcotics by air.
The problem in this research is to analyze legal arrangements regarding narcotics based on regulations in Indonesia, the role of customs and excise in carrying out supervision to prevent narcotics smuggling at Kualanamu airport and the obstacles faced by the Customs and Excise Supervision and Service Office of Kualanamu Middle Type B Customs in supervising narcotics smuggling in Kualanamu airport. The research method used is empirical legal research studying law which is conceptualized as real behavior (actual behavior). The nature of the research used is descriptive analysis.
The results of research on narcotics crime cases by applying Article 114 paragraph
(2) and Article 112 paragraph (2) and Article 132 of Law no. 35 of 2009. The Role of the Customs and Excise Service Office of Customs and Excise Type Middle Customs B Kualanamu. Kualanamu Customs and Excise continues to work together with the North Sumatra Regional Police, the National Narcotics Agency for North Sumatra Province, to eradicate drug trafficking entering Indonesian territory. Obstacles faced by officers of the Kualanamu Middle Type B Customs and Excise Supervision and Service Office in supervising passengers at Kualabanu airport include a lack of human resources, limited facilities and infrastructure, lack of public awareness of the importance of customs notifications
Sicanang Subdistrict Government Communication Strategy in Reducing Stunting Rates
89 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi serta faktor penghambat dan pendukung strategi komunikasi yang dilakukan pemerintah kelurahan Sicanang dalam menurunkan angka stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis melalui teori strategi komunikasi untuk mendeskripsikan strategi pemerintah kelurahan Sicanang dalam menurunkan angka stunting. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah pemerintah kelurahan melakukan komunikasi dengan mengenal khalayak berdasarkan kategorisasi keluarga berisiko stunting, teknik penyusunan pesan yang akan disampaikan kepada masyarakat yang bersifat avability, metode penyampaian adalah informatif dan edukatif, media komunikasi secara langsung. Faktor penghambat strategi komunikasi pemerintah kelurahan Sicanang adalah pola hidup yang dimiliki masyarakat, faktor keuangan, serta kurangnya simpati masyarakat terhadap stunting pada anak. Dan faktor pendukung adalah pemberian makanan tambahan, sumber daya manusia, ketersediaan layanan kesehatan, metode penyampaian pesan secara terus menerus, partisipasi dari berbagai golongan. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results of the study were analyzed using strategy communications theory.. Audience identification based on categorization of families at risk of stunting, composing messages to be conveyed to the public, delivery methods are informative and educative, direct communication media. Factors inhibiting are the lifestyle of the community, financial factors, and lack of public sympathy for stunting in children. And supporting factors are supplementary feeding, human resources, availability of health services, methods of continuous message delivery, participation from various group
The Relationship Between Parenting Patterns and Promiscuity in Adolescents Who Are Pregnant Out of Wedlock
97 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua
dengan pergaulan bebas pada remaja yang hamil di luar nikah di Kelurahan
Martubung. Dengan asumsi semakin tinggi pola asuh orang tua pada remaja maka
semakin tinggi pula tingkat pergaulan bebas pada remaja yang hamil diluar nikah
dan sebaliknya semakin rendah pola asuh orang tua pada remaja maka semakin
rendah pula tingkat pergaulan bebas pada remana yang hamil diluar nikah. Metode
penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 40 remaja di Kelurahan
Martubung dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik favorable dan unfavorable yang nantinya akan dibagi menjadi
skala likert terdiri dari 20 item pada masing-masing variabel. Analisis data
menggunakan teknik product moment dengan nilai koefisien rxy = 0,813 dan
koefisien determinan (r2) = 0,660 hasil kriteria P = 0,000 < 0,050 signifikan dengan
BE% = 66,0%. Hasil perhitungan mean hipotetik dan empirik variabel pergaulan
bebas kategori tinggi dan variabel hamil di luar nikah kategori tinggi. Berdasarkan
hasil penelitian ini maka hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha)
diterima yaitu ada hubungan positif antara pergaulan bebas dengan hamil di luar
nikah. Artinya semakin tinggi pergaulan bebas pada remaja maka semakin tinggi
pula remaja yang hamil diluar nikah di Kelurahan Martubung dan begitu juga
sebaliknya. This study aims to determine the relationship between parenting parents and
promiscuity among adolescents who are pregnant out of wedlock in Martubung
Village. Assuming that the higher the parenting style for adolescents, the higher the
level of promiscuity among adolescents who are pregnant out of wedlock and
conversely, the lower the parenting style for adolescents, the lower the level of
promiscuity among adolescents who are pregnant out of wedlock. The research
method is descriptive quantitative. The sample consisted of 40 youths inMartubung
Village using purposive sampling technique. Data collection techniques use
favorable and unfavorable techniques which will later be divided into Likert scales
consisting of 20 items for each variable. Data analysis used the product moment
technique with a coefficient of rxy = 0.813 and a determinant coefficient (r2) =
0.660. The results of the criterion P = 0.000 <0.050 were significant with BE% =
66.0%. The results of the calculation of the hypothetical and empirical mean
variable promiscuity in the high category and the variable pregnant out of wedlock
are in the high category. Based on the results of this study, the null hypothesis (Ho)
is rejected and the working hypothesis (Ha) is accepted, namely there is a positive
relationship between promiscuity and pregnancy out of wedlock. This means that
the higher the promiscuity of adolescents, the higher the number of teenagers who
are pregnant out of wedlock in Martubung Village and vice versa
The Effect of Deferred Tax Expenses, Tax Planning and Deferred Tax Assets on Profit Management In Food Sub Sector Companies And Registered Beverages On the Indonesian Stock Exchange Year 2017-2021
86 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban pajak tangguhan, perencanaan pajak dan aset pajak tangguhan terhadap manajemen laba pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 baik secara parsial maupun simultan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana terdapat 12 sampel dari jumlah populasi terdapat 64 perusahaan. data diolah dengan menggunakan alat olah data statistik yaitu SPSS v.25 dan Softwore Microsoft Office Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial bahwa beban pajak tangguhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, perencanaan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, dan aset pajak tangguhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. secara simultan beban pajak tangguhan, perencanaan pajak dan aset pajak tangguhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. beban pajak tangguhan, perencanaan pajak dan aset pajak tangguhan berpengaruh sebesar 53,5% terhadap manajemen laba. This study aims to examine the effect of deferred tax expenses, tax planning and deferred tax assets on profit management in food and beverage sub-sector companies listed on the indonesia stock exchange in 2017-2021 either partially or simultaneously. The type of data used in this research is quantitative data. The sample was selected using a purposive sampling technique where there were 12 samples from a total population of 64 companies. data is processed using statistical data processing tools, namely SPSS v.25 and Microsoft Office Excel software. The results of the study show that partially deferred tax expenses have a positive and significant effect on profit management, tax planning has a positive and significant effect on profit management, and deferred tax assets have a positive and significant effect on profit management. simultaneously deferred tax expense, tax planning and deferred tax assets have a positive and significant effect on earnings management. deferred tax expense, tax planning and deferred tax assets have an effect of 53.5% on earnings management