21105 research outputs found
Sort by
The Effect of Clarity on Budgetary Targets, Reporting Systems and Accounting Control on Village Fund Management Accountability (Case Study in Kutalimbaru District and Pancur Batu District, Deli Serdang Regency)”
115 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran,
Sistem Pelaporan dan Pengendalian Akuntansi terhadap Akuntabilitas
Pengelolaan Dana Desa Di Kecamatan Kutalimbaru Dan Kecamatan Pancur Batu,
Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Asosiatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah peangkat desa yang ada di Kecamatan
Kutalimbaru dan Kecamatan Pancur Batu. Sampel dalam penelitian ini adalah
sebanyak 100 orang perangkat desa di Kecamatan Kutalimbaru dan Kecamatan
Pancur Batu. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel
yang diuji dengan menggunakan software eviews 9. Hasil penelitian ini
menujukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan
Kutalimbaru dan Kecamatan Pancur Batu. Sistem Pelaporan berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan
Kutalimbaru dan Kecamatan Pancur Batu. Pengendalian Akuntansi berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di
Kecamatan Kutalimbaru dan Kecamatan Pancur Batu. Secara simultan Kejelasan
Sasaran Anggaran, Sistem Pelaporan, dan Pengendalian Akuntansi berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di
Kecamatan Kutalimbaru dan Kecamatan Pancur Batu. This study aims to determine the effect of budget target clarity, accounting
reporting and control systems on village fund management accountability in
Kutalimbaru and Pancur Batu districts, Deli Serdang district. This type of
research is a type of associative research. The population in this study were
village officials in Kutalimbaru District and Pancur Batu District. The sample in
this study were 100 village officials in Kutalimbaru District and Pancur Batu
District. The analysis technique used was panel data regression analysis which
was tested using eviews 9 software. The results of this study indicate that the
clarity of budget targets has a positive and significant effect on the accountability
of village fund management in Kutalimbaru District and Pancur Batu District.
The Reporting System has a positive and significant effect on the accountability of
managing village funds in Kutalimbaru District and Pancur Batu District.
Accounting Control has a positive and significant effect on the accountability of
village fund management in Kutalimbaru District and Pancur Batu District.
Simultaneously, clarity of budget targets, reporting systems, and accounting
controls have a positive and significant effect on the accountability of managing
village funds in Kutalimbaru and Pancur Batu sub-districts
The Correlation between Self Control and Phubbing Behavior in SMA N-5 Pematang Siantar
97 HalamanSmartphone salah satu teknologi informasi yang sangat berkembang pesntdan penggunaan yang lama akan mengalami kecanduan smatphone yangmengakibatkan mengabaikan sescorang lebih fckus terhadap smartphone yangdisebit perilaku phubhing Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara kentrol din dengan perilaku plubbing di SMA N-5 Pematang Siantar.Populast dalam penelitian ini siswa kelas XI dengan jumlah sampel dalampenclitian ini schanyak 130 siswa dengan teknik pengambilan sampcl yangdigunakan alalah purposive sampling. Metode pengumpulan data ini menggunakanskala komuol diri dan perlaku phubbing. Teknik analisis data yang digunakanadalah korelasi product mament dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil perhitungansecara hipoiciik dan empirik. kontrol diri tergolongrendah sebab nilai meanhipotetil. sebesar 55 dan empiriknya 45.84 dan perilaku phubbing tergolong tinggidengan nilai mean hipotetik sebesar 37,5 dan empiriknya 53,67. Hasil Penelitien inimenunjukkan koefisien korelasi r' = -0.616 dengan nilai signifikansi p=0,000<0.05 atinva ada hubungan negatifantam kontrol diri dengan perilaku plubbing.Dengan hasil tersebur. hipotesis dalam penclitian ini capat diterima. Adapunsumbangan cfcktif dani kontrol diri mempengaruhi perilaku phubbing sebesar44.7%. Adapun faktor lainnya sebesar 55,3% perilaku phubbing dipengaruhi olehfaktor lain antara lain seperti: kondisi mood, ketersediaan waktu, lingkungan sekitarfaklor interpersonal, kecanduan media sosial, kecanduan game online dan sebagainya. Smartphones are one of the most developed information technologies, and long-term users will experience smartphone addiction which results in ignoring someone who is more focused on smartphones, which is called phubbing behavior. This research aims to determine the relationship between computer control and plubbing behavior at SMA N-5 Pematang Siantar. The population in this research is students. Class XI with the number of samples in this research was only 130 students with the sampling technique used was purposive sampling. This data collection method uses a scale of self-communication and phubbing behavior. The data analysis technique used is Karl Pearson's product correlation. Based on the results of hypothetical and empirical calculations. Self-control is classified as low because of the hypothetic mean value. of 55 and the empirical value is 45.84 and phubbing behavior is classified as high with a hypothetical mean value of 37.5 and an empirical value of 53.67. The results of this research show that the correlation coefficient r' = -0.616 with a significance value of p = 0.000 <0.05 means there is a negative relationship between self-control and plumbing behavior. The hypothesis in this research can be accepted. The contribution of effectiveness and self-control influences phubbing behavior by 44.7%. As for other factors, 55.3% of phubbing behavior is influenced by other factors such as: mood condition, time availability, surrounding environment, interpersonal factors, social media addiction, online game addiction and so on
Legal Aspects of Agreements in Implementing Joint Area Management Agreements Former Deli Tua Railway Station with District Government Deli Serdang (Research Study in Deli Serdang Regency)
79 HalamanPerjanjian kerjasama ialah ketentuan yang diatur dalam KUHPerdata. Perjanjian ini berdasarkan pada kesepakatan bersama yang mengandung tiga unsur antara lain prakontraktual, kontraktual dan postkontraktual. Kendalanya adalah aspek hukum yang termuat dalam pelaksanaan kesepakatan bersama penaataan kawasan eks stasiun kereta api Deli tua dengan pemerintah kabupaten Deli Serdang yaitu hambatan dalam mewujudkan pelaksanaan kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten Deli Serdang dengan PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, bagaimana upaya penyelesaian kesepakatan bersama tersebut. Jenis dan sifat penelitian ini ialah penelitian yuridis normatif dan deskriptif analisis. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen dan wawancara. Menganalisis data secara kualitatif untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang akurat. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam mewujudkan pelaksanaan kesepakatan bersama ini yaitu faktor hukum, ekonomi, dan budaya. Apabila pelaksanaan kerjasama ini tidak terlaksana dengan baik, maka hal ini tidak akan dikenakan sanksi dan akibat hukum dari perjanjian tersebut, penyelesaian masalah dengam musyawah yaitu tetap menggunakan peraturan perundang - undangan. Saran dari penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang perlu menindaklanjuti kerjasama daerah dengan menerbitkan peraturan daerah terkait kerja sama daerah yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan kerja sama daerah dengan pihak ketiga melalui kesepakatan bersama dan pejanjian. The cooperation agreement is a provision regulated in the Civil Code. This agreement is based on a mutual one that contains three elements, including pre-contractual, contractual, and post-contractual. The obstacles were the legal aspect in the implementation of the joint agreement on the Ex-Deli Tua train station area management with the Deli Serdang regency government, namely realizing the Joint agreement implementation between the Deli Serdang regency government and PT KAI Regional Division I North Sumatra, how to resolve the joint agreement. The type and nature of this research was normative juridical research and descriptive analysis. The data collection tools used, were document studies and interviews. Then, it analyzed data qualitatively to get accurate answers to problems. Several factors became obstacles in realizing this joint agreement implementation, namely legal, economic, and cultural factors. Whether the implementation of this cooperation was not carried out well, then this would not be subject to sanctions and legal consequences from the agreement, solving problems through deliberation, namely continuing to use legislation. The suggestion was that the Deli Serdang Regency Government needed to follow up on regional cooperation by issuing regional regulations concerning Regional Cooperation, which regulated the mechanisms for implementing it with third parties through joint agreements and agreements
Monograf Isolasi dan Identifikasi Blood Disease Bacterium pada Tanaman Pisang yang Terserang Patogen Layu Blood Disease Bacterium
104 HalamanPatogen penyakit darah bakteri yang disebabkan oleh Blood Disease Bacterium (BDB) menempati urutan pertama dalam daftar prioritas penyakit pisang yang menyebabkan kehilangan hasil 20-100% dan kontaminasi lahan. Penyakit tersebut sejak tahun 1980an hingga sekarang masih mewabah hampir diseluruh daerah sentra produksi pisang di Indonesia (Arwiyanto 1988, Eden-Green et al.1988, Sudarmiono et al. 1997, Kusumooto et al. 2004, dan Supriadi 2005). Pada tahun 2004, jumlah tanaman pisang yang terserang dilaporkan mencapai 2.116.829 rumpun (Departemen Pertanian 2005)
Effectiveness of the Motor Vehicle Tax Reduction Program on Increasing Medan Regional Original Income
70 HalamanKebijakan publik merupakan sikap pemerintah dalam menanggapi isu publik berupa
perwujudan tindakan berkaitan kepentingan terkait publik. Peneliti melihat adanya
masalah penunggakan pajak kendaraan bermotor yang harusnya bisa meningkatkan
Pendapatan asli daerah. berdasarkan hal tersebut peneliti bertujuan Mengetahui
efektivitas serta faktor penghambat program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dan
perubahan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian berdasarkan teori budiani, yaitu: 1. Ketepatan sasaran program, tepat sasaran,program ditujukan kepada masyarakat penunggak pajak yang kesulitan secara ekonomi,2. Sosialisasi program berjalan baik, akses informasi mudah didapat 3. Pencapaian tujuan program telah tercapai, target realisasi terpenuhi, 4. Pengawasan program tidak berjalandengan baik, tidak ditemukan pengawasan. Kesimpulan penelitian ini yakni: 1. Efektivitas program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor cukup efektif, 3 dari 4 indikator terpenuhi. 2. Faktor penghambatnya ialah faktor pemantauan program. 3. Saat program berjalan Pendapatan Asli Daerah meningkat. Public policy is government's attitude in responding public issues. problem of motor
vehicle tax arrears is increase local original revenue. Researchers used qualitative methods, using technique observation, interview and documentation with 5
informants. research using Budiani's theory, namely : Program Accuracy fullfield
Program aimed at tax delinquent poor society, Program socialization going well ease
access information, Achievement of program objectives achieved realization met,
Program monitoring didn’t well supervision wasn’t found. Conclusions is : The
effectiveness is quite effective, 3 out of 4 indicators are met. Inhibiting factor is the
monitoring. When program progresses, Local Original Income increases
Legal Responsibility of Autobus Companies for Land Transport Services towards People and Goods (Research Study at PT. B intang Utara Putra)
102 HalamanSalah satu kebutuhan dan kepentingan hidup bagi manusia adalah terpenuhinya kebutuhan berkomunikasi dengan sesamanya. Hubungan komunikasi tersebut ada kalanya memerlukan waktu dan perjalanan yang cukup jauh, hal ini mengingat tempat tinggal mereka saling berjauhan. Hubungan komunikasi dan transportasi saling terkait dan tidak terpisahkan, transportasi merupakan sarana untuk berkomunikasi manusia dengan sesamanya. Untuk tercapainya kepentingan tersebut diperlukan sarana transportasi yang berupa angkutan darat, angkutan laut, dan angkutan udara. One of the needs and interests of life for humans is the fulfillment of the need to communicate with each other. Sometimes this communication relationship requires time and quite a long journey, this is because they live far from each other. The relationship between communication and transportation is interrelated and inseparable, transportation is a means for humans to communicate with each other. To achieve these interests, transportation facilities are needed in the form of land transportation, sea transportation and air transportation
The Role of the Muara Setia Village Government in Providing Clean Water in Southeast Aceh Regency
96 Halamanmenganalisis bagaimana peran pemerintah desa dalam penyediaan Air bersih dan
faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam penyediaan Air Bersih. dilakukan
menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui
observasin, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dengan menggunakan teori peran menurut Suhardono yang terdiri dari fasilitator,
mobilisator, dan regulator. Kajian ini menyimpulkan bahwa indikator fasilitator
belum terlaksana dengan baik karena pemerintah desa belum sepenuhnya
memberikan fasilitas kepada masyarakat karena fasilitas mengalami keterlambatan
yang mengakibatkan pembangunan penyediaan Air Bersih tertunda. Indikator
mobilisator sudah tergolong baik dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut
berpartisipasi dalam pembangunan. Indikator regulator sudah terlaksana dengan
baik karena peraturan yang ditetapkan pemerintah desa dapat diterima oleh
masyarakat dan masyarak sudah menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan. The government's role in providing clean water in a village is currently not
very comprehensive because there are several obstacles to developing clean water
supplies. This research aims to find out and analyze the role of the village
government in providing clean water and what factors hinder the provision of clean
water. carried out using qualitative methods. Data collection techniques are carried
out through observation, interviews and documentation. The researchresults show
that by using role theory according to Suhardono which consists of facilitator,
mobilizer and regulator. This study concludes that the facilitator indicators have
not been implemented well because the village government has notfully provided
facilities to the community because the facilities have been delayed which has
resulted in the construction of the Clean Water supply being delayed. Mobilizer
indicators are considered good in mobilizing the community to participate in
development. Regulatory indicators have been implemented well because the
regulations set by the village government can be accepted by the community and the
community has implemented the regulations that have been set
The Effect of Organizational Climate on Organizational Citizenship Behavior Through Organizational Commitment Mediation (Study on Employees of PT. Pos Indonesia (Persero) Medan)
154 HalamanRendahnya perilaku organizational citizenship behavior pada karyawan
Kantor Pos Medan dipengaruhi oleh komitmen organisasi yang juga dipengaruhi
oleh iklim organisasi seperti kurangnya kehangatan dan dukungan serta suasana
yang kurang menyenangkan yang dirasakan oleh karyawan baik itu dari sesama
rekan kerja maupun dari pimpinan perusahaan. Suasana yang kurang
menyenangkan menyebabkan perasaan tidak nyaman dari karyawan dan
menyebabkan menurunnya komitmen karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji peran komitmen organisasi dalam memediasi pengaruh iklim organisasi
terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan Kantor Pos Medan.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan structural equation modeling
(SEM) dengan program JASP versi 16. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 191
karyawan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala
organizational citizenship behavior, skala komitmen organisasi, dan skala iklim
organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan komitmen organisasi signifikan
memediasi pengaruh iklim organisasi terhadap organizational citizenship
behavior. Disamping itu, berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh hasil
lainnya berupa: (1) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap organizational
citizenship behavior, dengan nilai koefisien jalur 0,346, dan signifikan, dengan
nilai p < 0.001. (2) Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap komitmen
organisasi dilihat dari nilai koefisien jalur (path coefficient) 0,478, dan signifikan,
dengan nilai p < 0.001. (3) komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap
organizational citizenship behavior, dengan nilai koefisien jalur (path coefficient)
0,327, dan signifikan, dengan nilai p < 0.001. (4) Pengaruh tidak langsung iklim
organisasi terhadap organizational citizenship behavior, melalui komitmen
organisasi adalah 0,156. Diketahui komitmen organisasi signifikan memediasi
hubungan antara iklim organisasi dan organizational citizenship behavior, dengan
nilai p < 0.001. The low behavior of organizational members in Medan Post Office
employees is influenced by organizational commitment which is also influenced by
organizational climate such as lack of warmth and support and an unpleasant
atmosphere felt by employees both by co-workers and by company leaders. An
unpleasant atmosphere causes feelings of discomfort from employees and causes
a decrease in employee confidence. This study aims to examine the role of
organizational commitment in mediating the effect of organizational climate on
the behavior of organizational members on Medan Post Office employees. Data
analysis in this study used a structural equation model (SEM) with the JASP
program version 16. The sample in this study was 191 employees. The
measurement tools used in this study are the organizational citizenship behavior
scale, the organizational commitment scale, and the organizational climate scale.
The results of this study indicate that organizational commitment significantly
mediates the influence of organizational climate on the behavior of organizational
members. Besides that, based on the data analysis performed, other results were
obtained in the form of (1) Organizational climate has a positive effect on
organizational citizenship behavior, with a path coefficient value of 0.346, and
significant, with a p-value <0.001. (2) Organizational climate has a positive effect
on organizational commitment seen from the path coefficient value of 0.478, and
is significant, with a p-value <0.001. (3) Organizational heart has a positive
effect on organizational citizenship behavior, with a path coefficient value of
0.327, and significant, with a p-value <0.001. (4) The indirect effect of
organizational climate on the behavior of organizational members, through
organizational commitment is 0.156. The presence of significant organizational
commitment mediates the influence of organizational climate on organizational
citizenship behavior, with a p-value <0.001
Technical Efficiency of Farming to Optimize Rice (Oryza Sativa L) Production in Ba Jenis District, Tebing Tinggi City
115 HalamanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi yang dilakukan petani
dalam hal teknis dan produksi serta mengetahui faktor yang mempengaruhi
efisiensi tersebut pada petani di Kec. Bajenis Kota Tebing Tinggi. Metode yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan analisis fungsi produksi
cobb-douglas dan analisis efisiensi teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan
efesiensi teknis usahatani di Tebing Tinggi sudah efesien dilihat dari hasil analisis
yaitu 0.97 % yang dikarenakan bibit petani padi yang berkualitas dan Tenaga Kerja
yang dimiliki petani padi cukup terampil sehingga efesiensi produksi pun
meningkat. Faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani di Tebing Tinggi
diantaranya (1) Bibit yang digunakan sudah berkualitas (bersertifikat), (2) Tenaga
kerja yang cukup terampil, (3) Luas lahan yang dimiliki sedang dan luas, (4)
Tanggungan, (5) Pendidikan formal yang standar, (6) Umur petani, (7) Pengalaman
bertani, dan (8) Pupuk dengan dosis/takaran yang pas. The purpose of this study was to determine the efficiency of farmers in terms of
technical and production and to determine the factors that influence the efficiency
of farmers in Kec. Batipe High Cliff City. The method used is descriptive
quantitative research with cobb-douglas production function analysis and technical
efficiency analysis. The results of this study indicate that the technical efficiency of
farming in Tebing Tinggi is efficient as seen from the results of the analysis, which
is 0.97% which is because the seeds of rice farmers are of high quality and the
workforce owned by rice farmers is skilled enough so that production efficiency
increases. Factors that affect the technical efficiency of farming in Tebing Tinggi
include: (1) The seeds used are of good quality (certified), (2) The workforce is
quite skilled, (3) The land area owned is medium and large, (4) Dependents, (5)
Standard formal education, (6) Farmer's age , (7) Farming experience, and (8)
Fertilize with the right dose/measure
The Relationship between Product Quality and Post Purchase Dissonance Online Shopping in Indra Kasib Environmental Village IV
59 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kualitas produk dengan post purchase dissonance berbelanja online pada remaja akhir. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Indra Kasih Lingkungan IV. Masalah difokuskan pada remaja akhir (18-21) sebanyak 100 orang sebagai pengguna dan aktif berbelanja online di e-commerce dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan product
moment correlation coefficient oleh pearson yang dibantu statistic packages for social science (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas produk yang bersifat negatif dengan post purchase dissonance berbelanja online pada remaja akhir dengan nilia koefisien korelasi ® sebesar - 638 dengan siginifikansi P= 0,000 (P > 0,05) yang menandakan bahwa hipotesis penelitian diterima dengan memperlihatkan hubungan negatif antara kualitas produk dengan post purchase dissonance dan dengan asumsi yang berbunyi, apabila semakin baik kualitas produk maka akan semakin rendah post purchase
dissonance. Begitu pula sebaliknya, apabila semakin buruk kualitas produk maka akan semakin tinggi pula post purchase dissonance yang dirasakan. Dalam penelitian ini sumbangan efektif kualitas produk dengan post purchase dissonance sebesar 40,8%, sedangkan sisanya 59,2% dipengaruhi oleh faktor diluar penelitian. This study aims to see whether there is a relationship between product quality and post purchase dissonance online shopping in late adolescents. This research was conducted in the Village of Indra Kasih Environment IV. The problem is focused on late adolescents (18-21) as many as 100 people as users and actively shop
online at e-commerce using a purposive sampling technique. This study used a quantitative method with data collected by distributing questionnaires. Data analysis used the product moment correlation coefficient by Pearson assisted by statistical packages for social science (SPSS). The results of this study indicate that there is a negative relationship between product quality and online shopping post purchase dissonance in late adolescents with a correlation coefficient ® of - 638 with a significance P = 0.000 (P > 0.05) which indicates that the research hypothesis is accepted by showing negative correlation between product quality and post purchase dissonance and with the assumption that the better the product quality, the lower the post purchase dissonance. And vice versa, if the quality of the product is worse, the higher the post purchase dissonance felt. In this research, the effective contribution of product quality to post purchase dissonance was 40.8%, while the remaining 59.2% was influenced by factors outside the research