Medan Area University

Repository Universitas Medan Area
Not a member yet
    21105 research outputs found

    Analysis of Physical and Biological Factors in Drilled Well Water in Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa District, North Sumatra

    No full text
    37 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Fisik dan Biologi Air Sumur Bor di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Sumatera Utara. Sampel yang digunakan adalah air sumur bor 10 sumber yang berbeda. Sampel diambil secara aseptis kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Analisis kualitas fisik dilakukan secara organoleptik. Sedangkan analisis kualitas biologi dengan menggunakan alat coliform kit. Data dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan hasil penelitian dalam bentuk tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 sampel air sumur bor di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa tidak memenuhi persyaratan fisik dan pH. Sampel yaitu sampel 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Air sumur bor dengan kode sampel 10, menunjukkan karakteristik fisik yang sesuai dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan nilai pH yang mendekati persyaratan yaitu 6,41. Analisis kualitas biologi menunjukkan bahwa sampel 10 tidak mengandung bakteri coliform dan Eschericia coli, dapat disimpulkan bahwa 90% sampel air sumur bor di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa tidak memenuhi persyaratan kualitas fisik dan biologi sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan. Terdapat satu sampel yang menunjukkan kualitas fisik dan biologi terbaik yaitu sampel 10. The purpuse of this reseacrh was to determine the physical and biological quality of drilled well water in Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa District, North Sumatra. The samples used were drilled well water from 10 different sourcesand samples were taken aseptically. Physical quality analysis is carried out organoleptically . Meanwhile, biological quality analysis uses a coliform kit. Data were analyzed descriptively. The results showed that 9 samples are samples 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 and 9. Drilled well water with sample code 10, shows physical characteristics that are in accordance with Minister of Health Regulation No. 2 of 2023 and a pH value that is close to the requirements, namely 6,41. Biological quality analysis shows that sample 10 does not contain coliform bacteria and Eschericia coli. It can be concluded that 90 % of the drilled well water samples do not meet the physical and biological quality requirements in accordance with the established quality standards. There is one sample that shows the best physical and biological quality, namely sample 10

    Experiences of Tinder Users in Establishing Arranged Relationships (Phenomenological Study of Students at the Faculty of Law, Asahan University)

    No full text
    97 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pengguna aplikasi Tinder pada pengguna aktif yang merupakan mahasiswa Universitas Asahan, untuk mengetahui motif pada pengguna aplikasi Tinder, dan untuk mengetahui hambatan pengguna Tinder dalam menjalin hubungan perjodohan. Teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah teori Fenomenologi oleh Alferd Schutz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini ada 7 orang. Teknik analisis data yang dilakukan ada 3 tahap yaitu Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman para pengguna Tinder rata-rata adalah bertemu dengan berbagai macam karakter lawan jenis yang berbeda-beda. Motif para pengguna Tinder untuk menambah pertemanan dan mencari jodoh. Hambatan yang didapat pengguna Tinder dalam mencari pasangan berupa kesibukan aktivitas masing-masing, dan rasa mudah bosan. This research aims to determine the user experience of the Tinder among active users who are Asahan University Stidents, to find out the motives of Tinder application users, and to find out the obstacles for Tinder users in establishing matchmaking relatiobships. The theory that is considered relevant in this research is the theory of phenomeno;ogy by Alferd Schutz. This research is a qualitative research. The number of informants in this study were 7 people. The data analysis technique used is 3 stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. This research reveals that the average Tinder user’s experience is meeting a variety of different characters of the opposite. The motive of Tinder users is to increase friendships and find a mate. The obstacles that Tinder users face in finding a partner include busy activities and feeling bored easily

    Efektivitas Review Product Merek Luxcrime dalam Meningkatkan Brand Awareness Melalui Aplikasi Tiktok pada Generasi Z

    Full text link
    87 HalamanPerkembangan internet yang semakin canggih memunculkan Tiktok sebagai aplikasi dimana penggunanya dapat membagikan video berdurasi singkat. Dengan adanya Tiktok banyak pebisnis yang memanfaatkan Tiktok sebagai cara membangun brand awareness salah satunya adalah Luxcrime. Melalui penelitian ini dikaji Bagaimana efektivitas review product merek Luxcrime dalam meningkatkan brand awareness melalui aplikasi Tiktok pada generasi Z di kecamatan Medan Polonia serta melihat bagaimana tingkatan brand awareness generasi Z pada merek Luxcrime. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui Observasi, wawancara dan dokumentasi yang di dukung oleh 5 subjek penelitian yang masing-masing telah dipertimbangkan dengan Teknik porpusive sampling dan menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesadaran mengenai review product merek Luxcrime di Tiktok antara generasi Z dan beauty content creator sama-sama memiliki kesadaran bahwa fitur review product di Tiktok sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang di inginkan. Frekuensi generasi Z dalam mencari informasi terkait produk Luxcrime sering dilakukan. Perbandingan antara konten review product Luxcrime dengan konten review product dari merek kosmetik lain cukup memiliki kesamaan namun memiliki hasil dari kualitas produk yang berbeda. Pengaruh review product di Tiktok dalam pemilihan produk membuat generasi Z mempertimbangkan untuk membeli produk Luxcrime. Luxcrime juga berhasil meningkatkan brand awareness generasi Z pada tingkat brand recognition. This research aims to determine the effectiveness of product reviews for the Luxcrime brand in increasing brand awareness through the Tiktok application among generation Z in Medan Polonia sub-district and to see the level of brand awareness of generation Z regarding the Luxcrime brand. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting data through observation, interviews and documentation. The subjects in this research were 5 informants who had been considered using a proportional sampling technique and used the interactive model from Miles & Huberman to analyze the data. The research results show that the product review indicators, namely awareness, frequency, comparison and influence on Tiktok in increasing brand awareness of the Luxcrime brand, are considered successful in making generation Z know about Luxcrime products at the brand recognition level

    Analysis of the Cost of Generating Electric Energy for PLTU Using a Cogeneration System at PT. Socfindo

    No full text
    52 HalamanPT Socfindo Aek Loba termasuk perusahaan swasta yang berbadan nasional perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pabrik pengolahan kelapa sawit (Palm Oil Mill). Pabrik kelapa sawit ini menggunakan pembangkit listrik sendiri sebagai sumber energi listrik untuk menjalankan pengolahan pabrik kelapa sawit. Harga listrik PT Socfindo menurut perhitungan menggunakan suku bunga 6% dan 12% dengan menggunakan bahan bakar bakar solar 6%= Rp.10.154.317 kWh, 12% =Rp.3.918.084 kWh dan pada Cangkang 6%= Rp.10.105.487, 12%=3.918036 kWh dan Fiber 6%= Rp.10.105.487, 12%= Rp.3.918.036 kWh. Penggunaan bahan bakar Cangkang dan Fiber lebih ekonomis dan lebih menguntungkan pada pembangkit listrik tenaga uap yang berada pada PKS PT Socfindo dengan Break Event Point yang didapat yaitu 0,037 tahun dengan total biaya pokok produksi dala setahun yaitu Rp.63.000.000.000. Dari kinerja penggunaan bahan bakar Cangkang dan Fiber dapat memenuhi kebutuhan pada pembakaran boiler dengan besar 659.700.000 Mj/tahun yang Dimana energi yang dihasilkan bahan bakar cangkang dan fiber yaitu sebesar 8.816.804.044. Mj/tahun. Biaya Produksi listrik PLTU dalamkebutuhsn pengolahan pabrik kelapa sawit kWh. PT Socfindo Aek Loba is a private company with a national limited liability company operating in the palm oil mill business. This palm oil mill uses its own power plant as a source of electrical energy to run the processing of the palm oil mill. PT Socfindo's electricity price according to calculations uses an interest rate of 6% and 12% using diesel fuel 6% = IDR 211,5258 kWh, 12% = IDR 212,8517 kWh and in the shell 6% = IDR 162,7548, 12% = 164,0807 kWh and Fiber 6%= Rp.162.7338, 12%= Rp.164.0597 kWh. The use of Shell and Fiber fuel is more economical and more profitable in the steam power plant which is in PT Socfindo's PKS with the Break Even Point obtained which is 0.037 years with a total cost of production in a year of IDR 63,000,000,000. From the performance of using shell and fiber fuel, it can meet the needs for burning boilers with a magnitude of 659,700,000 Mj/year, where the energy produced by shell and fiber fuel is 8,816,804,044. Mj/year. The cost of producing electricity from PLTU for the processing needs of palm oil mills is very economical compared to the price at PT PLN, which is Rp. 1,644.52 per kWh

    Law Enforcement at the Immigration Office Class II TPI Belawan Against Foreign Nationals who Abusing Stay Permit

    No full text
    120 HalamanWarga Negara Asing yang berada di wilayah hukum Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan diwajibkan mentaati ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Apabila warga negara asing melanggarnya maka akan dilakukan upaya penegakan hukum demi mewujudkan kedaulatan negara. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dapat melakukan penegakan hukum administrasi terhadap warga negara asing yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Penelitian hukum empiris dilakukan dengan mengumpulkan data primer sebagai sumber pertama dengan melalui hasil empiris yang diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, pertama terdapat 2 (dua) jenis bagi warga negara asing yang melanggar ketentuan izin tinggal di Indonesia yaitu Sanksi Administratif dan Sanksi Pidana. Kedua, Penegakan hukum yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan terhadap 85 (delapan puluh lima) warga negara asing yang menyalahgunakan izin tinggal di wilayah Belawan pada tahun 2022 dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa cegah dan tangkal berjumlah 6 (enam) orang, pendetensian berjumlah 21 (dua puluh satu) orang, pelimpahan rudenim berjumlah 52 (lima puluh dua) orang, dan deportasi berjumlah 6 (enam) orang. Ketiga, Kendala yang dihadapi penegakan hukum administrasi dalam bidang keimigrasian yaitu secara umum diantaranya, koordinasi dengan kedutaan yang kurang responsif, minimnya sumber daya manusia, dan sarana penunjang lainnya seperti sarana penunjang operasional dan masyarakat yang kurang responsif. Selanjutnya secara khusus diantaranya, sering terjadi banjir Rob (Air Pasang), tegangan listrik tidak stabil, dan ruang deteni yang tidak memadai. Foreign citizens who are in the jurisdiction of the TPI Belawan Class II Immigration Office are required to obey the legal provisions that apply in Indonesia. If foreign nationals violate it, law enforcement efforts will be made to realize state sovereignty. TPI Belawan Class II Immigration Office can enforce administrative law against foreign nationals who violate the legal provisions in force in Indonesia. The research method in this writing is an empirical legal research method. Empirical legal research is carried out by collecting primary data as the first source through empirical results obtained through interviews. This research is a descriptive analysis which is analyzed qualitatively. Based on the results of this study, first there are 2 (two) types for foreign nationals who violate the provisions of a residence permit in Indonesia, namely Administrative Sanctions and Criminal Sanctions. Second, law enforcement carried out by the TPI Belawan Class II Immigration Office against 85 (eighty five) foreign nationals who abused their residence permits in the Belawan area in 2022 were subject to Immigration Administration Actions in the form of prevention and deterrence totaling 6 (six) people,detentions totaling 21 (twenty one) people, 52 (fifty two) people were transferred to the detention center, and 6 (six) people were deported. Third, the constraints faced by administrative law enforcement in the field of immigration, namely in general, among others, coordination with embassies that are not responsive, lack of human resources, and other supporting facilities such as operational support facilities and the community are not responsive. Furthermore, in particular, there are frequent tidal floods, unstable electricity, and inadequate detention rooms

    The Influence of the Work Environment on Employee Loyalty at PTPN II Bandar Klippa

    No full text
    97 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan pada PTPN II Bandar Klippa. Sampel penelitian sebanyak 62 orang dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan karakteristik tertentu dalam Sugiyono (2016). Penelitian ini mengacu pada metode kuantitatif dengan analisis regresi linear. Bentuk skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 4 pilihan jawaban. Diketahui ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan dengan R = 0,495 dengan P = 0,000 < 0,05. Artinya, ada pengaruh positif antara lingkungan kerja terhadap loyalitas karyawan. Dalam hal ini semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi loyalitas karyawan. Berdasarkan hasil analisis data diketahui lingkungan kerja tergolong rendah dengan mean hipotetik (42,5) > mean empirik (33,66) dan hasil bilangan SD sebesar 5,822. Hasil analisis loyalitas karyawan tergolong sedang dengan mean hipotetik (75) > mean empirik (63,84) dan hasil bilangan SD sebesar 11,832. Koefisien determinan (R2) dari variabel lingkungan kerja dan loyalitas karyawan adalah sebesar R2 = 0,245 sebesar 24,5% dengan demikian masih terdapat 75,5% pengaruh faktor lain yaitu dari faktor internal maupun faktor eksternal pada individu. This research aims to determine the influence of the work environment on employee loyalty at PTPN II Bandar Klippa. The research sample was 62 people with a sampling technique using purposive sampling. Purposive sampling is a technique for determining samples with certain characteristics in Sugiyono (2016). This research refers to quantitative methods with linear regression analysis. The scale form used is a Likert scale with 4 answer choices. It is known that there is a significant relationship between the work environment and employee loyalty with R = 0.495 with P = 0.000 < 0.05. This means that there is a positive influence between the work environment and employee loyalty. In this case, the better the work environment, the higher employee loyalty. Based on the results of data analysis, it is known that the work environment is classified as low with a hypothetical mean (42.5) > empirical mean (33.66) and an SD number of 5.822. The results of the analysis of employee loyalty are classified as moderate with a hypothetical mean (75) > empirical mean (63.84) and an SD number of 11.832. The determinant coefficient (R2) of the work environment and employee loyalty variables is R2 = 0.245, which is 24.5%, so there is still 75.5% influence of other factors, namely from internal factors and external factors on the individual

    Correlation Of Self Efficacy With Interpersonal Communication Teachers At Sma Negeri 2 Tebing Tinggi

    No full text
    82 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan antara self efficacy dengan komunikasi interpersonal pada Guru di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru di SMA Negeri 2 Tebing sebanyak 52 orang. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala self efficacy dan skala komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode analisis korelasi r Product moment menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara self efficacy dengan komunikasi interpersonal di mana rxy = 0,815 dengan signifikan p = 0,000 < 0,05. Dari hasil penelitian yang didapatkan dengan semakin sedang self efficacy maka semakin sedang pula kemampuan komunikasi interpersonal Guru. Sehingga, hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Dengan dibuktikan bahwa self efficacy berdistribusi sebesar 66,40% terhadap komunikasi interpersonal, yang dapat dilihat dari faktor lain antara yaitu sebesar 33,6 %. Faktor lain tersebut adalah trust/kepercayaan, perilaku sportif, sikap terbuka dan self efficacy. Hal ini dilihat dari koefisien determinan (r2) = 0,664. The purpose of this study was to look at the correlation between self-efficacy and interpersonal communication in Teachers at SMA Negeri 2 Tebing Tinggi. The research approach used is a quantitative. The population in this study were teachers at SMA Negeri 2 Tebing Tinggi as many as 52 people. To determine the number of samples in this study using the technique of total sampling. Data retrieval is done using the self-efficacy scale and the interpersonal communication scale. Based on the results of data analysis using the r Product moment correlation analysis method showed that there is a positive and significant relationship between self efficacy and interpersonal communication where rxy = 0,815 with a significant p = 0.000 < 0.05. From the research results obtained, the currently the self-efficacy, the currently the teacher's interpersonal communication skills. Thus, the propose hypothesis is declared accepted. Furthermore, this study proved that self-efficacy contributed 66,40 % to interpersonal communication which can be seen from other factors, namely 33.6%. These other factors are trust, sportsmanship, open attitude and self-efficacy. This is seen from the determinant coefficient (r2) = 0,664

    Evaluation of the Family Planning Program in Reducing Population Growth Rates in Medan Helvetia District

    No full text
    58 HalamanPenelitian bertujuan untuk menggali fakta Evaluasi Program Keluarga Berencanan Dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk di Kec. Medan Helvetia. Penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumnetasi. Indikator dari William Dun yaitu Efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas dan ketepatan. Hasil dari penelitian yaitu Evaluasi Program Keluarga Berencana di Kecamatan Medan Helvetia sudah terlaksana dengan cukup baik. Pertama, hal ini dilihat dari peserta pengguna KB aktif yang setiap tahunnya meningkat. Kedua, dapat dilihat dari angka kelahiran yang mengalami penurunan. Maka Program Keluarga Berencana sudah cukup signifikan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di Kec. Medan Helvetia. Hal ini disebabkan beberapa faktor salah satunya yaitu banyaknya migrasi yang masuk ke Kec. Medan Helvetia dengan tujuan pendidikan, pekerjaan serta lainnya. Hambatan-hambatan yang dialami pada program keluarga berencana dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Medan Helvetia ialah masyarakat, dimana masih banyak masyarakat yang merasa malu untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi dan mereka juga masih banyak yang tabu mendengarnya. Research to explore the facts Evaluation of the Family Planning Program in Suppressing the Population Growth Rate in Kec. Helvetian Field. Research using qualitative. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The results of the Evaluation of the Family Planning Program in Medan Helvetia District have been carried out quite well. First, this can be seen from the active participants who use family planning, which increases every year. Second, it can be seen from the declining birth rate. So the Family Planning Program has been quite significant in suppressing the rate of population growth in Kec. Helvetian Field

    The Influence of the Degree of Peat Soil Saturation on Soil Subsidence Behavior

    No full text
    90 HalamanTanah mempunyai peran yang sangat penting dalam konstruksi sebuah bangunan, manfaat utama tanah adalah sebagai pendukung pondasi bangunan, oleh karena itu, dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh derajat kejenuhan tanah gambut terhadap uji konsolidasi. Dalam penelitian ini, tanah yang di uji merupakan tanah gambut yang diambil dari jalan Pantai Labu, Emplasmen Kuala Namu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Pengujian ini dilakukan langsung di laboratorium Mekanika Tanah Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Dari hasil pengujian yang dilakukan, pengaruh derajat kejenuhan tanah lempung terhadap penurunan tanah yang diambil dari daerah Pantai Labu, Emplasmen Kuala Namu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Sampel A derajat kejenuhan 20%, sampel B derajat kejenuhan 25%, dan sampel C derajat kejenuhan 30%, Berdasarkan hasil pengujian konsolidasi didapatkan pada kondisi sampel A memiliki derajat kejenuhan sebesar 20 % nilai koefisien konsolidasi (Cv) 0,067 cm2/detik, nilai indeks pemampatan (Cc) 0,059 dan nilai koefisien konsolidasi (av) 0,017 cm2/kg. Sampel B memiliki nilai derajat kejenuhan sebesar 25 %, nilai koefisien konsolidasi (Cv) 0,061 cm2/detik, nilai indeks pemampatan (Cc) 0,048 dan nilai koefisien konsolidasi (av) 0,026 cm2/kg. Sampel C memiliki derajat kejenuhan 30 %, nilai koefisien konsolidasi (Cv) 0,051 cm2/detik, nilai indeks pemampatan (Cc) 0,082 dan nilai koefisien konsolidasi (av) 0,024 cm2/kg. dan didapatkan penurunan, sampel A dengan derajat kejenuhan 20 % mengalami penurunan sebesar 0,176 cm dengan pengembangan 0,45%, sampel B dengan derajat kejenuhan 25 % mengalami penurunan sebesar 0,146 cm dengan pengembangan 0,3%, dan sampel C derajat kejenuhan 30 % mengalami penurunan sebesar 0,369 cm dengan pengembangan 0,28% Soil has a very important role in the construction of a building, the main benefit of soil is as a support for building foundations, therefore, tests were carried out to determine the effect of the degree of saturation of peat soil on the consolidation test. In this research, the soil tested was peat soil taken from Jalan Pantai Labu, Emplasmen Kuala Namu, Lubuk Pakam District, Deli Serdang Regency. This test was carried out directly in the Soil Mechanics laboratory at Santo Thomas Catholic University, Medan. From the results of the tests carried out, the effect of the degree of clay soil saturation on soil subsidence was taken from the Labu Beach area, Kuala Namu Emplasm, Lubuk Pakam District, Deli Serdang Regency. Sample A has a degree of saturation of 20%, sample B has a degree of saturation of 25%, and sample C has a degree of saturation of 30%. Based on the results of the consolidation test, it was found that in the condition that sample A had a degree of saturation of 20%, the value of the consolidation coefficient (Cv) was 0.067 cm2/second, the compression index (Cc) value is 0.059 and the consolidation coefficient value (ain) 0,017 cm2/kg. Sample B has a degree of saturation value of 25%, a consolidation coefficient (Cv) value of 0.061 cm2/second, the compression index (Cc) value is 0.048 and the consolidation coefficient value (ain) 0,026 cm2/kg. Sample C has a degree of saturation of 30%, a consolidation coefficient (Cv) value of 0.051 cm2/second, compression index (Cc) value 0.082 and consolidation coefficient value (ain) 0,024 cm2/kg. and a decrease was obtained, sample A with a degree of saturation of 20% experienced a decrease of 0.176 cm with an expansion of 0.45%, sample B with a degree of saturation of 25% experienced a decrease of 0.146 cm with an expansion of 0.3%, and sample C experienced a degree of saturation of 30%. decrease of 0.369 cm with expansion of 0.28%

    Performance of Identification Card Issuance Services Electronic Resident (KTP-El) Department Population and Registration Karo Regency Civil Service Thesis

    No full text
    97 HalamanPenelitian ini berlatar belakang dengan terjadinya kasus yang muncul saat ini adalah kinerja pelayanan penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El) pada dinas kependudukan dan Pencatatan sipil kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan kinerja pelayanan penerbitan (KTPEL) di Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan Teori Sadarmayanti. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini meperlihatkan bagaimana kinerja pelayanan penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL). Dan hambatan dalam menerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL) di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Karo. Dari hasil penelitian pelayanan penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL) Di dinas kependudukan dan Pencatatan sipil kabupaten Karo dengan cara mengarahkan semua masyarakat yang mengurus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL) Untuk mengambil nomor antrian, dan menyediakan kursi untuk masyarakat yang antri menunggu perekaman (KTP-EL). Hambatan yang dijumpai dalam penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL) Di dinas kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Karo. Sering terjadi jaringan yang kurang stabil sehingga terhambatnya proses percetakan dan perekaman kartu tanda penduduk elektronik. This research has a background with the occurrence of cases that are currently emerging, namely the performance of services for issuing electronic identity cards (KTP-El) at the Karo district population and civil registration service. The purpose of this study was to find out and describe the performance of the publishing service (KTP-EL) at the Karo district population and civil registration service. This study uses a qualitative method that is descriptive using the Sadarmayanti Theory. Observation data collection techniques, documentation, and interviews. The results of this study show how the performance of the service for issuing electronic identity cards (KTP-EL). And obstacles in issuing electronic identity cards (KTP-EL) at the Karo district population and civil registration service. From the results of research on the service of issuing electronic identity cards (KTP-EL) at the Karo district population and civil registration service by directing all people who take care of electronic identity cards (KTP-EL) to take queue numbers, and provide seats for people who are queuing waiting for recording (KTP-EL). Obstacles encountered in issuing electronic identity cards (KTP-EL) at the Karo Regency population and civil registration service. It often happens that the network is unstable, so that the process of printing and recording electronic identity cards is hampered

    4,192

    full texts

    21,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇